Kamis, April 23, 2026
Beranda blog Halaman 20

Bobby Maulana Hadiri Cipelang Herang Ramadan Fair 2025, Majukan UMKM untuk Ekonomi Lokal

Gurilaps.Com || Menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, Karang Taruna Kecamatan Gunungpuyuh menggelar Cipelang Herang Ramadan Fair pada Minggu (2/3/2025), di Teras Cipelang Herang. Acara ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus mempererat solidaritas masyarakat.

Acara ini mendapat apresiasi luas, termasuk dari Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang turut hadir dan memberikan sambutan. Hadir pula Camat Gunungpuyuh, Lurah Gunungpuyuh, serta Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto.

Dalam sambutannya, Bobby Maulana mengapresiasi inisiatif Karang Taruna yang menghadirkan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat. Ia menekankan peran penting pemuda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama melalui dukungan terhadap UMKM.

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian pemuda terhadap perkembangan ekonomi lokal. Cipelang Herang Ramadan Fair menjadi contoh bagaimana sinergi antara masyarakat, pemuda, dan UMKM dapat membawa dampak positif bagi daerah,” ujarnya.

Selain aspek ekonomi, Bobby Maulana juga menyoroti nilai sosial dari Ramadan sebagai momentum berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. “Ramadan mengajarkan kita untuk saling berbagi, baik dalam aspek spiritual maupun dalam mendukung ekonomi masyarakat. UMKM memiliki peran besar dalam kehidupan sehari-hari, dan kegiatan ini menjadi wadah yang tepat untuk memperkuat keberadaan mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah, menurutnya, harus terus memperkuat dukungan terhadap UMKM agar mereka dapat bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi.

Dalam sesi wawancara setelah acara, Bobby Maulana menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan semacam ini. Ia juga menyampaikan bahwa Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, sedang bertugas di Bogor, sementara dirinya hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat di Teras Cipelang.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Karang Taruna dan UMKM yang terus berusaha menjaga roda ekonomi tetap berputar. Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat bisa berdaya secara mandiri,” ujarnya.

Bobby juga menyoroti peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Kota Sukabumi, mengingat keterbatasan sumber daya alam di wilayah ini. “Kota Sukabumi identik dengan UMKM. Selama kita menunggu perkembangan ekonomi yang lebih besar, UMKM tetap menjadi sektor unggulan dalam meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa pemerintah akan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan Cipelang Herang Ramadan Fair. “Kami melihat ada potensi menjadikan acara ini lebih permanen. Pemerintah akan mengkaji bagaimana agar kegiatan ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.

Di tengah upaya pemerintah pusat dalam memperbaiki sistem keuangan negara, Bobby menegaskan bahwa setiap kebijakan harus berdampak langsung pada masyarakat. “Kita ingin memastikan bahwa anggaran yang ada benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk memastikan perekonomian yang lebih adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan, Cipelang Herang Ramadan Fair menjadi bukti nyata bagaimana pemuda, UMKM, dan masyarakat bisa bersinergi dalam membangun ekonomi lokal yang lebih kuat dan berdaya saing.***(RAF)

Editor : AS

Truk Hino Bermuatan Udang Terguling di Tanjakan Baeud Sukabumi 

0

Gurilaps.com || Truk Hino bernomor polisi BE 8241 AAU mengangkut muatan udang mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Baeud, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (2/3/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

Truk yang dikemudikan oleh Adi Prasetiawan (33) itu diduga tidak kuat menanjak sehingga mundur dan akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda M Yanuar Fajar, membenarkan kejadian tersebut. “Truk bermuatan udang melaju dari arah Palabuhanratu menuju Warungkiara. Setibanya di lokasi kejadian, truk diduga tidak kuat menanjak, kemudian mundur dan terguling ke sebelah kiri jalan,” ujar Fajar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kecelakaan menyebabkan muatan udang yang dibawa truk tumpah dan berserakan di jalan.

“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp5 juta,” tambah Fajar.

