Kamis, April 23, 2026
Beranda blog Halaman 17

Prihatin Motor Ojol di Sukabumi Raib Saat Istirahat

Gurilaps.com || Nasib nahas menimpa Muhamad Try Pamungkas (28), seorang pengemudi ojek online asal Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Sepeda motor yang menjadi andalan utamanya dalam bekerja raib digasak pencuri saat dirinya tengah beristirahat menunggu pesanan.

Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (5/6)2025) dini hari di kawasan Jalan Pelabuhan II, RT 03/18, Kelurahan Dayeuhluhur, tepat di samping Raja Gadai. Motor milik Try, jenis Honda Scoopy warna coklat hitam dengan nomor polisi F 6632 OG, diketahui hilang saat ia memutuskan rehat di rumah temannya.

“Saya sedang online mencari penumpang malam itu. Karena belum ada order, saya ikut istirahat di rumah teman. Motornya saya parkir di teras rumah warga, posisinya gang buntu dan sudah terkunci stang,” ujar Try, Minggu (8/6/2025).

Saat hendak pulang pada pagi harinya sekitar pukul 06.12 WIB, Try terkejut karena motor yang ia parkir sudah tidak berada di tempat. Tanpa menunggu lama, ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Warudoyong sekitar pukul 06.30 WIB.

Pihak kepolisian telah menerima laporan dan menyatakan bahwa kasus pencurian ini kini dalam tahap penyelidikan. Try mengaku sangat berharap kendaraannya dapat ditemukan kembali, mengingat motor tersebut merupakan satu-satunya kendaraan keluarga dan alat kerja utamanya sebagai ojol.

“Motor itu bukan cuma alat kerja saya, tapi juga satu-satunya kendaraan keluarga. Saya berharap bisa ditemukan dalam kondisi utuh,” ucap Try penuh harap.***(RAF)

Editor : AS

Gagal Mimbar Bebas Bersama Legislator, Mahasiswa dan Komunitas Masyarakat Garut Kecewa

Gurilaps.com || Agenda Mimbar Bebas yang dijadwalkan antara masyarakat dan anggota legislatif di Gedung DPRD Garut pada (26/05/2025) pukul 14:15 WIB berubah menjadi panggung kekecewaan. Harapan akan dialog terbuka dan transparan pupus sudah, karena tak satu pun legislator yang hadir.

Puluhan mahasiswa, perwakilan komunitas, serta organisasi masyarakat sipil telah bersiap menyuarakan aspirasi dan kegelisahan mereka—mulai dari persoalan alih fungsi lahan, revitalisasi Pasar Induk, proyek infrastruktur, hingga evaluasi 100 hari kinerja pemerintahan Kabupaten Garut, baik eksekutif maupun legislatif. Namun, kursi-kursi yang seharusnya diisi oleh para wakil rakyat dibiarkan kosong tanpa keterangan resmi.

“Ini bukan sekadar soal etika, tapi soal tanggung jawab. Kami bukan datang untuk meminta-minta, kami datang untuk mengingatkan bahwa demokrasi itu hidup jika ada partisipasi. Tapi bagaimana mungkin partisipasi terjadi jika wakil rakyatnya sendiri abai?” ujar Luthfi Muchtar Dabigie.

“Ketidakhadiran para anggota legislatif ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap hak masyarakat untuk didengar. Publik bertanya-tanya: apakah keterlibatan legislatif hanya sebatas saat kampanye, lalu menghilang ketika rakyat bersuara?”

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada klarifikasi resmi dari pihak legislatif mengenai alasan absennya mereka dalam forum penting ini, ungkap Luthfi Muchtar.

Sebagai tindak lanjut dari kekecewaan yang meluas, mahasiswa Garut menyatakan akan turun aksi besar-besaran pada 2 Juni 2025 untuk menuntut transparansi, akuntabilitas, dan komitmen nyata dari para pemangku kebijakan.

Ketika rakyat mencari jawaban, para wakilnya memilih diam. Dan ketika kepercayaan mulai runtuh, siapa yang akan bertanggung jawab, pungkas Luthfi Muchtar Dabigie Kordinator lapangan.

