Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 13

Ribuan Guru P3K Paruh Waktu Kab.Sukabumi Sampaikan Aspirasi Soal Kesejahteraan, Bupati : Komit Perjuangkan Aspirasinya

Gurilaps.com ||  Audiensi antara perwakilan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi diwarnai luapan kekecewaan. Ribuan guru menyampaikan keluhan terkait penghasilan yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan hidup layak.

Koordinator lapangan, Mohammad Hadiq Zuhri, menyoroti ketimpangan pendapatan yang dialami guru dan tenaga kependidikan. Ia menyebut besaran penghasilan sekitar Rp250 ribu per bulan sebagai kondisi yang tidak mencerminkan keadilan bagi profesi pendidik.

“Jika dibandingkan, sopir SPPG bisa menerima gaji hingga Rp3 juta. Sementara kami, guru dan tendik ASN paruh waktu, hanya memperoleh Rp250 ribu. Kami mengabdi kepada negara, namun nilai ini terasa tidak manusiawi,” ujar Hadiq usai audiensi di GOR Pemuda Cisaat, Kamis (22/1/2026).

Ia menegaskan, minimnya kesejahteraan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah. Menurutnya, guru merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Pendidikan adalah pondasi bangsa. Kalau ingin Indonesia maju, guru dan tenaga kependidikan harus diperhatikan kesejahteraannya,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa persoalan ini berkaitan dengan regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Status PPPK Paruh Waktu menyebabkan guru tidak lagi diperkenankan menerima honor tambahan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Dulu dana BOS menjadi salah satu sumber insentif guru. Aturan ini berlaku secara nasional, bukan kebijakan daerah. Saat ini kami sedang berupaya mengajukan permohonan ke pemerintah pusat agar ada solusi bagi guru paruh waktu,” jelas Deden.

Ia juga meluruskan isu terkait nominal Rp250 ribu yang beredar di masyarakat. Menurutnya, angka tersebut merupakan skema dasar yang masih akan disesuaikan dengan masa kerja dan jenjang pengabdian.

“Ke depan akan ada perbedaan besaran sesuai masa kerja, sebagai bentuk penghargaan terhadap loyalitas guru,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru. Ia mengakui bahwa kondisi saat ini masih jauh dari kata ideal.

“Kami akan menghitung ulang dan melakukan rasionalisasi anggaran. Saya memahami keresahan para guru dan berjanji tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut-larut,” kata Asep.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan pada 2026, melalui optimalisasi tunjangan profesi guru (TPG) serta penyesuaian APBD, pendapatan guru PPPK Paruh Waktu dapat meningkat secara signifikan. Bahkan, bagi guru yang telah memenuhi persyaratan penuh, penghasilan diharapkan bisa mencapai angka yang lebih layak, di atas Rp3 juta per bulan.***(RAF)

Editor : Ujang S

TKW Asal Sukabumi Kini Dirawat di Rumah Sakit Shanghai, Diduga Setelah Alami Penyekapan

0

Gurilaps.com || Nasib pekerja migran perempuan asal Kota Sukabumi kembali menjadi sorotan publik. Lanti (46), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kecamatan Citamiang yang sempat dikabarkan sakit parah dan diduga mengalami penyekapan di Shanghai, China, kini diketahui sedang menjalani perawatan medis secara intensif di salah satu rumah sakit setempat.

Kuasa hukum Lanti, Rangga Suria Danuningrat, memastikan kliennya telah mendapatkan penanganan dari tim medis. Ia menyebutkan, Lanti telah menjalani prosedur penyedotan cairan dan saat ini masih berada dalam tahap observasi ketat.

“Tindakan penyedotan cairan sudah dilakukan. Sekarang kondisinya masih dipantau oleh dokter,” kata Rangga, Jumat (23/1/2026).

Menurut Rangga, kondisi kesehatan Lanti belum sepenuhnya pulih sehingga belum memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Saat ini masih dirawat di rumah sakit di Shanghai dan belum dinyatakan stabil,” ujarnya.

