Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 15

Dihadapan Puluhan Ribu Penonton Persib Bandung Taklukkan Persija 1-0, Maung Bandung Puncaki Klasemen

0

Gurilaps.com || El Clasico Indonesia kembali menjadi milik Persib Bandung. Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh, Maung Bandung sukses menundukkan tamunya Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan BRI Super League, Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Gol semata wayang Persib dicetak oleh Beckham Putra Nugraha saat pertandingan baru berjalan lima menit. Memanfaatkan kesalahan lini belakang Persija, Beckham sukses menuntaskan peluang dan membawa Persib unggul cepat.

Jalannya pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Persija mencoba keluar dari tekanan dan lebih dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 57 persen, sementara Persib mengandalkan serangan balik cepat dan disiplin bertahan. Sejumlah pelanggaran terjadi di tengah lapangan, tercermin dari 4 kartu kuning untuk Persib dan 2 kartu kuning serta 1 kartu merah untuk Persija, yang semakin mempersulit tim tamu di sisa laga.

Pada babak kedua, Persija meningkatkan intensitas serangan. Namun, solidnya lini pertahanan Persib membuat berbagai upaya tim Macan Kemayoran gagal berbuah gol. Berdasarkan statistik, Persib melepaskan 9 tembakan dengan 5 tepat sasaran, sedangkan Persija mencatat 4 tembakan dan 2 mengarah ke gawang. Dalam situasi bola mati, Persija unggul jumlah tendangan sudut 6 berbanding 4, tetapi belum mampu menyamakan kedudukan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persib Bandung.

Hasil ini membawa Persib Bandung naik ke puncak klasemen sementara BRI Super League, sekaligus mempertegas dominasi Maung Bandung di laga sarat gengsi El Clasico Indonesia musim ini. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

Telepon Prabowo dan Disetujui TKD Aceh Tak Kena Efisiensi Tahun Ini, PPJNA 98: Dasco Jalankan Amanat Pancasila dan UUD 45

0

Gurilaps.Com || Anto Kusumayuda (IST)
Keputusan pemerintah untuk tidak memberlakukan kebijakan efisiensi terhadap Transfer ke Daerah (TKD) bagi Provinsi Aceh tahun ini dinilai sebagai langkah konstitusional dan berkeadilan. Keputusan tersebut diambil setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto, menyikapi kondisi Aceh yang tengah menghadapi dampak bencana dan membutuhkan pemulihan cepat.

Ketua Umum Persatuan Pergerakan Jaringan Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, menyatakan bahwa langkah Dasco bukan sekadar manuver politik, melainkan bentuk nyata menjalankan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Ini bukan soal lobi elite, tapi soal keberpihakan negara. Dasco menjalankan amanat Pancasila, terutama sila keadilan sosial, dan UUD 1945 yang mewajibkan negara melindungi seluruh rakyatnya, khususnya daerah yang sedang tertimpa musibah,” ujar Anto dalam keterangannya, Ahad (11/1/2026).

Aceh dalam beberapa waktu terakhir menghadapi berbagai bencana alam, mulai dari banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur di sejumlah kabupaten/kota. Kondisi tersebut membuat daerah membutuhkan dukungan fiskal penuh, terutama melalui TKD yang selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan layanan publik dan pemulihan pascabencana.

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat pada tahun anggaran berjalan sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran di daerah, termasuk Aceh. Pemangkasan TKD dikhawatirkan akan berdampak langsung pada sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, dan bantuan sosial bagi korban bencana.

Namun, melalui komunikasi politik tingkat tinggi antara DPR dan Presiden, Aceh akhirnya dikecualikan dari kebijakan efisiensi TKD tahun ini.

Anto Kusumayuda menilai peran Sufmi Dasco Ahmad sebagai pimpinan DPR RI sangat strategis dalam memastikan kebijakan fiskal nasional tidak abai terhadap kondisi objektif daerah.

“Dasco menunjukkan fungsi DPR sebagai wakil rakyat yang sesungguhnya. Beliau tidak hanya bicara soal anggaran di atas kertas, tetapi membaca realitas di lapangan,” kata Anto.

