Selasa, Juni 9, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dari Dapur Sederhana ke Pasar Nasional, Cilok Jepret Teh Imong Jadi Bukti UMKM Lokal Bisa Naik Kelas

Gurilaps.com || Di tengah semakin ketatnya persaingan bisnis kuliner, lahirnya produk lokal yang mampu menembus pasar luas menjadi kabar baik bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Salah satu kisah inspiratif tersebut datang dari Kabupaten Sukabumi melalui usaha kuliner Cilok Jepret Teh Imong.

Di balik merek yang kini dikenal oleh banyak pelanggan itu, terdapat sosok perempuan muda bernama Siti Masroyah (27) atau yang akrab disapa Teh Imong. Berawal dari kegemarannya menikmati cilok jadul, ia bersama sang suami mencoba menciptakan resep cilok dengan cita rasa khas yang berbeda dari produk sejenis di pasaran.

Tanpa berbekal resep warisan keluarga maupun pengalaman panjang di dunia kuliner, pasangan ini memilih untuk bereksperimen secara mandiri. Berbagai percobaan dilakukan hingga akhirnya lahirlah resep Cilok Jepret yang kini menjadi identitas utama usaha mereka.

Perjalanan bisnis tersebut dimulai dari skala rumahan dengan pemasaran sederhana. Namun, berkat konsistensi menjaga kualitas produk, pelayanan kepada pelanggan, serta kemampuan membaca peluang digital, usaha yang dirintis dari nol itu terus mengalami pertumbuhan.

Salah satu faktor yang turut mendukung perkembangan usaha ini adalah pemanfaatan media sosial. Melalui akun TikTok @tehimong dan @cilokjeprettehimong, Teh Imong aktif membangun komunikasi dengan pelanggan sekaligus memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.

Strategi pemasaran digital tersebut terbukti efektif. Tidak hanya meningkatkan popularitas produk, tetapi juga memperluas jangkauan pasar hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, ratusan paket Cilok Jepret dikirim setiap hari kepada pelanggan dari berbagai kota, bahkan telah menjangkau luar Pulau Jawa.

Berlokasi di Kampung Sindangsresmi, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, usaha yang dijalankan Teh Imong kini tidak hanya memberikan manfaat bagi keluarganya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Jika pada awalnya usaha tersebut hanya dijalankan bersama sang suami, kini Cilok Jepret Teh Imong telah mampu menyerap sekitar 10 tenaga kerja lokal. Kehadiran usaha ini menjadi contoh nyata bagaimana UMKM dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

Menurut Teh Imong, pencapaian yang diraih saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh tantangan, mulai dari membangun kepercayaan pelanggan hingga mempertahankan kualitas produk di tengah meningkatnya permintaan pasar.

“Semoga usaha ini terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta para karyawan,” ujarnya.

Kisah sukses Teh Imong menunjukkan bahwa kreativitas, ketekunan, dan keberanian memanfaatkan teknologi digital dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha. Dari sebuah dapur sederhana di Sukabumi, produk lokal tersebut kini berhasil membuktikan bahwa UMKM daerah memiliki peluang besar untuk bersaing dan berkembang di pasar yang lebih luas.

Cilok Jepret Teh Imong bukan sekadar produk kuliner, melainkan representasi semangat pelaku UMKM Indonesia yang terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. (YM)***

Editor : M.Nabil

Popular Articles