Dalam perkembangan terbaru, sosok Dewi Tjong yang sebelumnya sempat dicurigai terlibat dalam penampungan bermasalah, justru menunjukkan peran berbeda. Dewi kini disebut aktif membantu pengurusan Lanti serta pekerja migran lainnya.

“Awalnya disangka bagian dari sindikat, tapi sekarang justru membantu. Dampaknya, beberapa TKW lain juga bisa tertangani,” ungkap Rangga.

Ia menjelaskan, pekerja migran yang mengalami sakit ditangani langsung oleh pihak KJRI dan dirujuk ke rumah sakit. Sementara itu, mereka yang dalam kondisi sehat ditempatkan di shelter milik kedutaan atau konsulat.

Dari sisi administrasi, progres positif juga telah dicapai. Paspor Lanti disebut sudah selesai diproses. Apabila hasil observasi medis menunjukkan kondisi yang membaik, peluang kepulangan ke Tanah Air terbuka dalam waktu dekat.

“Kalau kondisinya dinilai sudah cukup baik oleh dokter, pemulangan bisa segera dilakukan,” jelas Rangga.

Pihak imigrasi China pun dikabarkan telah menyiapkan visa sementara yang berlaku sekitar satu minggu sebagai bagian dari proses kepulangan.

Rangga juga membantah isu permintaan uang tebusan sebesar Rp50 juta yang sempat beredar luas.

“Tidak ada permintaan tebusan. Justru sekarang semua dibantu, mulai dari pengantaran ke rumah sakit hingga pengurusan imigrasi,” tegasnya.

Untuk hasil diagnosis sementara, tim medis menduga Lanti mengalami tumor jinak di area perut bagian atas. Setelah cairan dikeluarkan, kondisi perutnya berangsur kembali normal.

“Saat ini tinggal menunggu hasil observasi lanjutan agar bisa keluar dari rumah sakit dan pulang ke Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah pihak keluarga melaporkan dugaan penyekapan dan pemerasan terhadap Lanti di tengah kondisi kesehatannya yang terus menurun selama berada di luar negeri.***(RAF)

Editor : Yosep M

Komisi I DPRD Kab.Sukabumi Perketat Pengawasan Perizinan Sumur Bor Perusahaan

0

Gurilaps.com || Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi perizinan sumur bor serta pemanfaatan air tanah oleh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Penegasan tersebut disampaikan dalam agenda pengawasan yang digelar pada Selasa, (20/1/2026).

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, H. Iwan Ridwan, menyampaikan bahwa pihaknya pada prinsipnya mendukung keberlangsungan dunia usaha agar dapat tumbuh dan berkembang secara sehat serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Namun demikian, H. Iwan menekankan bahwa dukungan tersebut harus dibarengi dengan kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku. Menurutnya, ketaatan hukum menjadi kunci terciptanya hubungan yang harmonis antara pelaku usaha dan pemerintah daerah.

“Terkait perizinan usaha, khususnya di sektor pertambangan dan pemanfaatan air tanah yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, kami mengimbau agar seluruh perusahaan menempuh proses perizinan sesuai prosedur dan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk mendorong iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan, namun tetap menjunjung tinggi aspek legalitas dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, di Kabupaten Sukabumi saat ini tercatat terdapat 294 titik sumur bor yang dimiliki oleh 149 pemegang izin air tanah. Pemanfaatan air tanah tersebut memiliki implikasi langsung terhadap kewajiban pajak yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

“Pajak dari pemanfaatan air tanah merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang sangat penting untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi memandang pengawasan perizinan air tanah sebagai langkah strategis. Melalui pengawasan yang konsisten, diharapkan praktik pemanfaatan air tanah yang belum berizin dapat ditertibkan.

“Kami berharap pengawasan ini dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga bagi keberkahan dan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.***

Editor : Yosep M

Ketua DPRD Sukabumi Berpartisipasi Sumbang Satu Unit Rumah untuk 166 Huntap Warga Terdampak Bencana

0

Gurilaps.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, turut berpartisipasi dalam Lelang Kebaikan dengan menyumbangkan satu unit rumah untuk pembangunan 166 hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Gempol Desa Cikadu Kecamatan Palabuhanratu dan Kampung Suradita Desa Ciengang Kecamatan Gegerbitung.