Editor : AS

Pemkot Sukabumi Perkuat Dukungan Pelaku Transportasi Tradisional Lewat Bantuan Tahunan

Gurilaps.com || Pemerintah Kota Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelaku transportasi tradisional dengan menyerahkan bantuan langsung kepada para penarik becak dan kusir delman. Kegiatan ini berlangsung dalam apel pagi di Lapangan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Selasa (tanggal menyesuaikan), dan menjadi bagian dari agenda tahunan yang rutin digelar.

Sebanyak 280 penarik becak dan 100 kusir delman menerima bantuan dari Wali Kota Sukabumi secara langsung. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap sektor informal yang masih berperan vital dalam mendukung mobilitas warga serta roda perekonomian lokal, meski arus modernisasi terus menguat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa program bantuan ini telah berjalan setiap tahun, dan ke depannya akan terus ditingkatkan seiring bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami ingin memastikan bahwa peningkatan PAD dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sektor informal,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah kota juga tengah menyiapkan program padat karya sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang belum memiliki pekerjaan tetap. Inisiatif ini diharapkan bisa membuka lebih banyak lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran.

“Seluruh program ini kami rancang demi kesejahteraan rakyat. Ketika PAD tumbuh dan Kota Sukabumi mencapai kemandirian fiskal, maka manfaatnya akan menjangkau semua kalangan—baik penarik becak, kusir delman, guru madrasah, maupun warga yang belum bekerja,” lanjutnya.

Peningkatan PAD sendiri menjadi fokus utama Pemkot Sukabumi dalam membangun sistem keuangan daerah yang kuat, transparan, dan partisipatif. Dengan tata kelola yang baik, pemerintah optimistis pembangunan di Kota Sukabumi dapat terus berjalan berkelanjutan dan merata, menyentuh setiap lapisan masyarakat.***(RAF)

Sebuah Angkot di Cisaat Sukabumi Terjun ke Kolam Warga

0

Gurilaps.com – Sebuah mobil angkutan kota (angkot) trayek 08 rute Cisaat–Sukabumi mengalami kecelakaan tunggal setelah terperosok ke kolam milik warga di Kampung/Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin siang (19/5/2025).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat angkot diduga tidak kuat menanjak di jalur yang cukup curam. Mobil kemudian mundur secara tiba-tiba hingga menabrak tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan akhirnya masuk ke dalam jurang setinggi sekitar 3–4 meter yang berada tepat di samping kolam warga.

Muhtar (54), salah satu warga yang melihat kejadian tersebut, mengatakan bahwa saat itu dirinya sedang berada di kebun tak jauh dari lokasi. Ia melihat angkot datang dari arah Salajambe, kemungkinan hendak kembali pulang.

“Pas mau nanjak tiba-tiba mundur lagi, mungkin mesinnya nggak kuat. Akhirnya nabrak tiang lampu dulu, terus langsung jatuh ke kolam,” ujar Muhtar saat ditemui di lokasi kejadian.

Akibat benturan tersebut, bagian belakang angkot mengalami kerusakan cukup parah. Tiang lampu jalan pun patah tertabrak bodi mobil. Menurut Muhtar, kondisi tanjakan tersebut memang cukup berbahaya dan sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan serupa.

“Ini udah kejadian ketiga. Emang tanjakannya curam dan sering jadi titik rawan,” tambahnya.

Beruntung, saat kejadian mobil dalam keadaan kosong tanpa penumpang. Namun, sopir angkot yang merupakan warga setempat mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

“Cuma sopir aja yang ada di dalam, nggak ada penumpang. Luka-luka ringan saja, sekarang udah dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Evakuasi angkot berhasil dilakukan beberapa saat setelah kejadian menggunakan satu unit mobil penderek. Polisi juga telah mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan mengumpulkan keterangan saksi.***(RAF)

PWI Menemukan Jalan Keluar Sepakati Kongres di Gelar Paling Lambat 30 Agustus 2025

0

Gurilaps.com || Akhiri konflik internal, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akhirnya menemukan jalan ke luar. Kedua pihak yang berkonflik menyepakati masalah yang berlarut di PWI akan diselesaikan melalui Kongres Persatuan yang akan digelar di Jakarta paling telat 30 Agustus 2025.

