Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 16

PT.PLN Dukung Percepatan Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang

Gurilaps.com || PT PLN (Persero) terus mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang melalui kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik seluruh unit yang telah terbangun. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengapresiasi progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur pendukung yang sedang dikebut. Dirinya menilai sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, dan Pemerintah Daerah (Pemda) mampu menghasilkan kemajuan signifikan dalam waktu singkat. Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada Pemda pada 8 Januari 2026, untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana.

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden Prabowo, Jumat 02/01/2026.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, pembangunan Huntara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit yang tersebar di 3 provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.

Rosan juga menekankan bahwa pembangunan Huntara bagi warga terdampak bencana bukan sekadar solusi jangka pendek, namun merupakan tahapan pemulihan yang lebih besar di berbagai sektor.

“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, tidak hanya fokus terhadap konstruksi bangunan saja, melainkan juga kebutuhan dasar seperti listrik. Ketersediaan listrik juga menjadi prioritas Pemerintah melalui Danantara Indonesia dalam membangun Huntara, selain akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh pembangunan Huntara melalui penyediaan listrik yang aman dan andal untuk seluruh unit hunian.

“PLN siap melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan Huntara. Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.

Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik, dan kWh meter seluruh hunian yang telah terbangun. Bahkan jaringan listrik telah tersambung sepenuhnya dan cukup untuk melayani kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria didampingi Darmawan turun langsung mengawal proges pembangunan Huntara Aceh Tamiang dan infrastruktur kelistrikannya. Darmawan menegaskan, kehadiran listrik yang andal di Huntara merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami memahami bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, namun juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN berupaya menghadirkan listrik yang prima di kawasan Huntara. Sehingga, masyarakat dapat segera tinggal, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman, dan keluarga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak. Ini adalah komitmen kami untuk terus mendampingi masyarakat bangkit dari bencana,” pungkas Darmawan.***

Editor : M.Nabil

Harapan SMSI Tahun 2026 Dengan Anggota 3000 Perusahaan Pers : Podcast Menjadi Institusi Pers

0

Oleh: Mohammad Nasir, Wartawan Harian Kompas (1989- 2018), Penguji Kompetensi Wartawan, dan Wakil Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat

Gurilaps.com || Ada harapan baru Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang beranggotakan sekitar 3000 perusahaan pers siber. Salah satu harapannya yang diperjuangkan selama Oktober- Desember 2025 adalah menjadikan Podcast sebagai media institusi pers.

Apa keuntungan Podcast menjadi pers? Podcast selama ini bekerja pada ruang yang gelap, tidak ada regulasi yang mengaturnya. Tidak ada perlindungan hukum. Selalu dihantui pasal Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE).

Mari kita lihat Pasal 1 ayat (2) UU ITE: Transaksi Elektronik
adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

Apa yang dilarang dalam UU ITE itu? Larangannya adalah secara sengaja melakukan hasutan kebencian.

Selanjutnya Pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) UU ITE, berbunyi:
“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan
dan/atau mentransmisikan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang sifatnya menghasut, mengajak, atau mempengaruhi
orang lain sehingga menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan
terhadap individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan ras, kebangsaan, etnis, warna kulit, agama, kepercayaan, jenis kelamin, disabilitas mental, atau disabilitas fisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara selama 6 tahun atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Karena Podcast merupakan media non-pers berbasis elektronik, maka kesalahan yang dibuat dikenakan hukuman yang berasal dari pasal UU ITE yang menakutkan. Telah terjadi kriminalisasi orang-orang yang bersuara kritis lewat podcastnya.

“Podcast Rudi S. Kamri dikriminalisasi karena mengangkat kasus Korupsi 16,5 triliun. Kasus korupsinya dibiarkan, pengritiknya dijerat pidana ITE. Fenomena Pembungkaman dan kriminalisasi pada orang-orang kritis yang menyuarakan kritikannya lewat media baru harus dilindungi secara hukum,” kata Prof Henri Subiakto, guru besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Surabaya yang menjadi narasumber dalam rangkaian dialog nasional SMSI di Jakarta, Desember 2025.

Konten podcast memang rawan dipidanakan dengan pasal-pasal UU ITE. Kanal Podcast dapat disita sebagai barang bukti.

Hingga kini, Podcast belum diatur secara jelas. Belum ada mekanisme koreksi dan hak jawab yang harus dilakukan di dalam Podcast.

Sementara itu Podcast juga rawan disalah-gunakan antara lain untuk propaganda, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus beberapa kali dalam dialog mengatakan, Podcast muncul dan berkembang sebagai salah satu media baru yang paling dinamis.

Podcast menawarkan kemudahan akses, fleksibilitas waktu, biaya produksi yang relatif rendah, serta format komunikasi yang personal, dialogis, serta mendalam.

