Rabu, April 22, 2026
Beranda blog

PPJNA 98 : Pengesahan RUU PPRT Kado Terindah hari Kartini dan May Day, Bukti Nyata Keberpihakan Prabowo pada Wong Cilik

Gurilaps.com || Momentum Hari Kartini dan ambang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini menjadi saksi sejarah baru bagi kaum marjinal di Indonesia. Pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi titik balik yang memicu apresiasi luas dari berbagai lapisan masyarakat. Langkah politik ini bukan sekadar pemenuhan janji legislasi, melainkan sebuah pernyataan sikap yang tegas tentang ke mana arah keberpihakan negara saat ini.

Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98-PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menegaskan bahwa progres signifikan RUU PPRT ini merupakan bukti nyata keberpihakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib “wong cilik”. Selama belasan tahun, para pekerja rumah tangga—yang mayoritas adalah perempuan—berada dalam ruang gelap tanpa payung hukum yang memadai. Dengan dorongan kuat dari kepemimpinan DPR dan restu eksekutif, kegelapan itu kini mulai sirna.

Senada dengan hal tersebut, Sekjen PPJNA 98, Aam Abdul Salam, melihat kebijakan ini sebagai manifestasi konkret dari visi pemerintahan Prabowo-Gibran. Pengesahan ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya pandai beretorika, tetapi terus bekerja membuktikan komitmennya melalui kebijakan yang pro-rakyat kecil. Di tengah hiruk-pikuk politik nasional, perhatian terhadap aspek perlindungan buruh domestik menunjukkan bahwa keadilan sosial sedang diupayakan untuk menyentuh dapur-dapur rakyat, bukan hanya gedung-gedung bertingkat.

Pengesahan ini dengan semangat Kartini memberikan makna mendalam tentang emansipasi yang hakiki. Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk berdaya, dan RUU PPRT memberikan martabat serta perlindungan bagi jutaan perempuan yang menggantungkan hidupnya sebagai pahlawan domestik.

Sementara itu, menyongsong May Day, kebijakan ini menjadi kado bagi kelas pekerja yang selama ini sering terlupakan dalam struktur ketenagakerjaan formal.

Kita patut mengapresiasi keberanian politik para pemimpin yang berani mengambil langkah tidak populer demi kepentingan kemanusiaan. Kini, tantangan selanjutnya terletak pada implementasi di lapangan. Publik berharap agar semangat keberpihakan ini terus terjaga, memastikan bahwa setiap pekerja rumah tangga di pelosok negeri benar-benar merasakan kehadiran negara dalam setiap peluh keringat mereka.

Pengesahan RUU PPRT adalah kemenangan kecil bagi wong cilik, namun menjadi langkah besar bagi kemajuan peradaban hukum bangsa Indonesia.***

Editor : M.Nabil

Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

0

GURILAPS.COM, JAKARTA || Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Almarhum wafat akibat serangan jantung.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting, almarhum sempat menghadiri acara Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Jumat malam di Kampus LSPR, Jakarta.

Setelah kegiatan tersebut, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI lainnya melanjutkan makan malam di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Sekitar pukul 21.00 WIB, ia tiba-tiba mengalami anfal dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, hingga muntah-muntah. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Berdasarkan diagnosis dokter, almarhum mengalami serangan jantung, sejalan dengan riwayat penyakit jantung yang dimilikinya.

Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan. Namun, di tengah upaya medis tersebut, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB.

Sosok Aktivis Organisasi yang Tangguh

Kepergian Zulmansyah Sekedang merupakan kehilangan besar bagi PWI dan komunitas pers nasional. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, riang, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi.

Rekam jejak pengabdiannya di PWI terbilang panjang dan signifikan, antara lain:

Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027)

Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke-24 di Bandung tahun 2023

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat dalam masa transisi organisasi

Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB)

Sekretaris Jenderal PWI Pusat hasil Kongres Persatuan pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang, Jawa Barat

Dalam perjalanan organisasi, almarhum dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Pusat melalui Kongres Persatuan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan duka mendalam atas kepergian sahabatnya itu.

“Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,” ujarnya, Sabtu (18/04).

Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia memohon doa dari seluruh pengurus dan anggota, insan pers, serta masyarakat luas.***

EDITOR : M.NABIL

WFH ASN Digulirkan, Sekolah di Sukabumi Justru Tegaskan Pentingnya Tatap Muka

Gurilaps.com, Sukabumi || Wacana penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digulirkan pemerintah pusat belum mengubah ritme dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Di tengah fleksibilitas kerja sektor birokrasi, sekolah justru menegaskan pentingnya pembelajaran tatap muka sebagai fondasi utama pendidikan.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal di seluruh satuan pendidikan. Tidak ada perubahan jadwal maupun metode pembelajaran, meski kebijakan WFH mulai menjadi perhatian publik.

Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada arahan resmi yang mengatur penerapan kebijakan tersebut di sektor pendidikan.

“Sekolah tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa. Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Berbeda dengan sektor perkantoran yang relatif adaptif terhadap sistem kerja jarak jauh, dunia pendidikan di Sukabumi dinilai memiliki karakteristik tersendiri. Kondisi geografis yang didominasi wilayah perdesaan menjadi salah satu faktor utama yang membuat pembelajaran tatap muka tetap relevan.

Akses terhadap jaringan internet yang belum merata serta keterbatasan perangkat pendukung di sejumlah wilayah menjadi tantangan tersendiri jika pembelajaran daring kembali diterapkan secara luas.

Di sisi lain, Disdik melihat momentum ini sebagai pengingat bahwa interaksi langsung antara guru dan siswa masih memiliki peran penting yang belum sepenuhnya tergantikan oleh teknologi. Proses pembelajaran di kelas tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan interaksi sosial.

Meski demikian, kesiapsiagaan tetap menjadi perhatian. Pengalaman selama pandemi COVID-19 dinilai telah membekali sekolah dengan kemampuan dasar dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh.

“Jika sewaktu-waktu ada kebijakan yang mengarah ke pembelajaran daring, kami siap beradaptasi. Pengalaman sebelumnya menjadi modal penting,” tambahnya.

Sejumlah praktisi pendidikan menilai, kebijakan WFH bagi ASN memang tidak serta-merta bisa diterapkan pada sektor pendidikan. Sekolah memiliki kebutuhan interaksi langsung yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan administratif.

Dengan demikian, di tengah perubahan pola kerja di sektor pemerintahan, sekolah di Kabupaten Sukabumi justru menegaskan konsistensinya: ruang kelas tetap menjadi pusat utama proses belajar, setidaknya hingga ada kebijakan yang mengatur sebaliknya.***

Editor : YM

O2SN Warungkiara 2026: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Ruang Tumbuh Karakter Siswa

Gurilaps.com, Sukabumi || Di balik riuhnya sorak sorai dan semangat kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Warungkiara 2026, tersimpan makna yang lebih dalam dari sekadar perlombaan. Ajang yang digelar di SD Negeri Ubrug, Desa Ubrug, Rabu (15/4/2026), ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi ratusan siswa untuk membangun karakter sejak dini.

Sebanyak 503 siswa dari 29 Sekolah Dasar terlibat aktif dalam berbagai cabang olahraga. Namun, yang paling mencuri perhatian bukan hanya siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana para siswa belajar tentang disiplin, kerja keras, dan sportivitas di lapangan.

Di tengah keterbatasan fasilitas yang masih menjadi tantangan di sejumlah sekolah, semangat para peserta tetap membara. Mereka hadir membawa harapan, bukan hanya untuk meraih juara, tetapi juga untuk membuktikan kemampuan diri.

Ketua Panitia O2SN Kecamatan Warungkiara, Faisal Dwi Prana Putra, melihat kegiatan ini sebagai refleksi dari keseriusan sekolah dalam membina siswa secara menyeluruh.

“Partisipasi hampir seluruh sekolah menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga pengembangan bakat dan karakter siswa,” ujarnya.

Menurut Faisal, capaian tahun sebelumnya menjadi pemicu semangat baru. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan sejati tidak semata diukur dari medali, melainkan dari proses yang dilalui siswa.

“Yang terpenting adalah pengalaman mereka. Dari sini mereka belajar menghadapi tekanan, menghargai lawan, dan bangkit dari kekalahan,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua KKG PJOK Kabupaten Sukabumi, Asep Sukmara. Ia menilai O2SN sebagai instrumen penting dalam pendidikan karakter yang sering kali tidak didapat di ruang kelas.

