Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 2

Gema Muharam Bersholawat Hari ke 13 : Ikhtiar Spiritual Membela Rakyat dan Mengawal Presiden Prabowo Sikat Oligarki Hitam

GURILAPS.COM, SUKABUMI || Memasuki hari ke-13 bulan suci Muharam, getaran spiritual spiritualitas dan optimisme kebangsaan mengalun kuat dari bumi Sukabumi. Melalui sebuah Diskusi Santai, sejumlah tokoh pergerakan, akademisi, aktivis mahasiswa, dan pimpinan media berkumpul merumuskan komitmen kebangsaan. Momentum religi ini melahirkan sebuah Pernyataan Bersama yang memadukan kekuatan doa dan ketegasan sikap politik demi masa depan Indonesia yang gemah ripah loh jinawi.

Hadir dalam diskusi tersebut Anto Kusumayuda (Ketua Umum PPJNA 98), Aam Abdul Salam (Sekretaris Jenderal PPJNA 98 / Koordinator Nasional Kedaulatan Energi), Presidium MD KAHMI Sukabumi, Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih / Pemilik Wartain.com / Pengurus SMSI Sukabumi Raya), HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), serta Yosep Maulana (tokoh aktivis Mahasiswa Palabuhanratu Sukabumi).

Bulan Muharam adalah gerbang hijrah, momentum terbaik untuk mengikis pesimisme dan menebar energi positif. Para tokoh sepakat bahwa kekuatan spiritual adalah fondasi utama pembangunan nasional.

Syi’ar di Pelosok Negeri: Menggandeng masyarakat untuk menggemakan sholawat di masjid, pesantren, mushola, tajug, hingga rumah-rumah perkampungan.

Wasilah Keberkahan: Menjadikan getaran sholawat sebagai pengetuk pintu langit agar rahmat Allah SWT turun melimpah bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kekuatan Pemimpin: Mendoakan secara khusus agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka senantiasa diberikan kesehatan, ketegasan, kesabaran, serta kemudahan dalam menjalankan tugas kenegaraan dan menuntaskan amanah rakyat.

Bersama Prabowo: Sikat Habis Korupsi dan Oligarki Hitam

Di tengah ujian global dan domestik yang menghadang, editorial ini menegaskan bahwa ketahanan spiritual harus berjalan beriringan dengan ketegasan hukum. Seluruh elemen yang hadir menyatakan sikap bersatu padu di belakang Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan negara dari praktik korup merusak negara.

1. Pemberantasan Korupsi Tanpa Pandang Bulu: Mendukung pembersihan aparatur negara dari mental korup demi menyelamatkan uang rakyat.

2. Sita Harta Kekayaan Negara: Mendesak penyelamatan sumber daya alam (SDA) dari cengkeraman oligarki hitam yang selama ini menguras kekayaan bumi pertiwi secara ilegal dan merugikan negara.

3. Kedaulatan Energi dan Pangan: Memastikan tata kelola kekayaan alam sepenuhnya dikembalikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat kecil.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Manifestasi Akhlak Para Nabi

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam diskusi santai ini adalah keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para tokoh memandang program ini bukan sekadar kebijakan politik, melainkan sebuah kewajiban moral dan teologis yang luhur.

Jejak Spiritual: MBG adalah cerminan nyata dari akhlak dan perbuatan para Nabi, Sahabat Nabi, serta para Wali dan Aulia Allah. Mereka adalah sosok yang tidak pernah membiarkan umatnya kelaparan.

Pemberdayaan Kelompok Rentan: Program ini harus terus dikawal agar tepat sasaran menyentuh anak-anak sekolah, bayi menyusui, ibu hamil, serta lansia yang masuk kategori masyarakat rentan.

Investasi Generasi Penerus: Memastikan pemenuhan gizi sejak dini adalah kunci utama mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan tangguh. Merekalah yang akan melanjutkan estafet perjuangan menuju visi besar Indonesia Emas.

Indonesia Menuju Negara Termaju yang Adil dan Makmur

Ujian berat yang dihadapi bangsa hari ini tidak boleh menyurutkan semangat. Sebaliknya, tantangan ini harus menjadi pemersatu saf perjuangan antara pemerintah dan rakyat. Dengan kepemimpinan nasional yang berani mengeksekusi kebijakan pro-rakyat kecil, diiringi ketukan doa sholawat yang tak putus dari perkampungan hingga kota, target menjadi negara termaju di dunia bukan lagi sekadar impian.