“Podcast sekarang menjadi medium yang diminati masyarakat, narasumber, dan pakar dari berbagai bidang. SMSI sebagai organisasi perusahaan pers siber,
memandang penting untuk merespons perkembangan ini secara strategis, terukur, dan
bertanggung jawab demi menjaga kualitas demokrasi, kebebasan pers, serta kepastian hukum bagi pelaku media baru,” kata Firdaus dalam suratnya tertanggal 20 Desember 2025 yang disampaikan kepada Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat.

Surat yang ditandatangani Firdaus dan dan Makali Kumar (Sekretaris Jenderal SMSI) ditembuskan kepada Prof. Dr. (H.C) K.H. Ma’ruf Amin, mantan Wakil Presiden RI, selaku Ketua Dewan Penasehat SMSI Pusat, dan Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH., MH. CREL, Ketua Dewan Pembina SMSI Pusat.

Firdaus sangat berharap Podcast menjadi media pers platform baru yang diakui oleh Dewan Pers. Ia meyakini pengakuan dan pengaturan Podcast sebagai media pers merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas demokrasi, kebebasan pers, dan tanggung jawab jurnalistik di era digital.

Podcast kalau ditetapkan menjadi media pers, diharapkan ada regulasi khusus untuk Podcast, termasuk kode etiknya, dan peraturan lainnya. Seperti halnya media pers siber, cetak, televisi, dan radio.

Semua media pers dalam menjalankan operasional mengikuti aturan main yang berlaku, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, dan semua peraturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers.

Karena itu Dewan Pers diharapkan menetapkan Podcast sebagai media pers dan selanjutnya membuatkan regulasinya, serta aturan mainnya.

Dengan demikian, siapa pun yang bekerja di Podcast bisa memedomaninya, mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang ada. Mereka bisa bekerja dengan aman, dan tenang.

Tidak seperti sekarang, tidak ada aturan main, dibiarkan berjalan semaunya. Tetapi undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) terus menghantui para awak Podcast.

Tetapi kalau sudah resmi dikategorikan sebagai media pers, maka apabila ada perselisihan pemberitaan, akan dimediasi oleh Dewan Pers dalam upaya penyelesaikan. Tidak langsung kasus perselisihannya dilaporkan kepada polisi.

Kami menyebut ada media pers dan media non-pers. Media pers dalam operasionalnya mengacu pada Undang-undang No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, Kode Etik Junalistik, dan peraturan Dewan Pers lainnya.

Sedang media non-pers tidak terikat undang-undang pers dan peraturan Dewan Pers. Tidak mengenal verifikasi kebenaran informasi, dan metode jurnalistik sehingga rawan terkena pasal UU ITE.

Karena itu lah Henri Subiakto yang mendampingi Firdaus dalam rangkaian diskusi tentang media baru mengusulkan Podcast menjadi institusi pers.

“Pentingnya menjadi institusi pers, UU ITE tidak memblokir institusi Pers. Bagi pers berlaku UU Nomor 40 tahun 1999, berazas Lex Spesialis, yaitu UU Pers, jika ada berita yang salah atau bermasalah, diselesaikan dengan mekanisme Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai pasal 6 UU Pers,” tutur Henri.

Setiap perusahaan media menyebut lembaganya sebagai institusi pers, syarat utamanya
harus berbentuk Badan Hukum Indonesia (pasal 9 UU Pers).
Badan hukum tersebut harus resmi terdaftar di Direktorat Jenderal
AHU, Kementerian Hukum dan HAM, sebagai badan hukum di
bidang pers atau jurnalistik.

Badan hukum yang dimaksud perusahaan secara khusus menyelenggarakan kegiatan menyiarkan, atau menyalurkan informasi. Tidak boleh sekedar PT atau badan hukum bidang lain. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Dewan Pers No.01/SEDP/1/2014 Tentang Pelaksanaan UU
Pers dan Standar Perusahaan Pers.

“Di sini jelas, begitu menyebut pers, media institusi pers, harus mengikuti cara kerja pers, terikat undang-undang tentang pers dan peraturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers,” kata anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, yang juga Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network, ketika menjadi narasumber diskusi nasional yang membahas kebebasan bermedia.

Secara khusus, Henri Subiakto berpendapat Podcast adalah salah satu bentuk jurnalisme baru di era digital. Alasannya Podcast memungkinkan untuk fungsi jurnalisme, penyampaian informasi tentang fakta, data, dan analisis, berdasar wawancara, dan narasi mendalam secara langsung bersama narasumber yang kredible, dengan format fleksibel dan personal.

Henri memberi contoh, podcast, seperti The Daily dari The New
York Times, This American Life (oleh Ira Glass), Reveal (oleh The Center for Investigative Reporting), The Rest is Politics (oleh Alastair
Campbell and Rory Steward). Semuanya menawarkan pelaporan mendalam, investigasi, dan storytelling yang berkualitas, sehingga menjadi ciri khas jurnalisme baru yang disukai khalayak di era digital.