Budi mengapresiasi konsep Lelang Kebaikan yang digagas Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai langkah inovatif dalam penanganan pascabencana dengan melibatkan perusahaan dan komunitas melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

“Konsep lelang kebaikan ini lebih terarah dan transparan. Ini langkah baik yang perlu diperkuat ke depan,” ujar Budi kepada sukabumiupdate.com usai menghadiri Rapat Koordinasi Peningkatan Sinergitas Perencanaan Pembangunan dalam Penanggulangan Bencana Daerah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Gedung Sulanjana, Kamis (22/1/2026)

Menurutnya, Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Kemitraan Bina Lingkungan (TJSPKBL) sebenarnya sudah lama terbentuk. Namun, gerakan kolaboratif seperti Lelang Kebaikan dalam merespons pascabencana merupakan terobosan baru yang perlu dikembangkan.

Ia menilai, ke depan Forum TJSPKBL harus mampu mengarahkan penggunaan dana CSR secara lebih strategis untuk mendukung visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Ke depan, menu programnya harus disiapkan dalam SIPD. Perusahaan tinggal memilih ingin berkontribusi di bidang apa, misalnya rutilahu atau program lainnya. Karena pemerintah daerah tidak menerima uang, tapi dalam bentuk program atau bangunan,” jelasnya.

Budi menegaskan, esensi Lelang Kebaikan adalah komitmen perusahaan untuk menyisihkan dana CSR guna mendukung penanganan pascabencana secara konkret dan akuntabel.

Namun demikian, ia juga menyoroti minimnya kehadiran perusahaan dalam forum tersebut. Dari 176 perusahaan yang diundang, hanya 86 yang hadir. Bahkan, berdasarkan data yang diterimanya, perusahaan yang tercatat aktif di Forum TJSPKBL hanya sekitar 30.

“Ini perlu menjadi perhatian. Saya berharap Ketua Forum TJSPKBL lebih aktif membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan,” tegasnya.***

Editor : Ujang S

Pengangkatan Pegawai SPPG Jadi PPPK, Begini Tanggapan SPPG Limusnunggal Kota Sukabumi

Gurilaps.com, Sukabumi || Rencana pemerintah mengangkat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mendapat respons positif dari pelaksana program di lapangan.

PIC SPPG Limusnunggal, Elvi, menilai kebijakan yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung keberhasilan dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, pengangkatan pegawai inti SPPG menjadi PPPK akan memperkuat pengawasan dan pelaksanaan program sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Pengangkatan pegawai SPPG menjadi PPPK oleh BGN adalah salah satu strategi penting untuk mendukung program MBG. Staf SPPG, khususnya kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi, memiliki tugas yang sangat krusial,” ujar Elvi, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, ketiga jabatan tersebut berperan langsung dalam mengawasi standar mutu makanan, pengelolaan anggaran, serta operasional dapur agar pelaksanaan program berjalan optimal dan tepat sasaran.

Meski demikian, Elvi berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada pengangkatan status kepegawaian semata. Menurutnya, pegawai SPPG juga memerlukan perhatian lebih terkait kepastian jenjang karier dan status kepegawaian jangka panjang.

“Dengan tanggung jawab yang besar, mereka juga membutuhkan kepastian tentang jenjang karier dan status kepegawaiannya. Hal ini penting untuk menjaga profesionalisme serta keberlangsungan program MBG,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya menyatakan bahwa pegawai inti SPPG yang telah lama beroperasi akan resmi diangkat sebagai ASN PPPK mulai 1 Februari 2026. Jabatan yang diangkat meliputi kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.***

Editor : Ujang S

UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi Gelar MAKRAB Angkatan 2026 Pererat Tali Silaturahmi

Gurilaps.Com, Cimahi || Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan IKIP Siliwangi telah melaksanakan kegiatan Malam Keakraban (MAKRAB) Tahun 2026 yang bertempat di Villa Bata Merah CIC pada tanggal 20–21 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota UKM Kewirausahaan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kekompakan organisasi.

