Gurilaps.com || Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Raya Sindangbarang–Agrabinta, tepatnya di wilayah Desa Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Minggu pagi (22/6/2025).
Sebuah mobil minibus dengan nomor polisi F 1577 WZ yang ditumpangi keluarga Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta, dilaporkan menabrak pohon besar di pinggir jalan.
Dalam insiden tragis ini, tiga orang meninggal dunia, yaitu Kepala Desa Mekarsari Teguh Peryata, sang istri Lia Patmawati, serta anak mereka yang masih balita, ZP (3).
Satu korban lainnya, AW mengalami luka berat dan saat ini mendapat penanganan intensif di RSUD Cianjur.
Kapolsek Sindangbarang AKP Dadang Rustandi mengungkapkan, kecelakaan tunggal tersebut diduga akibat pengemudi yang diketahui adalah Lia Patmawati mengantuk saat melaju dalam kecepatan tinggi sekitar pukul 06.30 WIB.
“Mobil oleng ke kiri lalu menabrak pohon besar. Bagian depan kendaraan ringsek parah. Lia dan suaminya meninggal di lokasi, sementara anaknya sempat dilarikan ke puskesmas namun nyawanya tak tertolong,” terang AKP Dadang.
Korban luka, Alsip Wijaya, telah dirujuk ke RSUD Cianjur untuk mendapat perawatan lanjutan. Ketiga jenazah dimakamkan di kampung halaman mereka pada hari yang sama.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan nahas tersebut.
Gurilaps.com || Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih bersama Yayasan Nazar Izzuddin, melaksanakan launching Majelis Dzikir dan Shalawat RI 1 Prabowo Subianto yang dikemas dengan doa untuk melanjutkan pembangunan majelis sekaligus doa bersama untuk keselamatan negeri, bertempat di Kp. Ciutara RT 016 RW 007, Desa Pondok Kaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jumat 20/06/2025.
Kegiatan tersebut digagas untuk mempererat tali silaturahim diantara pengurus yayasan, anggota dan jamaah. Yang tidak kalah penting adalah lantunan dzikir dan shalawat yang dikumandangkan untuk memberikan energi positif terhadap jalannya pemerintahan Prabowo Subianto demi mewujudkan asta citanya Presiden.
Seperti halnya yang disampaikan pimpinan Yayasan Nazar Izzuddin Nazrul Nazarudin, mengatakan, selain kegiatan Launching Majelis Dzikir dan Shalawat RI 1 Prabowo Subianto yang diramu dengan Dzikir dan Shalawat terus dikumandangkan untuk kesehatan Presiden Prabowo Subianto serta keselamatan negeri ini, juga sekaligus penyerahan majelis kepada Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih untuk digunakan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif.
“Momentum launching Majelis Dzikir dan Shalawat ini kita bermunajat memanjatkan doa untuk kesehatan dan keselamatan serta keberkahan bagi Bapak Presiden Prabowo Subianto. Selain itu karena kami memiliki tempat yang akan dibangun, maka kami serahkan sepenuhnya kepada Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih untuk melakukan pembangunan majelis sekaligus melaksanakan kegiatan yang positif,” ungkap Nazrul.
“Sebagai anak bangsa dan kita wajib kolaboratif dengan berbagai pihak untuk mendukung semua program Presiden. Setidaknya lantunan doa akan menjadi energi positif untuk kekuatan presiden dalam memimpin negeri ini,” tambah Nazrul.
Sementara itu, salah seorang Dewan Pembina yang sekaligus pendiri Yayasan Majelis DzIkir Merah Putih, Aam Abdul Salam, S.Ag menjelaskan, kegiatan launching Majelis Dzikir dan Shalawat RI 1 Prabowo Subianto tersebut dilakukan sebagai wujud dukungan bathiniyah terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Jalur langit tak pernah terhalang oleh rintangan apapun, momentum launching Majelis Dzikir dan Shalawat kita gunakan dengan doa bersama membaca Dzikir dan Shalawat, sebagai bentuk dukungan bathin kepada Presiden Prabowo sebagai pemimpin bangsa. Terima kasih kepada pihak Yayasan Nazrin Izzuddin yang sudah memberikan tempat untuk kegiatan Majelis Dzikir dan Shalawat ini,” jelas Aam.
Aam menegaskan, Dzikir dan Shalawat tersebut dikumandangkan sebagai bentuk kecintaan masyarakat dalam memberikan energi positif kepada Presiden Prabowo agar tetap istiqamah dalam memimpin negeri.