Reporter : Intan FU

Editor : AS

Titik Balik Kosmik: Dulu, Sekarang, dan Kini, Wali Songo vs Naga Songo yang Menguasai Nusantara dan Bangkitnya Titisan Para Leluhur Nusantara

0

Oleh : HW.Dzikri Nurdin, Pengamat Sosial Keagamaan/Dewan Pembina Majelis Dzikir dan Sholawat RI 1 Prabowo Subianto

Nusantara, sebuah wilayah yang kaya akan sejarah dan kebudayaan, telah mengalami banyak perubahan dalam kekuatan spiritual dan politik sepanjang sejarahnya. Dalam artikel ini, kita akan melihat titik balik kosmik yang terjadi di Nusantara, dari Wali Songo hingga Naga Songo, dan bangkitnya titisan para leluhur Nusantara.

Wali Songo: Tokoh-Tokoh Spiritual yang Berperan Penting dalam Sejarah Nusantara

Pada abad ke-15, Wali Songo, sebuah kelompok ulama yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Nusantara, menjadi kekuatan spiritual dan politik yang dominan di Nusantara. Mereka tidak hanya berperan sebagai ulama, tetapi juga sebagai pemimpin spiritual dan politik yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebudayaan dan agama di Nusantara.

Naga Songo: Kekuatan Oligarki yang Menguasai Nusantara

Namun, seiring waktu, kekuatan spiritual dan politik di Nusantara telah berubah. Pada abad ke-20, Naga Songo, sebuah kekuatan oligarki yang menguasai ekonomi dan politik Nusantara, mulai muncul sebagai kekuatan yang dominan di Nusantara.

Bangkitnya Titisan Para Leluhur Nusantara

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat sebuah fenomena yang menarik, yaitu bangkitnya titisan para leluhur Nusantara. Mereka adalah orang-orang yang memiliki darah dan garis keturunan dari para leluhur Nusantara, dan mereka telah bangkit untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan masyarakat Nusantara.

Titik Balik Kosmik

Dalam konteks ini, kita dapat melihat bahwa terdapat sebuah titik balik kosmik yang terjadi di Nusantara. Dari Wali Songo hingga Naga Songo, dan bangkitnya titisan para leluhur Nusantara, kita dapat melihat bahwa kekuatan spiritual dan politik di Nusantara telah berubah seiring waktu.

Namun, perlu diingat bahwa perubahan ini tidak hanya terjadi dalam konteks spiritual dan politik, tetapi juga dalam konteks sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dan siap untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di Nusantara.

Editor : Nur Ahmad

Jelang Muskab IPSI Kabupaten Sukabumi, Audensi Diterima Ketua DPRD

GURILAPS.COM || Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Sukabumi menggelar audiensi yang berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (BAMUS) DPRD Kabupaten Sukabumi pada Kamis, (27/02/2025).

Audiensi ini bertujuan untuk mematangkan persiapan menjelang Musyawarah Kabupaten (Muskab) IPSI yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam organisasi, termasuk Pengurus IPSI Provinsi Jawa Barat, Ketua Caretaker Pengurus IPSI Kabupaten Sukabumi, serta Pengurus IPSI dari tingkat kecamatan dan perwakilan paguron silat se-Kabupaten Sukabumi.

Dalam audiensi ini, kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, menjadi sorotan, terutama setelah berbagai aspirasi disampaikan agar beliau bersedia mencalonkan diri sebagai Ketua IPSI Kabupaten Sukabumi.

Budi Azhar menekankan pentingnya soliditas dalam organisasi, mengingat tantangan besar yang dihadapi oleh IPSI ke depan. “Organisasi yang baik adalah yang memiliki anggota solid dan kompak. Ini merupakan kunci untuk memajukan IPSI,” ujarnya. Ia mengapresiasi usaha Karateker IPSI dalam mempertemukan paguron-paguron silat di Kabupaten Sukabumi untuk bersatu di bawah visi dan misi yang sama.

