Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 20

FSPPB Bersama Aliansi Serikat Buruh dan Serikat Pekerja Gelar FGD Reintegrasi Pertamina untuk Kedaulatan Energi

0

Gurilaps.com || Puluhan aliansi serta serikat pekerja dan buruh melalukan Focus Group Group Discussion (FGD) dengan tema “Reintegrasi Pertamina dan Isu Energi Nasional 2025”, berlangsung di Hotel Gren Alia, Jakarta Pusat, Kamis 09/10/2025.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar menegaskan perjuangan mendukung kedaulatan PT Pertamina (Persero) sebagai entitas usaha milik negara di sektor energi. Dia berkomitmen melakukan perlawanan terhadap segala upaya pengkerdilan dan kebiri Pertamina.

“Hari ini kita sedang memasuki era pembusukan nama Pertamina. Hampir di semua media sosial muncul tudingan bahwa Pertamina sarang korupsi dan pengelolaannya buruk. Ini bagian dari skenario kapitalis global yang ingin menguasai energi Indonesia,” ujar Arie dalam arahannya

Arie mengemukakan, sejak berdirinya Republik Indonesia, Pertamina memiliki peran vital dalam menopang perekonomian bangsa. Bahkan, pada masa awal kemerdekaan, sekitar 70 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersumber dari kontribusi sektor migas yang dikelola Pertamina.

“Pertamina bukan hanya perusahaan negara, tapi juga bagian dari sejarah berdirinya bangsa ini. Dari sinilah pembangunan nasional berjalan, dari energi yang dikelola oleh anak negeri sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Fungsionaris DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Raslina Rasyidin menilai berbagai kebijakan liberalisasi energi pasca reformasi telah menggerus peran strategis Pertamina. Raslina mengingatkan, sejak munculnya tekanan dari lembaga-lembaga internasional seperti IMF pada era krisis moneter, tata kelola energi Indonesia mulai mengarah ke mekanisme pasar bebas.

“Sejak itu Pertamina dipaksa bersaing di pasar global. Dampaknya, rakyat harus membeli BBM dengan harga pasar, dan ini menambah beban pemerintah dalam hal subsidi,” ujar Raslina yang mengaku ayahandanya seorang pensiunan di Pertamina ini.

Raslina menegaskan, pihaknya sangat mendukung  agar pengelolaan energi nasional kembali berlandaskan pada konstitusi, khususnya UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 dan 3. Dalam forum tersebut, KSPSI juga mendorong pembentukan aliansi lintas elemen untuk memperkuat gerakan penyelamatan Pertamina dan kedaulatan energi nasional.

“Mungkin hari ini perjuangan kita masih kecil, tapi kami yakin jika semua bersatu seperti semangat Sumpah Pemuda dulu, kita bisa melawan arus liberalisasi ini,” tegas Raslina.

Senada, Sekjen Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan dan Kemandirian Energi, Aam Abdul Salam, S.Ag mengungkapkan, menjaga Pertamina berarti menjaga masa depan bangsa. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menolak narasi yang mendiskreditkan Pertamina.

“‘Selamatkan Pertamina” bukan slogan kosong. Ini adalah ajakan untuk menyelamatkan bangsa dan generasi mendatang dari ketergantungan energi asing,” ungkap Aam.

Aam menjelaskan, kehadiran negara berikut ketegasan Presiden Prabowo sangat dinantikan. Negara wajib hadir untuk mengambil alih status Pertamina, pengelolaan nya harus 100 persen dikuasai negara

“Segera lakukan pengambilalihan Pertamina. Negara wajib lakukan Reintegrasi Pertamina, jangan sampai perusahaan yang menghidupi rakyat banyak, dikuasai oleh pihak swasta sehingga memperkaya beberapa korporat saja, sementara rakyat menjerit,” pungkas Aam.***

Editor : Raden Haraqi

RPJMD Sebagai Tolak Ukur Pembangunan Daerah

0
Oleh : Asep Sugianto, Calon Ketua Cabang HMI Dalam Konfercab HMI Cabang Sukabumi ke-XVI

Pembangunan daerah merupakan suatu proses sistematis yang terstruktur dan terencana dalam suatu wilayah, seperti kabupaten atau kota, untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan. Hal ini dapat diukur dari berbagai aspek, termasuk pendapatan, kesempatan kerja, kualitas pelayanan publik, dan daya saing daerah.