“Kecintaan kami pada Presiden Prabowo Subianto tak akan pernah pudar bahkan semakin menyala. Majelis ini akan terus kita gunakan dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” tegas Aam
“Doa Kami panjatkan agar Pak Prabowo tetap kuat dan tabah serta terus berjaya dalam memimpin negeri ini. Kami akan senantiasa setia mendukung dan mengawal Bapak Presiden, sehingga membawa masyarakat yang sejahtera dan negara yang Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghofur,” pungkas Aam.
Gurilaps.com, Bandung || Warga RW 09 Desa Sayati menggelar kegiatan kerja bakti pada Minggu pagi (15/6) sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda hingga orang tua, yang bergotong royong membersihkan jalan, selokan, dan area umum di lingkungan RW 09.
Kegiatan kerja bakti ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB dan dipusatkan di sekitar jalan utama serta fasilitas umum RW. Para warga tampak antusias membawa peralatan seperti cangkul, sapu, dan karung sampah untuk membersihkan lingkungan mereka secara bersama-sama.
Ketua RW 09, Dase Hidayat, mengatakan bahwa kerja bakti ini merupakan agenda rutin yang bertujuan mempererat silaturahmi antarwarga serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat
“Kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong, terutama bagi generasi muda. Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa, dari anak muda hingga orang tua ikut turun tangan,” ujar Dase Hidayat.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh positif dan terus dilakukan secara berkala, agar kebersihan dan keharmonisan lingkungan tetap terjaga.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga dimanfaatkan warga untuk berdiskusi ringan mengenai berbagai isu kampung, termasuk rencana penghijauan dan pembangunan sarana umum ke depannya.
Dengan adanya kegiatan ini, RW 09 Desa Sayati menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan masih sangat kuat di tengah masyarakat.
Gurilaps.com ll Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya peringatan Hari Jadi Rukun Nelayan Ujunggenteng ke-59 tahun 2025.
Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyampaikan rasa syukur berlimpahnya hasil laut yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir Ujunggenteng.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, saya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, terutama berlimpahnya hasil laut yang diperoleh nelayan Ujunggenteng hingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ” ujar Wabup Sukabumi.
Wabup menyampaikan selamat ulang tahun kepada seluruh nelayan dan masyarakat Ujunggenteng atas peringatan HUT Rukun Nelayan ke-59.
Dirgahayu Rukun Nelayan Ujunggenteng ke-59 Tahun 2025. Tetap optimis menyongsong kehidupan yang lebih baik,” ucapnya
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor perikanan melalui landasan hukum yang jelas, merujuk pada Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2016 dan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2017 sebagai pijakan dalam percepatan pembangunan industri perikanan nasional.
Kedua regulasi ini menjadi payung hukum sekaligus penguat sinergi antara Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, dan Dinas UMKM dalam membangun sektor perikanan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Selain potensi hasil laut, Wakil Bupati menggarisbawahi posisi strategis Ujunggenteng sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Ia berharap agar potensi wilayah dapat digali lebih cerdas dengan tetap menjaga keberlanjutan dan keseimbangan lingkungan.
“Saya yakin kekuatan tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui pembangunan agroindustri dan pariwisata berkelanjutan,” pungkasnya. (Saeful Usman)***
Gurilaps.com || Nasib nahas menimpa Muhamad Try Pamungkas (28), seorang pengemudi ojek online asal Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Sepeda motor yang menjadi andalan utamanya dalam bekerja raib digasak pencuri saat dirinya tengah beristirahat menunggu pesanan.
Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (5/6)2025) dini hari di kawasan Jalan Pelabuhan II, RT 03/18, Kelurahan Dayeuhluhur, tepat di samping Raja Gadai. Motor milik Try, jenis Honda Scoopy warna coklat hitam dengan nomor polisi F 6632 OG, diketahui hilang saat ia memutuskan rehat di rumah temannya.
“Saya sedang online mencari penumpang malam itu. Karena belum ada order, saya ikut istirahat di rumah teman. Motornya saya parkir di teras rumah warga, posisinya gang buntu dan sudah terkunci stang,” ujar Try, Minggu (8/6/2025).
Saat hendak pulang pada pagi harinya sekitar pukul 06.12 WIB, Try terkejut karena motor yang ia parkir sudah tidak berada di tempat. Tanpa menunggu lama, ia segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Warudoyong sekitar pukul 06.30 WIB.
Pihak kepolisian telah menerima laporan dan menyatakan bahwa kasus pencurian ini kini dalam tahap penyelidikan. Try mengaku sangat berharap kendaraannya dapat ditemukan kembali, mengingat motor tersebut merupakan satu-satunya kendaraan keluarga dan alat kerja utamanya sebagai ojol.