Mari isi sisa hari di bulan Muharam ini dengan gema sholawat, kerja keras, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa. Semoga Indonesia menjelma menjadi negara yang adil, makmur, sejahtera, serta diliputi keberkahan yang melimpah dari langit dan bumi. (M.Rafi Asyam)***

Editor : Rd.Ratu Dinar Nusantara

Seruan Hari ke-7 Muharam Bersholawat: Doa untuk Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih

Gurilaps.com || Memasuki hari ke-7 di bulan Muharam yang penuh berkah, sejumlah elemen masyarakat dan majelis taklim menyuarakan “Seruan Gema Malam Muharam Bersholawat”. Aksi religi ini diisi dengan pembacaan sholawat dan doa bersama demi keselamatan, persatuan bangsa, serta kelancaran jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Senin (22/06/2026).

Dalam seruan bersama tersebut, para tokoh agama dan aktivis kemasyarakatan memanjatkan doa khusus agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, kesabaran, dan kebijaksanaan yang luas. Terlebih dalam memimpin bangsa dan menghadapi berbagai dinamika, ujian, fitnah, caci maki, serta hinaan. Mereka juga memohon agar Allah SWT senantiasa melindungi Kepala Negara dari segala bentuk perbuatan orang-orang yang berniat dzolim.

Tidak hanya untuk Presiden, doa dan dukungan penuh juga mengalir bagi jajaran tokoh kunci nasional. Secara khusus, para tokoh mendoakan agar kesehatan dan kekuatan lahir batin senantiasa dilimpahkan kepada Sufmi Dasco Ahmad, yang dinilai selalu setia pasang badan dalam menjaga dan mendukung setiap kebijakan strategis Presiden Prabowo.

Doa serupa juga dipanjatkan untuk Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, serta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih yang hingga saat ini terus bekerja keras dan bersinergi di lapangan demi menyukseskan seluruh program kerja pemerintahan.

Melalui momentum Muharam Bersholawat ini, para deklarator berharap rahmat dan mukjizat sholawat membawa keberkahan melimpah bagi seluruh rakyat dan tanah air.

Doa kolektif ini membawa satu asa besar: mewujudkan Indonesia sebagai negeri yang Baldatun Toyibatun Warobun Ghofur—sebuah negeri yang aman, subur, adil, makmur, dan selalu berada di bawah ampunan serta ridho Tuhan Yang Maha Esa.

Seruan doa, berdzikir dan sholawat kuatkan persatuan nasional ditandatangani secara bersama-sama oleh Anto Kusumayuda (Ketua Umum PPJNA 98), HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih). (IFU)***

Editor : Dede Heri

Muharam Bersholawat: Ikhtiar Spiritual Mengawal Amanah Kerakyatan Program Presiden Prabowo

0

GURILAPS.COM, SUKABUMI || Malam keenam Muharam menjadi momentum transendental bagi bangsa Indonesia. Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, PPJNA 98, Rumah Literasi Merah Putih, dan Sinergi Media Merah Putih menggagas sebuah laku spiritual: Muharam Bersholawat malam ke 6. Acara ini bukan sekadar ritus. Ini adalah manifestasi doa agar rakyat bangkit bersatu mengawal program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto, Palabuhanratu (20/06/2026).

Filsuf Islam Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah menegaskan, “kejayaan sebuah peradaban sangat bergantung pada keadilan sosial dan kekuatan moral para pemimpinnya.”

Muharam Bersholawat meletakkan fondasi moral tersebut. Kegiatan ini mengintegrasikan kesalehan ritual dengan kesalehan sosial.

Esensi Spiritual: Membela Kaum Duafa

Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menegaskan pentingnya penyelarasan gerak batin dan tindakan nyata. “Sholawat adalah energi penggerak. Malam ini kita mengetuk pintu langit. Kita meminta kekuatan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG), KDMP dan progtam kerakyatanlainnya berjalan tepat sasaran. Ini adalah jihad kemanusiaan,” ujarnya.

Secara filosofis, keberpihakan pada kaum kecil merupakan manifestasi tertinggi dari keadilan. Pemihakan pada UMKM serta kemudahan kredit bagi usaha rakyat kecil dari Bank Himbara sebagaimana yang diperintahkan Presiden adalah bentuk konkret memanusiakan manusia. Negara hadir memotong rantai kemiskinan struktural.

