Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 14

Pemkab Garut Berikan Penghargaan Pelopor Bidang Sosial dan Advokasi Masyarakat pada Salman Rizkatillah

0

Gurilaps.com, Garut || Salman Rizkatillah Abdussalam, S.M menerima Piagam Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut atas perannya sebagai Pelopor Bidang Sosial dan Advokasi Masyarakat di Kabupaten Garut. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut dalam upacara yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Minggu (19/01/2026).

Salman dinilai aktif dan konsisten dalam mengawal berbagai isu sosial, melakukan pendampingan masyarakat, serta mendorong advokasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik dan keadilan sosial. Peran tersebut dijalankannya melalui kerja-kerja lapangan bersama masyarakat, khususnya kelompok rentan dan warga yang kesulitan mengakses hak-haknya.

Menurut Salman, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat atas tanggung jawab moral dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kerja sosial dan advokasi harus terus berjalan selama ketimpangan sosial masih dirasakan oleh warga.

“Penghargaan ini bukan milik pribadi, tapi milik masyarakat yang selama ini berjuang bersama. Selama masih ada ketimpangan dan warga kesulitan mengakses hak-haknya, kerja sosial dan advokasi tidak boleh berhenti. Ini menjadi tanggung jawab moral untuk terus hadir bersama rakyat,” pungkas Salman.

Editor : AS

Kebun Binatang Bandung Dipadati Pengunjung, Destinasi Wisata Favorit 

0

Gurilaps.com || Kebun Binatang Bandung kembali menjadi destinasi wisata favorit warga Bandung dan sekitarnya, terutama setelah diterapkannya sistem tiket masuk seikhlasnya. Minggu (18/01/26), kebun binatang ini dipadati pengunjung sejak pagi hari, dengan antrean yang mengular di pintu masuk.

Pengunjung datang dari berbagai daerah, mulai dari Cimahi, Garut, Subang, hingga Jakarta. Mereka datang bersama keluarga, pelajar, dan bahkan wisatawan luar kota yang ingin menikmati wisata edukasi dengan suasana yang masih asri. Salah satu pengunjung, Belinda, mengaku sengaja datang ke Bandung Zoo untuk mengisi waktu libur bersama anak-anaknya. “Saya sangat senang karena masuknya gratis, jadi bisa menghemat biaya. Anak-anak juga bisa belajar tentang satwa secara langsung,” ujarnya.

Sistem pembayaran tiket seikhlasnya ini dinilai memberikan kemudahan dan kesempatan bagi masyarakat untuk tetap berwisata tanpa terbebani biaya. Pengunjung bisa menikmati suasana kebun binatang yang masih asri, bersantai di bawah pohon-pohon rindang, dan mengenalkan satwa kepada anak-anak secara langsung.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat senang bisa melihat hewan-hewan di kebun binatang. Kami datang dari Cimahi, dan sangat puas dengan pengalaman ini,” kata salah satu pengunjung lainnya.

Kebun Binatang Bandung sendiri telah menjadi pilihan wisata yang edukatif dan menyenangkan bagi masyarakat. Dengan suasana yang masih asri dan harga tiket yang terjangkau, tidak heran jika kebun binatang ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Bandung.***

Jurnalis : M.Nabil

Editor : AS

Peresmian Baitul Nazzar Izudin dan Majelis Dzikir Merah Putih, Doa Sholawat untuk Keselamatan Bangsa

0

Gurilaps.com || Jamaah dan tamu undangan memadati area Baitul Nazzar Izzudin di Kp. Ciutara, Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi, Sabtu 17/01/2026. Kehadiran mereka dalam rangka peresmian dan gunting pita, Majelis Baitul Nazzar Izzudin, yang bekerja sama dengan Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih

Peresmian majelis yang dibawah naungan Yayasan Nazar Izzudin tersebut dihadiri langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Parungkuda, Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, MUI Kecamatan Parungkuda, Kepala Desa Pondokkasolandeuh, serta tamu undangan lainnya. Acara tersebut berlangsung khidmat dan sarat nilai religius, dengan kehadiran para pemangku kepentingan yang ada di Kecamatan Parungkuda dan Pemdes Pondokkasolandeuh.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Yayasan Nazar Izzudin, Nazrul Izzudin mengatakan bahwa peresmian Majelis Baitul Nazzar Izzudin tersebut bukan hanya sekadar agenda seremonial saja. Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat pentingnya membangun peradaban yang berlandaskan iman, akhlak, dan persatuan.