“Motor itu bukan cuma alat kerja saya, tapi juga satu-satunya kendaraan keluarga. Saya berharap bisa ditemukan dalam kondisi utuh,” ucap Try penuh harap.***(RAF)
Gurilaps.com || Agenda Mimbar Bebas yang dijadwalkan antara masyarakat dan anggota legislatif di Gedung DPRD Garut pada (26/05/2025) pukul 14:15 WIB berubah menjadi panggung kekecewaan. Harapan akan dialog terbuka dan transparan pupus sudah, karena tak satu pun legislator yang hadir.
Puluhan mahasiswa, perwakilan komunitas, serta organisasi masyarakat sipil telah bersiap menyuarakan aspirasi dan kegelisahan mereka—mulai dari persoalan alih fungsi lahan, revitalisasi Pasar Induk, proyek infrastruktur, hingga evaluasi 100 hari kinerja pemerintahan Kabupaten Garut, baik eksekutif maupun legislatif. Namun, kursi-kursi yang seharusnya diisi oleh para wakil rakyat dibiarkan kosong tanpa keterangan resmi.
“Ini bukan sekadar soal etika, tapi soal tanggung jawab. Kami bukan datang untuk meminta-minta, kami datang untuk mengingatkan bahwa demokrasi itu hidup jika ada partisipasi. Tapi bagaimana mungkin partisipasi terjadi jika wakil rakyatnya sendiri abai?” ujar Luthfi Muchtar Dabigie.
“Ketidakhadiran para anggota legislatif ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap hak masyarakat untuk didengar. Publik bertanya-tanya: apakah keterlibatan legislatif hanya sebatas saat kampanye, lalu menghilang ketika rakyat bersuara?”
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada klarifikasi resmi dari pihak legislatif mengenai alasan absennya mereka dalam forum penting ini, ungkap Luthfi Muchtar.
Sebagai tindak lanjut dari kekecewaan yang meluas, mahasiswa Garut menyatakan akan turun aksi besar-besaran pada 2 Juni 2025 untuk menuntut transparansi, akuntabilitas, dan komitmen nyata dari para pemangku kebijakan.
Ketika rakyat mencari jawaban, para wakilnya memilih diam. Dan ketika kepercayaan mulai runtuh, siapa yang akan bertanggung jawab, pungkas Luthfi Muchtar Dabigie Kordinator lapangan.
Gurilaps.com || Pemerintah Kota Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelaku transportasi tradisional dengan menyerahkan bantuan langsung kepada para penarik becak dan kusir delman. Kegiatan ini berlangsung dalam apel pagi di Lapangan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Selasa (tanggal menyesuaikan), dan menjadi bagian dari agenda tahunan yang rutin digelar.
Sebanyak 280 penarik becak dan 100 kusir delman menerima bantuan dari Wali Kota Sukabumi secara langsung. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap sektor informal yang masih berperan vital dalam mendukung mobilitas warga serta roda perekonomian lokal, meski arus modernisasi terus menguat.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa program bantuan ini telah berjalan setiap tahun, dan ke depannya akan terus ditingkatkan seiring bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami ingin memastikan bahwa peningkatan PAD dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sektor informal,” ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah kota juga tengah menyiapkan program padat karya sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang belum memiliki pekerjaan tetap. Inisiatif ini diharapkan bisa membuka lebih banyak lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran.
“Seluruh program ini kami rancang demi kesejahteraan rakyat. Ketika PAD tumbuh dan Kota Sukabumi mencapai kemandirian fiskal, maka manfaatnya akan menjangkau semua kalangan—baik penarik becak, kusir delman, guru madrasah, maupun warga yang belum bekerja,” lanjutnya.
Peningkatan PAD sendiri menjadi fokus utama Pemkot Sukabumi dalam membangun sistem keuangan daerah yang kuat, transparan, dan partisipatif. Dengan tata kelola yang baik, pemerintah optimistis pembangunan di Kota Sukabumi dapat terus berjalan berkelanjutan dan merata, menyentuh setiap lapisan masyarakat.***(RAF)
Gurilaps.com – Sebuah mobil angkutan kota (angkot) trayek 08 rute Cisaat–Sukabumi mengalami kecelakaan tunggal setelah terperosok ke kolam milik warga di Kampung/Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Senin siang (19/5/2025).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat angkot diduga tidak kuat menanjak di jalur yang cukup curam. Mobil kemudian mundur secara tiba-tiba hingga menabrak tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan akhirnya masuk ke dalam jurang setinggi sekitar 3–4 meter yang berada tepat di samping kolam warga.