Ulama kharismatik Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan, “kesejahteraan dunia adalah prasyarat menuju keselamatan akhirat. Ketika perut rakyat lapar, kekufuran mendekat”. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi yang pro-rakyat kecil adalah perintah agama yang mutlak.

Transformasi Akal dan Kedaulatan Bumi

Pendidikan menjadi pilar kedua dalam transformasi bangsa. Program Sekolah Rakyat hadir untuk mencerdaskan seluruh negeri. Sekjen Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, menyoroti pentingnya literasi dan kecerdasan kolektif. “Sekolah Rakyat adalah ikhtiar membebaskan bangsa dari kebodohan. Kita membangun manusia seutuhnya, selaras dengan falsafah kemerdekaan,” kata Dede.

Gerakan batin ini juga menyentuh aspek ekologis. Kebijakan menghijaukan lahan pemerintah serta Hak Guna Usaha (HGU) telantar merupakan bentuk pertobatan ekologis. Manusia adalah khalifah di muka bumi, bertugas merawat, bukan merusak.

Penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kepentingan negara adalah harga mati. Filosofi kuno menyebut bumi, air, dan kekayaan alam adalah milik bersama seluruh rakyat. Mengembalikan kekayaan alam kepada masyarakat adalah jalan mengembalikan keberkahan yang hilang.

Solidaritas Kolektif dan Berkah Ilahi

Ikhtiar ini memerlukan keterlibatan semua pihak. Sekjen PPJNA 98 sekaligus Presidium MD KAHMI Sukabumi, Aam Abdul Salam, menyerukan pentingnya sinergi nasional. “Gerakan solidaritas ini harus masif. Perusahaan BUMN dan perusahaan swasta wajib peduli, berbagi dengan warga sekitar yang tidak mampu. Ini adalah tanggung jawab moral, bukan sekadar kewajiban hukum,” tegas Aam.

Solidaritas sosial ini melahirkan kedamaian sejati. Dalam filsafat Jawa dikenal istilah Memayu Hayuning Bawwono, mengusahakan keselamatan dunia. Ketika yang kuat membantu yang lemah, harmonisasi kehidupan tercapai.

Seluruh agenda kerakyatan ini merupakan amanah besar Presiden Prabowo Subianto. Kepemimpinan ini digerakkan untuk menjemput ridha Allah SWT. Melalui ketukan doa malam Muharam, seluruh elemen bangsa bersatu, bergerak, dan memastikan Indonesia bangkit dalam keberkahan yang melimpah.***

Editor : HM.Fikrie

Disdik Sukabumi Dorong Lahirnya Generasi Religius yang Unggul di Bidang Sains dan Teknologi

Gurilaps.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda yang memiliki keseimbangan antara pemahaman keagamaan, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, saat menghadiri Wisuda Santri Kelas Akhir Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyyah (TMI) Pondok Modern Assalam Putra di Kecamatan Bojonggenteng, Sabtu (6/6/2026).

Sebanyak 36 santri mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Averouz Generation, Right Ready Resilient”, yang menggambarkan harapan lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan, memiliki daya tahan kuat, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Deden Sumpena menyampaikan apresiasi kepada Pondok Modern Assalam Putra atas kontribusinya dalam membina dan mendidik para santri hingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Menurutnya, lembaga pesantren memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang kuat.

Ia menegaskan bahwa perkembangan zaman menuntut generasi muda untuk menguasai berbagai bidang ilmu, khususnya sains dan teknologi.

Namun demikian, kemampuan tersebut harus berjalan beriringan dengan pendidikan akhlak dan nilai-nilai spiritual agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Generasi masa depan harus memiliki kompetensi yang lengkap, baik dari sisi intelektual, spiritual, maupun keterampilan. Penguasaan teknologi menjadi kebutuhan, tetapi karakter dan akhlak tetap menjadi fondasi utama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program, termasuk mendukung pengembangan pendidikan berbasis pesantren sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Prosesi wisuda ini tidak hanya menjadi momen perpisahan bagi para santri kelas akhir, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

Disdik Sukabumi Umumkan Daya Tampung SPMB SD dan SMP Negeri Tahun 2026

Gurilaps.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi resmi mengumumkan daya tampung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.