Menurutnya, keberanian Dasco menghubungi langsung Presiden Prabowo mencerminkan kepemimpinan politik yang komunikatif dan solutif, sekaligus memperlihatkan hubungan eksekutif–legislatif yang sehat dalam kerangka demokrasi konstitusional.

PPJNA 98 juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai cepat merespons aspirasi daerah. Persetujuan Presiden agar TKD Aceh tidak terkena efisiensi disebut sebagai bukti bahwa pemerintah pusat membuka ruang dialog dan mendahulukan kepentingan rakyat.

“Presiden Prabowo menunjukkan bahwa negara hadir. Dalam situasi darurat, efisiensi tidak boleh mengorbankan keselamatan dan pemulihan rakyat,” tegas Anto.

Ia menambahkan, keputusan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pemerintahan Prabowo tidak anti-kritik dan terbuka terhadap masukan dari DPR maupun elemen masyarakat sipil.

Dalam perspektif PPJNA 98, TKD bukan sekadar mekanisme distribusi anggaran, tetapi merupakan instrumen keadilan sosial dan pemerataan pembangunan. Karena itu, kebijakan fiskal harus mempertimbangkan kondisi geografis, sosial, dan situasional tiap daerah.

Aceh, dengan status kekhususan dan sejarah panjang konflik serta bencana, menurut Anto, memang layak mendapatkan perlakuan khusus dalam kondisi tertentu.

“Kalau daerah yang sedang luka justru dipotong anggarannya, itu bertentangan dengan semangat negara kesejahteraan,” ujarnya.

Meski mengapresiasi keputusan tersebut, PPJNA 98 juga mengingatkan pentingnya pengawasan agar TKD Aceh benar-benar digunakan untuk pemulihan rakyat, bukan disalahgunakan.

Anto meminta pemerintah daerah, DPRD, dan aparat penegak hukum memastikan dana tersebut dialokasikan secara transparan dan akuntabel, khususnya untuk:

-Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
-Pemulihan ekonomi masyarakat
-Perbaikan infrastruktur dasar
-Layanan kesehatan dan pendidikan

“Keputusan negara sudah tepat, sekarang tanggung jawab daerah untuk membuktikan bahwa dana ini benar-benar untuk rakyat,” pungkasnya.

Dengan tidak dikenakannya efisiensi TKD tahun ini, Aceh diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam proses pemulihan dan kembali menata kehidupan sosial-ekonomi masyarakatnya. Keputusan ini sekaligus menjadi preseden penting bahwa kebijakan fiskal nasional harus selalu berpihak pada kemanusiaan dan keadilan sosial, sebagaimana diamanatkan Pancasila dan UUD 1945.***

Editor : AS

Bupati Sukabumi Buka Kejurda Karate, Bangun Sportivitas dan Persaudaraan 

Gurilaps.com || Bupati Sukabumi H Asep Japar membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Tournament dan Festival Karate Piala Bupati Sukabumi III Se-Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di GOR Venue Tinju, Palabuhanratu, Sabtu (10/1/2026).

Acara pembukaan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, jajaran Pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi. Kejuaraan yang diselenggarakan Forki Kabupaten Sukabumi ini diikuti ratusan atlet karate dari beberapa Kabupaten/kota.

Bupati Sukabumi H Asep Japar menyebut Kejurda Karate Piala Bupati Sukabumi III menjadi agenda penting dalam pembinaan dan pengembangan atlet, khususnya cabang olahraga karate di daerah. Menurutnya, ajang ini bukan hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar karateka di Jawa Barat.

“Kejuaraan ini tidak semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, dan persaudaraan di antara para atlet,” kata Bupati.

Bupati berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik, bertanding secara optimal, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play. Menurutnya, kemenangan harus diraih secara terhormat, sementara kekalahan harus diterima dengan lapang dada.

“Persaingan hanya ada di arena pertandingan. Di luar arena, kita semua adalah saudara, yakni bagian dari keluarga besar karate Indonesia,” ujarnya.

Tak lupa, Bupati juga mengingatkan para wasit dan juri agar memimpin pertandingan secara profesional, objektif, dan adil sesuai aturan yang berlaku.

“Semoga kejuaraan ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional,” harapnya.