Ketua Caretaker Pengurus IPSI Kabupaten Sukabumi, Drs. HM Hilmi Sutikno, MM.,MBA.,CQM, juga menambahkan bahwa dukungan terhadap Budi Azhar untuk menjadi ketua sangat luar biasa, karena beliau dianggap sebagai sosok yang tepat untuk membawa IPSI maju. “Kami berharap hasil Muskab nanti di bulan April bisa melahirkan kepemimpinan yang solid dan memperkuat organisasi IPSI di daerah ini,” ujarnya.

Kesepakatan dalam audiensi ini menunjukkan semangat untuk menggerakkan kembali IPSI Kabupaten Sukabumi dan menyatukan paguron-paguron yang ada. Kegiatan Muskab diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan yang mampu meningkatkan prestasi dan mengoptimalkan potensi atlet pencak silat dari Kabupaten Sukabumi, yang telah dikenal sebagai penyumbang atlet berprestasi untuk Jawa Barat.

Dengan soliditas dan visi yang kuat, IPSI Kabupaten Sukabumi optimis untuk melangkah maju ke depannya, membuktikan bahwa pencak silat bukan hanya sekadar cabang olahraga, tetapi juga bagian integral dari budaya dan identitas Kabupaten Sukabumi.

EDITOR : M.NABIL

Kepala BGN : Program MBG Dibiayai APBN, Memicu meningkatnya sirkulasi ekonomi di daerah

Gurilaps.com || Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan program makan bergizi gratis (MBG) dibayar oleh badannya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi mohon kerja samanya Ibu-Bapak sekalian, nanti di daerah, untuk program makannya tidak perlu ditambahkan lagi, karena berapa pun akan dibayar oleh Badan Gizi,” kata Dadan dalam keterangan yang diterbitkan Kemendagri saat mengisi retreat atau pembekalan kepala daerah di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/2) kemarin.

Dadan menjelaskan program MBG diharapkan mampu memicu meningkatnya sirkulasi ekonomi di daerah, karena melibatkan para petani, hingga pengusaha lokal.

Ia mengatakan kepala daerah dapat berkontribusi dengan program MBG melalui dukungan terhadap perbaikan infrastruktur, termasuk pendidikan.

Di samping itu, daerah juga dapat memberikan dukungan dengan mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan rantai pasok, membina petani, nelayan, peternak, hingga UMKM.

“Dengan demikian kalangan tersebut akan mampu mendorong terpenuhinya pasokan kebutuhan gizi,” kata dia.

Dadan menjelaskan BGN tengah berupaya menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyukseskan program MBG. Dirinya berharap program ini ke depannya akan mampu berdampak positif terhadap masyarakat, dan khususnya para generasi produktif di masa depan.

“Memang tujuan utamanya adalah investasi SDM jangka panjang, tetapi yang akan diuntungkan adalah masyarakat, terutama masyarakat Ibu-Bapak [kepala daerah] sekalian,” kata dia.

Saat ini, anggaran Badan Gizi Nasional mencapai Rp71 triliun tetapi harus dipangkas 0,2845 persen alias Rp200,2 miliar imbas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025.***

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

Kepala BGN : Empat Standar Kemitraan untuk Jaga Kualitas Makanan

0

“Nah, ini yang menjadi patokan kami,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat ditemui di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (27/2/2025).

Dadan menyebut, masalah keracunan dan makanan yang belum matang sering terjadi karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum terbiasa memasak dalam jumlah besar.

“Karena untuk bisa memasak, yang biasa masak 1-10, untuk bisa masak 1.000-3.000, butuh waktu membiasakan sampai kematangannya cukup, sampai rasanya sama,” ucap dia.

Dari berbagai uji coba yang dilakukan, SPPG yang baru dibuka biasanya menghadapi masalah kematangan makanan. Dadan menegaskan bahwa BGN tidak memaklumi hal tersebut, namun pengalaman lebih dalam memasak untuk jumlah besar sangat diperlukan.