Meyakini Podcast sebagai media baru, SMSI sepanjang Oktober- Desember 2025 melakukan serangkaian dialog yang melibatkan banyak pihak. Mulai kalangan wartawan, pengusaha pers, praktisi media Podcast, akademisi hingga Dewan Pers dan pejabat negara.

Mereka yang hadir langsung sebagai narasumber antara lain:
⁃ Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Kabinet Kerja tahun 2014- 2016, dan Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat)
⁃ Totok Suryanto, (Wakil Ketua Dewan Pers),
⁃ Prof. Dr. Drs. H. Henri Subiakto, SH, MSi (Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga),
⁃ Hersubeno Arief (Praktisi Media Podcast),
⁃ Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum SMSI),
⁃ Anang Supriatna (Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI),
⁃ Dahlan Dahi (Anggota Dewan Pers),
⁃ Rudi S. Kamri (Praktisi Media Podcast),
⁃ Dr. Agus Sudibyo (Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI),
⁃ Alexander Suban (komisioner Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas),
⁃ Prof. Komaruddin Hidayat (Ketua Dewan Pers),
⁃ Aiman Witjaksono (Wartawan),
⁃ Yunes Herawati (Perencanaan Ahli Madya Direktorat IKPD Bappenas),
⁃ Wahyu Dhyatmika (Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia/AMSI),
⁃ Dr. Ariawan (Koordinator Wartawan Parlemen).

Dalam serangkaian dialog nasional dipandu tiga moderator secara bergantian. Ketiga moderator itu adalah Prof. Dr. Taufiqurochman (penasehat SMSI), Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum SMSI), dan Mohammad Nasir (Wartawan Senior, Kolumnis, dan Wakil Ketua Dewan Pakar SMSI).

SMSI, menurut Firdaus siap menjadi wadah pembinaan, advokasi, dan verifikasi media Podcast yang
menerapkan prinsip kerja jurnalistik. SMSI siap mendorong Podcast tunduk pada etika pers, prinsip keberimbangan, dan tanggung jawab publik.

“Podcast adalah keniscayaan perkembangan teknologi media dan telah menjadi bagian penting dalam ekosistem komunikasi publik di Indonesia. Podcast tidak boleh dibiarkan berada di wilayah abu-abu hukum, karena berpotensi merugikan demokrasi, kebebasan
berekspresi, serta hak publik atas informasi,” kata Firdaus.

Menurut We Are Social Februari 2025, seperti dikutip Henri Subiakto, Indonesia menempati posisi terdepan secara global dalam
konsumsi podcast.

Sebanyak 80,6% dari populasi Indonesia adalah pengguna internet.
Dari jumlah tersebut, 42,6% di antara mereka yang berusia 16 tahun ke atas secara rutin mendengarkan Podcast setiap minggu, melebihi rata-rata global 22, 1%.
Ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan konsumen
Podcast terbanyak di dunia. Oktober 2024, proporsi ini mencapai 40,6%, ada tren peningkatan yang konsisten.

Konsumen Podcast Indonesia 70% didominasi Gen Z (usia 12- 27 tahun) dan Milenial (28-43 tahun). Mereka mendengarkan secara multitasking sambil melakukan kegiatan lain, seperti bekerja dan ketika dalam perjalanan.

Sebanyak 53% mengikuti Podcast 2-3 kali seminggu, dengan
durasi rata-rata 1 jam 4 menit per hari (peringkat ke-9 tertinggi
global), naik dari 54 menit pada 2023. (***)

(SRM)

Sambut 2026, Rumah Literasi Merah Putih Ajak Masyarakat Doa Bershalawat untuk Keselamatan Bangsa dan Sukseskan Astacita

0

Gurilaps.com || Rumah Literasi Merah Putih mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya umat Muslim, untuk merapatkan barisan dalam kegiatan spiritual menyambut tahun baru 2026.

Kegiatan bertajuk “Doa dan Shalawat Untuk Keselamatan Bangsa dan Kesuksesan Program Astacita” ini diserukan untuk dilaksanakan secara serentak di seluruh pelosok tanah air, mulai 28 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Masyarakat diimbau untuk mengamalkan pembacaan Shalawat Fatih secara mandiri dari lokasi masing-masing, dengan target kolektif mencapai 2.026 kali. Angka ini melambangkan harapan untuk tahun yang akan datang.

Sekretaris Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, menyerukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam agenda penting ini, tanpa terikat lokasi tertentu.

“Kami mengetuk hati seluruh warga negara Indonesia, terutama umat Muslim, untuk hadir secara spiritual dan menyatukan hati. Mari kita bersama-sama mengetuk pintu langit demi keselamatan bangsa, di manapun kita berpijak, di waktu yang telah ditentukan,” ajak Dede Heri

Dede menegaskan bahwa kehadiran spiritual, doa, dan shalawat ini sangat berarti, terutama untuk memohon kekuatan bagi saudara-saudara yang tertimpa bencana alam, serta mendoakan kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa dikaruniai kesehatan dan keberkahan dalam memimpin negeri.