“Majelis ini bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan rumah suci tempat sujud, pusat persaudaraan, serta mercusuar nilai-nilai keimanan dan peradaban. Dari masjid inilah diharapkan lahir doa-doa yang menguatkan dan langkah-langkah kebaikan bagi masyarakat,” ujar Nazrul Izzudin.

Dia menambahkan, keberadaan Majelis Baitul Izzudin, diharapkan mampu berperan sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat. Selain itu, majelis ini diharapkan dapat memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Desa Pondokkasolandeuh Parungkuda Sukabumi

“Mari kita makmurkan majelis ini bersama-sama. Semoga dari tempat ini tumbuh masyarakat yang berakhlak mulia, rukun, dan damai senantiasa diberkahi Allah SWT,” tambahnya.

Sementara itu, Dewan Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Aam Abdul Salam, S.Ag mengatakan, peresmian majelis Baitul Nazzar Izzudin merupakan bentuk komitmen dari Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, untuk selalu mengajak masyarakat dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Peresmian ini tonggak awal bagi kita sebagai anak bangsa dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sebagai umat Islam, Majelis harus dijadikan penggerak dalam bentuk lantunan doa dan shalawat untuk keselamatan bangsa dan negara,” kata Aam.

Aam melanjutkan, lantunan doa dan shalawat tersebut juga merupakan bentuk support yang diberikan kepada Presiden Prabowo serta mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berdoa dalam rangka keselamatan negeri dan bangsa Indonesia, khususnya dalam mendukung peogram Asta Citanya Bapak Presiden.

“Banyak program yang bagus dalam Asta Citanya Bapak Prabowo. Maka, kita wajib mendukung semua programnya agar bisa tercapai sesuai harapan,” lanjut Aam.

“Maka, sangat penting dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk suksesi Asta Cita. Oleh karena itu Kami menyerukan dan mengajak kepada ratusan juta rakyat Indonesia untuk mendoakan Bapak Presiden Prabowo, agar sukses menuntaskan semua programnya,, salahsatunya lewat doa dan dzikir di setiap masjid dan majelis ini, ” seru Aam.

Aam menjelaskan, bentuk doa yang dipanjatkan tersebut bisa dilakukan secara personal maupun secara berjamaah di majlis-majlis. Sebagaimana yang rutin dilaksanakan oleh Majelis Dzikir Merah Putih merupakan Majlis Dzikir dan Shalawat RI 1 Prabowo Subianto”.

“Kalau berdoa nya bebas ya, bisa secara personal maupun berjamaah. Nah, Kami sendiri sudah membentuk majelis khusus yaitu majelis dzikir merah putih,” jelas Aam.

Aam menegaskan, kehadiran masjid dan majelis Baitul Izzudin tersebut merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan energi positif kepada Bapak Presiden sebagai Kepala Negara Sekaligus Kepala Pemerintahan.

“Majelis ini harus menjadi bagian penting untuk menyalurkan energi positif kepada Presiden Prabowo. Dimana beliau sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan harus memiliki energi positif menjadi kekuatan dalam mengolah negara ini,” tegas Aam.

“Banyak program-program unggulan yang telah dicetuskan oleh Presiden dalam asta citanya. Semua nya harus didukung untuk mewujudkan dan membawa masyarakat yang sejahtera. Caranya banyak, salahsatunya mwmberikan dukungan dengan Dzikir dan Shalawat ini,” pungkas Aam.***

Editor : Asep SG

Bupati Sukabumi Bersama Forkopimda Hadiri Lailatul Ijtima, ” Momentum Introspeksi dan Ikatan Kebersamaan”

Gurilaps.Com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar berkumpul bersama Forkopimda, ulama, hingga masyarakat di Pendopo Sukabumi, Kamis malam, 15 Januari 2026. Kegiatan dalam rangka silaturahmi tersebut, dikemas dengan istilah Lailatul Ijtima.

Kegiatan untuk berbagi ilmu, berdzikir, hingga doa bersama ini, dihadiri pula para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

“Lailatul Ijtima ini bukan sekadar rutinitas, namun momentum penting untuk intropeksi diri dan memperkuat ikatan kebersamaan di antara kita,” ujar Bupati Sukabumi H. Asep Japar.