Kesepakatan itu dicapai melalui negosiasi maraton di Jakarta, Jumat (16/5/2025) malam, antara Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung, Hendry Ch Bangun, dan Ketua Umum PWI hasil Kongres Luar Biasa, Zulmansyah Sekedang.

Hendry terpilih sebagai Ketua Umum PWI melalui Kongres Bandung, 27 September 2023. Kurang dari setahun, awal 2024, PWI dilanda konflik internal, yang berbuntut Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta, 18 Agustus 2024. KLB PWI memilih Zulmansyah secara aklamasi sebagai Ketua Umum.

Berbagai usaha mediasi dilakukan untuk mendamaikan kedua pihak. Kesepakatan Jumat malam adalah usaha menyelesaikan konflik tersebut.

Kesepakatan tersebut dimediasi oleh Dahlan Dahi, anggota Dewan Pers. Melalui negosiasi yang alot, dalam semangat persahabatan dan rekonsiliasi, Hendry dan Zulmansyah menuangkan poin-poin kesepakatan dalam dokumen bermaterai yang diberi nama “Kesepakatan Jakarta”.

“Semua harus melihat ke depan dengan semangat persatuan,” kata Hendry.

“Ini semua untuk mengembalikan PWI yang sempat tertahan program kerjanya akibat perpecahan selama setahun. PWI dengan anggota 30.000, tersebar di 39 provinsi, dan memiliki anggota bersertifikat sekitar 20.000 ingin terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. Dan program peningkatan kompetensi dan kapasitas anggota dapat kembali berjalan baik.”

“Ini hasil yang luar biasa. Sejarah untuk PWI. Semoga PWI kembali guyub dan bersatu sesuai namanya Persatuan Wartawan Indonesia, baik di PWI pusat maupun di daerah.” komentar Zulmansyah.

Kesepakatan Jakarta

Negosiasi berlangsung selama sekitar empat jam, langsung antara Hendry dan Zulmansyah. Dahlan, yang duduk di tengah-tengah kedua tokoh pers itu, menjadi mediator.

Negosiasi berlangsung sangat alot di beberapa poin, disertai debat panas. Namun, beberapa kali terdengar suara tawa yang keras.

“Bang Hendry dan Bang Zul tegas dan konsisten dengan prinsip masing-masing. Tapi kebesaran jiwa dan rasa tanggung jawab yang tinggi untuk pers Indonesia, untuk PWI, menjadi titik temu. Keduanya juga bersahabat. Negosiasi dimulai dari sana,” komentar Dahlan.

Sebelum Hendry dan Zulmansyah bertemu langsung, diskusi mengenai poin-poin krusial sudah dilakukan melalui telepon. Dahlan juga meminta masukan dari tokoh-tokoh senior PWI.

Naskah satu halaman berisi Kesepakatan Jakarta akhirnya ditandatangani jelang tengah malam, diwarnai jabatan tangan dan tawa lepas. Dokumen dikopi tiga rangkap, di atas kertas materai, diteken oleh Hendry dan Zulmansyah serta Dahlan.

Dokumen Kesepakatan Jakarta menyebutkan, kesepakatan dilandasi semangat ketulusan, keikhlasan, dan tanggung jawab sebagai anggota PWI, masyarakat, bangsa, dan negara.

Kedua pihak menyadari konflik PWI harus diselesaikan secepatnya melalui proses rekonsiliasi. “Kami sepakat bahwa proses rekonsiliasi tersebut menjunjung tinggi semangat persahabatan, persaudaraan, saling menghormati, saling menghargai, dan melupakan perbedaan masa lalu, serta fokus ke masa depan,” demikian tertulis dalam Kesepakatan Jakarta.