Senada dengan ajakan tersebut, Presidium KAHMI Sukabumi sekaligus Pendiri Majelis Dzikir Merah Putih, Aam Abdul Salam, menekankan bahwa partisipasi masyarakat dalam doa bersama ini adalah bentuk dukungan nyata bagi keberlanjutan visi pemerintah.

“Di lokasi Anda masing-masing, mari kita doakan agar program Astacita yang dicanangkan Presiden Prabowo berjalan sukses tanpa hambatan. Inilah komitmen besar kita bersama untuk membawa Indonesia menjadi negeri yang adil, makmur, aman, dan sejahtera,” tegas Aam.

Melalui momentum pergantian tahun ini, Rumah Literasi Merah Putih mengajak masyarakat untuk menutup tahun dengan zikir dan shalawat, serta membuka tahun baru dengan harapan besar agar Indonesia menjadi Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghafur, negeri yang baik, subur, dan aman di bawah ampunan Tuhan Yang Maha Esa. ***

Editor : Ujang S

Wujud Peduli Bencana, Alumni FIB Unpad Bersama Joe P Project Gelar Konser Amal Peduli Bencana Aceh Tamiang

0

Gurilaps.com || Ikatan Alumni Sastra dan Budaya (Ika Sadaya) Universitas Padjadjaran (Unpad) sukses menyelenggarakan malam kemanusiaan bertajuk “Charity Night: Konser Amal & Lelang” pada Sabtu (27/12/2025). Bertempat di Roemah Kentang 1908, Jalan Banda No. 18, Bandung, acara ini didedikasikan sepenuhnya untuk meringankan beban korban bencana alam di Aceh Tamiang.

Ketua Ika Sadaya, Nuning Hallet, menegaskan bahwa inisiatif ini murni lahir dari rasa empati dan solidaritas, bukan sekadar mengikuti tren. Menurutnya, pesan moral dari acara ini adalah memberikan suntikan semangat bagi para korban di Aceh.

Ketua Ika, Sadaya Hallet Nuning Unpad
“Kegiatan ini bukan sekedar FOMO , tapi kami ingin memberikan semangat kepada rekan-rekan di Aceh. Kami ingin mereka tahu bahwa saudara-saudara di Jawa peduli. Sekecil apa pun aksi yang dilakukan, termasuk penyebaran informasi acara ini, diharapkan mampu memperbesar hati mereka,” ujar Nuning dalam Berbagainya.

Nuning juga mengapresiasi kolaborasi lintas fakultas dan dukungan dari pengurus Ika Pusat Unpad yang membuat acara ini terwujud. Selain itu, pihak manajemen Roemah Kentang juga berkontribusi dengan mendonasikan 10% dari setiap hasil penjualan makanan dan minuman selama acara berlangsung.

Suasana malam amal semakin meriah dengan kehadiran komedian kawakan Joe P. Project . Dengan gaya khasnya yang jenaka, Joe berhasil menghidupkan suasana saat memandu sesi lelang barang-barang donasi.

​Ketua Panitia Pelaksana, Wenang, menyebutkan bahwa antusiasme yang hadirin sangat luar biasa. Berbagai item bernilai seperti jam tangan, sarung tangan, tas, hingga produk kosmetik berhasil dilelang dengan harga terbaik.

​”Acara lelangnya benar-benar ‘pecah’ dan interaktif,” ungkap Wenang. Ia juga menyampaikan penghargaan mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut, sekaligus memohon maaf atas segala keterbatasan teknis yang mungkin terjadi selama penyelenggaraan.

Hingga akhir acara, panitia mengumumkan bahwa dana yang terkumpul telah mencapai Rp25 juta . Namun, jumlah ini dipastikan akan terus bertambah karena pintu donasi masih dibuka untuk masyarakat umum hingga 31 Desember 2025 .

​Melalui aksi ini, alumni FIB Unpad berharap bantuan yang terkumpul dapat segera disalurkan untuk membantu proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar alumni melalui kegiatan yang bermanfaat secara sosial. ***

Editor : Nabil

Persib Bandung Sukses Memuncaki Klasemen Sementara Liga Super League Usai Taklukkan PSM Makassar 1-0

0

Gurilaps.com || Persib Bandung sukses memuncaki klasemen sementara Liga Super League setelah menaklukkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu, 27 Desember 2025. Laga tersebut dimulai dengan kick off pukul 19.00 WIB.

Gol kemenangan Maung Bandung tercipta pada menit ke-24 babak pertama. Gol tersebut lahir hanya berselang tiga menit setelah Persib mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-21. Penalti diberikan wasit setelah Berguinho dilanggar di dalam kotak penalti, dan tanpa ragu wasit menunjuk titik putih.