Sementara itu, Ketua FORKI Kabupaten Sukabumi, H. M Kamaludin Zen menilai para atlet karate di Sukabumi memiliki potensi besar untuk berkembang. Ia optimis, Forki Kabupaten Sukabumi untuk terus membenahi manajemen pembinaan atlet, termasuk dukungan pembiayaan bagi perguruan dan dojo.

“Saat ini terdapat delapan dojo aktif di Kabupaten Sukabumi. Pada 2026, kami fokus mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dengan target meraih medali emas, perak, maupun perunggu,” tegasnya.

Kamaludin pun memberikan motivasi kepada para atlet agar bertanding dengan penuh semangat dan tidak mudah menyerah selama kompetisi berlangsung.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara, Budiarkah, menjelaskan kejuaraan ini diikuti delapan perguruan karate yang ada di Sukabumi, yakni BKC, Budokai, Gabdika, Gokasi, Inkai, Inkanas, Shokaido, dan Wadokai. Dojo-dojo tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Secara keseluruhan, kejuaraan ini diikuti 608 atlet yang bertanding di 704 kelas. Panitia juga menyiapkan total hadiah pembinaan sebesar Rp29 juta. Rinciannya, Juara Umum I berhak atas Piala Bupati Sukabumi dan uang pembinaan Rp10 juta, Juara Umum II memperoleh Piala Kadispora dan uang pembinaan Rp7 juta, serta Juara Umum III mendapatkan Piala Ketua Forki Kabupaten Sukabumi dan uang pembinaan Rp5 juta.

Selain itu, penghargaan Best of the Best Kumite Under 21 Putra disertai uang pembinaan Rp1 juta. Panitia juga memberikan uang pembinaan masing-masing Rp2,5 juta untuk dojo asal Kabupaten Sukabumi dan luar dari Kabupaten Sukabumi.

Pada kesempatan itu, Bupati Sukabumi bersama jajaran menyerahkan medali secara simbolis kepada para atlet di sejumlah kategori, di antaranya Pra Usia Dini Kata Perorangan Putra dan Putri serta Usia Dini Kata Perorangan Putra dan Putri.***

Editor : AS

Wabup Sukabumi dan SPPI, Diskusi Strategis Dukung Terwujudnya Sukabumi Mubarakah

Gurilaps.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menghadiri kegiatan Malam Keakraban Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Sukabumi yang digelar di Pondok Alief, Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan agenda perdana SPPI Kabupaten Sukabumi sejak terbentuk. Dari total 221 anggota SPPI, sekitar 70 orang hadir dalam kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi strategis terkait program prioritas nasional serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah).

Panitia penyelenggara, Hidayatullah, mengatakan Malam Keakraban digelar sebagai wadah konsolidasi para sarjana penggerak agar memiliki kesamaan visi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.

“Saya yakin Kabupaten Sukabumi punya orang-orang hebat seperti kita yang mampu mendukung terwujudnya visi Sukabumi yang mubarakah,” kata Hidayatullah.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Abdul Aziz, menegaskan bahwa SPPI memikul tanggung jawab besar dalam mengawal program-program strategis pemerintah pusat, salah satunya Program Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Sandi, keterlibatan SPPI dalam Program BGN bukan hanya soal pelaksanaan teknis, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter bagi para relawan agar lebih matang dan siap menghadapi dinamika di lapangan.

“Program BGN ini harus dijadikan momentum pembentukan karakter. Jangan ragu dalam melangkah, karena yang dijalankan adalah perintah negara,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menilai Program BGN sebagai program yang sangat mulia karena menjadi bagian dari upaya besar menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak sekarang melalui pemenuhan gizi dan pendidikan yang berkualitas.

“Ini bukan soal anggaran atau bisnis, tetapi tentang bagaimana Presiden menyiapkan Indonesia Emas 2045. Pondasinya adalah gizi dan pendidikan yang baik,” ujar Wabup.

Wabup menambahkan, pencapaian Indonesia Emas tidak mudah dan membutuhkan kerja keras serta komitmen semua pihak. Ia menyebut para relawan SPPI telah menjadi bagian penting dari sejarah pembangunan bangsa.

“Bapak dan ibu semua sudah mencetak sejarah. Di tahun 2045 nanti, ada kerja keras Anda semua di dalamnya,” katanya..