Informasi ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat menjelang pelaksanaan penerimaan peserta didik baru.

Berdasarkan data yang dirilis, pelaksanaan SPMB Tahun 2026 akan melibatkan 1.132 SD Negeri dan 160 SMP Negeri yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

Untuk jenjang SD, tersedia 1.495 rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung sebanyak 54.342 peserta didik. Sementara pada jenjang SMP disediakan 622 rombel dengan kapasitas mencapai 21.720 peserta didik.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dilaksanakan berdasarkan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi. Prinsip tersebut menjadi landasan agar seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan.

Selain menyiapkan daya tampung, Dinas Pendidikan juga membuka layanan informasi dan pengaduan bagi masyarakat guna memastikan proses penerimaan berjalan sesuai aturan. Masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun laporan terkait pelaksanaan SPMB melalui kanal pengaduan resmi yang telah disediakan.

https://s.id/layanan_SPMB-SMP

Dinas Pendidikan berharap seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat, dapat mendukung pelaksanaan SPMB Tahun 2026 agar berjalan tertib, lancar, dan menjunjung tinggi prinsip transparansi serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Sukabumi. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

Mengetuk Pintu Langit, Menata Bumi: 1 Muharram 1448 H, Do’a untuk Presiden Prabowo dan Seluruh Rakyat Indonesia

Oleh: M.Rafi Asyam/CEO Bisnisnews.net/Tim Redaksi

GURILAPS.COM || Perubahan zaman tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di tengah gemuruh disrupsi dan pergeseran geopolitik global yang kian tidak menentu, bangsa Indonesia kembali dipertemukan dengan sebuah jeda kosmik yang suci: 1 Muharram 1448 H. Momentum ini bukan sekadar pergantian angka pada kalender hijriah. Ia adalah sebuah altar spiritual, ruang kontemplasi bagi sebuah bangsa untuk membaca ulang takdirnya, mengevaluasi langkahnya, dan merajut kembali optimisme masa depan.

Seruan moral dan spiritual digaungkan oleh tiga pilar pergerakan—Anto Kusumayuda (Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 – PPJNA 98), Dede Heri (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), dan HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara)—menjadi pemantik yang sangat relevan. Ketiganya mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat 1 Muharram dari kacamata yang lebih dalam: perpaduan antara seni kehidupan, kedalaman filsafat, dan puncak spiritualitas.

Secara filosofis, waktu adalah kanvas, dan manusia adalah senimannya. Kehidupan berbangsa adalah sebuah karya seni raksasa (magnum opus) yang terus digubah. Muharram adalah momen hijrah—sebuah konsep yang dalam estetika spiritual berarti seni berpindah dari kegelapan menuju cahaya, dari kepasifan menuju kreativitas, dan dari individualisme menuju solidaritas sosial.

Filsafat Islam mengajarkan bahwa evaluasi diri (muhasabah) adalah fondasi dari setiap kebangkitan. Kita tidak bisa melangkah maju tanpa keberanian untuk menengok ke belakang, menguliti kekurangan, dan memperbaikinya. Di tengah badai geopolitik global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dituntut untuk memiliki ketahanan intrinsik. Ketahanan itu tidak hanya dibangun dengan otot ekonomi atau militer, melainkan dengan energi positif dan spiritualitas yang kokoh.

Membangun optimisme di tengah krisis adalah sebuah seni spiritual tingkat tinggi. Ia adalah keyakinan metafisik bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada kemudahan yang dipersiapkan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Doa untuk Negeri: Menuju Keadilan dan Kemakmuran

Seruan PPJNA 98, Rumah Literasi Merah Putih, dan Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, ajakan untuk mengetuk pintu langit. Masyarakat Indonesia diajak untuk bersatu dalam frekuensi doa yang sama: memohon agar Indonesia berhasil bangkit, bergerak maju, dan mewujudkan cita-cita abadi menjadi negeri yang adil dan makmur (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

Doa bukan sekadar pelarian dari realitas, melainkan sebuah energi penggerak. Ketika seluruh rakyat Indonesia bersimpuh memohon keselamatan dan kemajuan untuk negerinya, tercipta sebuah kesadaran kolektif yang kuat. Kesadaran inilah yang akan menjadi modal sosial untuk menghadapi tekanan eksternal global, menghilangkan energi negatif dari dalam negeri.

