Selasa, Maret 10, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

TKW Asal Sukabumi Kini Dirawat di Rumah Sakit Shanghai, Diduga Setelah Alami Penyekapan

Gurilaps.com || Nasib pekerja migran perempuan asal Kota Sukabumi kembali menjadi sorotan publik. Lanti (46), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kecamatan Citamiang yang sempat dikabarkan sakit parah dan diduga mengalami penyekapan di Shanghai, China, kini diketahui sedang menjalani perawatan medis secara intensif di salah satu rumah sakit setempat.

Kuasa hukum Lanti, Rangga Suria Danuningrat, memastikan kliennya telah mendapatkan penanganan dari tim medis. Ia menyebutkan, Lanti telah menjalani prosedur penyedotan cairan dan saat ini masih berada dalam tahap observasi ketat.

“Tindakan penyedotan cairan sudah dilakukan. Sekarang kondisinya masih dipantau oleh dokter,” kata Rangga, Jumat (23/1/2026).

Menurut Rangga, kondisi kesehatan Lanti belum sepenuhnya pulih sehingga belum memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Saat ini masih dirawat di rumah sakit di Shanghai dan belum dinyatakan stabil,” ujarnya.

Dalam perkembangan terbaru, sosok Dewi Tjong yang sebelumnya sempat dicurigai terlibat dalam penampungan bermasalah, justru menunjukkan peran berbeda. Dewi kini disebut aktif membantu pengurusan Lanti serta pekerja migran lainnya.

“Awalnya disangka bagian dari sindikat, tapi sekarang justru membantu. Dampaknya, beberapa TKW lain juga bisa tertangani,” ungkap Rangga.

Ia menjelaskan, pekerja migran yang mengalami sakit ditangani langsung oleh pihak KJRI dan dirujuk ke rumah sakit. Sementara itu, mereka yang dalam kondisi sehat ditempatkan di shelter milik kedutaan atau konsulat.

Dari sisi administrasi, progres positif juga telah dicapai. Paspor Lanti disebut sudah selesai diproses. Apabila hasil observasi medis menunjukkan kondisi yang membaik, peluang kepulangan ke Tanah Air terbuka dalam waktu dekat.

“Kalau kondisinya dinilai sudah cukup baik oleh dokter, pemulangan bisa segera dilakukan,” jelas Rangga.

Pihak imigrasi China pun dikabarkan telah menyiapkan visa sementara yang berlaku sekitar satu minggu sebagai bagian dari proses kepulangan.

Rangga juga membantah isu permintaan uang tebusan sebesar Rp50 juta yang sempat beredar luas.

“Tidak ada permintaan tebusan. Justru sekarang semua dibantu, mulai dari pengantaran ke rumah sakit hingga pengurusan imigrasi,” tegasnya.

Untuk hasil diagnosis sementara, tim medis menduga Lanti mengalami tumor jinak di area perut bagian atas. Setelah cairan dikeluarkan, kondisi perutnya berangsur kembali normal.

“Saat ini tinggal menunggu hasil observasi lanjutan agar bisa keluar dari rumah sakit dan pulang ke Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah pihak keluarga melaporkan dugaan penyekapan dan pemerasan terhadap Lanti di tengah kondisi kesehatannya yang terus menurun selama berada di luar negeri.***(RAF)

Editor : Yosep M

Popular Articles