Selasa, Maret 10, 2026
Beranda blog

Di Ambang Badai Global: Mengapa Perpu Pertamina di Bawah Presiden Adalah Keharusan

Oleh: Aam Abdul Salam, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA98).

GURILAPS.COM || Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang menyeret Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah membawa planet ini ke bibir jurang Perang Dunia III. Bagi Indonesia, ini bukan sekadar berita mancanegara; ini adalah alarm bahaya bagi ketahanan nasional. Selat Hormuz yang terancam blokade adalah urat nadi pasokan minyak dunia. Jika nadi itu terputus, krisis energi bukan lagi ancaman, melainkan realitas yang akan menghantam dapur setiap rumah tangga di tanah air.

Refleksi di Tengah Krisis: Terjebak dalam Jerat Impor

Data menunjukkan betapa rapuhnya kedaulatan energi kita. Saat ini, Indonesia masih harus merogoh kocek hingga US$ 100 juta setiap hari atau setara Rp 1,5 triliun hanya untuk mengimpor minyak mentah dan BBM. Ketergantungan ini membuat harga BBM domestik selalu “tersandera” oleh fluktuasi harga minyak dunia dan konflik global.

Statistik terbaru mencatat:

Defisit Kapasitas : Kilang Pertamina kapasitas terpasang hanya 1jt barel. Dengan kapasitas produksi 90% atau sehari cuma 900 rb barel dari kebutuhan nasional 1.6jt barel.

500rb barel itu tidak semua diproduksi di dalam negeri crudenya sebagian dijual oleh SKK Migas. Lalu dari crude yang ada hanya 60% yang jadi minyak.

Import crude kita saat ini 1 tahun mencapai 340 jt barel, artinya rata rata sehari 940 jt barel crude import. 1.6 juta dikurang 0.9 % maka import product sekitar 600 sd 700 jt barel ekuivallent per hari

Beban Impor : Indonesia mengimpor sekitar 297 juta barel minyak per tahun, di mana 168 juta barel di antaranya sudah dalam bentuk BBM jadi. Ini adalah pemborosan devisa yang luar biasa karena kita membayar “biaya pengolahan” kepada kilang negara lain.

Kondisi Kilang : Meski proyek RDMP Balikpapan telah meningkatkan kapasitas menjadi 360.000 barel per hari, secara keseluruhan produksi kilang Pertamina baru memenuhi sekitar 70% kebutuhan BBM nasional.

Solusi Strategis: Perpu Pertamina Langsung di Bawah Presiden

Di tengah kondisi darurat global ini, birokrasi yang berbelit adalah musuh nyata. Penguatan kemandirian energi tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa (business as usual). Dibutuhkan langkah luar biasa melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang menempatkan Pertamina langsung di bawah komando Presiden.

Mengapa harus di bawah Presiden?

Pemangkasan Birokrasi : Pertamina membutuhkan kecepatan untuk melakukan pengeboran mandiri di titik-titik kaya sumber daya tanpa hambatan regulasi lintas kementerian yang memakan waktu bertahun-tahun.

Akselerasi Kilang Mandiri : Dengan mandat langsung dari Kepala Negara, pembangunan kilang di lokasi-lokasi strategis yang kaya minyak bumi dapat dilakukan secara masif. Kita tidak boleh lagi mengekspor minyak mentah hanya untuk membeli kembali hasil olahannya dari luar negeri.

Kedaulatan Penuh : Keputusan strategis terkait eksplorasi sumur-sumur baru dan distribusi energi nasional dapat diambil dalam hitungan hari, bukan bulan, demi menghadapi eskalasi perang global yang bisa memutus jalur logistik kapan saja.

Memutus Rantai Ketergantungan

Tingginya harga BBM yang selama ini dikeluhkan masyarakat berakar pada satu masalah: kita kehilangan kendali atas rantai pasok kita sendiri. Dengan pengeboran mandiri dan kilang yang memadai, “biaya pengolahan minyak impor” yang mahal dapat dihapus. Indonesia harus mampu memproduksi BBM-nya sendiri, dari bumi sendiri, dan dikelola oleh tangan-tangan anak bangsa sendiri.