Muhtar (54), salah satu warga yang melihat kejadian tersebut, mengatakan bahwa saat itu dirinya sedang berada di kebun tak jauh dari lokasi. Ia melihat angkot datang dari arah Salajambe, kemungkinan hendak kembali pulang.
“Pas mau nanjak tiba-tiba mundur lagi, mungkin mesinnya nggak kuat. Akhirnya nabrak tiang lampu dulu, terus langsung jatuh ke kolam,” ujar Muhtar saat ditemui di lokasi kejadian.
Akibat benturan tersebut, bagian belakang angkot mengalami kerusakan cukup parah. Tiang lampu jalan pun patah tertabrak bodi mobil. Menurut Muhtar, kondisi tanjakan tersebut memang cukup berbahaya dan sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan serupa.
“Ini udah kejadian ketiga. Emang tanjakannya curam dan sering jadi titik rawan,” tambahnya.
Beruntung, saat kejadian mobil dalam keadaan kosong tanpa penumpang. Namun, sopir angkot yang merupakan warga setempat mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
“Cuma sopir aja yang ada di dalam, nggak ada penumpang. Luka-luka ringan saja, sekarang udah dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.
Evakuasi angkot berhasil dilakukan beberapa saat setelah kejadian menggunakan satu unit mobil penderek. Polisi juga telah mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan mengumpulkan keterangan saksi.***(RAF)
Gurilaps.com || Akhiri konflik internal, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akhirnya menemukan jalan ke luar. Kedua pihak yang berkonflik menyepakati masalah yang berlarut di PWI akan diselesaikan melalui Kongres Persatuan yang akan digelar di Jakarta paling telat 30 Agustus 2025.
Kesepakatan itu dicapai melalui negosiasi maraton di Jakarta, Jumat (16/5/2025) malam, antara Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung, Hendry Ch Bangun, dan Ketua Umum PWI hasil Kongres Luar Biasa, Zulmansyah Sekedang.
Hendry terpilih sebagai Ketua Umum PWI melalui Kongres Bandung, 27 September 2023. Kurang dari setahun, awal 2024, PWI dilanda konflik internal, yang berbuntut Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta, 18 Agustus 2024. KLB PWI memilih Zulmansyah secara aklamasi sebagai Ketua Umum.
Berbagai usaha mediasi dilakukan untuk mendamaikan kedua pihak. Kesepakatan Jumat malam adalah usaha menyelesaikan konflik tersebut.
Kesepakatan tersebut dimediasi oleh Dahlan Dahi, anggota Dewan Pers. Melalui negosiasi yang alot, dalam semangat persahabatan dan rekonsiliasi, Hendry dan Zulmansyah menuangkan poin-poin kesepakatan dalam dokumen bermaterai yang diberi nama “Kesepakatan Jakarta”.
“Semua harus melihat ke depan dengan semangat persatuan,” kata Hendry.
“Ini semua untuk mengembalikan PWI yang sempat tertahan program kerjanya akibat perpecahan selama setahun. PWI dengan anggota 30.000, tersebar di 39 provinsi, dan memiliki anggota bersertifikat sekitar 20.000 ingin terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. Dan program peningkatan kompetensi dan kapasitas anggota dapat kembali berjalan baik.”
“Ini hasil yang luar biasa. Sejarah untuk PWI. Semoga PWI kembali guyub dan bersatu sesuai namanya Persatuan Wartawan Indonesia, baik di PWI pusat maupun di daerah.” komentar Zulmansyah.
Kesepakatan Jakarta
Negosiasi berlangsung selama sekitar empat jam, langsung antara Hendry dan Zulmansyah. Dahlan, yang duduk di tengah-tengah kedua tokoh pers itu, menjadi mediator.
Negosiasi berlangsung sangat alot di beberapa poin, disertai debat panas. Namun, beberapa kali terdengar suara tawa yang keras.
“Bang Hendry dan Bang Zul tegas dan konsisten dengan prinsip masing-masing. Tapi kebesaran jiwa dan rasa tanggung jawab yang tinggi untuk pers Indonesia, untuk PWI, menjadi titik temu. Keduanya juga bersahabat. Negosiasi dimulai dari sana,” komentar Dahlan.
Sebelum Hendry dan Zulmansyah bertemu langsung, diskusi mengenai poin-poin krusial sudah dilakukan melalui telepon. Dahlan juga meminta masukan dari tokoh-tokoh senior PWI.