Andrew Jung yang maju sebagai eksekutor gagal memanfaatkan peluang emas tersebut setelah tendangannya berhasil ditepis oleh kiper PSM Makassar, Hilman Syah. Bola hasil tepisan kiper hanya menghasilkan tendangan pojok bagi Persib Bandung.

Dari situasi sepak pojok tersebut, Persib mampu memecah kebuntuan. Tendangan sudut yang dieksekusi oleh gelandang Persib, Thom Haye, berhasil dimaksimalkan Andrew Jung melalui sundulan keras yang kali ini tak mampu dibendung Hilman Syah. Gol tersebut sekaligus menjadi penebusan Andrew Jung atas kegagalannya mengeksekusi penalti.

PSM Makassar bukan tanpa perlawanan. Tim Juku Eja beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, namun solidnya lini pertahanan Persib serta penampilan gemilang penjaga gawang Teja Paku Alam membuat gawang tuan rumah tetap aman hingga pertandingan berakhir.

Berdasarkan statistik pertandingan, kedua tim bermain imbang dalam penguasaan bola dengan masing-masing mencatatkan 50 persen. Persib Bandung unggul dalam jumlah tembakan dengan 13 percobaan, enam di antaranya tepat sasaran. Sementara PSM Makassar melepaskan 10 tembakan dengan dua yang mengarah ke gawang.

Dalam hal distribusi bola, Persib mencatatkan 249 umpan sukses dari 315 percobaan dengan akurasi 79 persen, sedikit lebih unggul dibanding PSM Makassar yang membukukan 248 umpan sukses dari 325 percobaan dengan akurasi 76 persen. Persib juga unggul dalam jumlah tekel dan sapuan bola masing-masing 22 kali, sementara PSM lebih dominan dalam catatan intersep dengan 36 kali.

Kemenangan ini membawa Persib Bandung naik ke posisi pertama klasemen sementara dengan koleksi 34 poin, mengkudeta Borneo FC yang sebelumnya berada di puncak klasemen. Meski memiliki poin yang sama, Persib unggul dalam selisih gol. Sementara itu, Borneo FC masih berpeluang merebut kembali puncak klasemen karena akan melakoni laga tandang menghadapi Malut United pada Minggu, 28 Desember 2025, di Stadion Kie Raha, Ternate. (Yosep)***

Editor : AS

Kereta Wisata Jaka Lalana Jakarta Bogor Sukabumi, Dinilai Perlu Diiringi Kesiapan Daerah Hadapi Lonjakan Wisatawan

Gurilaps.com || Rencana pengoperasian Kereta Wisata Jaka Lalana yang akan melayani rute Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur dinilai membawa dampak signifikan bagi perkembangan pariwisata di wilayah yang dilintasinya. Moda transportasi berbasis rel ini diperkirakan mampu meningkatkan mobilitas wisatawan sekaligus memperluas akses menuju berbagai destinasi unggulan daerah.

Pakar ekowisata dari Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University, Rini Untari, menilai kehadiran kereta wisata tersebut menjadi alternatif transportasi liburan yang efisien, terutama untuk menghindari kemacetan yang kerap terjadi di jalur darat menuju Sukabumi dan Cianjur.

“Kereta wisata ini membuka kemudahan akses menuju destinasi di sekitar stasiun dan berpotensi meningkatkan arus kunjungan wisata. Selain nyaman, kereta api juga menjadi solusi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan,” ujar Rini, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, peralihan wisatawan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal akan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas buang. Kondisi tersebut sejalan dengan prinsip ekowisata yang menekankan keseimbangan antara aktivitas wisata dan kelestarian lingkungan.

Tak hanya berdampak pada aspek lingkungan, Rini juga menyoroti nilai tambah dari sisi sosial dan budaya. Kereta Jaka Lalana yang mengusung konsep heritage dinilai mampu memperkaya pengalaman perjalanan wisata, sekaligus memperkenalkan sejarah jalur kereta legendaris kepada masyarakat.

“Interaksi sosial di dalam kereta akan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan moda transportasi lainnya. Konsep heritage ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya,” jelasnya.

Sejumlah destinasi wisata di Sukabumi dan Cianjur diperkirakan akan merasakan efek langsung dari kehadiran kereta wisata tersebut, mulai dari kawasan pusat kota, museum, hingga objek wisata alam. Peningkatan kunjungan wisatawan ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Peluang ekonomi sangat terbuka, khususnya bagi pelaku UMKM, pengelola penginapan, jasa transportasi lanjutan, hingga usaha suvenir. Dampaknya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar destinasi wisata,” tambah Rini.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa lonjakan wisatawan juga membawa potensi risiko. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait perlu mengantisipasi dampak overtourism, seperti kepadatan lalu lintas, gangguan sosial, hingga tekanan terhadap lingkungan.

“Jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan wisatawan bisa memicu masalah sosial dan ekologis. Karena itu, perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting,” tegasnya.