MAKRAB merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk membangun rasa kebersamaan, solidaritas, serta memperkuat hubungan antaranggota UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi.

Kegiatan MAKRAB ini juga merupakan salah satu syarat yang harus diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi yang ingin bergabung sebagai anggota UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti games kebersamaan, diskusi kewirausahaan, sharing antaranggota, serta malam keakraban yang berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme.

Ketua UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi, Nur Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan MAKRAB menjadi momentum penting bagi calon anggota maupun anggota aktif untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan komitmen berorganisasi.

Melalui MAKRAB ini, kami berharap seluruh peserta dapat saling mengenal lebih dekat, membangun kerja sama yang baik, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MAKRAB 2026, Falina, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. Ia berharap MAKRAB ini dapat memberikan pengalaman berharga serta menjadi langkah awal bagi para calon anggota untuk aktif dan berkontribusi dalam UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi.

Dengan terselenggaranya MAKRAB UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi Tahun 2026, diharapkan seluruh anggota dan calon anggota dapat membawa semangat baru, meningkatkan solidaritas, serta bersama-sama memajukan UKM Kewirausahaan di lingkungan IKIP Siliwangi maupun di luar lingkungan IKIP Siliwangi.

Jurnalis : M Nabil Luthfi

Editor : AS

Beasiswa Bupati Sukabumi 2026 Resmi Dibuka Kerjasama Dengan Nusa Putra, Dorong Peningkatan Kualitas SDM Daerah

Gurilaps.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Bupati Sukabumi Tahun 2026, Selasa (20/01/2026).

Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi putra-putri terbaik Kabupaten Sukabumi.

Program Beasiswa Bupati Sukabumi diselenggarakan melalui kerja sama berkelanjutan dengan Nusa Putra University, kampus unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi. Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah berupaya membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan berkualitas bagi generasi muda.

Beasiswa tersebut secara resmi kembali dibuka mulai 19 Januari 2026. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para calon mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan keinginan kuat untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Asep Japar dalam video penjelasan mengajak seluruh putra-putri terbaik daerah untuk tidak menyia-nyiakan peluang ini. Program beasiswa ini bukan hanya bertujuan mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga membentuk generasi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

“Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Nusa Putra University, diharapkan lahir generasi penerus yang mampu mewujudkan visi Sukabumi sebagai daerah yang sejahtera dan berdaya saing, menuju bumi mubarakah,” tuturnya.***

Editor : Ratu Dinar Nusantara

Hak Sekolah dan Hak Belajar Tidak Boleh Dikorbankan oleh Konflik Tanah YBHM Garut

0

Oleh : Salman Rizkatillah Abdussalam, S.M
(Peraih Penghargaan Bupati Garut Tahun 2025 sebagai Pemuda Pelopor Bidang Sosial dan Advokasi Masyarakat)

Wartanews.org || Permasalahan konflik hak tanah yang melibatkan YBHM di Kabupaten Garut hari ini bukan lagi sekadar persoalan administrasi kepemilikan, tetapi telah menyentuh ruang paling mendasar dalam kehidupan masyarakat, yaitu sekolah dan hak belajar anak-anak. Ketika konflik tanah mulai mengancam keberlangsungan pendidikan, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya sertifikat atau batas wilayah, melainkan masa depan generasi Garut. Sekolah, baik negeri maupun swasta, yang berada dalam lingkup kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kabupaten/Kota, harus ditempatkan sebagai kepentingan publik yang tidak boleh dikorbankan oleh konflik apa pun.

Hak belajar adalah hak konstitusional yang dijamin oleh UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran. Bahkan dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi negara, kepentingan terbaik anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan. Maka, setiap kondisi yang menyebabkan terganggunya aktivitas belajar mengajar sesungguhnya telah masuk ke wilayah pengabaian hak asasi manusia.

Anak-anak tidak pernah mengerti soal sengketa, mereka tidak paham tentang akta, sertifikat, atau batas tanah. Yang mereka tahu hanya datang ke sekolah untuk belajar, bermimpi, dan berharap masa depan lebih baik. Jika negara membiarkan sekolah terancam, maka negara sedang mengajarkan kepada anak-anak bahwa hak mereka bisa dikalahkan oleh konflik orang dewasa. Ini bukan hanya persoalan hukum, tapi persoalan nurani.