Dokumen itu juga tegas menyebutkan, konflik akan diselesaikan melalui Kongres Persatuan selambat-lambatnya 30 Agustus 2025 tahun ini. Jakarta disepakati sebagai tempat penyelenggaraan kongres.

Untuk menyelenggarakan Kongres Persatuan, kedua pihak sepakat membentuk panitia bersama, terdiri atas tujuh orang steering committee (OC) yang terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, dan empat orang anggota.

Steering Committee (SC) juga akan dibentuk bersama. Terdiri atas masing-masing seorang ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, serta masing-masing dua orang bidang persidangan, pendanaan, dan akomodasi.

Kedua pihak akan mengirimkan nama-nama pengurus OC dan SC.

Hendry dan Zulmansyah juga menyepakati poin paling penting, yakni calon ketua umum.

“Seluruh anggota biasa PWI berhak mencalonkan diri menjadi calon Ketua Umum PWI. Bila terdapat hambatan pencalonan karena masalah administratif atau hal lain yang muncul karena konflik PWI, maka hambatan itu akan ditiadakan/dihapuskan melalui mekanisme yang memungkinkan dengan semangat ketulusan, keikhlasan, dan persaudaraan sesuai prinsip-prinsip deklarasi ini,” demikian tertuang dalam Kesepakatan Jakarta.

Hendry dan Zulmansyah setuju untuk menyelesaikan beberapa topik yang belum disepakati secepatnya sebelum Kongres Persatuan digelar.(***)

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

Politisi Hanura Ujang Fahpulwaton Apresiasi Perjuangan DPRD Jabar Mengembalikan Dana Bantuan Pesantren Yang Dicoret di 2025

GURILAPS.COM, BANDUNG || Forum Parlement Jawa Barat (Jabar) periode 2009–2014 menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan anggota DPRD Jabar, khususnya Wakil Ketua DPRD Jabar, Kang Ono Surono dari Fraksi PDI Perjuangan, dalam memperjuangkan kembali keberadaan hibah untuk pondok pesantren.

Sekretaris Forum Parlement Jabar, Ujang Fahpulwaton, yang juga politisi Partai Hanura, mengatakan bahwa keberhasilan mengembalikan program hibah pondok pesantren ke dalam perencanaan pembangunan daerah merupakan langkah penting bagi kelangsungan pendidikan berbasis keagamaan di Jawa Barat.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan rekan-rekan di DPRD Jabar, khususnya Kang Ono Surono, yang konsisten memperjuangkan aspirasi pondok pesantren. Ini menunjukkan komitmen nyata DPRD dalam mendukung dunia pendidikan keagamaan di Jabar,” kata Ujang dalam keterangan persnya, Senin (28/4/2025).

Sebelumnya, program hibah untuk pondok pesantren sempat dihapus oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam APBD Jabar 2025. Namun, berkat desakan dan perjuangan sejumlah anggota DPRD, program tersebut kini kembali diakomodir dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Meski memberikan apresiasi, Forum Parlement Jabar juga mengingatkan agar mekanisme pemberian hibah ke depan diperbaiki. Ujang menegaskan, pendataan calon penerima, proses verifikasi, serta survei ke lapangan harus dilakukan dengan lebih ketat.

“Kami berharap ke depannya bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Tidak boleh ada lagi data yang tidak valid atau penerima yang tidak berhak. Proses pendataan, verifikasi, dan survei harus diperketat agar pesantren yang benar-benar membutuhkan dapat menerima manfaat hibah ini,” ujar Ujang.

Lebih lanjut, Ujang berharap dengan kembalinya program hibah ini, para pimpinan pondok pesantren di Jawa Barat dapat kembali fokus menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial seperti biasa tanpa terganggu beban pendanaan yang berat.

“Pondok pesantren adalah salah satu pilar pendidikan di masyarakat. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, aktivitas pesantren bisa berjalan lebih optimal untuk mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia,” tutupnya.