Jika kita tidak bergerak sekarang untuk memperkuat swasembada energi, maka kedaulatan bangsa ini akan selalu rapuh di hadapan konflik kekuatan besar dunia. Perpu Pertamina adalah kunci untuk memastikan bahwa ketika dunia terbakar oleh perang, lampu di rumah rakyat Indonesia tetap menyala dan roda ekonomi tetap berputar secara mandiri. ***

EDITOR : NABLI LUTHFI

Muhibah Ramadan: Silaturahmi dan Mendengarkan Aspirasi Warga, Menuju Sukabumi Mubarakah

Oleh : Aam Abdul Salam, Presidium KAHMI Sukabumi, Penasehat PWI Kab.Sukabumi dan SMSI Sukabumi

GURILAPS.COM, SUKABUMI || Gema selawat dan suasana hangat menyelimuti kegiatan Muhibah Ramadan 1447 H (tahun 2026) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Lebih dari sekadar agenda tahunan, momen ini menjadi panggung refleksi dan evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati H. Asep Japar (Asjap) dan Wakil Bupati H. Andreas yang resmi dilantik pada 20 Februari 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di berbagai titik, seperti Pondok Pesantren Modern Assalam Warungkiara dan Masjid Besar Al-Misbahul Huda Simpenan, menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyapa langsung pemimpin mereka. Bupati Asjap menegaskan bahwa Muhibah Ramadan adalah instrumen penting untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung demi perbaikan pelayanan publik di masa depan.

Dalam setiap kunjungannya, pasangan pemimpin ini memaparkan progres nyata dari visi Sukabumi yang Mubarakah (Mandiri, Religius, Inovatif, dan Sejahtera). Beberapa pencapaian gemilang dalam satu tahun pertama meliputi:

Penurunan Angka Kemiskinan : Berhasil ditekan hingga mencapai angka 6,41 persen.

Pendidikan & Kesejahteraan : Peluncura program Beasiswa Unggulan untuk menciptakan Generasi Emas serta penyelesaian ratusan unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Ketahanan Pangan : Capaian swasembada pangan yang terus didorong sebagai agenda strategis nasional.

Muhibah Ramadan kali ini mengusung misi besar untuk memperkuat spirit gotong royong. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh agama hingga pemuda—untuk menjaga persatuan yang telah menjadi modal utama keberhasilan pembangunan selama setahun terakhir.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tapi jalan silaturahmi dan ikhtiar kita bersama untuk membangun Sukabumi yang lebih baik ke depan,” ujar Bupati Asjap di sela kegiatannya. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan terus mengalir, seiring dengan berbagai program bantuan sosial seperti penyaluran sembako dan hadiah umrah yang juga mewarnai rangkaian acara.

Melalui Muhibah Ramadan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga dari eratnya hubungan antara pemimpin dan rakyatnya dalam balutan nilai-nilai religius dan nilai nilai kebangsaan. ***

Editor : M.Nabil

PGRI Palabuhanratu Gelar “Ramadan Berbagi”, Tebar Takjil hingga Santuni Anak Yatim

Gurilaps.com, Sukabumi || Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palabuhanratu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Palabuhanratu. Melalui kegiatan bertajuk “Ramadan Berbagi: Menyebar Kebaikan, Mempererat Silaturahmi”, mereka menggelar aksi sosial berupa pembagian takjil gratis serta santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran PGRI, Forkopimcam Palabuhanratu, mitra dapur SPPG se-Kecamatan Palabuhanratu, hingga dukungan dari Bank BJB.

Aksi sosial diawali dengan kegiatan “Takjil on the Road” yang dilaksanakan di kawasan Lampu Merah Jalan Cagak, Palabuhanratu. Dalam kegiatan ini, para pengurus dan anggota PGRI bersama unsur Forkopimcam turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Setelah kegiatan berbagi takjil, rangkaian acara dilanjutkan dengan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa yang digelar di Masjid Agung Palabuhanratu. Suasana kebersamaan dan kepedulian tampak terasa ketika para penerima santunan berkumpul bersama para pengurus PGRI dan tamu undangan.