“Oleh sebab itu, kami evaluasi setiap hari, dan kami menyarankan untuk yang baru-baru, tidak mulai langsung banyak, tetapi harus mulai dari kecil. Jadi, kalau mereka menjadi mitra, kemudian ingin melakukan penyaluran makan bergizi, maka kami sarankan mulai dari 100-190,” imbuh dia.

Jika SPPG sudah mampu memasak lebih dari 500 porsi, mereka akan diminta untuk meningkatkan jumlah masakan, sehingga makanan yang diproses bisa lebih sehat dan bergizi.

“Rata-rata yang muncul di berita terakhir ini adalah semua satuan pelayanan yang baru melaksanakan. Yang baru-baru, yang lama-lama sudah tidak. Kenapa? Karena sudah terbiasa,” ujar Dadan.

“Jadi, memang untuk program yang besar seperti ini, selain pengetahuan, kebiasaan pun penting,” ujar dia.**

Editor : AS

Kepala BGN : Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Bulan Puasa 

0

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal tetap berjalan selama bulan puasa tahun ini. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan mekanisme pembagian MBG akan sedikit berbeda daripada hari-hari biasanya.

Menu Makan Gratis bakal diberikan untuk bisa dimakan saat para siswa buka puasa usai pulang sekolah. Makanan yang disediakan bisa dibawa pulang.

“Mekanismenya berbeda seperti hari biasa di mana kita akan berikan makan bergizi itu untuk dibawa pulang. Jadi untuk yang puasa bisa dimakan saat buka. Untuk yang tidak puasa bisa dimakan sembunyi di sekolah atau di rumah,” ungkap Dadan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2025).

“Jadi bentuk makanannya, bentuk makanan yang tahan lama,” katanya menambahkan.

Kemungkinan menunya adalah susu, telur rebus, kurma, kue kering fortifikasi, buah, dan lain-lain sebagainya. Sesekali juga akan disediakan bubur kacang ataupun kolak yang memiliki protein, karbohidrat, dan serat yang sama seperti menu makan siang.

“Contohnya susu telur rebus, kurma, kemudian kue kering fortifikasi, buah, dan lain-lain. Mungkin juga sesekali ada bubur kacang hijau, atau kolak. Intinya yang jelas sumber komposisi gizinya tetap, di mana di situ ada protein, karbohidrat, dan ada serat,” papar Dadan.

Nantinya para siswa akan disediakan kantong untuk membawa makanan dari sekolah ke rumah. Nah setiap hari, kantong itu akan dikembalikan ke sekolah.

“Nanti anak-anak diberi makanan yang dibawa dengan kantong untuk dimakan di rumah. Kemudian, esoknya kantongnya harus dibawa kembali ditukar dengan kantong yang ada isinya, sehingga tidak menimbulkan sampah dan melatih juga anak-anak supaya disiplin,” pungkas Dadan.***

Foto : Istimewa

Editor : AS

Presiden Prabowo Tandatangani Tiga Produk Hukum Strategis Investasi Nasional

GURILAPS.COM || Presiden Prabowo Subianto secara resmi menandatangani tiga produk hukum yang berperan penting dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investasi strategis nasional. Ketiga produk hukum tersebut secara langsung ditandatangani oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 24 Februari 2025.

Kepala Negara menandatangani Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Selain itu, Presiden juga menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara

“Selanjutnya saya juga menandatangani Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Danantara Indonesia,” ucap Presiden.

Penandatanganan ketiga produk hukum ini menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola BUMN serta meningkatkan efektivitas pengelolaan investasi nasional. Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional diharapkan mengoptimalkan pengelolaan aset negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di samping itu, Presiden juga menetapkan jajaran Dewan Pengawas serta Badan Pelaksana BPI Danantara melalui keputusan Presiden. Penetapan ini diharapkan dapat mendorong kinerja optimal guna meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional.

#Kemkomdigi #Menkomdigi #komunikasi #digital #KementerianKomunikasidandigital #Kabinetmerahputih #Indonesia

EDITOR : A.SALAM

Rakor BAPEMPERDA DPRD Kab. Sukabumi Terkait Pembahasan Raperda Tahun 2025

0

GURILAPS.COM || Bapemperda Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DKUKM) Cisaat, pada Senin, (24/02/2025).