EDITOR : AS

Pesan Langit : TEOLOGI KEMULIAAN

0

Penulis :
Ir.Ibang Lukmanurdin SAg.M.H

Gurilaps.com, Garut ||  Allah ﷻ berfirman :

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ٢٦

Artinya : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Imran 3: 26)

Sungguh, hanya sedikit orang yang tahu dan sadar bahwa kesempatan hidup ini hanyalah sekali. Belum kita dengar ada seorangpun di dunia mejalani hidup untuk yang kedua kalinya setelah kematian panjangnya.

Hidup begitu singkat, ketika berakhir, maka tidak akan pernah ia kembali lagi. Apapun yang ada didunia, tahtah, harta, atau keluarga yang dicintai tinggal tak akan dibawa mati. Semua tinggal tak lagi menjadi miliknya, lepas dari dirinya dan kemudian menjadi milik orang lain.

Allah ﷻ berfirman :

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ١٣

Artinya : Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti. (QS Al-Hujarat 49: 13)

Dalam ayat diatas Allah berfirman orang yang paling mulia di hadapan Allah adalah yang paling bertakwa diantara kalian. Takwa adalah menjauhi larangan-Nya dan menjalankan semua perintah-Nya.

Sungguh, orang yang mulia adalah orang yang berjalan dijalan Allah berjuang dijalan Allah dan beribadah hanya kepada Allah dan hanya untuk mengharap Rahmat dan ampunan dari Allah, tidak untuk mengharap selain Allah.

Mulia dengan ketakwaannya bukan hanya semata-mata berkenaan dengan iman kepada Allah ﷻ, namun juga akhlak terhadap sesama manusia. Seseorang yang rajin ibadah kepada Allah ﷻ namun pergaulannya tidak baik dengan sesama manusia maka nilainya tidak ada.

Seseorang yang rajin beribadah, puasa sunnah, dhuha tidak tinggal, tahajud setiap malam, namun durhaka kepada orang tua, ia tak mendapatkan kemuliaan, tidak ada nilainya. Karena rida Allah ﷻ bergantung kepada rida orang tua.

Rasulullah ﷺ bersabda :

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Artinya : “Rida Allah terdapat pada rida orang tua, dan murka Allah juga terdapat pada murkanya orang tua.” (HR. Tirmidzi).

Seorang istri yang salehah mendapatkan kemuliaan karena keridaan dari Allah ﷻ dengan senantiasa taat kepada suaminya. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah ﷺ.

Dari Anas bin Malik ra, Nabi ﷺ bersabda :

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

Artinya : “Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani no. 3380)

Sesungguhnya kemuliaan seorang hamba bukan karena hartanya atau kedudukannya ditengah masyarakat, namun ia terletak pada ketaatan menjalankan ibadahnya kepada Allah ﷻ serta bertawakkalnya.

Ketenangan hatinya, terletak pada dzikirnya kepada Allâh ﷻ yang Maha Pemberi Nikmat. Keteraturan dan keistiqâmahannya terletak pada ketaatan menjalankan syariat dan meninggalkan yang diharamkan, seraya menyerahkan semua perkara kepada Allâh ﷻ.

Allah ﷻ berfirman :

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya : “Dan orang-orang yang terdahulu dan pertama-tama yaitu kaum Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, maka Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Dan Allah telah siapkan untuk mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal berada di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang sangat besar. (QS At-Taubah 9:100)

Tafsir Al-Muyassar pada ayat diatas. Dan orang-orang yang mendahului orang-orang sejak pertama menuju keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya dari kalangan Muhajirin yang berhijrah meninggalkan kaum mereka dan kerabat mereka, dan mereka berpindah menuju negeri Islam.

Dan kaum Anshar yang menolong Rasulullah atas musuh-musuhnya dari orang-orang kafir, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dalam keyakinan, ucapan-ucapan mereka dan perbuatan-perbuatan dalam rangka mencari keridhaan Allah.

Semoga Allah ﷻ mengangkat harkat dan kemuliaan hidup didunia dan akhirat untuk kita yang senantiasa dalam bimbingan dan hidayah-Nya, serta istikamah dalam melaksanakan perintah Allah ﷻ dan menjauhi segala larangannya.