Ketua PGRI Cabang Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, S.Pd, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian para guru terhadap masyarakat di bulan penuh berkah.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini kami Pengurus Cabang PGRI Palabuhanratu bersama Forkopimcam dan juga mitra SPPG dapat melaksanakan kegiatan berbagi takjil gratis on the road sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa,” ujar Febri Bayu Nugraha saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, seluruh bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut berasal dari donasi dan partisipasi aktif para anggota PGRI yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.

Menurutnya, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada seluruh anggota PGRI yang telah berpartisipasi, juga kepada mitra SPPG, Bank BJB, serta Forkopimcam yang telah ikut terlibat dan mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Bayu menambahkan, kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari komitmen PGRI Palabuhanratu untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga dalam aksi-aksi kemanusiaan.

“Melalui kegiatan Ramadan berbagi ini, kami berharap kehadiran PGRI Palabuhanratu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, serta mampu mempererat tali silaturahmi antara guru, pemerintah, dan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus menebar kebaikan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. (Asep S)***

Editor : M.Nabil

SMA Yaspin Palabuhanratu Gelar Buka Puasa dan Doa Bersama

Gurilaps.com, Sukabumi || Menjelang pelaksanaan Ujian Sekolah (US) tahun ajaran 2025/2026, keluarga besar SMA Yaspin menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus doa bersama yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 dan para guru, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat di area sekolah ini bertujuan untuk memberikan penguatan spiritual dan mental bagi para siswa sebelum menghadapi ujian yang dijadwalkan dimulai pada Senin, 9 Maret 2026 mendatang.

Kepala Sekolah SMA Yaspin, Japaruddin, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan tradisi tahunan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memotivasi siswa agar tetap tenang dan fokus.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar seremoni buka puasa, melainkan bentuk dukungan moral kami kepada para siswa. Kami ingin mereka melangkah ke ruang ujian dengan hati yang tenang dan kepercayaan diri yang tinggi setelah berusaha maksimal dalam belajar,” ujar Japaruddin saat memberikan sambutan.

Beliau juga menambahkan bahwa persiapan teknis sekolah sudah mencapai tahap final. Japaruddin berharap seluruh siswa kelas 12 dapat lulus dengan nilai yang memuaskan dan mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang dicita-citakan.

“Kami mendoakan agar di hari Senin nanti tidak ada kendala teknis maupun kesehatan. Fokus utama kami adalah memastikan anak-anak siap secara lahir dan batin untuk menjawab setiap soal ujian dengan jujur dan teliti,” tambahnya.

Acara ditutup dengan salat Magrib berjamaah dan ramah tamah antara guru dan murid. Dengan semangat kebersamaan ini, SMA Yaspin optimistis pelaksanaan Ujian Sekolah tahun ini akan berjalan lancar dan sukses. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

Perisai Semesta: Persatuan Nasional, Kemandirian dan Doa Hadapi Situasi di Ambang Badai Global

Oleh : Aam Abdul Salam*

GURILAPS.COM || Menyimak apa yang disampaikan Bapak Sufmi Dasco, Persatuan Nasional dengan kompak dan solidnya masyatakat sipil merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan program Presiden Prabowo Subianto. Apalagi dihadapkan pada situasi sekarang ditengah dunia sedang tidak baik baik saja.

Gemuruh konflik di Timur Tengah antara poros AS-Israel melawan Iran bukan sekadar berita mancanegara di layar kaca; ia adalah alarm peringatan bagi dapur dan lampu di rumah-rumah kita. Bayang-bayang Perang Dunia III membawa ancaman nyata: krisis pangan, energi, dan guncangan ekonomi yang siap menerjang batas negara.

Namun, bagi Indonesia, ancaman bukanlah alasan untuk menyerah. Justru di tengah ketidakpastian ini, kita perlu memperkuat Benteng Pertahanan Rakyat Semesta.

Tiga Pilar Antisipasi: Krisis Pangan, Krisis Energi dan Krisis Perekonomian

Menghadapi krisis global memerlukan langkah konkret yang dimulai dari unit terkecil: keluarga dan komunitas.

Kedaulatan Pangan: Saat rantai pasok global terputus, tanah kita adalah penyelamat. Memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pokok bukan lagi hobi, melainkan strategi bertahan hidup.

Ketahanan Energi: Efisiensi menjadi kunci. Mengurangi ketergantungan pada sumber daya impor dan mulai melirik potensi energi lokal adalah langkah preventif agar roda ekonomi tetap berputar saat harga minyak dunia melambung.