Bahkan melalui Lailatul Ijtima ini, dapat memperkokoh ukhuwah islamiyah. Terutama demi terciptanya kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarakah.

“Ukhuwah islamiyah ini merupakan fondasi moral yang kokoh bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan solid. Terutama di tengah dinamika kehidupan sosial saat ini,kita dituntut untuk menjaga persatuan,” ucapnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak bisa melaksanakan pembangunan secara parsial. Sebab, diperlukan kolaborasi dan sinergi yang erat antara ulama, umaro, dan seluruh elemen masyarakat.

“Semua ini diperlukan untuk memastikan program pembangunan berjalan optimal dan berorientasi pada kepentingan publik,” ungkapnya.

Berkaca dari hal tersebut, bupati mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen dan menjaga kerukunan umat beragama. Selain itu, dapat meningkatkan koordinasi antara pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat dalam menjalankan program keagamaan dan sosial.

“Mari kita jadikan nilai religius sebagai landasan dalam setiap kebijakan dan aktivitas pembangunan. Selain itu,mari manfaatkan malam Lailatul Ijtima ini sebagai ajang bertafakur, bersyukur, dan menyatukan langkah demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sukabumi H. Andi Rahman menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pikiran hingga menyelaraskan visi misi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah. Apalagi dengan kehadiran forkopimda, tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya.

“Semoga melalui kegiatan ini, kerukunan dan keharmonisan dapat terus terjaga,” pungkasnya.

Dalam kegiatan yang penuh makna ini, diakhiri lewat tausyiah oleh Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH. E.S Mubarok.***

Editor : Nabil

PB HMI Gelar Dialog Nasional Kaji Masa Depan Penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia

0

Grilaps.com, Jakarta || Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Bidang Lingkungan Hidup periode 2024–2026 menggelar Dialog Nasional bertema “Masa Depan Penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia”.

Kegiatan yang diprakarsai Forum GUNTUR (Forum Gerakan untuk Rakyat) ini berlangsung di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung No. 25A, Guntur, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Dialog nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah yang dinilai memiliki peran strategis dalam penanganan konflik agraria di Tanah Air.

Mereka adalah Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Ditjen Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, Julmansyah serta Kepala Subdirektorat Penanganan Sengketa Batas Bidang Tanah, Deden Sudrajat.

Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Kemenhut RI, Julmansyah, menekankan pentingnya pengakuan hak masyarakat adat dan penguatan perhutanan sosial sebagai solusi jangka panjang konflik agraria di kawasan hutan.

“Sebagian besar konflik agraria di kawasan hutan bersumber dari persoalan tenurial yang belum tuntas. Pemerintah mendorong skema perhutanan sosial dan pengakuan hutan adat sebagai jalan keluar, agar masyarakat memperoleh kepastian hukum sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata Julmansyah.

Ia menambahkan, penyelesaian konflik tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga dialog intensif dengan masyarakat di lapangan.

“Pendekatan partisipatif menjadi kunci agar kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi pertanahan, Kepala Subdirektorat Penanganan Sengketa Batas Bidang Tanah, Deden Sudrajat menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem penyelesaian sengketa tanah agar lebih cepat, transparan, dan berkeadilan.

“Konflik agraria sering kali dipicu tumpang tindih hak atas tanah dan lemahnya administrasi pertanahan. Kementerian ATR/BPN berkomitmen memperkuat sistem pencegahan dan penyelesaian sengketa melalui digitalisasi data serta mediasi yang mengedepankan keadilan bagi semua pihak,” ujar Deden Sudrajat.

Ia juga menegaskan perlunya sinergi lintas kementerian dan lembaga agar penanganan konflik agraria tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup PB HMI, Andi Kurniawan, menyatakan dialog nasional ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk ikut mengawal isu konflik agraria yang berdampak langsung pada rakyat.

“PB HMI memandang konflik agraria sebagai persoalan serius yang menyangkut keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Dialog ini diharapkan melahirkan gagasan dan rekomendasi yang bisa mendorong perubahan kebijakan,” kata Andi.

Senada dengan itu, Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan menegaskan komitmen HMI untuk terus berada di garda depan perjuangan rakyat.

“HMI memiliki tanggung jawab historis untuk mengawal isu-isu kerakyatan, termasuk konflik agraria. Kami berharap dialog ini tidak berhenti pada wacana, tetapi berlanjut pada aksi nyata dan pengawalan kebijakan,” ujar Bagas.