Semoga kita semua selalu sehat wal’afiat dan senantiasa dalam lindungan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala

Aamiin Yaa Robbal’aalamiin

Apel Kepala Desa, Bupati Sukabumi Tegaskan Permasalahan Lingkungan Jadi Sorotan Utama

 

Gurilaps.com || Bupati Sukabumi, H Asep Japar memimpin apel pagi bersama para kepala desa se-Kabupaten Sukabumi yang digelar di halaman parkir Sekretariat Daerah, Rabu (23/4/2025).

Apel ini menjadi pertemuan perdana yang menandai komitmen politik Bupati untuk menjalin komunikasi rutin dengan para kepala desa minimal satu hingga dua kali setiap bulan. Apel besar tersebut turut diikuti oleh jajaran kepala perangkat daerah.

Dalam amanatnya, Bupati mengatakan, bahwa Isu lingkungan menjadi salah satu sorotan utama. Menurutnya, persoalan sampah yang semakin mendesak untuk ditangani bersama.

“Kita tidak bisa saling mengandalkan. Meski ada instansi terkait, pengelolaan sampah harus melibatkan semua pihak, termasuk desa,” terangnya.

Tidak hanya itu, Bupati pun mendorong para kepala desa untuk mengelola sampah secara inovatif bahkan bisa menjadi sumber pembayaran pajak di desa.

“Terkait hal ini akan ada pembahasan lanjutan mengenai strategi pengelolaan sampah yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi desa,” ucapnya.

Bupati pun mengajak para kepala desa untuk sadar pajak dan berkomitmen terhadap pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“PBB yang lunas akan mendorong pembangunan desa. Kami dari Pemda akan memberikan perhatian khusus kepada desa yang taat pajak,” ungkapnya.

Bupati menambahkan pemerintah daerah akan mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih di setiap desa sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal dan kemandirian desa.

“Kita harapkan pertemuan ini jadi jalan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di desa. Karena desa adalah ujung tombak pembangunan daerah,” pungkasnya.

Editor : Raden Haraqi

Ular Sanca 3 Meter Muncul di Permukiman Bojong Setra Cibadak Sukabumi 

0

Gurilaps.com || Warga Kampung Bojong Setra, RT 03/RW 001, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, digegerkan oleh kemunculan seekor ular sanca kembang berukuran besar. Ular tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 3 meter dan berat mencapai 15 kilogram.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/4/2025) siang, saat sejumlah warga tengah beraktivitas. Salah satu saksi mata, Hesti Juwita (35), mengaku terkejut saat melihat ular itu mencoba merayap ke halaman rumahnya.

“Waktu itu saya baru pulang jemput anak sekolah. Saat naik motor, anak saya tiba-tiba bilang, ‘Mamah, ada ular.’ Ternyata benar, ada ular besar banget mau masuk ke halaman lewat jalan samping,” ujarnya.

Menurut Hesti, ular tersebut kemudian masuk ke gorong-gorong di dekat rumahnya. Ia pun panik dan langsung meminta bantuan warga sekitar.

“Saya taruh motor dan lari ke rumah tetangga. Para pemuda langsung datang. Saya sampai sekarang masih gemetaran karena ularnya besar dan menakutkan,” ungkapnya.

Warga mengaku ini adalah kali pertama melihat ular sebesar itu di lingkungan mereka. Namun, beberapa orang pernah menemukan bekas kulit ular di dekat rumah kosong tak jauh dari lokasi kejadian.

“Diduga ular itu sudah lama berada di area tersebut sebelum akhirnya muncul ke permukaan,” ujar salah seorang warga.

Anggota Exalos Rescue Regional Sukabumi, Mohammad Nurdin, membenarkan bahwa kemunculan ular pertama kali diketahui oleh seorang anak kecil. Teriakan sang anak sontak membuat warga panik dan berkerumun.

“Biasanya jam segitu ular berjemur. Begitu mendengar teriakan warga, kami langsung menuju lokasi,” kata Nurdin.