Sebagai warga Garut, saya menegaskan bahwa tanah bisa diperdebatkan, dokumen bisa diuji, namun hak belajar tidak boleh ditunda, apalagi dikorbankan. Garut tidak akan besar dari tanah yang diperebutkan, tetapi dari anak-anak yang dididik dengan aman, tenang, dan bermartabat. Pemerintah daerah tidak boleh berdiri netral dalam persoalan yang menyentuh masa depan generasi, melainkan harus hadir sebagai pelindung, mediator, dan penjamin keberlangsungan pendidikan.

Saya percaya, kepemimpinan yang kuat bukan diukur dari keberanian memenangkan konflik, tetapi dari keberanian melindungi anak-anak. Karena ketika sekolah dilindungi, sesungguhnya kita sedang melindungi masa depan Garut itu sendiri.***

Editor : AS

Potensi Beras Merah Desa Cibenda Kecamatan Ciemas, Kearifan Lokal yang Patut Dilestarikan

0

Gurilaps.com || Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu desa yang memiliki kekayaan potensi sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian. Salah satu komoditas unggulan yang masih terjaga hingga saat ini adalah padi huma, terutama beras merah. Pertanian huma bukan sekadar sistem bercocok tanam tradisional, tetapi juga bagian dari kearifan lokal masyarakat Desa Cibenda yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Deni, salah satu tokoh masyarakat setempat, pada musim panen huma Desa Cibenda mampu menghasilkan padi huma dalam jumlah yang melimpah. Beras merah yang dihasilkan dari padi huma ini memiliki kualitas yang baik, dari segi rasa, kandungan gizi, maupun nilai kesehatannya. Hal ini karena padi huma ditanam secara alami, minim penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis, sehingga lebih ramah lingkungan dan aman untuk dikonsumsi, ungkapnya.

Beras merah dikenal memiliki kandungan serat yang tinggi, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti membantu mengontrol kadar gula darah dan menjaga kesehatan pencernaan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, beras merah padi huma memiliki peluang pasar yang sangat menjanjikan, ujar Deni.

Namun, pengelolaan padi huma di Desa Cibenda masih perlu ditingkatkan. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan sarana produksi, pengolahan pascapanen yang masih sederhana, serta pemasaran yang belum terkelola secara optimal. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi besar ini dikhawatirkan tidak memberikan nilai tambah yang maksimal bagi kesejahteraan petani, kata Deni.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, perlu dilakukan upaya peningkatan kapasitas petani, penyediaan sarana produksi yang memadai, serta pengembangan pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, potensi beras merah padi huma Desa Cibenda dapat dioptimalkan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat, tegas Deni.

Selanjutnya Deni mengatakan “Pemerintah setempat telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan padi huma di Desa Cibenda. Bantuan bibit padi huma yang unggul dan pelatihan tentang cara menanam padi huma yang baik dan benar telah diberikan kepada petani. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi huma di Desa Cibenda, ungkapnya.

Dengan upaya bersama, potensi beras merah padi huma Desa Cibenda dapat menjadi salah satu komoditas unggulan Sukabumi yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat dan meningkatkan perekonomian daerah, pungkas Deni.***

Editor : Ujang Sulaeman

 

Urun Rembuk Ika Sadaya Fakultas Ilmu Budaya/Sastra Unpad “Rembuk Ika Sadaya Unpad”

0

Gurilaps.com || Mengawali kegiatannya tahun 2026, senior alumni Sastra Unpad bersama Pengurus Ika Sadaya Unpad Periode 2025-2029 melakukan pertemuan di Sagoo Kitchen & Kopi Lay, Kota Bandung, 17/1/2026. Sederet para senior alumni Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran tampak hadir dalam acara yang bertajuk “Rembug Ika Sadaya Unpad” ini.