Dialog nasional ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga selesai pada pukul 17.00 WIB, dan dihadiri oleh kader HMI, aktivis lingkungan, serta perwakilan masyarakat sipil yang menaruh perhatian besar terhadap masa depan penyelesaian konflik agraria di Indonesia.***

Editor : Yosep.M

Kebijakan Pemerataan MBG di Sukabumi, BGN Diminta Perkuat Koordinasi

Gurilaps.com || Penerapan kebijakan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) memicu dinamika di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sejumlah mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menilai kebijakan tersebut dijalankan terlalu cepat tanpa didahului koordinasi menyeluruh, sehingga berdampak pada kenyamanan pelaksanaan di lapangan.

Pengelola SPPG Warnasari, Kabupaten Sukabumi, Ricky Julius, menuturkan bahwa secara substansi kebijakan pemerataan bertujuan baik. Namun, dalam praktiknya, kebijakan tersebut dinilai kurang memperhatikan kemitraan yang selama ini telah berjalan stabil dan tanpa kendala.

“Pemerataan memang niatnya bagus, tapi penerapannya terlalu terburu-buru. Akhirnya situasi menjadi kurang kondusif. Padahal, kami sudah bekerja sama dengan SMKN 1 lebih dari tujuh bulan dan tidak pernah ada persoalan,” ujar Ricky saat ditemui di SMKN 1 Kota Sukabumi, Kamis (15/1/2026) malam.

Ia menjelaskan, imbas dari kebijakan tersebut, pihaknya diminta melepas sebagian penerima manfaat. Namun, pihak sekolah mitra justru menyampaikan penolakan karena menilai kerja sama yang terjalin selama ini berjalan aman dan efektif.
“Sekolah merasa tidak ada masalah. Kerja sama sudah berjalan baik dan kondusif, sehingga mereka menolak perubahan mendadak,” ungkapnya.

Menurut Ricky, kebijakan pemerataan terkesan memosisikan mitra lama seolah harus mengakhiri kerja sama secara sepihak, padahal tidak pernah ada forum konsolidasi yang melibatkan semua pihak terkait, baik pengelola dapur maupun institusi pendidikan.

Ia menilai, meskipun regulasi pemerataan yang diterbitkan BGN cukup ideal secara konsep, pelaksanaannya semestinya diawali dengan pengarahan dan koordinasi yang matang bersama para mitra.

“Membangun kepercayaan sekolah itu proses panjang. Ada evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan. Tidak bisa serta-merta dipindahkan ke dapur lain yang rekam jejaknya belum tentu dipahami pihak sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya aspek jarak dalam distribusi MBG. Saat ini, jarak dapur SPPG Warnasari ke sekolah penerima manfaat hanya sekitar 2,7 kilometer, sehingga kualitas dan ketepatan distribusi makanan lebih terjamin.

Apabila kebijakan pemerataan tetap diberlakukan tanpa kesepahaman bersama, Ricky menyebut SPPG Warnasari berpotensi kehilangan sekitar 2.000 penerima manfaat.

“Ini bukan sekadar soal bisnis. Melayani ribuan penerima manfaat membutuhkan kesiapan dan konsistensi. Sekolah juga sudah merasa nyaman dengan layanan kami,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan pihaknya tetap akan menyalurkan MBG selama belum ada keputusan resmi terkait perubahan kemitraan.

“Kami patuh pada aturan, tetapi berharap ada konsolidasi yang jelas dan adil. Jangan hanya menunjuk satu dapur, padahal di wilayah Cikole ada dapur lain yang jaraknya lebih dekat,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator BGN Wilayah Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, menyampaikan bahwa kebijakan pemerataan merupakan bagian dari proses penataan dan sinkronisasi data penerima manfaat MBG yang telah diatur dalam regulasi resmi.

Ia menjelaskan, BGN telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2025 tertanggal 11 Agustus 2025, serta Surat Keputusan Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026 yang ditandatangani pada 29 Desember 2025.

“Dalam petunjuk teknis sudah diatur bahwa lokasi satuan pendidikan harus berada dalam radius maksimal enam kilometer dari SPPG atau waktu tempuh distribusi tidak lebih dari 30 menit,” jelas Septo.

Ia menambahkan, distribusi MBG masih diperbolehkan melintasi batas administrasi kecamatan selama berada dalam wilayah kota atau kabupaten yang sama.

