Kamis, April 23, 2026
Beranda blog Halaman 14

Pekan Olahraga Mahasiswa Sukses digelar BEM STISIP WM Palabuhanratu Bangun Sportivitas 

0

Gurilaps.com, Sukabumi || Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) telah sukses menyelenggarakan Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) yang berlangsung selama dua pekan, tepatnya pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 6-7 serta 13-14. Selain daripada kegiatan rutin setiap tahun, kegiatan pada momen tahun ini juga sebagai upaya membangun sportivitas, kebersamaan di kalangan mahasiswa STISIP WM Palabuhanratu.

Selama pelaksanaan, berbagai cabang olahraga dipertandingkan dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton sehingga menciptakan suasana yang kompetitif menjunjung nilai fair play.

Perlombaan yang dipertandingkan ada Volly, Mobil Legend, Badminton dan terkahir ditutup dengan pertandingan Futsal putra/putri yang direspon sangat meriah oleh seluruh peserta.

Kemahasiswaan, Ade Tabroni berpesan, untuk tetap menjaga sportivitas karena kalah dan menang sesuatu hal yang wajar, persaudaraan harus tetap dijunjung.

“Saya pesan, hal-hal yang terjadi pada kegiatan (POM) ini cukup sampai disini. Jika ada hal yang kiranya kurang berkenan dihati rekan-rekan cukup sampai disini, karena kita semua saudara dari semester satu sampai semester tujuh,” ucap Ade.

Lebih lanjut, Ade juga mengapresiasi pada seluruh mahasiswa dan kepada pemenang lomba yang berjuang sampai akhir.

“Sykur Alhamdulillah pada kesempatan kali ini seluruh rangkaian acara telah selesai. Saya atas nama lembaga STISIP WM Palabuhanratu mengucapkan selamat kepada para juara,” tuturnya.

Sekretaris pelaksana, Mukti, mewakili panitia mengatakan, apresiasi pada seluruh peserta yang terlibat dan tetap berlapang dada dengan hasil yang diperoleh karena apapun hasilnya itu merupakan buah tetesan perjuangan rekan-rekan.

“Saya mewakili panitia, terimakasih kepada seluruh yang berkontribusi pada POM tahun ini. Saya ucapkan selamat pada teman-teman yang telah tercapai harapannya untuk menjadi juara dan pada yang belum (juara) jangan berkecil hati, karena masih ada kesempatan ditahun mendatang nanti,”. Ujar mukti.

Ketua BEM, Tamil, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggarakannya kegiatan POM berjalan dengan apa yang diharapkan.

Selain itu, Tamil juga menyampaikan bahwa kegiatan POM tidak hanya bertujuan untuk mencari prestasi, tetapi juga untuk membentuk karakter mahasiswa yang sehat, disiplin, dan mampu bekerja sama dalam tim.

“POM ini semata bukan hanya sekedar mencari prestasi saja, tapi juga bagaimana untuk membentuk karakter juga kerja sama tim. Sehingga khususnya melahirkan mahasiswa STISIP yang hebat juga dapat seimbang aktivitas akademik dan pengembangan potensi nonakademik,” ujar Tamil.

Seluruh rangkaian kegiatan POM berjalan dengan lancar dan tertib berkat dukungan panitia, peserta serta stakeholder yang terlibat. Penutupan kegiatan menjadi pertanda berkahirnya kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa STISIP dengan capain positif dan kebersamaan yang kokoh. (Ujang Supiandi)***

Editor : Rd. Ratu Dinar

Pemkot Sukabumi Tegaskan Komitmen Perkuat identitas Budaya dengan Penguatan Peran Indung Jeung Bapak Budaya

Gurilaps.com || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya daerah melalui kegiatan Ngangkat Indung Jeung Bapak Budaya Kota Sukabumi bertema “Adab Karna Budaya” yang digelar di Gedung Juang 45, Minggu (14/12/2025).

Acara ini dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Anggota DPR RI Desi Ratnasari, Deputi Lemhannas RI Mayjen TNI Dr. Ridho Hermawan, jajaran pimpinan perangkat daerah, unsur kewilayahan, tokoh agama dan masyarakat, komunitas kesundaan, serta para budayawan dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menekankan pentingnya peran pemimpin dan tokoh masyarakat sebagai teladan dalam mengamalkan nilai-nilai budaya. Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan, tetapi pedoman perilaku yang membentuk adab dan karakter masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai budaya sebagai landasan dalam kehidupan sosial, seperti membangun sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta menghindari konflik yang berangkat dari iri dan perpecahan. Wali Kota menilai, penguatan adab berbasis budaya akan menciptakan kehidupan kota yang harmonis dan berwibawa.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, H. Ayep Zaki juga mengungkapkan rencana penguatan kelembagaan kebudayaan, termasuk penyusunan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) kebudayaan yang selaras dengan kebijakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Selain itu, Gedung Aher direncanakan akan direvitalisasi dan difungsikan sebagai pusat kegiatan budaya.