Pembangunan daerah yang efektif memerlukan landasan yang kokoh dan terintegrasi sebagai pedoman untuk mensukseskan pembangunan tersebut. Dalam konteks ini, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

RPJPD merupakan rencana pembangunan jangka panjang daerah untuk 20 tahun, yang menetapkan visi, misi, dan arah pembangunan daerah jangka panjang. RPJPD menjadi pedoman untuk menyusun RPJMD, yang menjabarkan tujuan dan program dalam kurun waktu lima tahun. RPJMD harus dapat menterjemahkan secara arif visi, misi, dan agenda Kepala Daerah terpilih dalam tujuan, sasaran, strategi, dan kebijakan pembangunan yang merespon kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

RPJMD juga menetapkan tolok ukur kinerja untuk mengukur keberhasilan pembangunan daerah dalam 5 tahun ke depan. Oleh karena itu, penyusunan RPJMD harus dilakukan dengan hati-hati dan partisipatif, melibatkan semua stakeholders, termasuk masyarakat, untuk memastikan bahwa rencana pembangunan daerah tersebut efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Namun, dalam implementasinya, seringkali terjadi kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan. Penyusunan RPJMD yang telah dilakukan dengan ideal tidak selalu diikuti dengan implementasi yang sesuai dengan perencanaan. Sehingga dokumen perencanaan hanya menjadi pajangan ruangan saja, tanpa implementasi yang nyata.

Contohnya, penyusunan RPJMD sudah dilakukan sesuai dengan Visi Misi kepala Daerah terpilih dan aspirasi masyarakat. Namun, dalam penyusunan Program Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak berlandaskan dengan RPJMD yang ada. Akibatnya, program-program prioritas yang mestinya menjadi ukuran pembangunan daerah dalam setiap tahunnya menjadi tidak berguna sama sekali.

Oleh karena itu, dalam memastikan RPJMD menjadi pedoman utuh pembangunan daerah, perlu dilakukan evaluasi dan monitoring yang efektif terhadap implementasi RPJMD, serta peningkatan kapasitas dan akuntabilitas OPD dalam melaksanakan program-program prioritas. Dengan demikian, RPJMD dapat menjadi tolak ukur pembangunan daerah yang efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Editor : Rd.Ratu Dinar Nusantara

Jelang Hari Pahlawan, Pengurus Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih : Warisan Khazanah Keilmuan Kh.Ahmad Sanusi harus di Jaga

0

Berkunjung ke lokasi lahan yang akan dijadikan lokasi Museum KH.Ahmad Sanusi (Foto: Gurilaps.com)

Gurilaps.com || Pengurus Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih melakukan kunjungan ke keluarga keturunan Pahlawan Nasional asli Sukabumi KH. Ahmad Sanusi, bertempat di Yayasan Pendidikan Islam Syamsul Ulum, Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jumat 03/10/2025.

Rombongan dari pengurus Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, di terima langsung oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Syamsul Ulum beserta Jajaran dan Rektor Institut KH Ahmad Sanusi (Inkhas).

Kunjungan tersebut digagas menjelang peringatan HUT TNI dan peringatan hari pahlawan. Dimana, pada bulan November akan diadakan kegiatan doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan di Kota Sukabumi yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Salah seorang pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, yang sekaligus sebagai Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag mengatakan, sebagai generasi penerus bagaimana pentingnya memberikan perhatian khusus kepada keluarga pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

“Keluarga pahlawan adalah penjaga warisan sejarah dan budaya kita. Mereka layak mendapatkan penghormatan dan dukungan yang sesuai dengan jasa leluhur mereka,” ujar Aam disela-sela kunjungannya.

Dalam kesempatan tersebut, Aam juga menekankan pentingnya pengembangan untuk selalu menjaga warisan tokoh kemerdekaan, baik dalam bentuk tulisan maupun pemikirannya.

“Selain sebagai tokoh pahlawan Kemerdekaan, KH. Ahmad Sanusi merupakan ulama besar yang sudah berhasil menorehkan karya-karya besarnya. Baik dalam bentuk tulisan maupun ide dan gagasan,” tambah Aam.

“Contoh hasil karya KH. Ahmad Sanusi adalah, Tafsir Raudlatul Irfan, Tafsir Maljau Tholibin, Dzikir Pagi Sore : Misbahul Falah, dan masih banyak yang lainnya. Ini perlu kita sama-sama lestarikan, misalnya dengan membangun Museum KH. Ahmad Sanusi,” jelas Aam.

Senada, Ketua Umum Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih H. Sihabudin, SE yang karib disapa Budi mengungkapkan, sebagai tanda penghormatan sebagai generasi penerus bangsa, Yayasan Majelis Dzikir berencana mau mengadakan rangakaian acara doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan yang akan dihelat di Kota Sukabumi.

“Insya Allah, pada bulan November kita akan mengadakan kegiatan doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan. Ini merupakan rangkaian peringatan HUT TNI dan hari pahlawan. Kegiatan kita akan dihadiri Presiden Prabowo. Nah salah satu rangkaian kunjungannya, nanti Pak Presiden mau berkunjung sekaligus ziarah ke makam pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi,” ungkap Budi.

“Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan perhatian terhadap keluarga pahlawan nasional. Sekaligus mendorong pengembangan wisata berbasis religi dan sejarah di seluruh Indonesia, ikut melibatkan keluarga atau keturunan pahlawan di daerah masing-masing,” harap Budi.

Sementara itu Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Syamsul Ulum, Dra. Hj Neni Fauziah, M.Ag sekaligus sebagai cucu pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi, memberikan apresiasi atas ide dan gagasan dari Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih yang akan menggelar doa bersama dan dzikir akbar, sekaligus berziarah ke makam kakeknya.

“Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas ide dan gagasan besar ini. Kami dari keluarga Almarhum sangat menyambut baik kegiatan doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan, apalagi ada kunjungan dan ziarah dari RI-1 ke makam kami, kita akan terima dengan terbuka,” ucap Neni.

Diamini, rektor Institut KH Ahmad Sanusi (Inkhas) Sukabumi Dr. H. Ahmad Suganda, M.Ag mendukung rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan, sekaligus ziarah ke makan pahlawan nasional asal Sukabumi KH. Ahmad Sanusi.

“Kami dari civitas akademika Inkhas yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan perjuangan pendiri Yayasan Pendidikan Islam Syamsul Ulum, KH Ahmad Sanusi, akan mendukung rangkaian kegiatan yang di gagas Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih. Salahsatunya kunjungan dan ziarah Presiden Prabowo ke makam pahlawan nasional, yang merupakan keluarga besar kami,” tukas rektor.

Disinggung soal pendirian museum KH. Ahmad Sanusi yang sudah direncanakan dan sampai saat ini belum terealisasi. Rektor Inkhas menyebutkan, pihaknya akan terus memperjuangkan hal tersebut sampai benar-banar terwujud.

“Kami akan terus berupaya, agar museum KH Ahmad Sanusi benar-benar terwujud. Karena museum ini akan menjadi sarana penghormatan terhadap jasa pahlawan nasional asal Sukabumi KH. Ahmad Sanusi sebagai salah seorang penggagas kemerdekaan republik Indonesia,” pungkas Ahmad Suganda.***

Editor : Rd. Ratu Dinar

Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan dan Kemandirian Energi, Stop Privatisasi Pertamina

Gurilaps.com || Puluhan aktivis pergerakan yang tergabung dalam Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan dan Kemandirian Energi, menggelar konsolidasi nasional dan diskusi dengan tema “Gerakan Rakyat Bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan dan Kemandirian Energi,” yang berlangsung di The Teras Dara Restaurant & Lounge, Jalan Ahmad Yani No.52, Kota Bogor, Senin 22/09/2025.

Ide dan gagasan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Presiden Prabowo, dalam mensukseskan asta citanya terkait swasembada dan kemandirian energi.

Berdasarkan pantauan, kegiatan tersebut dihadiri oleh ; Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar, Sekjen FSPPB Sutrisno, Wasekjen FSPPB Titok Dalimunthe, Sekjen Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan dan Kemandirian Energi, Aam Abdul Salam, S.Ag, Akademisi Universitas Trisakti Dr. Virna Sulfitri, Dr. Rowland, perwakilan Sinergi Merah Putih, Jaringan Pergerakan Pemuda Mahasiswa dan Santri Jabar, Lingkar Kajian Sukabumi, Jaringan Pergerakan Masyarakat Sukabumi Selatan, Barikade ’98 Jabar, Forum Mahasiswa Palabuhanratu, Dewan Tani Indonesia Sukabumi serta organ aktivis gerakan lainnya.

Sekjen Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan dan Kemandirian Energi, Aam.Abdul Salam, S.Ag mengatakan bahwa kebutuhan energi adalah bagian dari hajat hidup orang banyak yang harus terpenuhi sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33.

“Pemerintah harus memenuhi kebutuhan energi rakyat Indonesia tanpa terkecuali, karena energi sekarang sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi mayoritas rakyat Indonesia,” kata Aam.

“Oleh karena itu, penyedia kebutuhan dasar rakyat tersebut tidak boleh dipegang oleh segelintir orang atau corporate yang hanya menguntungkan segelintir orang. Pemerintah harus memegang kendali sepenuhnya dalam pemenuhan energi ini, salah satunya adalah Pertamina,” tambah Aam.

Aam menegaskan, apabila Pertamina dipegang atau dikendalikan oleh pihak-pihak swasta, maka negara selamanya akan mengalami kerugian dan rakyatlah yang akan menerima dampaknya.

“Terbukti, bagaimana hari ini orang-orang yang mengelola energi (pertamina-red) sudah banyak yang diproses hukum akibat ulah nya yang mementingkan golongannya. Kalau ini dibiarkan, rakyat akan terkena dampak dan mengalami kesusahan. Nasionalisasi Pertamina menjadi harga mati,” tegas Aam.