Stabilitas Ekonomi: Memperkuat sirkulasi ekonomi domestik dengan mencintai produk lokal akan menjaga daya tahan pasar dalam negeri dari inflasi global yang gila-gilaan.

Persatuan: Senjata Terkuat Kita

Sejarah membuktikan bahwa Indonesia runtuh bukan karena serangan dari luar, melainkan saat fondasi persatuannya retak. Menghadapi ancaman serangan fisik maupun siber yang bertujuan menghancurkan kedaulatan, persatuan rakyat adalah benteng yang tak tertembus. Tak peduli seberapa canggih teknologi lawan, rakyat yang bersatu adalah kekuatan asimetris yang paling ditakuti.

Momentum Ramadan: Benteng Langit

Di atas segala upaya lahiriah, ada kekuatan yang melampaui logika militer dan ekonomi. Momentum Bulan Ramadan tahun ini hadir sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat “Benteng Langit”.

Allahummahfadz bilaadanaa Induunisiyaa minal fitani wal mihan, waj’alhaa baldatan thayyibatan wa rabbun ghafuur) “Ya Allah, jagalah negeri kami Indonesia dari segala fitnah dan cobaan, dan jadikanlah ia negeri yang baik (aman sentosa) dengan Rabb Yang Maha Pengampun.”

Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momentum kolektif bagi jutaan rakyat Indonesia untuk bersimpuh. Di setiap sujud dan doa berbuka, terpanjat permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar negeri ini dijauhkan dari marabahaya. Doa adalah senjata orang beriman—sebuah energi spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah hiruk-pukuk ancaman dunia.

Penutup

Krisis mungkin tak terelakkan, namun kehancuran bisa dicegah. Dengan perpaduan antara persiapan fisik yang matang, persatuan nasional yang solid, dan Doa mengetuk pintu langit di bulan suci, Indonesia akan tetap tegak berdiri. Kita tidak hanya sedang bertahan, kita sedang membuktikan bahwa bangsa ini adalah bangsa pemenang, negeri Indonesia dibawah panji merah putih persatuan nasional akan selamat, kuat dan tampil memimpin ditengah konflik global, berperan mewujudkan perdamaian dunia.**

*Penulis : Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen PPJNA 98, Presidium Korp Alumni HMI (KAHMI) Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi dan PWI Kab.Sukabumi

EDITOR . M.NABIL

PGRI Palabuhanratu Kawal Pembelajaran Karakter Selama Ramadan untuk Penguatan Akhlak

Gurilaps.com || Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas belajar mengajar di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, resmi mengalami penyesuaian.

Berdasarkan instruksi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terkait pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan 1447 H/2026, kurikulum sekolah kini lebih dititikberatkan pada penguatan karakter religius dan pembinaan akhlak peserta didik.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut.

Ia menegaskan bahwa momentum Ramadan merupakan waktu krusial bagi para pendidik untuk membentuk pribadi siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.

“Ramadan adalah waktu terbaik bagi kita semua untuk melakukan spiritual recharge. Kami di PGRI Palabuhanratu berkomitmen memastikan setiap sekolah menjalankan program yang mengedepankan penanaman nilai-nilai akhlakul karimah,” ujar Bayu

Menurut Bayu, skema pembelajaran Ramadan tahun ini mencakup rangkaian kegiatan keagamaan yang terukur, mulai dari tadarus Al-Qur’an dan kajian literasi keagamaan, hingga pemantauan ibadah harian oleh para tenaga pendidik.

Langkah ini selaras dengan kalender pendidikan yang menetapkan masa pembelajaran tatap muka hingga pertengahan Maret 2026, sebelum memasuki masa libur Idul Fitri.

Lebih lanjut, Bayu mengimbau para orang tua untuk aktif melakukan pengawasan di rumah guna menjaga sinkronisasi antara pendidikan di sekolah dan lingkungan keluarga.

“Pendidikan karakter tidak bisa hanya mengandalkan peran guru di sekolah. Sinergi antara guru, siswa, dan orang tua adalah kunci utama keberhasilan penguatan akhlak ini,” tambahnya.