Pada momentum tersebut, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki bersama Anggota DPR RI Desi Ratnasari secara resmi diangkat sebagai Indung dan Bapak Budaya Kota Sukabumi. Pengangkatan ini dimaknai sebagai simbol tanggung jawab moral untuk menjaga, merawat, dan menumbuhkan nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.

Sementara itu, Deputi Lemhannas RI Mayjen TNI Dr. Ridho Hermawan menyampaikan bahwa kehidupan yang dilandasi adab akan melahirkan keteraturan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Ia mengapresiasi langkah Kota Sukabumi yang menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan karakter.

Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Sunda yang sarat pesan moral, sekaligus menegaskan bahwa budaya memiliki peran strategis dalam membangun masa depan masyarakat yang berakar pada budi pekerti dan kearifan lokal. (RAF)***

EDITOR : AS

Bupati Dalam Pelantikan FKDT Minta Tingkatkan.Prestasi dan Bersinergi dengan Pemkab Sukabumi

0

Gurilaps.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan dilantiknya DPC FKDT Kabupaten Sukabumi dengan kepengurusan baru diharapkan mampu meningkatkan eksistensi dan prestasi FKDT, serta terus bersinergi dengan Pemkab Sukabumi.

Demikian dikatakan Bupati saat menghadiri pelantikan pengurus baru DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2025-2030.

Pelantikan yang mengusung tema “Memaksimalkan Ikhtiar Merawat dan Menjaga Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk Sukabumi Mubarakah” tersebut
berlangsung di Pusbang Dai Cikembang, Kecamatan Cikembar, Senin (15/12/2025).

“Pelantikan ini adalah amanah dan tanggung jawab untuk memajukan umat di Kabupaten Sukabumi,” ujar Bupati

Selain itu, Bupati mrngatakan FKDT memiliki peran strategis dalam mencetak karakter anak bangsa. Ia menyebutkan, para guru madrasah adalah pilar utama bagi Sukabumi yang Mubarokah.

Diketahui KH. Abdullah,resmi dilantik sebagai ketua FKDT Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2025-2030. Pelantikan ini sekaligus menjadi momen Silaturahmi Akbar yang dihadiri oleh ratusan Asatidz dan Asatidzah Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Sukabumi

KH. Abdullah menyampaikan bahwa FKDT merupakan aset penting yang ada di Kabupaten Sukabumi, dan siap mendukung kab. sukabumi mubarokah.

“Kami siap memaksimalkan usaha dan menjaga madrasah untuk mewujudkan visi Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan barokah,” Singkatnya.

Editor : Rd Ratu Dinar

Viral Video TKW Sukabumi Terbaring Sakit di Cina, Berharap Uluran Tangan untuk Bisa Pulang Berobat

0

Gurilaps.com || Sebuah video yang menampilkan kondisi memprihatinkan seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kota Sukabumi beredar luas dan menyita perhatian publik. Perempuan bernama Lanti (46), yang saat ini berada di Shanghai, Cina, tampak terbaring lemah sambil menyampaikan permohonan bantuan agar dapat segera dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani pengobatan.

Lanti merupakan warga Jalan Pemuda I Gang Sumber Jaya RT 03/07, Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Dalam rekaman tersebut, ia mengaku menderita sakit serius yang membuat tubuhnya mengalami pembengkakan di sejumlah bagian dan tidak lagi mampu bekerja.

Dengan suara yang nyaris tak terdengar, Lanti meminta perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyebut kondisi kesehatannya semakin menurun, sementara keterbatasan biaya membuatnya tak berdaya untuk pulang ke Tanah Air.

“Pak Dedi, saya TKW di Cina, sekarang lagi sakit dan ingin pulang ke Indonesia untuk berobat, tapi tidak punya biaya. Badan saya bengkak semua, saya sudah tidak kuat. Penyakitnya komplikasi, dari jantung, lambung, sampai gejala TBC,” tuturnya lirih dalam video.