Sementara itu, didaulat menjadi pembicara Dosen Universitas Trisakti, Dr. Virna Sulfitri mengungkapkan, kemandirian energi menjadi jawaban atas dilema yang dihadapi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia.

“Kemandirian bukan berarti menutup diri dari perdagangan internasional, melainkan mengurangi ketergantungan eksternal dan memaksimalkan sumber daya domestik. Indeks energi dapat mencerminkan tingkat kemandirian energi, khususnya dari sisi suplai, dengan mengukur sejauh mana kebutuhan dapat dipenuhi melalui pemanfaatan maksimal potensi sumber daya domestik,” ungkap Virna.

Menurut Virna, pemerintah harus bersikap tegas kembali mengambil alih pengelolaan Pertamina, jangan sampai kondisinya seperti sekarang ini. Pertamina menjadi bahan bancakan bagi segelintir orang saja.

“Pengelolaan Pertamina harus segera di ambil alih oleh negara. Jangan sampai hanya menguntungkan beberapa orang saja. Ini amanat UUD 1945, negara harus memegang kendali atas hal di atas,” jelasnya.

Hal yang sama dituturkan oleh Ketua Barikade ’98 Jawa Barat, Budi Hermansyah, untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pengelolaan sektor migas, eksistensi Pertamina harus menjadi lembaga mandatori pemerintah.

“Kedepan, Pertamina yang mendapatkan tugas penuh dari negara mengurus tata kelola minyak dan gas dari hulu sampai ke hilir, harus benar-benar menjadi lembaga BUMN yang secara utuh untuk memenuhi kebutuhan rakyat,” tutur Budi.

“Sudah saatnya negara mempercayakan eksplorasi semua ladang minyak dan gas ke Pertamina dari tangan asing. Bukan lagi sekedar perusahaan operator atau kontraktor minyak dan gas saja, tapi lebih kepada bagaimana Pertamina menjadi lembaga yang berpihak pada rakyat,” pungkas Budi.

Diakhir acara, seluruh organ aktivis lintas generasi tersebut membacakan deklarasi sebagai bentuk dukungan moral terhadap Presiden Prabowo, agar segera untuk memperkuat Pertamina satu satunya dalam tata kelola minyak bumi dan gas.

Deklarasi Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan dan Kemandirian Energi :

1. Pertamina menjadi perusahaan nasional di bawah presiden, tidak bisa diprivatisasi
2. Mendukung Perpu Tentang Tata Kelola Migas yang Berdaulat.
3. Tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang melemahkan Pertamina.
4. Menyerukan Gerakan Rakyat bersama Presiden Prabowo untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian energi.***

Editor : AS

Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan dan Kemandirian Energi, Gelar Pertemuan dan Konsolidasi

Gurilaps.com || Sejumlah aktivis pergerakan  lintas generasi yang tergabung dalam Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan dan Kemandirian Energi, menggelar pertemuan dan konsolidasi dengan tema “Gerakan Rakyat Bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan dan Kemandirian Energi,” yang berlangsung di The Teras Dara Restaurant & Lounge, Jalan Ahmad Yani No.52, Kota Bogor, Senin 22/09/2025.

Acara tersebut digagas sebagai ajang konsolidasi dan bentuk dukungan terhadap Presiden Prabowo, untuk segera mengambil langkah strategis menyelamatkan BUMN Pertamina, agar tidak menjadi bahan bancakan oleh oknum tertentu sehingga akan merugikan bangsa dan negara Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar, Sekjen FSPPB Sutrisno, Wasekjen FSPPB Titok Dalimunthe, Sekjen Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan dan Kemandirian Energi, Aam Abdul Salam, S.Ag, Akademisi Universitas Trisakti Dr. Virna Sulfitri, Dr. Rowland, Sinergi Merah Putih, Jaringan Pergerakan Pemuda Mahasiswa dan Santri Jabar, Lingkar Kajian Sinergi, Jaringan Pergerakan Masyarakat Sukabumi Selatan, Barikade ’98, Forum Mahasiswa Palabuhanratu, Dewan Tani Indonesia Sukabumi serta organ aktivis gerakan lainnya.

Sekjen Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Sutrisno menegaskan pentingnya menjaga kemandirian energi nasional di tengah riuhnya isu pemutusan hubungan kerja (PHK). Isu yang dilontarkan sejumlah SPBU swasta setelah habisnya kuota impor BBM tahun ini.

“Pemerintah sudah memenuhi permintaan kuota impor BBM sebesar 110 persen dari kuota impor tahun 2024. Artinya, secara perhitungan bisnis, SPBU swasta sudah mampu memenuhi target penjualan dan profit tahun 2025. Jadi kalau mereka membuat riuh dengan isu PHK, justru perlu dipertanyakan komitmen investasinya,” ujar Sutrisno.