Wabup berpesan agar para relawan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Sebab, sebaik apa pun sebuah program tidak akan berjalan optimal jika tidak diiringi dengan integritas para pelaksananya.

Sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan Stunting Kabupaten Sukabumi, Wabup berharap Program BGN dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka stunting.

Kendati demikian, pentingnya menjaga kualitas layanan, termasuk pengelolaan dapur layanan gizi agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Program ini menjadi pemicu dengan dampak yang sangat besar. Ke depan, selain pemberian makanan bergizi, anak-anak juga perlu dibekali edukasi tentang cara memilih, mengolah, dan menyajikan makanan sehat,” bebernya***

Editor : Yosep.M

Wakil Wali Kota Sukabumi Buka Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III

Gurilaps.com || Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, membuka secara resmi Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III yang digelar di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pelestarian seni bela diri tradisional yang terus dijaga eksistensinya di Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang konsisten menyelenggarakan festival pencak silat sebagai bagian dari menjaga warisan budaya daerah.

“Pencak silat tidak hanya merupakan olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa yang sarat dengan nilai-nilai luhur, seperti kedisiplinan, sportivitas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ucap Bobby.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sukabumi memiliki komitmen kuat untuk mendukung kegiatan seni dan olahraga tradisional yang berkontribusi terhadap pembinaan sumber daya manusia, khususnya kalangan generasi muda.

Menurutnya, Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III juga menjadi momentum mempererat hubungan antarperguruan silat sekaligus sarana pembinaan atlet agar semakin mencintai budaya lokal.

“Festival ini dinilai mampu menjadi ruang silaturahmi antarperguruan pencak silat sekaligus ajang pembinaan atlet, khususnya bagi generasi muda agar semakin mencintai warisan budaya daerah,” lanjutnya.

Selain aspek pembinaan, Bobby berharap ajang ini mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, persatuan, dan kekompakan di antara para pelaku seni bela diri tradisional di Kota Sukabumi.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan, serta mempromosikan pencak silat sebagai kebanggaan daerah, baik di tingkat regional maupun nasional.

Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III diikuti oleh berbagai perguruan pencak silat yang menampilkan ragam seni tradisi silat khas Sukabumi.

Melalui kegiatan ini, pencak silat diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus berkembang sebagai sarana pembinaan karakter dan prestasi generasi muda di Kota Sukabumi. (Aji)***

Editor : M.Nabil

BPBD Turunkan Perahu Karet untuk Akses Penyeberangan Warga di Lewi Dinding Jampang Tengah Sukabumi

Gurilaps.com || Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menurunkan satu unit perahu karet sebagai sarana penyeberangan darurat bagi warga Kampung Lewi Dinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kamis (08/01/2026).

Langkah ini dilakukan menyusul terputusnya akses jembatan yang selama ini menjadi jalur vital masyarakat.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampang Tengah, Dadi Supardi, menjelaskan bahwa perahu karet tersebut digunakan untuk melancarkan aktivitas warga dari kedua sisi sungai, khususnya untuk keperluan pendidikan, pertanian, perdagangan, dan aktivitas harian lainnya.

“Hari ini kami menurunkan satu unit perahu karet sebagai sarana penyeberangan darurat. Setelah pemasangan selesai, kami akan memberikan arahan dan bimbingan teknis kepada karang taruna atau tokoh masyarakat yang ditunjuk untuk mengoperasikan perahu. Hal ini demi keselamatan warga,” ujarnya.

Menurutnya, lintasan penyeberangan yang disiapkan memiliki panjang sekitar 80 meter dengan menggunakan tali pengaman. Dalam kegiatan tersebut, BPBD menurunkan 8 personel, 1 unit perahu karet, serta kendaraan operasional KR4 Rescue untuk mendukung pelaksanaan di lokasi.

Dadi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian terkait pembangunan jembatan permanen. Oleh karena itu, BPBD masih fokus pada penanganan darurat guna memastikan akses masyarakat tetap berjalan.

“Untuk sementara, perahu karet ini digunakan sampai ada pembangunan jembatan darurat. Kami juga akan melakukan pemantauan secara berkala, baik dengan personel yang siaga di lokasi maupun melalui koordinasi dengan pemerintah desa,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan perahu sesuai fungsinya dan tidak menjadikannya sebagai sarana konten media sosial.

