Sabtu, Juli 11, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Di Balik 23 Murid Baru SDN Ciareuy, Ada Harapan Besar Mewujudkan Pembelajaran yang Lebih Personal

Gurilaps.com || Suasana Aula SDN Ciareuy, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Rabu (1/7/2026), dipenuhi wajah-wajah penuh harapan. Para orang tua datang untuk melakukan daftar ulang putra-putrinya yang akan mengawali perjalanan sebagai murid kelas I pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Bagi sebagian orang, daftar ulang hanyalah proses administrasi. Namun bagi SDN Ciareuy, momentum ini menjadi langkah awal membangun pendidikan yang lebih dekat, personal, dan berpihak pada kebutuhan setiap anak.

Tahun ini, SDN Ciareuy menerima 23 peserta didik baru. Jumlah tersebut masih berada di bawah batas maksimal 28 siswa dalam satu rombongan belajar sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025 tentang Standar Pengelolaan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Kepala SDN Ciareuy, Asep Jamaludin, mengatakan jumlah siswa yang tidak terlalu besar justru menjadi peluang untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif.

“Semakin sedikit jumlah siswa dalam satu kelas, guru akan semakin leluasa mengenali karakter, mendampingi proses belajar, dan memperhatikan perkembangan setiap anak secara lebih optimal,” ujarnya.

Menurut Asep, pendidikan pada jenjang sekolah dasar merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan belajar anak. Karena itu, perhatian yang lebih personal dari guru menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan.

Ia mengungkapkan, penerimaan 23 murid baru tahun ini juga menjadi kabar menggembirakan bagi sekolah. Angka tersebut termasuk salah satu capaian penerimaan peserta didik terbanyak dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SDN Ciareuy.

Tak hanya fokus pada kegiatan belajar mengajar, sekolah juga memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak layanan pendidikan secara menyeluruh. Orang tua diingatkan untuk melengkapi dokumen administrasi, seperti Kartu Keluarga, KTP orang tua, serta dokumen pendukung lainnya yang akan diinput ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Data tersebut menjadi dasar penting dalam penyaluran berbagai program bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP) maupun bantuan sosial lainnya bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan.

Di awal tahun ajaran, SDN Ciareuy juga akan melakukan wawancara dengan orang tua murid. Langkah ini dilakukan untuk mengenali kondisi, kebiasaan, minat, hingga kebutuhan belajar setiap anak sejak hari pertama bersekolah.

Bagi pihak sekolah, mengenal latar belakang peserta didik bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan bagian dari upaya memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan dan potensinya.

Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, langkah yang ditempuh SDN Ciareuy menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran tidak semata diukur dari banyaknya jumlah siswa, melainkan dari sejauh mana sekolah mampu menghadirkan ruang belajar yang hangat, inklusif, dan memberi perhatian kepada setiap anak yang baru memulai perjalanan pendidikannya.(YM)***

Editor : M.Nabil

Popular Articles