Ia mengungkapkan, pembengkakan paling parah terjadi di bagian perut hingga kaki, sehingga aktivitas sehari-hari pun menjadi sangat terbatas. Dalam kondisi menahan sakit, ia terus menyampaikan harapannya agar dapat segera kembali ke Indonesia.

Keterangan tersebut diperkuat oleh kakak kandungnya, Isop (55). Ia mengatakan bahwa Lanti mulai mengeluhkan gangguan kesehatan sejak pertengahan tahun 2025. Saat itu, keluhan awal hanya berupa benjolan kecil di perut.

“Awalnya cuma benjolan kecil. Ibu sudah menyuruh pulang, tapi dia bilang belum ada uang untuk pulang,” ujar Isop, Minggu (14/12/2025).

Meski kondisi kesehatannya menurun, lanjut Isop, adiknya tetap bekerja demi memenuhi tuntutan hidup. Komunikasi dengan keluarga pun sempat terputus beberapa bulan. Ketika kembali menghubungi, kondisi Lanti sudah semakin parah.

“Dia bilang perutnya tiba-tiba membesar dan sangat sakit. Mau pulang juga harus urus surat-surat, katanya butuh biaya sampai Rp50 juta,” ucapnya.

Isop menjelaskan, Lanti memilih bekerja ke luar negeri sejak 2019 demi mencukupi kebutuhan keluarga dan membiayai anak semata wayangnya. Selama bekerja di Cina, Lanti masih rutin mengirimkan uang untuk anaknya yang kini duduk di bangku kelas II SMA dan merupakan santri tahfidz Al-Qur’an.

Sejak berangkat ke luar negeri, Lanti belum pernah pulang dan bertemu kembali dengan anaknya. “Ibu berharap ada pihak yang bisa membantu memulangkan Lanti secepatnya. Sudah lama tidak bertemu, kasihan juga anaknya,” tutur Isop.

Keluarga kini sangat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait agar Lanti bisa segera dipulangkan ke Indonesia dan mendapatkan perawatan medis yang layak.***(RAF)

Editor : Asep SH

Usai Direhabilitasi, Elang Jawa Raja Dirgantara Kembali Dilepas ke Alam di Situ Gunung Sukabumi

0

Gurilaps.com, Sukabumi || Seekor Elang Jawa jantan bernama Raja Dirgantara kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Danau Situ Gunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025). Pelepasliaran dilakukan oleh Kementerian Kehutanan bersama Balai Besar TNGGP setelah elang tersebut dinyatakan memenuhi syarat kelayakan.

Pemilihan lokasi pelepasliaran didasarkan pada hasil kajian teknis yang mencakup kondisi habitat, ketersediaan pakan, serta tingkat kompetisi satwa liar. Area perbukitan di sekitar Situ Gunung dinilai mendukung kebutuhan hidup Elang Jawa yang memiliki wilayah jelajah luas.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan, Raja Dirgantara telah dibekali perangkat GPS telemetry guna memantau pergerakan dan pola jelajahnya pascapelepasliaran. Pemantauan ini ditujukan untuk mendukung pengelolaan habitat dan penguatan upaya konservasi Elang Jawa.

“Perangkat GPS memungkinkan kami mengetahui pergerakan elang, wilayah jelajah, hingga lokasi bertengger dan mencari makan. Penggunaannya dilakukan dengan tetap memperhatikan kesejahteraan satwa,” kata Rohmat.

Raja Dirgantara sebelumnya menjalani proses rehabilitasi selama 1 tahun 3 bulan di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa (PPKEJ) Cimungkad, Sukabumi. Elang tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat dari Kecamatan Sukanegara, Kabupaten Cianjur, dalam kondisi belum mandiri saat pertama kali diterima pada September 2024.

Selama masa rehabilitasi, tim PPKEJ Cimungkad melakukan pemulihan perilaku melalui berbagai tahapan, termasuk pemberian pakan alami dan latihan berburu. Berdasarkan hasil evaluasi kesehatan dan perilaku, Raja Dirgantara memperoleh nilai 405 poin, melampaui batas minimal yang ditetapkan untuk dilepasliarkan.

PPKEJ Cimungkad merupakan fasilitas rehabilitasi dan edukasi Elang Jawa yang berdiri sejak 2020 di kawasan TNGGP. Selain sebagai pusat pemulihan satwa, kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan konservasi bagi masyarakat.