Sutrisno  menjelaskan, SPBU swasta jangan hanya berburu untung tanpa niat mengabdi pada rakyat Indonesia. Oleh karena itu kuncinya adalah, pemerintah harus segera mengambil sikap strategis dengan menasionalisasi pertamina.

“Jangan sampai hanya berburu untung di Indonesia, tetapi abai terhadap penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

“Kita harus sama-sama mendukung, pemerintah harus segera menasionalisasi BUMN Pertamina. Agar jangan dipakai untuk bancakan segelintir oknum saja,” lanjut Sutrisno.

Sementara itu, Presiden FSPPB Arie Gumilar  menambahkan, langkah sebagian SPBU swasta yang memanfaatkan isu PHK bisa dibaca sebagai upaya memberi tekanan kepada pemerintah dalam menentukan arah kebijakan energi nasional.

“Ini alarm bagi kita. Bila sedikit saja kita gagal mewujudkan kemandirian energi, SPBU asing akan terus menekan Indonesia demi memperluas penguasaan pasar. Bayangkan kalau mereka menguasai hingga 30 persen pasar BBM nasional, tentu mereka bisa memengaruhi kebijakan energi, termasuk potensi mendikte harga,” kata Arie.

Arie menyebut, potensi energi serta pengelolaannya harus dikembalikan seperti tahun-tahun sebelum reformasi. Dimana negara yang mengambil peran pengelolaan energi tersebut. Sehingga dari dari minyak bisa menyumbang APBN sampai 85 persen.

“Jangan biarkan urusan energi  dikelola oleh swasta. Negara harus ambil peran. Dulu dari minyak kita bisa menyumbang APBN sampai 85 persen. Kenapa tidak kita sekarang ambil alih kembali,” imbuhnya.

“Masa kalah sama negara Malaysia, dulu mereka belajar tata kelola ke kita. Lihat sekarang, Mereka dengan Petronas nya berhasil menjadi negara yang berdaulat dalam bidang energi,” pungkas Arie.***Editor : AS

Dari Sakawayana Palabuhanratu, Doa untuk Presiden Prabowo dan Kedamaian Negeri 

0

Gurilaps.com || Dari Pantai Sakawayana Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang diselimuti cahaya sore, puluhan tangan menengadah ke langit, memanjatkan doa demi persatuan, keselamatan, kedamaian dan kejayaan bangsa serta negeri Indonesia.

Dalam nuansa dan balutan merah putih yang berseri, puluhan elemen mahasiswa dan masyarakat, menggelar Doa Akbar untuk keselamatan dan kedamaian Negeri, Senin 15/09/2025.

Terpantau yang hadir dalam doa bersama tersebut; Ketua Forum Mahasiswa Palabuhanratu (Yosep Maulana), Lingkar Mahasiswa Sukabumi (Asep Sugianto), Sekjen Lingkar Kajian Demokrasi Sukabumi (Fikri Maulana), Komite Aksi Mahasiswa Sukabumi (Raihan), Dewan Tani Indonesia Sukabumi (Dede Heri), Sekjen PPJNA ’98/Sinergi Merah Putih (Aam Abdul Salam), Ketua Jaringan Pergerakan Masyarakat Sukabumi Selatan (Saeful Usman) serta elemen mahasiswa dan masyarakat lainnya.

Doa yang dipanjatkan

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami memulai kegiatan “Dari Sakawayana Palabuhanratu, Doa untuk Negeri”. Pada hari senin 15 September 2025, kami dari Forum Mahasiswa Palabuhanratu, Lingkar Mahasiswa Sukabumi, Lingkar Kajian Demokrasi Sukabumi, Sinergi Merah Putih, Komite Aksi Mahasiswa Sukabumi, Dewan Tani Indonesia Sukabumi, Sinergi Merah Putih, PPJNA ’98 beserta elemen mahasiswa dan masyarakat, berkumpul untuk memanjatkan doa dan harapan bagi negeri kita tercinta, Indonesia.

Kami berdoa tidak lain dan tidak bukan agar Allah SWT senantiasa melindungi dan memberkati bangsa dan negara kami, memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kami untuk menghadapi segala tantangan dan kesulitan, serta menjadikan kami sebagai bangsa yang kuat dan bersatu.

Melalui doa ini, kami berharap dapat memperkuat ikatan spiritual dan nasionalisme kami, serta memohon petunjuk dan kekuatan bagi pemimpin kami Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin dengan adil dan bijaksana.