Melalui penyesuaian jam belajar yang lebih fleksibel, diharapkan para siswa tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang bermakna. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

Menyalakan Harapan: Mengapa Listrik Adalah Kerja Bersama Gerakan Roda Ekonomi untuk Kemandirian Bangsa

0

Oleh : Aam Abdul Salam*

GURILAPS.COM || Bayangkan sebuah desa pesisir yang baru saja membuka diri untuk pariwisata. Di sana, deru mesin genset yang bising dan mahal perlahan digantikan oleh aliran listrik yang stabil. Tiba-tiba, penginapan bisa memasang pendingin ruangan, restoran dapat menyimpan bahan makanan beku, dan warga lokal bisa membuka bengkel las atau usaha konveksi di rumah mereka. Inilah wajah nyata dari pembangunan infrastruktur listrik: ia bukan sekadar kabel dan tiang, melainkan urat nadi kehidupan.

Namun, membentang kabel melewati hutan, gunung, hingga pemukiman padat penduduk bukanlah perkara mudah. Di sinilah dukungan semua lapisan masyarakat menjadi kunci utama.

Energi untuk Roda Ekonomi

Bagi sektor industri, ketersediaan listrik yang andal adalah syarat mati. Tanpa daya yang stabil, mesin pabrik berhenti, produksi terhambat, dan daya saing nasional melemah. Di sisi lain, sektor pariwisata modern kini sangat bergantung pada digitalisasi dan kenyamanan fasilitas yang semuanya membutuhkan energi. Dukungan masyarakat dalam mempermudah proses perizinan lahan atau sekadar menjaga keamanan aset infrastruktur di lingkungan sekitar, secara tidak langsung membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

Dari Rumah Tangga ke Kemandirian Bangsa

Untuk kebutuhan rumah tangga, listrik adalah jendela dunia. Anak-anak bisa belajar di malam hari dengan terang, dan ibu rumah tangga bisa meningkatkan produktivitas melalui usaha mikro berbasis listrik. Ketika masyarakat memahami bahwa pembangunan gardu induk atau jaringan transmisi adalah untuk kepentingan bersama, hambatan sosial yang sering muncul dalam proyek strategis dapat diminimalisir.

Sinergi Adalah Kekuatan

Pemerintah dan penyedia layanan energi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap tiang listrik yang tertanam adalah investasi untuk masa depan. Sikap kooperatif warga dalam proses pembebasan lahan, menjaga kebersihan jaringan dari pohon yang rimbun, hingga kedisiplinan dalam penggunaan energi, merupakan kontribusi nyata yang tak ternilai.

Pembangunan infrastruktur listrik adalah estafet kebaikan. Saat semua lapisan masyarakat memberikan dukungan penuh, kita tidak hanya sedang menerangi bangunan, tetapi juga sedang menerangi jalan menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing global.***

*Penulis : Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen PPJNA 98, Penasehat SMSI/PWI Kab.Sukabumi dan Presidium KAHMI Sukabumi

Editor : M.Nabil

Tanamkan Karakter Dermawan, SDIT Mutiara Bagikan Takjil Gratis di Masjid Agung Palabuhanratu

Gurilaps.com || Semangat berbagi di bulan suci terpancar dari wajah siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara. Sekolah yang beralamatkan di Jl. Bhayangkara, Kecamatan Palabuhanratu ini, tengah menyelenggarakan aksi sosial bertajuk “MUTIARA Berbagi Takjil Gratis” yang berlokasi tepat di area depan Masjid Agung Palabuhanratu.

Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, mulai dari tanggal 4 hingga 11 Maret 2026 ini, melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa secara bergantian. Pada hari Kamis (5/3/2026), giliran siswa kelas dua didampingi para guru bersiaga di depan masjid untuk menyambut warga yang hendak berbuka.

Sistem pembagian takjil ini dibuat berjenjang setiap harinya. Dimulai dari siswa kelas 1 pada hari pertama hingga kelas 6 pada hari terakhir. Dengan pendampingan intensif dari guru, para siswa belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat di lingkungan rumah ibadah terbesar di Palabuhanratu tersebut.

Hudan Jaelani, salah satu guru pendamping dari SDIT Mutiara, menekankan bahwa kegiatan ini adalah laboratorium karakter bagi para siswa.