Rohmat menyebutkan, populasi Elang Jawa di Pulau Jawa saat ini diperkirakan mencapai 511 pasang dan menunjukkan tren peningkatan. Ke depan, Kementerian Kehutanan berencana memperluas penggunaan teknologi pemantauan ke puluhan kantong habitat Elang Jawa di berbagai wilayah.

Selain pemanfaatan teknologi, pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat sekitar hutan dalam menjaga kelestarian habitat. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi serta pemberian apresiasi kepada tokoh lokal yang berperan aktif dalam konservasi satwa liar.***(RAF)

Editor : AS

Ahli Waris Ketua PWI Kab.Sukabumi Terima Santunan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi

0

Gurilaps.com || BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi. Kegiatan penyerahan santunan secara simbolis tersebut berlangsung  di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Jumat 12/12/2025.

Penyerahan secara simbolis santunan JKM tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Kepala Bidang Kepesertaan Khusus dan Keagenan serta jajaran, Ketua dan pengurus PWI Kabupaten/Kota Sukabumi, serta ahli waris dari Alm. Mulya Hermawan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi yang diwakili oleh Kepala Bidang Kepesertaan Khusus dan Keagenan, Supriatna, menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian dari komitmen lembaganya dalam meningkatkan kesadaran pekerja sektor formal maupun informal mengenai pentingnya jaminan sosial. Ia menilai, masih banyak pekerja khususnya di sektor informal yang rentan terhadap risiko kerja namun belum terlindungi oleh program jaminan ketenagakerjaan.

“Dengan menjadi peserta aktif, mereka akan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketika terjadi risiko kerja, seperti yang dialami oleh Almarhum Bapak Mulya Hermawan,” ungkap Supriatna.

“Kebetulan beliau memiliki dua kepesertaan, pertama peserta PU sebagai Karyawan di PT. Media Bisnis Network sebagai Pimpinan Redaksi, yang kedua beliau aktif sebagai kepesertaan BPU, tercatat sebagai jurnalis/wartawan. Jadi, ahli waris menerima santunannya sebesar Rp74 juta rupiah,” tambahnya.

Supriatna berharap agar para pekerja lain selain profesi wartawan di semua sektor, dapat tergerak untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan demi mendapatkan perlindungan yang layak.

“Kami ingin semua pekerja di semua sektor, khususnya yang informal memiliki rasa aman dan terlindungi saat bekerja. Program BPJS Ketenagakerjaan adalah hak yang perlu mereka dapatkan,” harap Supriatna.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap ada peningkatan partisipasi pekerja informal khususnya di sektor-sektor yang rentan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, PWI Kabupaten dan Kota Sukabumi, serta para pemangku kepentingan diharapkan bisa memperkuat upaya perlindungan bagi pekerja yang memiliki risiko tinggi dalam aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat program jaminan sosial. BPJS Ketenagakerjaan menekankan bahwa perlindungan ketenagakerjaan merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh pekerja, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal.

Upaya edukasi dan sosialisasi akan terus dilakukan agar semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, kematian, dan berbagai kondisi lain yang dapat mengancam keberlangsungan hidup keluarga pekerja.

“Melalui kegiatan seperti ini, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan bahwa tidak ada pekerja yang berjuang sendirian ketika menghadapi risiko dalam pekerjaan mereka,” tegasnya.

“Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, berkomitmen melanjutkan sinergi dengan berbagai pihak di sektor apapun. Kita berharap peningkatan kepesertaan dari sektor informal dapat terus berjalan sehingga lebih banyak pekerja yang mendapat perlindungan yang layak dan berkelanjutan,” pungkas Supriatna.***

Editor : Asep SG

Wacana Perpanjangan Masa Jabatan DPR: Distorsi Mandat Demokrasi dan Gejala Otoritarianisme Lunak

0

Oleh : M. Atta Saqi/Kementerian Luar Negeri (BEM Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi)

Gurilap.com || Isu mengenai kemungkinan perpanjangan masa jabatan DPR hingga 10 tahun—meskipun belum memiliki landasan hukum eksplisit—perlu dipahami bukan sekadar sebagai kekeliruan informasi, tetapi sebagai indikasi serius terganggunya arsitektur komunikasi demokrasi antara negara dan warga negara.

Bahwa isu seperti ini dapat beredar luas tanpa bantahan cepat dan komprehensif dari lembaga legislatif menunjukkan adanya “defisit transparansi institusional” yang semakin menggerogoti legitimasi politik.

Dalam perspektif teori politik modern, setiap wacana yang berkaitan dengan term extension merupakan “isu red-alert,” karena menyentuh inti kontrak sosial: “durasi kekuasaan hanya sah selama mandat rakyat”.