Ada Kang Himat Kurnia seorang entrepreuneur lulusan Ilmu Sejarah Unpad, pendiri dan pemilik perusahaan Kelompok Agromedia yang juga mantan Ketua Umum Ika Unpad Periode 2016-2022. Hikmat Kurnia berharap Ikatan Alumni Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya menjadi wadah bersilaturahmi sekaligus berkontribusi, dan juga sebagai tempat ngumpul heureuy (bergembira, Red.). Ia menginginkan setiap pengurus untuk mengutamakan kepentingan organisasi dan bukan kepentingan pribadi.

Hadir juga Kang Paskah Irianto alumni Sastra Rusia Unpad yang juga pendiri Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) dan juga salah satu pendiri Komite Independen Pemilih Indonesia (KIPP) Indonesia. Paskah Irianto berharap para alumni Sastra dan Ilmu Budaya mengaplikasikan keilmuannya bukan sekedar hiburan tetapi memperkuat identitas alumni sastra sebagai pendidik, penegak moral, berkarakter dan berjiwa sosial.

Ia menginginkan para alumni mampu menerobos isu-isu strategis yang tampil bermartabat dengan kekuatan pikiran.

Tampak hadir Kang Budi Hermansyah alumni Sastra Arab Unpad yang juga mantan anggota DPRD Jawa Barat Periode 2009-2014 dari Partai Hanura sekaligus aktivis eksponen ‘98. Kang Hikmat Gumelar penyair Indonesia yang juga alumni Sastra Unpad juga hadir.

Urun rembuk Ika Sadaya ini dimotori Kang Airiyanto Assa senior alumni Sastra Rusia seorang aktivis reforma agraria pada Serikat Petani Jawa Barat (SPJB).

Serikat ini diketahui didirikan pada 2 Maret 1991 dikenal sebagai serikat petani otonom pertama pasca 1965 di Indonesia. Serikat ini merupakan kolaborasi aktivis perkotaan dan pimpinan petani tingkat lokal tempat terjadinya konflik tanah di Jawa Barat.

Turut hadir Kang Joe P. Project seorang aktor, komedian, sekaligus presenter ternama di Indonesia, alumni dari jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Unpad. Diketahui, Juhana Sutisna (nama asli Joe) bersama Denny Chandra dan kawan-kawannya membentuk kelompok seni panggung yang terkenal di tahun 1990 bernama Padhyangan Komedi Musikal Bandung (Padhyangan KMB) yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Padhyangan 6 dan P. Project.

Pasar Budaya Internasional Bandung
Kang Joe tampak aktif mengarahkan jalannya urun rembuk Ika Sadaya Unpad ini. Presenter ini kemudian meminta Ika Sadaya Unpad menggelar kegiatan kebudayaan internasional di Kota Bandung.

Kegiatan Pasar Budaya Internasional Bandung bertujuan agar Bandung sebagai Kota Budaya dapat mempertunjukkan kekayaan sastra budaya Indonesia dan Bangsa-Bangsa lainnya di Kota Bandung. Dari Indonesia yang terkenal seperti seni kriya dan kerajinan (misalnya kain batik/membatik dan sejenisnya), penampilan musik (misalnya angklung, dan sejenisnya); seni tari, karya sastra (puisi dan sejenisnya).

Kekayaan sastra dan budaya negara lainnya juga akan dipertunjukkan di acara ini melalui kerjasama dengan kedutaan besar negara-negara sahabat, seperti Jepang, Rusia, Perancis, Jerman, Arab, Cina, Korea Selatan, dan lain-lain. Keragaman budaya negara lain yang dapat ditampilkan di acara ini, antara lain tarian, musik, kuliner, dan kostum, serta karya sastra lainnya dari negara-negara sahabat.

Kegiatan Pasar Budaya Internasional Bandung (Bandung International Culture Festival) bermaksud memfasilitasi interaksi antar mahasiswa dan masyarakat dengan delegasi asing.

Diharapkan masyarakat pengunjung dapat mengenal dan mencintai budaya sendiri dan budaya negara lain, mampu membaca peluang usaha berbasis budaya, sekaligus membangun persahabatan dan meningkatkan wawasan global.

“Dalam acara ini akan diundang seluruh alumni Sastra dan Ilmu Budaya se-Indonesia untuk hadir di Kota Bandung,” papar Joe, Sabtu, 17/1/2026.