Semoga doa-doa kami ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa, serta membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Doa untuk Negeri

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari yang penuh berkah ini kami menengadahkan tangan dan hati ke hadirat-Mu, seraya memanjatkan puji dan syukur atas limpahan rahmat, karunia, serta nikmat kemerdekaan yang telah Engkau anugerahkan kepada bangsa dan negara kami, Indonesia

Ya Allah, lindungi negeri kami dari segala bentuk ancaman dan bahaya, baik dari dalam maupun dari luar. Jauhkanlah kami dari perpecahan dan adu domba yang dapat merusak kesatuan dan persatuan bangsa. Berikanlah kekuatan dan kesabaran kepada kami untuk menghadapi tantangan dan kesulitan yang ada.

Ya Allah, jadikanlah negeri kami sebagai negeri yang maju yang Engkau ridhai. Jadikanlah bangsa kami sebagai bangsa yang saleh dan taat pada kehendakmu.

Ya Allah, berikanlah kekuatan dan petunjuk kepada pemimpin kami Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin dengan adil dan bijaksana, serta menjauhkan ia dari segala bentuk pengaruh buruk dan kepentingan pribadi yang merugikan

Ya Allah, berilah kekuatan dan kemampuan kepada pemimpin kami Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan program-program yang berpihak kepada rakyat dengan optimal, sehingga kesejahteraan dan kemakmuran dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ya Allah, jauhkanlah kami dari korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Berikanlah kami kesadaran dan keberanian untuk melawan segala bentuk penyimpangan dan ketidakadilan.

Ya Allah, satukanlah hati kami dan jadikanlah kami sebagai bangsa yang kuat dan bersatu. Berikanlah kami petunjuk dan kekuatan untuk menjadi bangsa yang maju dan sejahtera.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. (***)

Editor : AS

Forum Mahasiswa Palabuhanratu Datangi Rumah Aspirasi Iman Adinugraha Anggota DPRRI Komisi VII

0

Gurilaps.com || Sejumlah perwakilan mahasiswa dari badan eksekutif mahasiswa hingga organisasi kemahasiswaan, yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Palabuhanratu, menggelar Audiensi dan menyampaikan aspirasi kepada anggota DPR RI Iman Adinugraha yang sekaligus sebagai anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat, bertempat di Rumah Aspirasi Palabuhanratu, Jumat 12/09/2025.

Kehadiran puluhan mahasiswa gabungan dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Palabuhanratu, diantaranya, STISIP Widyapuri Mandiri, CBI, Bina Mutiara dan STAI Palabuhanratu, diterima langsung oleh anggota DPR RI Iman Adinugraha.

Salah seorang perwakilan mahasiswa, Asep Sugianto menyampaikan sejumlah aspirasi, sekaitan dengan berbagai persoalan kesejahteraan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi khususnya di Palabuhanratu.

“Kami menyampaikan, bagaimana kondisi ril hari ini yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, potensi pariwisata yang masih lemah harus menjadi konsen anggota legislatif agar ada percepatan eksekusi oleh pemangku kebijakan,” ungkap Asep.

Asep meminta kepada dewan, agar ada percepatan untuk realisasi pemberdayaan masyarakat. Sehingga ruh gerak ekonomi masyarakat kembali bangkit.

“Kami sangat mengkhawatirkan, bagaimana kondisi perekonomian yang semakin melemah. Untuk itu, kami mendorong dewan agar segera ada tindak lanjut untuk merealisasikan aksi nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambah Asep.

Senada, Yosep Maulana juga menyoroti lemahnya kesadaran masyarakat dalam meningkatkan dan menggali potensi pariwisata yang ada di Palabuhanratu. Sehingga tidak heran apabila kunjungan wisatawan itu terus menurun.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Palabuhanratu itu punya daya tarik, tapi kenapa kunjungan wisatawan kesini terus menurun. Ya, salah satunya menurut kajian kami adalah, lemahnya promosi, publikasi, penataan lingkungan destinasi wisata, tidak memiliki ikon dan masih kumuhnya beberapa tempat wisata,” kata Yosep.

Sementara itu, anggota DPR RI Iman Adinugraha sangat mengapresiasi apa yang di sampaikan oleh Forum Mahasiswa Palabuhanratu tersebut. Menurutnya semua aspirasi yang sudah disampaikan akan ditindaklanjuti di direkomendasikan kepada eksekutif.

“Saya sebagai anggota dewan yang mewakili seluruh masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi dengan senang hati akan menerima, dan tentunya akan ditindak lanjuti sesuai dengan kapasitas saya sebagai legislator dan yang lebih penting akan direkomendasikan kepada pihak eksekutif untuk ditindaklanjuti,” ucap Iman.

“Hari ini saya adalah sebagai wakil rakyat, tidak usah melihat warna partainya. Saya sudah milik rakyat Sukabumi. Makanya tidak usah sungkan, ketika ada permasalahan silahkan datang dan sampaikan, saya akan selalu terbuka kepada siapapun,” imbuh Iman.

Berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh mahasiswa, Iman dengan tegas menjawab, sebagai putra daerah asli Sukabumi dirinya sangat menginginkan wilayahnya menjadi daerah yang berkemajuan dalam berbagai sektor.