Rini menekankan bahwa keberhasilan Kereta Wisata Jaka Lalana sebagai model pariwisata berbasis ekowisata di Jawa Barat sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak. Integrasi antara transportasi, pengelolaan destinasi, dan regulasi yang jelas menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Meski hingga kini kereta tersebut belum resmi beroperasi, ia berharap kehadiran Kereta Jaka Lalana kelak mampu memberikan dampak berganda bagi kesejahteraan masyarakat, tanpa mengorbankan lingkungan dan nilai-nilai sosial budaya setempat.***(RAF)

Editor : M.Nabil

Sekda Ade.Suryaman : Kolaborasi Luar Biasa Terobosan PMI Kab.Sukabumi Kembangkan Model Ketahanan Internet  Berbasis Komunitas

0

Gurilaps.com || Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi kembali mengembangkan model ketahanan internet berbasis komunitas yang berkelanjutan untuk penanggulangan bencana bersama Atma Connect di sejumlah desa. Hal itu setelah sebelumnya berhasil mengembangkan program tersebut di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung dan Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.

Program di fase ke dua ini, akan dilaksanakan di lima desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Hal itu seperti Desa Cimerang, Margaluyu, dan Citamiang di Kecamatan Purabaya, Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog, dan Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar.

Program yang luar biasa tersebut diapresiasi Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman. Bahkan menurutnya, kolaborasi luar biasa tersebut berdampak positif bagi masyarakat.

“Kolaborasi PMI bersama Atma Connect dalam penyediaan jaringan internet ini luar biasa. Apalagi dengan sejumlah program yang ada di dalamnya, selain penyediaan internet, ada juga pelatihan kesiapsiagaan berbasis komunitas,” ujarnya saat menghadiri penandatangan dimulainya Program Mengembangkan Model Ketahanan Internet Berbasis Komunitas yang berkelanjutan untuk Penanggulangan Bencana Fhase 2 di Aula PMI Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 27 Desember 2025.

Menurutnya, program tersebut sudah sangat berhasil di fase pertama. Seperti di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung dan Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung telah terbentuk komunitas terlatih mengenai kesiapsiagaan bencana.

“Bahkan ada yang merasakan dampak luar biasa dari keberadaan internet lewat program ini,” ucapnya.

Maka dari itu, Sekda berharap program tersebut pun akan berjalan di tahap dua ini. Sehingga, masyarakat di lima desa bisa merasakan dampak positif seperti yang dirasakan yang lainnya.

“Semoga kerjasama tahap dua ini bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar semuanya. Selanjutnya tinggal saling memonitor agar kegiatan ini berjalan lancar juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Alpan R Kasdar mengatakan, tahap pertama sudah sukses dilaksanakan dan berdampak besar bagi masyarakat. Atas dasar itu pula, kali ini dilaksanakan program tahap kedua dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

“Fase pertama dua desa di dua kecamatan, sekarang lima desa di tiga kecamatan. Di fase pertama sukses dengan tidak hanya sekadar memasang internet di desa yang potensi bencana, namun ada pelatihan relawan,” jelasnya.

Hal senada pun akan dilakukan di lima desa terpilih. Termasuk pembentukan relawan yang diberi pengetahuan internet berbasis komunitas.

“Dengan menyediakan internet berbasis satelit dan ditambah pengetahuan terkait penggunaannya ketika terjadi bencana. Hal itu dalam membantu warga mempercepat proses penanggulangan pasca bencana. Di sisi ini kami hadir,” ungkapnya.

Hal itu mengingat, banyak kondisi bencana yang menyebabkan komunikasi terputus hingga informasi terhambat.

“Kami hadir dengan menyediakan internet berbasis satelit. Sehingga, ketika terjadi bencana akses internet bisa tetap tetap jalan. Proses penanganan pasca bencana pun bisa lebih cepat. Akhirnya warga bisa mandiri menggunakan internet,” bebernya.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi dr. Hondo Suwito menambahkan, pasca penandatanganan kick off ini, program akan langsung dilaksanakan sampai 2026. Sehingga, sejumlah daerah yang telah dipilih akan mendapatkan jaringan internet dan pelatihan kesiapsiagaan bencana.

“Terima kasih semuanya, kami bisa dari PMI bersama Atma Connect bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. ***

Editor : M.Nabil

Play Club Coffee, Bukti Generasi Z Bisa Mandiri dan Jadi Entrepreneur Muda Ciptakan Usaha dan Lapangan Kerja 

0

Gurilaps.com, Sukabumi Kota || Dari generasi Z membuktikan bahwa anak muda mampu mandiri dan berjiwa wirausaha dengan mendirikan Play Club Coffee, sebuah usaha kedai kopi yang berlokasi di Gedung Capitol Plaza, Jalan Mayawati, Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Owner Coffee Shop tersebut adalah Dzakwan Ramadhan Danarpati (20) sebagai owner dan Muhammad Raply Juliansyah (19) yang juga bertindak sebagai owner sekaligus manajer operasional. Meski masih berstatus sebagai mahasiswa, keduanya berani mengambil langkah untuk terjun ke dunia usaha perkopian, saat ditemua tim jurnalis Gurilaps.com, Sabtu (27/12/2025).