Septo mengakui, hingga kini masih ditemukan distribusi MBG lintas wilayah, termasuk di Kecamatan Cikole. Berdasarkan data sementara, terdapat 153 penerima manfaat yang tercatat, dan setelah dilakukan pemerataan jumlahnya disesuaikan menjadi 113 orang.

“Masih ada sekitar 40 penerima manfaat yang distribusinya lintas kota dan kabupaten. Ini kami benahi secara bertahap melalui sinkronisasi data,” ungkapnya.

Ia menegaskan, proses penataan dilakukan secara bertahap mengingat BGN masih merupakan lembaga yang relatif baru dan membutuhkan evaluasi berkelanjutan.

“Ini merupakan persoalan internal antar mitra dan kami upayakan penyelesaiannya tetap kondusif. Saat ini, jumlah SPPG di Kota Sukabumi mencapai 46,” pungkas Septo.***(RAF)

Editor : Rd Ratu Dinar

Pengelola Dapur SPPG Ciemas 02 Sukabumi Dukung Guru dan Tenaga Sekolah Dapat Makan Bergizi Gratis

Gurilaps.com || Pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciemas 02 menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menegaskan bahwa guru, tenaga tata usaha (TU), serta petugas kebersihan sekolah juga berhak mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya wakil ketua BGN, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan aturan soal guru dan pegawai di sekolah sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 terkait Perluasan Penerima MBG.

“Perpres Presiden nomor 115 keluar dari bulan Desember, itu ada tulisannya, guru dan tenaga guru dapat,” kata Nanik, saat meninjau MBG di SMK 1 Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Dari informasi tersebut PIC Dapur SPPG Ciemas 02, Rizal, menanggapi pemberitaan dan artikel yang beredar terkait kebijakan tersebut. Ia menilai bahwa pemberian makan bergizi gratis kepada seluruh unsur di lingkungan sekolah merupakan langkah yang sangat tepat dan layak untuk diterapkan.

“Kami selaku pengelola dapur SPPG sangat setuju, bahkan sangat setuju sekali. Selama ini, pada tahap awal biasanya yang mendapatkan jatah makan bergizi gratis hanya sebatas PIC atau perwakilan sekolah. Namun alangkah baiknya jika seluruh guru, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga petugas kebersihan di sekolah juga bisa menikmati program ini,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, masih banyak guru yang berstatus honorer dan belum memiliki sertifikasi maupun status ASN atau PNS. Dengan adanya makan bergizi gratis, setidaknya dapat membantu meringankan beban biaya makan siang para guru dan tenaga pendukung di sekolah.

“Tidak semua guru itu bersertifikat atau ASN. Masih banyak guru honorer di lingkungan kami yang tentu sangat terbantu dengan adanya makan bergizi gratis ini,” jelasnya.

Selain manfaat ekonomi, Ia menilai program ini juga memiliki dampak sosial yang positif. Makan siang bersama antara guru dan siswa dinilai mampu meningkatkan interaksi, komunikasi, serta kedekatan emosional di lingkungan sekolah.

“Dengan makan bersama, akan terbangun rasa kekeluargaan antara guru dan siswa. Ini menjadi nilai positif bagi dunia pendidikan, karena kedekatan tersebut dapat memperkuat hubungan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa masih banyak manfaat lain yang dapat dirasakan dari program MBG jika diberikan secara merata kepada seluruh elemen sekolah. Oleh karena itu, pihak pengelola dapur SPPG Ciemas 02 mendukung penuh kebijakan tersebut agar dapat direalisasikan secara menyeluruh.

“Menurut kami, program makan bergizi gratis bagi guru, tenaga pendidik, dan tenaga pendukung lainnya sangat layak untuk diterapkan,” pungkasnya. (IFU)***

Editor : M.Nabil

PT Kilang Pertamina Balikpapan Diresmikan Presiden Prabowo

Gurilaps.com || Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan.