“Saya sepakat, Sukabumi harus menjadi daerah yang maju di berbagai sektor. Untuk itu saya mengajak kepada semua pihak termasuk elemen mahasiswa berkolaborasi dan berkontribusi nyata untuk membangun Sukabumi,” pungkas Iman.***

Editor : As

Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih Gelar FGD Bangun Komitmen Kebersamaan dalam Penanaman Nilai-nilai Moderasi Beragama

0

Gurilaps.com ||  Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih menggelar Focus Group Discussion (FGD) digelar di Aula Kantor Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (24/8/2025).

Kegiatan yang menggandeng lansung media wartain.com tersebut mengangkat tema “Membangun Komitmen Kebersamaan dalam Penanaman Nilai-nilai Moderasi Beragama untuk Kondusifitas Wilayah Kabupaten Sukabumi”.

Wakil Ketua Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Hasan Komarudin  alias Kang Azam mengatakan moderasi beragama adalah cara pandang, sikap dan prilaku beragama yang dianut dan dipraktikkan oleh sebagian besar penduduk negeri ini, dari dulu hingga sekarang. ​​​​​Pemerintah pun menjadikan moderasi beragama sebagai salah satu program nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“FGD digelar di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu ini merupakan bentuk upaya sebuah literasi bagi masyarakat akan pentingnya moderasi beragama,” ujar Kang Azam

FGD ini menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya KH. Buya Royanudin, AS (Ketua III MUI Kabupaten Sukabumi), KH. Dr. Ujang Badrussalam (Ketua Pokjawas Kemenag Kabupaten Sukabumi), Mulya Hermawan (Ketua PWI Kabupaten Sukabumi), serta Ijang Sehabudin (Kepala Desa Tangkil).

“Dalam paparannya, para narasumber menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama untuk menanamkan nilai moderasi beragama, khususnya di tengah masyarakat yang majemuk. Dan sebagai tindak lanjut dari kasus retret pelajar yang viral kemarin di sini,” ungkapnya.

Moderasi beragama dinilai mampu memperkuat persatuan, menekan potensi konflik, sekaligus menjadi fondasi kehidupan sosial yang harmonis.

Kepala Desa Tangkil, Ijang Sehabudin, menyambut baik terselenggaranya FGD ini di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ajang kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, media, dan masyarakat untuk menjaga kebersamaan di tingkat desa hingga kabupaten.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Mulya Hermawan, menambahkan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama agar lebih dipahami dan dipraktikkan oleh masyarakat luas.

FGD ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbentuknya sinergi lintas sektor dalam memperkuat pemahaman moderasi beragama, demi terciptanya lingkungan yang rukun, damai, dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.***

Foto : Saepul Usman

Editor : Saeful Uaman

Warga Cikahuripan Cisolok Antusias Hadiri Tabligh Akbar dan Doa Bersama dalam rangka Hari Nelayan ke 28

0

Gurilaps.com || Panitia syukuran nelayan ke-28 Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi menggandeng Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih menggelar tabligh akbar dan doa bersama untuk kesejahteraan nelayan dan keselamatan negeri, Kamis malam, 10/07/2025.

Kegiatan tersebut digagas untuk mempererat tali silaturahim diantara nelayan dan warga sekitar. Yang tidak kalah penting adalah lantunan dzikir dan shalawat yang dikumandangkan untuk memberikan energi positif terhadap jalannya pemerintahan Prabowo Subianto demi mewujudkan asta citanya Presiden.

Seperti halnya yang disampaikan Direktur Majelis Dzikir dan Shalawat Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih ustadz Ikin Abduraohman atau yang disapa Kang Ikin, kegiatan tabligh akbar yang diramu dengan Dzikir dan Shalawat terus dikumandangkan untuk kesehatan Presiden Prabowo Subianto serta keselamatan negeri ini, khususnya untuk kesejahteraan para nelayan di pesisir pantai Cisolok.

“Momentum syukuran ini adalah saat yang tepat untuk saling bersyukur dan bertafakur. Mumpung masih dalam bulan Muharam, untuk itu Kami tetap bermunajat memanjatkan doa untuk kesehatan dan keselamatan serta keberkahan bagi Bapak Presiden Prabowo Subianto, keselamatan negeri dan kesejahteraan nelayan,” ungkap Kang Ikin.

“Pa presiden jangan takut, Kami sebagai Rakyat Indonesia Siap Menjadi Garda Terdepan Dalam Mendukung dan Mengawal Pemerintahan yang Bapak Pimpin,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, H. Sihabudin mengatakan, kegiatan Takbir Akbar serta Dzikir dan Shalawat tersebut dilakukan sebagai wujud dukungan bathiniyyah terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto, serta bentuk dukungan kepada nelayan agar ada peningkatan kesejahteraan dari hasil tangkapannya.