Warga diminta tetap mengutamakan keselamatan serta mengambil gambar atau video dari lokasi yang aman dan tidak terlalu dekat dengan sungai. Perahu tersebut hanya diperuntukkan bagi penyeberangan orang, bukan kendaraan.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Tanjungsari, Abdul Kohar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD atas bantuan perahu karet yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD atas bantuan perahu karet ini. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Namun tetap harus ada pemandu yang menguasai cara pengoperasiannya demi keselamatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak desa akan menugaskan warga yang stand by setiap hari untuk membantu operasional perahu, khususnya mereka yang telah mendapatkan arahan teknis.

Sebelum adanya perahu karet, warga harus menggunakan jalur alternatif yang dinilai kurang efektif dan memiliki banyak kendala. Dengan adanya sarana penyeberangan darurat ini, diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi mobilitas warga Kampung Lewi Dinding.

Abdul Kohar juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat perahu karet tersebut serta menyesuaikan penggunaannya dengan kondisi cuaca, terutama saat debit air sungai meningkat.

“Ini merupakan akses vital bagi warga Lewi Dinding yang terdiri dari 8 RT dengan jumlah sekitar 951 jiwa. Bahkan, jembatan ini juga biasa digunakan oleh warga dari desa lain seperti Desa Sukamaju dan Wangunreja. Jadi kami berharap semua pihak ikut menjaga demi keselamatan bersama,” pungkasnya.***

Editor : M.Nabil

Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Kendala Administratif Pemulangan TKW Sukabumi di China

0

Gurilaps.com || Proses pemulangan Lanti, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Sukabumi yang tengah menjalani perawatan akibat sakit parah di Shanghai, China, masih belum dapat direalisasikan. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin, menyebut hambatan utama terletak pada tidak adanya dokumen keimigrasian yang dimiliki korban.

Zainul memastikan bahwa laporan terkait kondisi Lanti telah diterimanya dan saat ini sedang ditindaklanjuti. Namun, ia menegaskan bahwa pemulangan tidak bisa dilakukan tanpa kelengkapan administrasi dasar.

“Saya sudah menerima laporannya dan sedang berupaya membantu. Tapi berdasarkan informasi yang kami terima, yang bersangkutan tidak memiliki dokumen imigrasi sama sekali. Itu yang menjadi kendala utama. Untuk tiket, kami bisa membantu, tapi dokumennya harus ada terlebih dahulu,” ujar Zainul, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, tanpa dokumen resmi, bantuan tiket tidak akan menyelesaikan persoalan. Karena itu, Zainul mengaku telah berkoordinasi dengan Komisi I DPR RI agar pengurusan dokumen keimigrasian dapat dipercepat.

“Saya sudah meminta bantuan Komisi I untuk membantu menyelesaikan dokumen imigrasinya. Kalau tiket diberikan sekarang pun, tanpa dokumen tetap tidak bisa berangkat,” katanya.

Di luar persoalan administratif, Zainul turut menanggapi informasi yang sebelumnya disampaikan keluarga korban mengenai dugaan permintaan uang sebesar Rp50 juta sebagai syarat pemulangan. Menurutnya, praktik tersebut bertentangan dengan tanggung jawab agen penyalur pekerja migran.

“Kalau benar ada permintaan tebusan, itu jelas tidak dibenarkan. Agen bertanggung jawab penuh dari proses pemberangkatan sampai pemulangan PMI,” tegasnya.

Zainul menilai, agen yang membebankan biaya pemulangan kepada korban atau keluarganya dapat dijerat pidana.

“Agen seperti itu tidak bertanggung jawab. Kalau ada unsur pemerasan, itu sudah masuk kategori tindak pidana perdagangan orang,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut, berdasarkan informasi yang berkembang, kasus yang menimpa Lanti patut diduga mengarah pada TPPO. “Kalau sudah ada tebusan segala macam, saya menduga ini TPPO,” tambahnya.

Kasus ini juga menjadi gambaran risiko besar yang dihadapi pekerja migran nonprosedural. Lanti diketahui berangkat ke China menggunakan visa wisata dan tidak tercatat sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) legal, sehingga menghadapi keterbatasan perlindungan hukum saat mengalami masalah di luar negeri.