“Kami ingin menanamkan betapa pentingnya belajar berbagi sejak dini. Dengan memanfaatkan momentum Ramadan, kami mendidik karakter anak untuk membiasakan berbagi satu sama lain. Melalui aksi di depan masjid ini, mereka belajar empati secara nyata,” ujar Hudan, Kamis (5/3/2026).

Aksi ini mendapat respon positif dari warga sekitar. Kehadiran anak-anak sekolah dasar yang antusias membagikan paket takjil memberikan suasana hangat dan inspiratif di tengah aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

Potensi Desa Citepus Palabuhanratu: Kawasan Pesisir Pantai dengan Wisata, Pertanian, dan Pengembangan Ekonomi Lokal

0

Gurilaps.com || Desa Citepus yang berada di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dikenal sebagai salah satu desa pesisir yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata, pertanian, serta ekonomi masyarakat. Letaknya yang berada di kawasan Teluk Palabuhanratu menjadikan desa ini memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas pariwisata di wilayah ibu kota Kabupaten Sukabumi.

Secara geografis, Desa Citepus memiliki luas wilayah yang cukup besar dengan bentang alam yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, permukiman, lahan pertanian hingga wilayah perbukitan. Berdasarkan data potensi wilayah, area pertanian di desa ini terdiri dari sekitar 122 hektare lahan persawahan, sekitar 606 hektare ladang atau tegalan, sekitar 222 hektare perkebunan negara, serta sekitar 39 hektare perkebunan swasta. Kondisi geografis tersebut menjadikan Citepus sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi berbasis pesisir sekaligus agraris.

Selain itu, posisi Desa Citepus juga berada di jalur utama kawasan wisata pesisir selatan Jawa Barat dan hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Palabuhanratu, sehingga relatif mudah diakses oleh wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.

Potensi Wisata Pesisir

Salah satu potensi unggulan Desa Citepus adalah sektor pariwisata pantai yang menjadi bagian dari kawasan wisata Palabuhanratu. Pantai Citepus telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun dari luar daerah yang datang ke Sukabumi.

Di wilayah desa ini terdapat beberapa titik pantai yang cukup populer di kalangan pengunjung, di antaranya Pantai Citepus Indah, RTH Citepus, Pantai Kebon Kalapa, serta Muara Citepus. Kawasan pantai tersebut dikenal memiliki hamparan pasir yang cukup luas dengan karakter ombak Samudera Hindia serta panorama matahari terbenam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Berbagai aktivitas wisata dapat dilakukan di kawasan ini, mulai dari bersantai di tepi pantai, menikmati pemandangan laut, hingga berburu spot foto di kawasan pesisir. Sejumlah warung kuliner, terutama yang menyajikan hidangan laut, juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pantai.

Selain wisata pantai, Desa Citepus juga memiliki fasilitas rekreasi keluarga berupa Waterpark Citepus atau Jajaway Waterpark yang turut menambah pilihan destinasi wisata bagi pengunjung. Keberadaan fasilitas tersebut semakin memperkuat potensi Citepus sebagai kawasan wisata keluarga di wilayah Palabuhanratu.

Akses menuju kawasan wisata di Desa Citepus juga relatif mudah karena berada di jalur lintas selatan Jawa Barat. Pengunjung dapat menikmati kawasan wisata dengan tarif masuk yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp10 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp30 ribu untuk kendaraan roda empat, dengan fasilitas pendukung seperti area parkir, mushola, toilet umum, gazebo, serta warung makan yang tersedia di sekitar lokasi wisata.

Potensi Pertanian dan Hasil Alam

Selain sektor pariwisata, Desa Citepus juga memiliki potensi pada sektor pertanian yang dikelola oleh masyarakat. Lahan pertanian yang tersebar di wilayah dataran maupun perbukitan dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan budidaya tanaman pangan dan perkebunan.

Beberapa komoditas yang cukup menonjol di wilayah ini antara lain padi, palawija, serta tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan. Di samping itu, masyarakat juga mengembangkan tanaman perkebunan seperti kelapa dan pisang yang menjadi komoditas unggulan di beberapa wilayah desa.