Rakor ini dipimpin oleh Ketua Bapemperda, Bayu Permana, dihadiri Wakil Ketua III DPRD, Ramzi Akbar Yusuf, SM, para anggota Bapemperda serta mitra kerja dari berbagai instansi seperti BPKAD, BAPENDA, DISDAGIN, DISDAMKARMAT, BAPELITBANGDA, Bagian Hukum, dan Bagian Perekonomian.

Dalam rapat tersebut, dibahas pengusulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Program Legislasi Daerah (Propemperda) tahun 2025. Bayu Permana menjelaskan bahwa terdapat sembilan belas Raperda yang terdiri atas sepuluh raperda prakarsa dari DPRD dan sembilan prakarsa dari perangkat daerah. Selain itu, ada empat hingga lima Raperda yang akan menjadi Perda reguler, termasuk Perda pertanggungjawaban APBD dan Perda Perubahan.

Target Bapemperda adalah untuk menyelesaikan semua Raperda ini pada tahun 2025, mengingat pentingnya komitmen dari semua pihak, baik DPRD maupun perangkat daerah. Bayu Permana menekankan bahwa hingga saat ini, belum ada kendala serius dalam pelaksanaan, meskipun ada tantangan dalam melanjutkan Raperda dari tahun lalu, terutama bagi anggota dewan baru yang perlu adaptasi.

Kesiapan perangkat daerah dalam membahas Raperda dari sisi anggaran dan penjadwalan waktu juga menjadi sorotan penting. Bapemperda berkomitmen untuk memastikan semua Raperda terjadwal dengan baik agar proses pembahasan dapat berjalan lancar. Oleh karena itu, koordinasi yang baik antar instansi menjadi krusial dalam menyukseskan pelaksanaan Propemperda tahun ini.

Editor : A.Salam

Revolusi Kebijakan Presiden Prabowo: Membangun Indonesia Sejahtera

0
Oleh : Dzikri Nur/ Pengamat Sosial Keagamaan

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah besar dalam mempercepat pembangunan di Indonesia. Dengan fokus pada enam program prioritas, Presiden Prabowo bertujuan untuk membangun bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera ¹.

Program Prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo

–  Kemandirian Sumber Daya_: Meningkatkan kemandirian sumber daya alam dan energi untuk memperkuat ekonomi nasional.
–  Reformasi Politik dan Hukum : Melakukan reformasi politik dan hukum untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.
–  Peningkatan Kesejahteraan Rakyat : Meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program-program yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan.

Perbandingan dengan Kebijakan Pemerintah Sebelumnya

Pemerintahan Presiden Prabowo memiliki beberapa perbedaan signifikan dengan kebijakan pemerintah sebelumnya. Berikut beberapa perbedaan utama:

–  Fokus pada Kemandirian : Pemerintahan Presiden Prabowo memiliki fokus yang kuat pada kemandirian sumber daya dan ekonomi nasional, yang berbeda dengan kebijakan pemerintah sebelumnya yang lebih fokus pada investasi asing dan kerja sama internasional.
–  Reformasi Politik dan Hukum : Pemerintahan Presiden Prabowo telah melakukan reformasi politik dan hukum yang lebih luas dan mendalam, yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.
–  Peningkatan Kesejahteraan Rakyat : Pemerintahan Presiden Prabowo memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang tercermin dalam program-program yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan.

Dalam kesimpulan, pemerintahan Presiden Prabowo telah mengambil langkah besar dalam mempercepat pembangunan di Indonesia. Dengan fokus pada enam program prioritas, Presiden Prabowo bertujuan untuk membangun bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. Perbandingan dengan kebijakan pemerintah sebelumnya menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo memiliki beberapa perbedaan signifikan, terutama dalam hal fokus pada kemandirian, reformasi politik dan hukum, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Editor : Nur Ahmad