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan proyek kilang minyak raksasa atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan senilai Rp 123 triliun pada Senin (12/1/2026). Hal tersebut terungkap dalam unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet atau @sekretariat.kabinet. (Dok. Kementerian ESDM)

“Rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026 (hari ini),” tulis @sekretariat.kabinet, Senin (12/1/2026). (Dok. Kementerian ESDM)

Sebagaimana diketahui, proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero). (Dok. Kementerian ESDM)

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan operasional awal, seiring dimulainya rangkaian start-up unit utama pengolahan, yakni Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, yang merupakan hasil modernisasi Kilang Balikpapan melalui proyek RDMP. (Dok. Kementerian ESDM)

Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan. (CNBC Indonesia/Adiandono)

Dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp 123 triliun, proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Tenggara.***

Editor : Nabil L

Dampingi Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN, Bupati Sukabumi : Program MBG 3B Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

0

Gurilaps.com || Bupati Sukabumi H Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/Kepala BKKBN pada kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam rangka pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/1/2026).

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya stunting, di antaranya pernikahan dini, pemenuhan asupan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap terjadinya stunting.

Menteri Wihaji juga menyoroti masih adanya praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, pernikahan dini memiliki pengaruh besar terhadap tingginya risiko stunting.

Bupati Sukabumi H Asep Japar mengapresiasi kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI di tengah masyarakat yang membawa program antisipasi stunting.

“Kehadiran Pak Menteri di Kabupaten Sukabumi menjadi semangat baru dalam upaya pengentasan stunting di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Menurut Bupati, persoalan stunting dan pemenuhan gizi merupakan isu fundamental yang menentukan kualitas sumber daya manusia bangsa di masa mendatang. Program MBG 3B, atau Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, baduta (bayi di bawah dua tahun), dan balita, merupakan inisiatif nyata pemerintah pusat di bawah arahan Presiden untuk memastikan pemenuhan asupan gizi yang cukup sejak dini.

Program MBG 3B ini bukan sekadar pemberian bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Dengan tubuh yang sehat dan tumbuh kembang yang optimal, anak-anak diharapkan dapat lebih fokus belajar dan meraih cita-cita,” ucapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa peran para kader TPK sangat penting dalam rantai distribusi dan edukasi Program MBG 3B. Para kader bertugas mendistribusikan bantuan, memberikan edukasi gizi seimbang, serta mendampingi keluarga penerima manfaat secara langsung di lapangan.

Dedikasi para kader memastikan makanan yang diterima benar-benar aman, sehat, dan bergizi seimbang, serta tersalurkan kepada sasaran prioritas, yaitu ibu hamil dan anak-anak yang membutuhkan.

Melalui kegiatan temu kader ini, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga posyandu. Tantangan di lapangan diharapkan menjadi semangat untuk bekerja lebih optimal.

“Kami optimis, Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan keluarga-keluarga yang berkualitas.

Sementara itu, Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperkuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan kolaborasi yang solid, Kadis optimis pelaksanaan program SPPG di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Kecamatan Kabandungan, dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama para kader yang penuh dedikasi dalam mendampingi keluarga di lapangan.

Dalam kesempatan itu dilakukan Kunjungan keluarga rawan stanting (KRS) dan rutilahu kp cikubang RT 21 RW 09 desa kabandungan dan di lanjutkan kp Kaladi 1 RT 03 RW 05 desa tugu bandung. ****

Editor : Yosep M

Bupati Purwakarta Hadiri Kegiatan Jalan Santai Dalam Tangka HUT Partai Hanura ke-19 di Alun Alun Wanayasa

Gurilaps.com || Bupati Purwakarta menghadiri kegiatan jalan santai sekaligus penutupan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ke-19 yang digelar di Alun-Alun Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, pada Minggu, (11/1/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah dan diikuti oleh kader partai serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Acara jalan santai tersebut menjadi puncak dari rangkaian kegiatan HUT Partai Hanura ke-19 yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan, silaturahmi, serta meningkatkan partisipasi sosial antara partai politik dan masyarakat.

Bupati Purwakarta menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ke-19 di Kabupaten Purwakarta.

Ia berharap momentum peringatan HUT ini dapat menjadi ajang konsolidasi kader sekaligus memperkuat hubungan dan kedekatan Partai Hanura dengan masyarakat.

“Semoga di usia ke-19 ini, Partai Hanura semakin solid, terus berkontribusi positif bagi pembangunan daerah, serta mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat,” ujarnya singkat.

Melalui rangkaian kegiatan HUT Hanura tersebut, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat perjuangan partai dapat terus tumbuh dan terjaga.

Hal ini sejalan dengan peran politik partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban, hiburan rakyat, serta pembagian doorprize, yang semakin menambah semarak perayaan HUT Partai Hanura ke-19 di Kabupaten Purwakarta.***

Editor : AS