Selasa, Maret 10, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kereta Wisata Jaka Lalana Jakarta Bogor Sukabumi, Dinilai Perlu Diiringi Kesiapan Daerah Hadapi Lonjakan Wisatawan

Gurilaps.com || Rencana pengoperasian Kereta Wisata Jaka Lalana yang akan melayani rute Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur dinilai membawa dampak signifikan bagi perkembangan pariwisata di wilayah yang dilintasinya. Moda transportasi berbasis rel ini diperkirakan mampu meningkatkan mobilitas wisatawan sekaligus memperluas akses menuju berbagai destinasi unggulan daerah.

Pakar ekowisata dari Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University, Rini Untari, menilai kehadiran kereta wisata tersebut menjadi alternatif transportasi liburan yang efisien, terutama untuk menghindari kemacetan yang kerap terjadi di jalur darat menuju Sukabumi dan Cianjur.

“Kereta wisata ini membuka kemudahan akses menuju destinasi di sekitar stasiun dan berpotensi meningkatkan arus kunjungan wisata. Selain nyaman, kereta api juga menjadi solusi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan,” ujar Rini, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, peralihan wisatawan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal akan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas buang. Kondisi tersebut sejalan dengan prinsip ekowisata yang menekankan keseimbangan antara aktivitas wisata dan kelestarian lingkungan.

Tak hanya berdampak pada aspek lingkungan, Rini juga menyoroti nilai tambah dari sisi sosial dan budaya. Kereta Jaka Lalana yang mengusung konsep heritage dinilai mampu memperkaya pengalaman perjalanan wisata, sekaligus memperkenalkan sejarah jalur kereta legendaris kepada masyarakat.

“Interaksi sosial di dalam kereta akan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan moda transportasi lainnya. Konsep heritage ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya,” jelasnya.

Sejumlah destinasi wisata di Sukabumi dan Cianjur diperkirakan akan merasakan efek langsung dari kehadiran kereta wisata tersebut, mulai dari kawasan pusat kota, museum, hingga objek wisata alam. Peningkatan kunjungan wisatawan ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Peluang ekonomi sangat terbuka, khususnya bagi pelaku UMKM, pengelola penginapan, jasa transportasi lanjutan, hingga usaha suvenir. Dampaknya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar destinasi wisata,” tambah Rini.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa lonjakan wisatawan juga membawa potensi risiko. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait perlu mengantisipasi dampak overtourism, seperti kepadatan lalu lintas, gangguan sosial, hingga tekanan terhadap lingkungan.

“Jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan wisatawan bisa memicu masalah sosial dan ekologis. Karena itu, perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting,” tegasnya.

Rini menekankan bahwa keberhasilan Kereta Wisata Jaka Lalana sebagai model pariwisata berbasis ekowisata di Jawa Barat sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak. Integrasi antara transportasi, pengelolaan destinasi, dan regulasi yang jelas menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Meski hingga kini kereta tersebut belum resmi beroperasi, ia berharap kehadiran Kereta Jaka Lalana kelak mampu memberikan dampak berganda bagi kesejahteraan masyarakat, tanpa mengorbankan lingkungan dan nilai-nilai sosial budaya setempat.***(RAF)

Editor : M.Nabil

Popular Articles