“Olahraga mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Disiplin, kerja sama, dan kejujuran itu terbentuk dari kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Asep juga menyoroti peran guru sebagai pembimbing utama dalam proses tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak lepas dari keteladanan yang diberikan oleh para pendidik.

“Guru bukan hanya mengajar, tapi membentuk karakter. Apa yang dilakukan guru akan ditiru oleh siswa,” tegasnya.

Lebih jauh, O2SN juga menjadi cermin kondisi pembinaan olahraga di tingkat akar rumput. Dari ajang inilah potensi-potensi muda dapat terdeteksi sejak dini untuk kemudian dibina secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang lebih menekankan proses dibanding hasil, O2SN Warungkiara 2026 tidak hanya melahirkan juara di atas podium, tetapi juga generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***

Editor : M.Nabil

Desa Cimanggu Palabuhanratu Berbenah: Dari Potensi Lokal Menuju Kemandirian Berkelanjutan

Gurilaps.com, Sukabumi || Di balik geliat pembangunan kawasan pesisir selatan Jawa Barat, Desa Cimanggu perlahan menegaskan diri sebagai desa yang terus berbenah. Terletak di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, desa ini memadukan potensi sumber daya alam, kearifan lokal, serta semangat gotong royong masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai wilayah yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi, Cimanggu memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Aksesibilitas yang relatif baik menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat distribusi hasil pertanian, perikanan, hingga aktivitas perdagangan masyarakat.

Penguatan Infrastruktur dan Pelayanan Dasar

Pemerintah desa terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama kemajuan wilayah. Perbaikan jalan lingkungan, saluran irigasi, hingga fasilitas umum seperti posyandu dan sarana pendidikan menjadi bagian dari agenda pembangunan yang berjalan secara bertahap.

Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat kualitas hidup masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi warga menjadi lebih lancar dan efisien.

Selain itu, peningkatan pelayanan administrasi desa juga mulai diarahkan ke sistem yang lebih modern dan transparan. Aparatur desa berupaya memberikan pelayanan yang cepat, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Potensi Ekonomi Lokal yang Terus Tumbuh

Sebagian besar masyarakat Desa Cimanggu menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perdagangan kecil, serta jasa. Komoditas pertanian seperti padi, palawija, dan hasil kebun menjadi tulang punggung ekonomi desa.

Di sisi lain, geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perkembangan positif. Produk olahan rumahan, warung tradisional, hingga usaha jasa menjadi bagian dari dinamika ekonomi yang terus bergerak.

Kedekatan dengan kawasan wisata Pelabuhan Ratu juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama dalam sektor perdagangan dan jasa penunjang pariwisata.

Peran Masyarakat dan Gotong Royong

Keberhasilan pembangunan di Desa Cimanggu tidak lepas dari peran aktif masyarakat. Budaya gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan fisik hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Keterlibatan warga dalam musyawarah desa juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Hal ini mencerminkan praktik demokrasi lokal yang berjalan secara partisipatif dan inklusif.

Komitmen Menuju Desa Mandiri

Pemerintah Desa Cimanggu terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat, baik melalui pelatihan keterampilan, penguatan kapasitas aparatur, hingga pengembangan potensi lokal.

Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan desa yang berorientasi pada kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, desa diharapkan mampu bersaing dan berkembang di tengah dinamika pembangunan daerah.

Ke depan, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.***

Editor : VJR

Aklamasi di Muscab HIPMI Sukabumi, Ferry Supriyadi Usung Agenda Ekosistem Wirausaha dan Digitalisasi

0

Gurilaps.com, Sukabumi || Musyawarah Cabang (Muscab) III BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sukabumi menetapkan arah baru organisasi, dengan terpilihnya Ferry Supriyadi sebagai Ketua Umum periode 2026–2029.

Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam forum yang digelar di Saung Geulis, Cisaat, Rabu (8/4/2026), setelah Ferry menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi persyaratan pencalonan.

Momentum ini tidak sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menandai dorongan baru bagi peran pengusaha muda dalam memperkuat ekonomi daerah.

Dalam pidatonya usai menerima bendera pataka, Ferry menegaskan komitmennya untuk memperluas peran HIPMI hingga ke tingkat daerah dan mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha muda.