“Jalur langit tak pernah terhalang oleh rintangan apapun, momentum syukuran hari nelayan, maka sangat positif melakukan tabligh akbar diiringi dengan doa bersama membaca Dzikir dan Shalawat, sebagai bentuk dukungan bathin kepada Presiden Prabowo sebagai pemimpin bangsa, yang paling utama dukungan moral kepada para nelayan agar lebih sejahtera lagi,” jelas Budi sapaan akrab Sihabudin.

Budi menegaskan, Tabligh Akbar, Dzikir dan Shalawat tersebut dikumandangkan sebagai bentuk kecintaan masyarakat dalam memberikan energi positif kepada Presiden Prabowo agar tetap istiqamah dalam memimpin negeri.

“Kecintaan kami pada Presiden Prabowo Subianto tak akan pernah pudar bahkan semakin menyala,” jelasnya.

“Doa Kami panjatkan agar Pak Prabowo tetap kuat dan tabah serta terus berjaya dalam memimpin negeri ini. Kami akan senantiasa setia mendukung dan mengawal Bapak Presiden,” pungkas Budi.

Ditempat yang sama, pendiri sekaligus penggagas Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Aam Abdul Salam, S.Ag mendukung konsep syukuran hari nelayan dengan menggelar tabligh akbar dan doa bersama.

“Kami dari Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih sangat mendukung kegiatan yang di gagas panitia. Terbukti warga sangat antusias hadir untuk doa bersama dan tabligh akbar, dengan penceramah Ustadz Cepot dari Bogor, sangat luar biasa,” tutur Aam.

“Dengan tabligh akbar dan doa bersama apa yang diinginkan para nelayan, untuk lebih sejahtera lagi segera terwujud. Mereka bermimpi memiliki dermaga atau tempat pelelangan ikan, insya Allah akan segera terwujud,” tutup Aam.***

Editor : Rd.Ratu Dinar

Majelis Dzikir Merah Putih : Doa Asyura untuk Presiden Prabowo, Mantan Presiden Indonesia dan Seluruh Rakyat Indonesia

Gurilaps.com || Hari Asyura malam 10 Muharam pada 5 Juli 2025 malam yang memiliki keutamaan untuk berdoa memohon ampunan perlindungan serta rahmat keberkahan untuk kita semua ummat manusia di dunia dan khususnya selurun masyarakat Indonesia.

Kami mengajak saat malam 10 Muharam yang jatuh pada 5 Juli 2025 (9 muharam) dan 6 Juli 2025 (10 Muharam) berdoa memohon ampunan perlindungan rahmat keberkahan untuk Presiden Prabowo, seluruh pemimpin negeri Mantan Presiden Indonesia serta untuk seluruh rakyat Indonesia.

Allah anugerahkan kekuatan dan kesehatan untuk Presiden Prabowo dan mantan Presiden Indonesia, rahmati berkahi selalu dalam perlindungan bimbingan Allah SWT, kata Aam Abdul Salam Dewan Pembina Majelis Dzikir Merah Putih, Sabtu 5 Juli 2025.

Mohon dengan ke iklasan mari kita untuk berdoa memohon pada Allah pemilik kehidupan ini pada malam Asyura 10 Muharam, doa Asyura lengkap terjemahannya:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرِ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ. وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ. وَهُوَحَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Arab Latin: Hasbunallaah wani’mal wakil, ni’mal maulaa wani’man nashiir. Subhaanallaahi mil-al miizaani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wazinatal ‘arsyi. Laa malja-a minallaahi illaa ilaihi subhaanallaahi ‘adadasy syaf’i wal witir. Wa ‘adada kalimatillaahit taammaati kullaha, nas-alukas salaamata birahmatika yaa arhamar raahimiin. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Wahuwa hasbunaa wani’mal wakil, ni’mal maulaa wani’man nashiir. Washallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii washahbihii wasallam.

Artinya: “Cukuplah Allah yang menjadi penolong dan kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maha Suci Allah sepenuh mizan (timbangan), setinggi ilmu, sebanyak keridaan, dan setimbang ‘Arsy. Tiada tempat untuk menyelamatkan diri, dan tiada tempat untuk bersandar, melainkan kepada Allah. Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat yang sempurna kesemuanya. Saya memohon keselamatan kepada-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan, tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan

Dengan doa merupakan senjata utama kita semua memohon negeri ini Indonesia selalu dalam perlindungan Allah SWT pemilik Nya.

Rahmati berkahi jadikan Indonesia negeri yang Baldatun Toyibatun Warobun Ghofur, Negeri yang adil dan makmur, aman damai, pungkas Aam yang juga sebagai Sekjen PPJNA 98.

Editor : Rd.Ratu Dinar Nusantara