Play Club Coffee hadir menyasar kalangan muda dengan menyajikan berbagai varian minuman kopi, baik hot maupun ice, yang dikemas dengan konsep clasic dan santai.

Sejak dibuka, kedai ini perlahan mulai mendapat perhatian dari penikmat kopi, khususnya generasi muda di Kota Sukabumi.
Dzakwan Ramadhan Danarpati mengungkapkan, ide membuka usaha kopi ini berawal dari rasa gabut yang kemudian berkembang menjadi keinginan untuk berwirausaha.

“Awalnya dari rasa gabut saja, lalu kami berpikir kenapa tidak dimanfaatkan untuk hal yang lebih produktif. Dari situ muncul ide membuka usaha coffee shop,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Raply Juliansyah menambahkan, proses persiapan pembukaan Play Club Coffee memakan waktu sekitar dua bulan, mulai dari konsep hingga kesiapan operasional.

“Persiapan kurang lebih dua bulan, dan alhamdulillah sekarang usaha ini sudah berjalan sekitar empat bulan,” katanya.

Keduanya berharap, keberadaan Play Club Coffee bisa menjadi motivasi bagi generasi Z lainnya untuk berani mandiri dan menjadi entrepreneur sejak usia muda.

“Kami ingin membuktikan bahwa anggapan gen Z itu pemalas dan tidak mau bekerja keras itu tidak benar. Justru kita harus bisa mandiri, kreatif, dan berani membuka peluang usaha sendiri,” tegas Dzakwan dan Raply.

Melalui Play Club Coffee ini ingin menunjukkan bahwa generasi Z tidak hanya mampu mengikuti zaman, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan menjawab tantangan masa depan dengan kerja keras dan inovasi. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil.

Catatan dr. Fety dari Pidie Jaya Dokter Asal Sukabumi : Menjadi Dokter di Antara Duka dan Harapan

0

Gurilaps.com || Tenda-tenda pengungsian berdiri di atas tanah yang masih menyisakan jejak bencana. Bau lumpur bercampur dengan suara langkah para penyintas yang berusaha melanjutkan hidup. Di tengah suasana itu, dr. Fety Lies Priyanti menjalani hari-harinya sebagai relawan medis, bukan hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendengar dan penguat bagi warga terdampak.

Dokter dari RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi ini menjadi bagian dari Tim Medis Periode I yang diberangkatkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak 19 Desember 2025. Selama masa tugas hingga awal Januari, ia ditempatkan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kehilangan rumah, rasa aman, dan rutinitas hidup.

Hari-Hari Panjang di Posko Kesehatan

Setiap hari, dr. Fety melayani pengungsi dengan berbagai keluhan. Penyakit kulit, demam, batuk, hingga kelelahan menjadi masalah yang paling sering ditemui. Lingkungan pengungsian yang lembap dan padat membuat penyakit mudah menyebar, sementara keterbatasan fasilitas menuntut ketelitian dalam setiap tindakan medis.

Ia mencatat bahwa ketersediaan obat-obatan masih relatif aman, meski beberapa jenis mulai menipis. Kondisi tersebut menuntut kehati-hatian dalam penggunaan obat agar tetap bisa melayani sebanyak mungkin pasien.

“Di sini, kami belajar untuk tidak berlebihan, tetapi juga tidak mengabaikan kebutuhan pasien,” tuturnya.

Mendengar Lebih Banyak daripada Berbicara

Bagi dr. Fety, banyak pasien datang bukan hanya membawa keluhan fisik, tetapi juga beban emosional. Kehilangan rumah, barang berharga, bahkan anggota keluarga membuat sebagian warga lebih membutuhkan ruang untuk didengar.

Ia sering duduk lebih lama, mendengarkan cerita para penyintas, memberi penguatan, dan meyakinkan mereka bahwa rasa takut dan sedih adalah hal yang wajar. Pendekatan ini, menurutnya, sama pentingnya dengan pemberian obat.

“Kadang, yang mereka butuhkan hanya seseorang yang mau mendengarkan,” katanya.

Tantangan Berbahasa dan Luka Batin

Di lapangan, komunikasi tidak selalu mudah. Sebagian warga lebih nyaman menggunakan bahasa daerah, sementara trauma membuat mereka sulit menyampaikan keluhan secara utuh. Dalam situasi itu, ekspresi wajah, sentuhan empati, dan bantuan relawan lokal menjadi jembatan komunikasi.

Ia menyadari bahwa kesalahan kecil dalam penyampaian bisa berdampak besar pada kondisi psikologis korban. Karena itu, setiap interaksi dilakukan dengan kehati-hatian dan rasa hormat.