Zainul berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar pengawasan dan edukasi mengenai prosedur kerja ke luar negeri dapat diperkuat, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang.***(RAF)

Editor : Yosep M

Sekjen Free Palestine Network : Kutuk Agresi AS ke Venezuela, AS adalah Induk Terorisme

0

Gurilaps.com || Sekjen Free Palestine Network (FPN) Furqan AMC mengutuk keras agresi militer yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.

“Free Palestine Network (FPN) mengutuk keras agresi Amerika Serikat pada Venezuela. Agresi Amerika Serikat ini adalah bukti yang kesekian kali dari brutalitas kebijakan AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat dan menjarah sumber dayanya, kata Furkon AMC Sekretaris Jenderal FPN, dalam rilis diterima redaksi Minggu (04/01/2026).

“Agresi ini mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri, biang kekacauan di seluruh dunia. Jejaknya bisa kita lihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah dan Palestina. AS telah membunuh lebih 20 juta rakyat di 37 negara di seluruh dunia pasca perang dunia kedua. AS terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sebuah negara sejak 1945,” tambah Furqan.

Lebih lanjut Furqan menjelaskan Agresi AS ini merupakan pelanggaran telanjang terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya pasal 1 dan 2 yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan sebuah bangsa.

“Free Palestine Network (FPN) menyatakan solidaritasnya untuk Venezuela dan presidenya Nicolas Maduro. Dalam waktu dekat FPN akan melakukan aksi solidaritas di berbagai kota di seluruh Indonesia. FPN menyerukan kepada seluruh komunitas internasional untuk mengambill langkah berani dan tegas menghentikan agresi AS dan mengakhiri unilateralisme AS,” seru Furqan.

Sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan pasukan Delta Force AS ke Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Tidak hanya dari militer, korban juga jatuh dari kalangan sipil, rakyat Venezuela.

Dalam konferensi pers hari Sabtu setelah pasukan AS berhasil menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump mengatakan pemerintah AS akan mengambil alih kendali negara tersebut dan cadangan minyaknya yang sangat besar.***

Editor : M.Nabil

Wali Kota Sukabumi Nilai Perizinan Ritel Modern Terlalu Longgar, Tekan Ruang Usaha UMKM

Gurilaps.com || Maraknya pertumbuhan gerai ritel modern di berbagai wilayah Kota Sukabumi mendapat sorotan serius dari Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Ia menilai keberadaan ritel modern yang kini menjangkau hampir seluruh kelurahan berpotensi menekan ruang usaha pelaku UMKM lokal.

Kondisi tersebut mendorong Wali Kota untuk menegur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi. Ayep Zaki menilai proses perizinan ritel modern selama ini terkesan terlalu longgar tanpa kajian mendalam terhadap kondisi lapangan.

“Terus terang kami sangat menyayangkan semakin merebaknya aktivitas ritel modern di Kota Sukabumi. Situasi ini semakin sulit dikendalikan,” ujar Ayep Zaki.

Ia menegaskan bahwa di tengah upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan dan penguatan UMKM, kebijakan perizinan seharusnya lebih selektif dan berpihak pada ekonomi kerakyatan. Menurutnya, setiap pengajuan izin ritel modern perlu melalui kajian komprehensif agar tidak mematikan usaha kecil yang sudah ada.

“Saya sudah menegur dinas perizinan yang terlalu mudah mengeluarkan izin tanpa mempelajari kondisi riil di lapangan,” tegasnya.

Ayep Zaki juga menekankan bahwa sebelum izin diterbitkan, para pelaku usaha ritel modern semestinya melakukan komunikasi dan pembahasan bersama pemerintah daerah. Hal tersebut penting agar kehadiran ritel modern dapat sejalan dengan visi pembangunan Kota Sukabumi.

“Para pengusaha harus ikut bersama pemerintah membangun Kota Sukabumi, bukan berjalan sendiri,” katanya.

Selain persoalan perizinan, Wali Kota turut menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Ia menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk pungutan liar di lingkungan pemerintahan.