Menjaga Pemimpin, Melindungi Rakyat Kecil

Dalam filsafat kepemimpinan Timur dan Islam, seorang pemimpin adalah bayang-bayang Tuhan di bumi (dhillullah fil ardh) yang bertugas menegakkan keadilan. Oleh karena itu, momentum Muharram ini juga didedikasikan sebagai ruang spiritual untuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto.

Rakyat dan aktivis bergerak bersama dalam doa, memohon agar Presiden Prabowo selalu dianugerahi kekuatan lahir batin, kesehatan yang prima, serta keteguhan hati dalam menjalankan amanah besar memimpin negeri ini. Di pundak beliau, jutaan harapan rakyat digantungkan.

Kesuksesan dan kelancaran program-program kerakyatan menjadi doa. Keberhasilan pemerintah bukan diukur dari megahnya gedung pencakar langit, melainkan dari sejauh mana kebijakan negara mampu melindungi, mengayomi, dan mengangkat harkat martabat masyarakat kecil (wong cilik). Program pro-rakyat harus menjadi manifestasi nyata dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Penutup : Muharram sebagai Energi Baru

1 Muharram 1448 H harus menjadi titik balik. Seruan dari Anto Kusumayuda, Dede Heri, dan HM Fikrie adalah pengingat bahwa narasi kebangsaan kita harus selalu melibatkan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Mari kita isi momentum suci ini dengan refleksi yang jernih, evaluasi yang jujur, dan optimisme yang membara. Dengan doa yang meliturgi di langit dan kerja keras yang membumi, Indonesia tidak hanya akan bertahan di tengah ombak geopolitik global, tetapi akan bangkit memimpin sebagai bangsa yang maju, adil, makmur, dan diberkahi.***

EDITOR : M.NABIL

Benelli dan Morbidelli Bidik Potensi Pasar Otomotif Bogor

0

Gurilaps.com, Bogor || Pertumbuhan pasar otomotif roda dua di Jawa Barat terus menjadi perhatian berbagai produsen kendaraan. Melihat peluang tersebut, PT Benelli Motor Indonesia bersama IB Motor Group meresmikan Benelli Bogor Center sebagai dealer resmi terbaru di Kota Bogor.

Bogor dinilai sebagai salah satu wilayah strategis dengan jumlah pengguna kendaraan roda dua yang tinggi serta komunitas otomotif yang aktif. Kondisi tersebut menjadi alasan utama perusahaan memperkuat kehadirannya di kawasan ini.

Direktur PT Benelli Motor Indonesia, Steven Kentjana Putra, mengatakan bahwa ekspansi jaringan dealer merupakan langkah strategis untuk meningkatkan penetrasi pasar sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.

Selain menghadirkan produk-produk Benelli dan Morbidelli, dealer ini juga menyediakan layanan purna jual lengkap guna menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Dengan pembukaan dealer baru ini, Benelli berharap dapat memperluas basis pelanggan serta meningkatkan daya saing di pasar otomotif nasional. (IFU)***

Editor : Opik

Menggugat Angkara Oligarki: Seruan Pertahanan Rakyat Semesta, Membela Kedaulatan Rupiah dan Jiwa Bangsa

Gurilaps.com || Secara filosofis, sebuah bangsa bukan sekadar hamparan tanah, melainkan pengejawantahan dari kehendak bersama untuk merdeka (volonté générale). Ketika Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap tegas untuk membersihkan koruptor dan menyetop pengerukan sumber daya alam secara licik, Indonesia sedang menegaskan martabatnya di panggung dunia.

Langkah ini adalah manifestasi dari etika keadilan universal. Namun, sejarah selalu mencatat bahwa setiap kebangkitan moral akan selalu berhadapan dengan kekuatan gelap (the dark force).

Hari ini, kita menyaksikan fenomena “Oligarki Hitam”—sekelompok oportunis domestik yang kehilangan akses menjarah kekayaan negara, lalu bersekongkol dengan kepentingan asing yang enggan melihat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Konspirasi ini menggunakan proksi regional dan global untuk mereduksi kedaulatan kita menjadi sekadar komoditas pasar.