Anak-Anak dan Harapan yang Sederhana

Di antara semua pengalaman, pertemuan dengan anak-anak pengungsian meninggalkan kesan paling dalam. Meski hidup di tengah keterbatasan, mereka masih mampu tersenyum dan bertanya hal-hal sederhana.

Suatu ketika, seorang anak menyampaikan keinginannya dengan polos, “Saya ingin makan ayam pakai kecap.” Keinginan itu lahir dari hari-hari tanpa makanan yang cukup setelah bencana terjadi.

Namun, pertanyaan yang paling sering ia dengar justru tentang sekolah. Banyak anak bertanya kapan mereka bisa kembali belajar, sementara bangunan sekolah mereka masih tertutup lumpur.

“Dari mereka, saya belajar tentang ketabahan dan kesabaran,” ujar dr. Fety.
Menjaga Diri untuk Tetap Hadir

Di tengah tekanan fisik dan emosional, dr. Fety menyadari pentingnya menjaga kondisi diri. Ia mengatur waktu makan dan istirahat, mengenakan Alat Pelindung Diri, serta saling menguatkan dengan sesama relawan.

Secara mental, ia berusaha menenangkan diri dengan doa dan refleksi, mengingat kembali tujuan awalnya datang ke lokasi bencana: membantu semampunya, tanpa harus sempurna.

Ketika Profesi Menjadi Panggilan

Bagi dr. Fety, pengalaman ini menegaskan bahwa menjadi dokter bukan hanya tentang kemampuan klinis, tetapi juga keberanian untuk hadir di saat orang lain berada pada titik terendah.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan beratnya situasi, empati menjadi kekuatan utama. Setiap pasien yang pulang dengan wajah sedikit lebih tenang menjadi pengingat bahwa harapan masih bisa tumbuh, bahkan di tengah puing dan duka.

Di Pidie Jaya, dr. Fety menemukan kembali makna sederhana dari profesinya: melayani dengan hati, meski dalam keadaan yang paling sulit. (RAF)***

EDITOR : NABIL LUTHFI

Aksi Kejar-kejaran Berujung Pengeroyokan Kusir Delman di Kota Sukabumi

0

Gurilaps.com || Kericuhan terjadi di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (24/12/2025) petang. Seorang kusir delman dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan setelah dikejar oleh sejumlah pengendara sepeda motor. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB dan menarik perhatian warga sekitar.

Peristiwa tersebut terekam kamera warga dan videonya menyebar luas di media sosial. Dalam tayangan itu, terlihat seekor kuda delman tergeletak di pinggir jalan, sementara kondisi kusirnya tampak mengenaskan akibat luka di wajah.

Salah seorang saksi mata, AR (27), menuturkan bahwa sebelum kejadian, ia melihat delman melaju kencang dari arah pintu Hek menuju Selabintana, diikuti oleh sekitar empat sepeda motor. Situasi semakin tidak terkendali ketika delman berbalik arah dan hendak masuk ke Jalan Perana.

“Saya lihat kudanya lari dikejar motor. Pas sampai sini muter, mungkin mau belok, terus kudanya jatuh. Setelah itu kusirnya diserang,” kata AR, Kamis (25/12/2025).

Menurut AR, kusir delman sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke kawasan Asrama Secapa. Di lokasi, sejumlah orang terdengar berteriak “maling”, yang memicu kepanikan dan membuat kerumunan warga semakin banyak.

Dugaan sementara, aksi pengejaran tersebut dipicu oleh tudingan pencurian sepeda motor. Kusir delman disebut-sebut mengambil sepeda motor milik kerabatnya sendiri, dan anak dari pemilik motor tersebut ikut melakukan pengejaran.

“Ada yang teriak maling, lalu banyak yang ikut mengejar. Untungnya polisi cepat datang dari wilayah Secapa,” tambahnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan langsung diamankan ke Polsek Cikole oleh petugas kepolisian. Identitas kusir delman belum dipastikan, namun warga menyebut korban berasal dari wilayah Ciaul, Kota Sukabumi.

Saksi lain, Andri Umar (50), mengatakan bahwa pengejaran sudah berlangsung sejak dari kawasan Ciaul sebelum berakhir di Jalan Siliwangi.

“Dari Ciaul sudah dikejar. Begitu ketahuan sama anak pemilik motor, diteriaki maling dan terus dikejar sampai ketangkap di sini,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi kuda delman yang sempat roboh di jalan dilaporkan tidak mengalami cedera serius. Setelah mendapat penanganan dari dokter hewan, kondisi kuda dinyatakan aman.

“Kudanya sempat jatuh, tapi setelah ditangani dokter hewan kelihatannya sehat,” pungkas Andri.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki insiden tersebut untuk memastikan kronologi kejadian dan menindaklanjuti dugaan pengeroyokan yang terjadi.***(RAF)

Editor : Nabil