“Pungutan liar sangat merugikan daerah. Potensi pendapatan bisa hilang hingga 75 persen. Jika praktik pungli diberantas, pendapatan daerah bisa meningkat hingga empat kali lipat,” pungkas Ayep Zaki.***(RAF)

Editor : AS

Sambut Tahun 2026, PWI Kabupaten Sukabumi Ajak Jaga Lingkungan dan Sinergi untuk Tingkatkan Investasi

0

Gurilaps.com || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengajak kepada semua pihak untuk meningkatkan kondusivitas investasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM, khususnya yang ada di Kabupaten Sukabumi.

‎Tujuannya adalah untuk bersama bersinergi dan bersolidaritas meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

‎Diantara strategi yang dilakukan adalah dengan menjaga lingkungan dan meningkatkan solidaritas dan rasa memiliki Sukabumi dalam seluruh lapisan masyarakat.

‎Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi atau yang akrab disapa Abah Anom menyatakan bahwa upaya menjaga lingkungan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menarik investor.

‎”Sebagai lembaga yang memiliki fungsi informasi, edukasi dan juga kontrol sosial, kami akan turut serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang merusak lingkungan. Tentu sesuai dengan cara dan fungsi kami sebagai organisasi Profesi Jurnalis,” ujarnya, Jumat (02/01/2026).

‎Anom juga menambahkan, sinergi seluruh lapisan masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan kondusivitas investasi tersebut.

‎”Kami siap mendukung upaya pemerintah dalam upaya menciptakan kondusifitas dan meningkatkan investasi di Sukabumi,” imbuhnya.

‎Disampaikannya, dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan sinergi dan solidaritas, diharapkan investasi di Kabupaten Sukabumi dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎”Iklim investasi yang aman dan kondusif sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukabumi, termasuk bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif,” harapnya.

‎Abah Anom menyebut, peningkatan potensi pariwisata di Kabupaten Sukabumi dan pertanian tak luput dari dampak kelestarian lingkungan.

‎”Pariwisata di Sukabumi untuk maju tak harus seperti model pariwisata di tempat lain, misalnya Bali. Sukabumi bisa lebih bagus dengan pilihan varian destinasi unggulan yg jauh lebih banyak. Formatnya bagaimana? Yah itulah pentingnya seluruh komponen Pentahelix diajak bersama bersinergi merumuskan. Hal ini termasuk peran media massa,” tandasnya.

‎Dalam pernyataan akhirnya, Anom mengungkap beberapa faktor yang dapat mempengaruhi iklim investasi antara lain:

‎* Keamanan dan stabilitas politik
‎* Regulasi yang jelas dan transparan
‎* Infrastruktur yang memadai
‎* Sumber daya manusia yang terampil
‎* Akses ke pasar dan jaringan bisnis

‎Senada, penasehat PWI Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag  mengatakan, dengan iklim investasi yang aman, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

‎”Investor itu sejatinya mau berinvestasi di wilayah kita, apabila iklim investasinya aman dan nyaman. Dengan sendirinya, mereka para pengusaha mau menanamkan modalnya,” kata Aam.

‎”Apabila situasinya aman, kepercayaan investor untuk datang akan mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai bidang dan potensi yang ada di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

‎Aam melanjutkan, selain kemanan iklim investasi, hal lainnya adalah menjaga lingkungan. Hal ini sangat penting untuk mencegah bencana alam dan mengurangi risiko kerusakan. Beberapa cara untuk menjaga lingkungan antara lain:

‎* Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
‎* Melakukan penghijauan dan reboisasi
‎* Menghemat air dan energi
‎* Mengelola sampah dengan baik
‎* Mengurangi polusi udara dan air

‎”Dengan menjaga lingkungan, kita dapat mengurangi risiko bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan,” lanjut Aam.

‎Sementara untuk warga yang terdampak bencana, kami ingin menyampaikan pesan bahwa korban tidak sendirian. PWI berduka atas apa yang dialami dan ingin membantu semoga keluarga dan keluarga tetap kuat dan tabah.

‎”Tetaplah berpegang pada harapan dan jangan ragu untuk meminta bantuan, jika korban membutuhkannya. Kami semua ada di sini untuk mendukung semua korban terdampak bencana,” ujar Aam

‎”Semoga semua korban dan keluarga, dapat segera kembali berdiri dan menjalani hidup dengan normal kembali,” pungkasnya.***

Editor : M.Nabil