Program Kerja Ika Sadaya Unpad
Ketua Umum Ika Sadaya Unpad, Nuning Purwaningrum Hallet, S.S., M.Hum., Ph.D. menyambut baik usulan kegiatan yang dimunculkan pada acara Urun Rembuk Ika Sadaya Unpad.

“Terima kasih kepada para senior atas berlangsungnya acara “Rembug” Ika Sadaya ini, ”kata Nuning, Sabtu 17/1/2026.

Tampak hadir membersamai Nuning, Desmanjon Purba,S.S. Wakil Ketua Umum Ika Sadaya Unpad dan Andre Sudrajat, S.S. Sekretaris Jenderal Ika Sadaya Unpad. Hadir juga pengurus lainnya seperti Wenang Prakasa, S.S., Devy Karina, S.S., Rani Wulansari Ariana, S.S., M.Hum., Miranti Artarina, S.S., M.Hum., dan lain-lain.
Sebelum acara dimulai, laporan kegiatan Ika Sadaya Unpad 2025 sudah dibagikan kepada peserta.

Ika Sadaya Unpad di bawah kepemimpinan Nuning P. Hallet belum genap 1 (satu) tahun. Nuning terpilih sebagai Ketua Umum pada Mubes Ika Sadaya Unpad (14/2/2025), kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus lengkap yang dilaksanakan pada 12/5/2025. Walaupun terbilang masih baru, pengurus Ika Sadaya sudah mampu menorehkan banyak kegiatan baik secara internal alumni maupun eksternal.

Tercatat, Ika Sadaya Unpad telah melaksanakan misi membangun jejaring alumni melalui kegiatan Sadaya Go Hiking, Podcast, Panggung Ika Sadaya, Workshop Fotografi dan Optimalisasi Copy Writing untuk Media Sosial.

Program kerjasama dengan kementerian luar negeri dan kementerian tenaga kerja juga telah dijajaki. Selain kedua kementerian tersebut, Ika Sadaya Unpad juga sudah menjajaki sekaligus membina komunikasi dengan Lembaga Kerjasama Jerman (GIZ) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) untuk penyiapan kelas bahasa asing calon penyelia halal di berbagai negara.

Pada tahun 2025, Ika Sadaya Unpad juga berhasil menyelenggarakan acara Ngobrol di Museum Kota Bandung “Jejak Mesin Tik Maestro Jakob Sumardjo” selama 3 (tiga) hari bekerjasama dengan Pemkot Bandung c.q Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, para seniman/budayawan Bandung, dan stakeholders lainnya.

Kegiatan yang diketuai Desmanjon ini berhasil memamerkan buku-buku karya Prof. Jakob Sumardjo yang sekaligus mengupas pemikiran dan karya Jakob Sumardjo melalui seminar dengan menghadirkan pelaku budaya dan kalangan akademisi. Kegiatan ini juga menampilkan pertunjukan seni tari, sastra, dan musik berlangsung pada 26-28 Agustus 2025.

Ika Sadaya Unpad juga telah bekerjasama dengan Yurinoki untuk beasiswa sekolah bahasa Jepang dan LAZ Graha Dhuafa Indonesia untuk program kelas bahasa Jepang gratis per Oktober 2025 hingga April 2026.

Selain itu, Ika Sadaya Unpad juga sukses menggelar Charity Event di akhir Desember 2025 untuk korban bencana alam di Arjasari Kab. Bandung dan Aceh Tamiang. Kegiatan ini diketuai Wenang Prakasa. Selanjutnya, Ika Sadaya Unpad sudah menyalurkan perlengkapan ibadah dan sembako ke Kec. Arjasari, Kab. Bandung, pada Minggu, 4 Januari 2026.

Sementara itu, di Aceh Tamiang Ika Sadaya Unpad membuka dapur umum selama 5 hari sejak 14 Januari 2026 yang dikelola oleh NGO Flower Aceh dan disalurkan ke tenda-tenda pengungsi oleh Lifeguard Aceh.***

Editor : Rd Haraqi Siliwangi