“HIPMI harus hadir di tengah masyarakat, membuka peluang, dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan, terutama melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas anggota.

Menurut Ferry, tantangan ekonomi ke depan menuntut pengusaha muda untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga inovatif dalam menciptakan peluang usaha.

Selain itu, transformasi digital menjadi salah satu agenda utama kepemimpinannya. Ia menilai digitalisasi organisasi diperlukan agar program kerja HIPMI lebih efektif dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha muda.

“Digitalisasi bukan pilihan, tetapi kebutuhan agar organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar ini menilai sinergi antara dunia usaha dan kebijakan publik menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Panitia Muscab menyebut, proses aklamasi berlangsung setelah tahapan penjaringan yang dimulai sejak 12 Maret 2026. Hingga penutupan pendaftaran, hanya Ferry yang mendaftar dan dinyatakan lolos verifikasi administrasi maupun organisasi.

Dengan kepemimpinan baru ini, HIPMI Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu memperkuat peran sebagai wadah kaderisasi pengusaha muda sekaligus berkontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.***

Editor : M.Nabil

Sengketa Lahan Cikidang Mengemuka, DPRD Sukabumi Fasilitasi Mediasi Warga dan Perusahaan

Gurilaps.com, Sukabumi || Persoalan hak kepemilikan rumah dan kebun di kawasan Cikidang Plantation Estate (CPE) menjadi sorotan setelah Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menerima audiensi warga, Senin (6/4/2026).

Pertemuan yang digelar di Aula BKPSDM itu mempertemukan Paguyuban Pemilik Rumah dan Kebun Cikidang (PPRKC) dengan sejumlah pihak terkait, termasuk perusahaan pengelola dan instansi pemerintah.

Audiensi dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, serta dihadiri perwakilan PT Kidang Gesit Perkasa yang dipimpin Direktur Budi Handoko, unsur ATR/BPN, Dinas Penataan Ruang dan Tata Bangunan (DPTR), dan Camat Cikidang.

Dalam forum tersebut, perwakilan PPRKC menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai mendesak. Mereka menuntut kejelasan legalitas lahan kebun yang telah dibeli, penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum, jaminan keamanan, serta kejelasan skema bagi hasil kebun.

Menanggapi hal itu, Iwan menegaskan DPRD berkomitmen menjadi mediator agar penyelesaian dapat berjalan adil dan sesuai aturan hukum.

“DPRD akan memfasilitasi agar hak masyarakat dapat terpenuhi sesuai kesepakatan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Dari hasil rapat, Komisi I merumuskan dua langkah awal. Pertama, terhadap lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang sedang berproses menjadi Hak Guna Bangunan (HGB), perusahaan diminta menjalankan proses sesuai regulasi serta tidak menelantarkan lahan.

Kedua, untuk lahan yang telah berstatus HGB, DPRD mendorong DPTR dan ATR/BPN agar membantu percepatan proses kepemilikan warga sesuai peraturan perundang-undangan.

Langkah mediasi ini diharapkan menjadi titik awal penyelesaian konflik yang selama ini dirasakan masyarakat, sekaligus menjaga hubungan yang kondusif antara warga dan pihak perusahaan.

DPRD menilai, kepastian hukum atas lahan tidak hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi stabilitas investasi dan pembangunan daerah.

“Harapannya, persoalan ini dapat segera menemukan solusi yang adil dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” kata Iwan.***

Editor : VJR

Editorial : Syukur dan Optimisme Atas Diplomasi Strategis Presiden Prabowo Subianto

Oleh : Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98) dan Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98)

GURILAPS.COM || Kepulangan Presiden Prabowo Subianto dari kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Prancis membawa angin segar bagi masa depan Indonesia. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni diplomasi, melainkan langkah konkret dalam mengamankan posisi Indonesia di tengah badai perubahan geopolitik dunia.

Keberhasilan Diplomasi Strategis

Di tengah ketidakpastian global, Presiden Prabowo berhasil membawa “oleh-oleh” berharga bagi bangsa negara dan seluruh rakyat Indonesia.

Kesepakatan Strategis: Kerja sama yang menyentuh sektor keamanan, ekonomi, dan teknologi.

Kedaulatan Bangsa: Memperkuat posisi tawar Indonesia di mata kekuatan besar dunia.