Proses evakuasi ular sempat terkendala karena hewan tersebut bersembunyi di gorong-gorong yang cukup dalam. “Kami harus menggunakan alat seadanya dan evakuasi memakan waktu cukup lama. Tapi akhirnya berhasil kami amankan,” tambahnya.

Menurut Nurdin, kemunculan ular ini kemungkinan besar dipicu oleh perubahan musim.

“Sekarang masuk musim penetasan, ditambah musim hujan. Biasanya ular keluar dari sarangnya yang tergenang air, bisa dari kali atau lubang-lubang sekitar, dan masuk ke permukiman warga,” jelasnya.

Saat ini, ular sanca tersebut telah diamankan untuk pemeriksaan kesehatan dan perilaku. Jika kondisinya stabil, ular akan dilepasliarkan ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman.

“Kami pastikan dulu kondisinya. Jika sudah siap, akan kami lepasliarkan di tempat yang aman,” pungkas Nurdin.***(RAF)

Koperasi Asta Cita GPN 08 Sukabumi Siap Berkolaborasi dengan Dapur MBG 

Gurilaps.com || Ketua Koperasi Asta Cita GPN 08 Sukabumi, M. Abdurahman mengungkapkan, pihaknya telah memiliki legalitas usaha koperasi yang siap menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami sudah punya legalitas usaha koperasi yang siap dalam mendukung menjadi rantai pasok program MBG ini. Mulai dari beras, sayuran, daging, telur, ikan dan buah-buahan,” ungkapnya saat ditemui Gurilaps.com, disela-sela rapat pengurus, Selasa 15/04/2025

Menurutnya, saat ini jumlah unit usaha koperasinya meliputi perdagangan besar dan kecil disektor pertanian, peternakan, perikanan serta pengolahan hasilnya. Diharapkan dalam waktu dekat menemukan titik temu dan siap berkolaborasi dengan dapur-dapur yang mengelola program MBG.

Diketahui, kesiapan keterlibatan Koperasi Asta Cita GPN 08 Sukabumi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai supply chain penyediaan kebutuhan MBG yang mayoritas didukung dari bahan pangan di sektor pertanian, perikanan dan peternakan.

“Anggota koperasi kami yang sudah ribuan, banyak juga yang pelaku UMKM dibidang pertanian, perikanan dan peternakan. Maka, Kami siap untuk supply rantai pasok kebutuhan dapur MBG,” jelasnya.

Sementara itu, penasehat Koperasi Asta Cita GPN 08 Sukabumi, Sihabudin menargetkan koperasi tersebut bisa tumbuh besar di tahun-tahun mendatang, dan terus berkontribusi bagi program MBG serta perekonomian nasional secara umum.

“Saya mengharapkan koperasi ini di tahun-tahun mendatang terus membuat gebrakan dan berkontribusi dalam mendukung serta mensukseskan program MBG, sebagai bagian dari program unggulannya Presiden Prabowo Subianto,” kata Budi sapaan akrabnya Sihabudin.

Untuk mencapai itu, pihaknya akan terus mendorong anggotanya yang memiliki UMKM dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan, untuk membuat basis data untuk kesiapan supply program MBG yang dibutuhkan masing-masing dapur.

“Salah satunya melalui koperasi ini, para anggota yang sudah bergerak dan memiliki UMKM, untuk segera memperkuat dan menyiapkan basis produknya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dapur,” tegas Budi.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengharapkan koperasi yang ada saat ini menjadi koperasi yang kuat dalam pembentukan karakter Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dalam memperkuat dukungan terhadap semua Asta Citanya Presiden Prabowo.

“Saya harap koperasi ini harus menjadi gairah baru bagi anggota dan masyarakat, serta menjadi pilihan ekonomi yang sehat bagi masyarakat secara umum. Sehingga dukungan terhadap program unggulan dan Asta Citanya Presiden Prabowo Subianto lebih nyata dengan ekonomi kerakyatan,” pungkas Budi.***

Foto : Intan

Editor : AS