Komoditas kelapa, khususnya kelapa muda, menjadi salah satu produk yang banyak dipasarkan di kawasan wisata Pantai Citepus. Banyak warga yang menjalankan usaha penjualan kelapa muda untuk wisatawan yang berkunjung ke pantai.

Dalam kondisi ramai kunjungan wisata, pedagang kelapa muda di kawasan tersebut dapat memperoleh omzet berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta per hari, tergantung pada jumlah pengunjung dan musim liburan. Hasil kelapa tersebut juga dipasok ke berbagai warung makan, penginapan, serta usaha kuliner di sekitar kawasan wisata.

Pengembangan UMKM dan Ekonomi Lokal

Perkembangan sektor wisata di kawasan Citepus turut mendorong tumbuhnya berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijalankan masyarakat. Beragam usaha berbasis rumah tangga berkembang di desa ini, mulai dari usaha kuliner, perdagangan kecil, hingga penyediaan jasa bagi wisatawan.

Produk makanan olahan, kuliner khas daerah, hingga usaha perdagangan seperti warung makan dan kios oleh-oleh menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisata ke kawasan Palabuhanratu.

Selain itu, keberadaan sejumlah penginapan, homestay, serta fasilitas wisata juga memberikan peluang usaha bagi masyarakat setempat. Banyak warga yang memanfaatkan rumah atau lahan miliknya untuk kegiatan usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

Potensi Pengembangan Kawasan

Secara regional, wilayah Desa Citepus juga berada dalam kawasan yang berkaitan dengan Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, sehingga memiliki peluang besar dalam pengembangan konsep desa wisata berbasis ekowisata.

Keberadaan kawasan geopark tersebut mendorong berbagai program pengembangan wilayah, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan, penyediaan sarana air bersih, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi lokal.

Pemerintah daerah bersama pemerintah desa juga terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pelatihan, pengembangan usaha, serta penguatan sektor ekonomi kreatif yang berbasis potensi lokal.

Menuju Desa Berkembang dan Mandiri

Dengan kombinasi potensi wisata pesisir, lahan pertanian yang cukup luas, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang, Desa Citepus memiliki peluang besar untuk terus tumbuh sebagai salah satu desa yang maju di wilayah Kecamatan Palabuhanratu.

Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan potensi wilayah tersebut secara berkelanjutan.

Melalui pengelolaan potensi desa yang baik serta pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, Desa Citepus diharapkan mampu berkembang menjadi desa yang mandiri, berdaya saing, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakatnya sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Palabuhanratu sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi. (Fijar)***

Editor : M.Nabil

Ramadan Jadi Momentum Penguatan Karakter, Dewan Faizal Soroti Peran Sosial Umat

0

Gurilaps.com || Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PAN, Faizal Akbar Awaludin, S.Pd, menekankan pentingnya menjadikan Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sebagai momentum penguatan karakter dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya pada Selasa (03/03/2026), Faizal menyampaikan bahwa Ramadan harus dimaknai lebih luas sebagai sarana memperbaiki hubungan vertikal kepada Allah SWT sekaligus mempererat hubungan horizontal antar sesama manusia.

“Atas nama pribadi dan Fraksi PAN DPRD Kabupaten Sukabumi, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Semoga kita semua diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.

Menurutnya, nilai utama Ramadan terletak pada kemampuannya membentuk pribadi yang lebih disiplin, jujur, serta memiliki empati sosial yang tinggi. Ia menilai, tantangan kehidupan yang semakin kompleks menuntut umat Islam untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah individual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.

“Ramadan adalah madrasah kehidupan. Di bulan ini kita dilatih menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, sekaligus merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang kekurangan. Dari situlah lahir kepedulian dan semangat berbagi,” kata Faizal.

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk menjaga kondusivitas wilayah selama Ramadan, memperbanyak kegiatan positif seperti tadarus Al-Qur’an, berbagi kepada sesama, serta menghidupkan masjid dengan kegiatan keagamaan yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Faizal berharap semangat Ramadan dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan sosial, termasuk memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Semoga Ramadan tahun ini tidak hanya berlalu sebagai rutinitas, tetapi benar-benar meninggalkan bekas dalam perilaku dan sikap kita sehari-hari. Ukuran keberhasilan Ramadan adalah ketika setelahnya kita menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya. (Alpin Ramadan)***

Editor : M.Nabil