Kesejahteraan Rakyat: Menjamin stabilitas nasional yang berdampak langsung pada ekonomi domestik.

Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) memaknai momentum kepulangan kunjungan Presiden Prabowo dari luar negeri dengan penuh rasa syukur. Di hari Jumat Berkah ini, Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, bersama Sekjen Aam Abdul Salam, mengajak seluruh elemen bangsa untuk:

Bersyukur kepada Allah SWT atas kelancaran misi kenegaraan yang telah dijalankan Presiden Prabowo 

Berdoa agar Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan semua tugas amanah yang di emban.

Sebagai bentuk menghargai Sejarah mengajak untuk mendoakan seluruh Mantan Presiden dan Wakil Presiden RI yang telah meletakkan fondasi bangsa.

Memohon Keselamatan bagi seluruh pemimpin dan rakyat Indonesia agar diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian perubahan zaman, perubahan geopolitik yang sedang dihadapi. 

Keberhasilan diplomasi ini adalah modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Dengan persatuan dan doa, Indonesia diharapkan mampu melewati dinamika global menuju bangsa yang lebih berkah, selamat, dan berdaulat.***

EDITOR : M.NABIL

Penetapan Calon Ketua RW 09 Digelar di Masjid Al-Ikhlas Desa Sayati Kab.Bandung

Gurilaps.com, Bandung || Proses penetapan calon Ketua RW 09 telah dilaksanakan dengan tertib dan lancar di Masjid Al-Ikhlas RT 02 RW 09, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu. Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat serta panitia pemilihan yang turut memastikan jalannya proses berlangsung secara transparan dan demokratis, Selasa (06/04/2026).

Dalam kegiatan tersebut, telah ditetapkan sebanyak empat orang calon Ketua RW 09 yang siap mengikuti tahapan selanjutnya.

Adapun nomor urut calon yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

Calon No Urut 1 Drs.H.Iwan Setiawan
Calon Nomor Urut 2 Edi kusmara
Calon Nomor Urut 3 Eko Ismail
Calon Nomor Urut 4 Wildan Gojali

Keempat calon tersebut merupakan warga yang dinilai memiliki komitmen dan kepedulian terhadap lingkungan, serta diharapkan mampu membawa kemajuan bagi wilayah RW 09.

Ketua Panitia Pemilihan RW 09 Desa Sayati, Ridwan Kurniawan, menyampaikan bahwa proses penetapan calon dilakukan melalui musyawarah bersama warga dan panitia. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin lingkungan yang amanah dan bertanggung jawab.

“Penetapan ini merupakan langkah awal dalam proses demokrasi di tingkat lingkungan. Kami berharap seluruh warga dapat berpartisipasi aktif dan menjaga kondusivitas selama proses pemilihan berlangsung,” ujarnya.

Dengan telah ditetapkannya keempat calon beserta nomor urutnya, tahapan berikutnya akan memasuki masa sosialisasi dan pemilihan yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Warga RW 09 diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak demi kemajuan bersama.

Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan demokrasi di tengah masyarakat Desa Sayati, khususnya di lingkungan RW 09. (UJ)

Editor : M.Nabil

Penyiaran Berkualitas, Sukabumi Maju: Peringatan Hari Penyiaran Nasional 2026 

Gurilaps.com || Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi mengucapkan Selamat Hari Penyiaran Nasional yang diperingati pada 1 April 2026.

Momentum ini menjadi pengingat penting akan peran strategis penyiaran sebagai jembatan informasi, edukasi, dan hiburan bagi masyarakat. Seiring perkembangan teknologi dan pesatnya arus digitalisasi, penyiaran dituntut untuk terus beradaptasi serta menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya.

Diskominfosan Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh insan penyiaran untuk terus menjaga kualitas, integritas, serta profesionalisme dalam menyampaikan informasi kepada publik. Dengan penyiaran yang sehat dan bertanggung jawab, diharapkan mampu mendorong terciptanya masyarakat yang cerdas dan berdaya saing.

Mari bersama kita dukung penyiaran yang berkualitas demi kemajuan Kabupaten Sukabumi dan Indonesia. Terus “ON AIR” untuk Sukabumi yang lebih informatif dan Indonesia yang lebih maju. (M.Nabil)***