Dari kacamata spiritual, negara adalah amanah suci Tuhan Yang Maha Esa. Pemimpin yang berkomitmen membela rakyat kecil dan menjaga martabat bangsa sedang menjalankan misi profetik demi kemaslahatan publik. Sebaliknya, penyebaran hoaks, fitnah kebencian, dan sabotase ekonomi secara brutal adalah bentuk nyata dari kerusakan moral (kemungkaran).

Upaya merusak wibawa pemerintah di dalam dan luar negeri melalui manipulasi informasi adalah strategi memecah belah bangsa. Namun, hukum spiritual alam semesta menegaskan bahwa kebatilan yang diorganisasi serapi apa pun akan runtuh ketika berhadapan dengan kekuatan doa publik dan ketulusan perjuangan.

Sabotase Pasar dan Pandangan Para Ahli

Serangan terhadap nilai tukar rupiah dan stabilitas pasar saham bukan terjadi secara kebetulan di ruang hampa. Para ahli ekonomi politik global sering mengingatkan tentang bahaya economic warfare (perang ekonomi) yang digerakkan oleh korporasi global dan proksinya.

Ekonom senior sering menggarisbawahi bahwa sentimen pasar di era modern sangat rentan terhadap manipulasi psikologis dan perang asimetris. Ketika hoaks disebarkan secara masif, tujuannya adalah menciptakan kepanikan buatan (artificial panic) guna memicu pelarian modal (capital outflow).

Langkah melumpuhkan rupiah adalah proksi untuk melumpuhkan logistik nasional, memicu inflasi, dan pada akhirnya menciptakan ketidakstabilan sosial untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Ini adalah pembajakan ekonomi demi melanggengkan pengerukan SDA secara ilegal.

Pertahanan Nasional: Seruan Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata)

Menghadapi agresi hibrida yang meliputi sektor ekonomi, informasi, dan kedaulatan, strategi pertahanan konvensional tidak lagi cukup. Indonesia memiliki doktrin adiluhung: Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Pertahanan terbaik bukan hanya terletak pada alutsista, melainkan pada persatuan jiwa seluruh rakyat Indonesia.

Ketika oligarki hitam bergerak secara brutal merusak fondasi bangsa, maka setiap warga negara adalah prajurit lini depan. Melawan hoaks, menjaga stabilitas ekonomi lokal, dan menyuarakan kebenaran di ruang digital adalah bentuk nyata dari bela negara hari ini.

Pernyataan Sikap Majelis Pencerahan Indonesia

Melihat urgensi kebangsaan yang krusial ini, kami yang tergabung dalam Majelis Pencerahan Indonesia:

Anto Kusumayuda & Aam Abdul Salam (Ketua Umum dan Sekjen PPJNA 98), Siti Ratna Maymunah & Dede Heri (Ketua Umum dan Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), M. Fikri (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Yosep M (Jaringan Aktivis Muda Sukabumi), M. Rafi Asyam (Sinergi Media Merah Putih 98)

Dengan ini menyerukan dengan kepada seluruh elemen bangsa:

1. Rapatkan Barisan Nasional: Saatnya seluruh rakyat Indonesia memperkuat persatuan nasional dalam satu kekuatan Pertahanan Rakyat Semesta di bawah panji Merah Putih.

2. Lawan Perang Informasi: Boikot dan hancurkan setiap narasi hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian yang disebarkan oleh oligarki hitam beserta kaki tangan asingnya, baik yang berbasis di dalam maupun luar negeri.

3. Kawal Kedaulatan Ekonomi: Dukung penuh ketegasan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi, menyetop penyelundupan kekayaan alam, dan menjaga harga diri bangsa di mata internasional.

Penutup: Indonesia Tidak Akan Tunduk

Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa ini lahir dari darah air mata persatuan, bukan dari belas kasihan asing. Dengan kekuatan Pertahanan Rakyat Semesta yang solid, dikombinasikan dengan doa yang mengetuk pintu langit dari seluruh rakyat Indonesia, kita berdiri tegak bersama Presiden Prabowo Subianto.

Kita akan menghadapi, melawan, dan menghancurkan siapapun—baik oligarki domestik maupun intervensi asing—yang mencoba merusak perekonomian, menginjak harga diri, dan mengganggu kedaulatan NKRI. Merdeka!***

Editor : M.Nabil

Dari Dapur Sederhana ke Pasar Nasional, Cilok Jepret Teh Imong Jadi Bukti UMKM Lokal Bisa Naik Kelas

Gurilaps.com || Di tengah semakin ketatnya persaingan bisnis kuliner, lahirnya produk lokal yang mampu menembus pasar luas menjadi kabar baik bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Salah satu kisah inspiratif tersebut datang dari Kabupaten Sukabumi melalui usaha kuliner Cilok Jepret Teh Imong.