Begitu ada upaya memperpanjangnya—bahkan dalam bentuk wacana teknokratis—maka negara wajib memberikan justifikasi normatif, hukum, dan etis yang sangat ketat.

Tidak adanya komunikasi ini memperlihatkan apa yang oleh sejumlah ilmuwan politik disebut sebagai “soft authoritarian drift: kecenderungan kekuasaan yang bergerak perlahan menuju dominasi, bukan pelayanan.

Selain itu, membiarkan kabar perpanjangan jabatan bergulir tanpa klarifikasi tegas memperlihatkan karakter sistem politik yang reaktif, bukan proaktif. Sistem legislatif ideal—dalam kerangka “good governance”—mempraktikkan “akuntabilitas radikal”, yakni kemampuan menjelaskan, membantah, dan membuka informasi secara cepat untuk mencegah spekulasi publik. Ketika ruang klarifikasi dibiarkan kosong, ruang itu akan diisi oleh ketidakpercayaan.

Jika benar bahwa putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan pemilu nasional dan daerah menuntut rekonstruksi jadwal jabatan tertentu, maka secara akademik ada tiga prasyarat mutlak:

1. Kejelasan dasar hukum

2. Batas transisional yang ketat dan temporer

3. Pengawasan publik yang tidak dinegosiasikan

Namun, yang muncul justru keruhnya diskursus dan lambannya respons lembaga yang seharusnya menjadi penjaga konstitusionalisme. Dalam terminologi demokrasi kontemporer, ini adalah kegagalan deliberatif, yakni kegagalan negara menyediakan ruang diskusi yang jernih, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, isu ini tidak boleh dianggap sebagai sekadar “kesalahpahaman publik”. Ini adalah cermin dari “kemunduran kualitas komunikasi politik negara”, yang jika dibiarkan, menjadi jalan menuju normalisasi perpanjangan kekuasaan tanpa mandat rakyat. Demokrasi tidak runtuh secara tiba-tiba; ia runtuh perlahan melalui kelambanan institusi dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar yang menyangkut kedaulatan rakyat.

Jika DPR sungguh mewakili rakyat, maka langkah pertama yang harus dilakukan bukan membiarkan rumor berkembang, melainkan “menegakkan transparansi sebagai fondasi moral kekuasaan,” Tanpa itu, setiap wacana tentang masa jabatan, betapapun teknisnya, akan selalu terbaca sebagai upaya koersif untuk memodifikasi waktu kekuasaan demi kenyamanan elite, bukan kepentingan publik.***

Editor : Asep Sugih

Depan Kantor Dinas Pariwisata Sukabumi Ditemukan Puluhan Anak Ular Sanca di Gorong Gorong

0

Gurilaps.com || Sebuah gorong-gorong di depan Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Jalan Jajaway, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, mendadak menjadi perhatian setelah ditemukan puluhan anak ular sanca yang saling mengerumun di dalamnya.

Gorong-gorong yang kering namun lembap itu awalnya tak mencolok. Namun seorang wartawan yang melintas melihat keberadaan seekor anak ular di dalamnya. Curiga, ia kemudian mengecek lebih dekat dan menemukan jumlah yang jauh lebih banyak. Temuan itu segera dilaporkan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Dinas Damkar, Anita Mulyani, menjelaskan bahwa laporan diterima pada Selasa sore, 9 Desember 2025, sekitar pukul 17.35 WIB. Petugas yang dikerahkan bergerak cepat menuju lokasi.

“Awalnya kami mendapat informasi hanya ada beberapa ekor. Tapi setelah tim turun, jumlahnya ternyata jauh lebih banyak dari perkiraan,” ujar Anita, Kamis (11/12/2025).

Setibanya di gorong-gorong, petugas dibuat tercengang ketika mendapati puluhan anak ular sanca berkelompok di satu titik. Proses evakuasi pun dilakukan secara hati-hati mengingat jumlah reptil yang cukup banyak.

“Kami lakukan evakuasi satu per satu. Dari hasil akhir, total ada 22 ekor anak ular sanca,” jelasnya.

Evakuasi berlangsung cepat dan tidak menemui hambatan berarti. Seluruh ular berhasil diamankan dan dibawa ke Mako Pos Damkar Palabuhanratu untuk penanganan lanjutan.