Naskah satu halaman berisi Kesepakatan Jakarta akhirnya ditandatangani jelang tengah malam, diwarnai jabatan tangan dan tawa lepas. Dokumen dikopi tiga rangkap, di atas kertas materai, diteken oleh Hendry dan Zulmansyah serta Dahlan.
Dokumen Kesepakatan Jakarta menyebutkan, kesepakatan dilandasi semangat ketulusan, keikhlasan, dan tanggung jawab sebagai anggota PWI, masyarakat, bangsa, dan negara.
Kedua pihak menyadari konflik PWI harus diselesaikan secepatnya melalui proses rekonsiliasi. “Kami sepakat bahwa proses rekonsiliasi tersebut menjunjung tinggi semangat persahabatan, persaudaraan, saling menghormati, saling menghargai, dan melupakan perbedaan masa lalu, serta fokus ke masa depan,” demikian tertulis dalam Kesepakatan Jakarta.
Dokumen itu juga tegas menyebutkan, konflik akan diselesaikan melalui Kongres Persatuan selambat-lambatnya 30 Agustus 2025 tahun ini. Jakarta disepakati sebagai tempat penyelenggaraan kongres.
Untuk menyelenggarakan Kongres Persatuan, kedua pihak sepakat membentuk panitia bersama, terdiri atas tujuh orang steering committee (OC) yang terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, dan empat orang anggota.
Steering Committee (SC) juga akan dibentuk bersama. Terdiri atas masing-masing seorang ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, serta masing-masing dua orang bidang persidangan, pendanaan, dan akomodasi.
Kedua pihak akan mengirimkan nama-nama pengurus OC dan SC.
Hendry dan Zulmansyah juga menyepakati poin paling penting, yakni calon ketua umum.
“Seluruh anggota biasa PWI berhak mencalonkan diri menjadi calon Ketua Umum PWI. Bila terdapat hambatan pencalonan karena masalah administratif atau hal lain yang muncul karena konflik PWI, maka hambatan itu akan ditiadakan/dihapuskan melalui mekanisme yang memungkinkan dengan semangat ketulusan, keikhlasan, dan persaudaraan sesuai prinsip-prinsip deklarasi ini,” demikian tertuang dalam Kesepakatan Jakarta.
Hendry dan Zulmansyah setuju untuk menyelesaikan beberapa topik yang belum disepakati secepatnya sebelum Kongres Persatuan digelar.(***)
GURILAPS.COM, BANDUNG || Forum Parlement Jawa Barat (Jabar) periode 2009–2014 menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan anggota DPRD Jabar, khususnya Wakil Ketua DPRD Jabar, Kang Ono Surono dari Fraksi PDI Perjuangan, dalam memperjuangkan kembali keberadaan hibah untuk pondok pesantren.
Sekretaris Forum Parlement Jabar, Ujang Fahpulwaton, yang juga politisi Partai Hanura, mengatakan bahwa keberhasilan mengembalikan program hibah pondok pesantren ke dalam perencanaan pembangunan daerah merupakan langkah penting bagi kelangsungan pendidikan berbasis keagamaan di Jawa Barat.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan rekan-rekan di DPRD Jabar, khususnya Kang Ono Surono, yang konsisten memperjuangkan aspirasi pondok pesantren. Ini menunjukkan komitmen nyata DPRD dalam mendukung dunia pendidikan keagamaan di Jabar,” kata Ujang dalam keterangan persnya, Senin (28/4/2025).
Sebelumnya, program hibah untuk pondok pesantren sempat dihapus oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam APBD Jabar 2025. Namun, berkat desakan dan perjuangan sejumlah anggota DPRD, program tersebut kini kembali diakomodir dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Meski memberikan apresiasi, Forum Parlement Jabar juga mengingatkan agar mekanisme pemberian hibah ke depan diperbaiki. Ujang menegaskan, pendataan calon penerima, proses verifikasi, serta survei ke lapangan harus dilakukan dengan lebih ketat.
“Kami berharap ke depannya bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Tidak boleh ada lagi data yang tidak valid atau penerima yang tidak berhak. Proses pendataan, verifikasi, dan survei harus diperketat agar pesantren yang benar-benar membutuhkan dapat menerima manfaat hibah ini,” ujar Ujang.
Lebih lanjut, Ujang berharap dengan kembalinya program hibah ini, para pimpinan pondok pesantren di Jawa Barat dapat kembali fokus menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial seperti biasa tanpa terganggu beban pendanaan yang berat.
“Pondok pesantren adalah salah satu pilar pendidikan di masyarakat. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, aktivitas pesantren bisa berjalan lebih optimal untuk mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia,” tutupnya.