Di balik merek yang kini dikenal oleh banyak pelanggan itu, terdapat sosok perempuan muda bernama Siti Masroyah (27) atau yang akrab disapa Teh Imong. Berawal dari kegemarannya menikmati cilok jadul, ia bersama sang suami mencoba menciptakan resep cilok dengan cita rasa khas yang berbeda dari produk sejenis di pasaran.

Tanpa berbekal resep warisan keluarga maupun pengalaman panjang di dunia kuliner, pasangan ini memilih untuk bereksperimen secara mandiri. Berbagai percobaan dilakukan hingga akhirnya lahirlah resep Cilok Jepret yang kini menjadi identitas utama usaha mereka.

Perjalanan bisnis tersebut dimulai dari skala rumahan dengan pemasaran sederhana. Namun, berkat konsistensi menjaga kualitas produk, pelayanan kepada pelanggan, serta kemampuan membaca peluang digital, usaha yang dirintis dari nol itu terus mengalami pertumbuhan.

Salah satu faktor yang turut mendukung perkembangan usaha ini adalah pemanfaatan media sosial. Melalui akun TikTok @tehimong dan @cilokjeprettehimong, Teh Imong aktif membangun komunikasi dengan pelanggan sekaligus memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.

Strategi pemasaran digital tersebut terbukti efektif. Tidak hanya meningkatkan popularitas produk, tetapi juga memperluas jangkauan pasar hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, ratusan paket Cilok Jepret dikirim setiap hari kepada pelanggan dari berbagai kota, bahkan telah menjangkau luar Pulau Jawa.

Berlokasi di Kampung Sindangsresmi, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, usaha yang dijalankan Teh Imong kini tidak hanya memberikan manfaat bagi keluarganya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Jika pada awalnya usaha tersebut hanya dijalankan bersama sang suami, kini Cilok Jepret Teh Imong telah mampu menyerap sekitar 10 tenaga kerja lokal. Kehadiran usaha ini menjadi contoh nyata bagaimana UMKM dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

Menurut Teh Imong, pencapaian yang diraih saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang penuh tantangan, mulai dari membangun kepercayaan pelanggan hingga mempertahankan kualitas produk di tengah meningkatnya permintaan pasar.

“Semoga usaha ini terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta para karyawan,” ujarnya.

Kisah sukses Teh Imong menunjukkan bahwa kreativitas, ketekunan, dan keberanian memanfaatkan teknologi digital dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha. Dari sebuah dapur sederhana di Sukabumi, produk lokal tersebut kini berhasil membuktikan bahwa UMKM daerah memiliki peluang besar untuk bersaing dan berkembang di pasar yang lebih luas.

Cilok Jepret Teh Imong bukan sekadar produk kuliner, melainkan representasi semangat pelaku UMKM Indonesia yang terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. (YM)***

Editor : M.Nabil

Disdik Sukabumi: Penguasaan Teknologi Harus Dibarengi Akhlak dan Karakter

Gurilaps.com || Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menilai penguasaan sains dan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Namun, kemampuan tersebut harus ditopang karakter dan nilai keagamaan yang kuat.

Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, saat menghadiri Wisuda Santri Kelas Akhir Tarbiyatul Muallimin Al-Islamiyyah (TMI) Pondok Modern Assalam Putra, Kecamatan Bojonggenteng, Sabtu (6/6/2026).

Sebanyak 36 santri mengikuti prosesi wisuda yang mengusung tema “Averouz Generation, Right Ready Resilient”. Tema tersebut mencerminkan harapan lahirnya generasi tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Deden mengapresiasi peran pesantren dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga akhlak serta kedisiplinan.

“Teknologi terus berkembang. Generasi muda harus mampu menguasainya. Namun akhlak, moral, dan nilai spiritual tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya.

Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang mampu bersaing di era modern tanpa kehilangan jati diri dan nilai keislaman.

Wisuda tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para santri. Di sisi lain, momentum itu mengingatkan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, serta berdaya saing. (Yosep M)***

Editor.: M.Nabil