“Alhamdulillah seluruh proses selesai sekitar pukul 17.44 WIB,” tutup Anita.***(RAF)

Editor : Rd.Haraqi Siliwangi

PWI Matangkan Kick Off HPN 2026 Banten, Jalan Sehat Bersama Kapolri dan Gubernur Siapkan Hadiah Wah

0

Grilaps.com, Jakarta – Warga Serang dan sekitarnya diundang untuk meramaikan launching atau Kick Off Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan dipusatkan di Alun-alun Kota Serang pada Minggu pagi (30/11/2025).

Kepastian ini disampaikan menyusul rapat panitia di Kantor PWI Pusat, yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Zulmansyah Sekedang.

“Kami ingin Kick Off ini menjadi pesta rakyat yang meriah. Karena itu, kami mengundang seluruh masyarakat untuk ikut Senam Bersama dan Jalan Sehat pada Minggu pagi, pukul 06.00 WIB,” kata Zulmansyah, Jumat (28/11/2025).

Daya tarik utama acara ini adalah Jalan Sehat yang terbuka untuk umum dengan hadiah doorprize fantastis. Zulmansyah menjelaskan, panitia telah menyiapkan hadiah-hadiah utama, termasuk 3 unit motor, kulkas, sepeda lipat, serta puluhan barang elektronik menarik lainnya.

Acara ini sekaligus akan menjadi momen penting dengan kehadiran tokoh nasional dan daerah. Termasuk kehadiran Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Banten, Andra Soni. Kehadiran juga akan diisi oleh anggota Dewan Pers, Konstituen Dewan Pers serta jajaran Forkopimda Banten. Partisipasi mereka merupakan simbol sinergi yang baik antara komunitas pers dengan pemangku kepentingan.

Hadiah untuk Partisipasi Publik

Rangkaian Kick Off sendiri akan diawali dengan kedatangan rombongan PWI Pusat dari Jakarta pada hari Sabtu (29/11), dilanjutkan dengan check-in dan jamuan makan malam oleh Gubernur Banten Andra Soni.

Setelah itu besoknya puncak acara akan dilaksanakan pada Minggu (30/11) di Alun-alun Kota Serang, dimulai pukul 06.00 WIB dengan Senam Bersama dan Jalan Sehat yang terbuka bagi masyarakat umum. Seluruh kegiatan diperkirakan selesai pada pukul 09.30 WIB.

Kick off ini adalah pertanda dimulainya rangkaian peringatan HPN yang puncaknya pada 9 Februari 2026 di Serang, Banten. ****

Editor : Rd. Ratu Dinar

 

Saeful Usman Ketua JPMSS : Institusi Pendidikan Seharusnya Benteng Perlindungan, Bukannya Mengorbankan Anak Didik

0

Gurilaps.com || Akhir-akhir ini, kita disuguhkan dengan realitas tindakan amoral yang sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan, yang terjadi di lingkungan sekolah Kabupaten Sukabumi.

Salah satunya, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru atau kepala sekolah di SMPI, juga sebagai pelatih voli putri di salah satu sekolah menengah di bawah Kementerian Agama, di wilayah Surade.

Kejadian tersebut merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Sukabumi. Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, ini adalah pengkhianatan terhadap mandat moral sebagai pendidik dan pemimpin di lingkungan sekolah,” ungkap Ketua Jaringan Pergerakan Masyarakat Sukabumi Selatan (JPMSS) Saepul Usman, Minggu (16/11/2025).

“Kami mengutuk keras tindakan biadab oknum kepala sekolah tersebut. Sekolah seharusnya menjadi rumah kedua yang aman bagi anak-anak kita, tempat mereka tumbuh dan belajar tanpa rasa takut. Ketika figur kepala sekolah, yang seharusnya menjadi panutan dan pelindung, justru berubah menjadi predator, maka runtuhlah kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan kita.”

Lanjut Ketua JPMPS, kejadian ini mesti menjadi perhatian semua pihak, dan pelaku mesti diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Insiden ini menunjukkan adanya darurat kekerasan seksual di institusi pendidikan yang selama ini mungkin luput dari perhatian serius. Kami menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu, untuk memberikan efek jera. Tidak boleh ada kompromi atau upaya damai yang mengorbankan masa depan dan psikis korban.”

“Pemerintah daerah dan Kementerian Agama (Kemenag) harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap semua sekolah/madrasah di Sukabumi. Pastikan ada mekanisme pelaporan yang aman dan efektif bagi korban, serta pendampingan psikologis yang intensif. Cukup sudah retorika sekolah ramah anak, saatnya bertindak nyata,” tutupnya.

Editor : AS