Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 19

Wacana Perpanjangan Masa Jabatan DPR: Distorsi Mandat Demokrasi dan Gejala Otoritarianisme Lunak

0

Oleh : M. Atta Saqi/Kementerian Luar Negeri (BEM Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi)

Gurilap.com || Isu mengenai kemungkinan perpanjangan masa jabatan DPR hingga 10 tahun—meskipun belum memiliki landasan hukum eksplisit—perlu dipahami bukan sekadar sebagai kekeliruan informasi, tetapi sebagai indikasi serius terganggunya arsitektur komunikasi demokrasi antara negara dan warga negara.

Bahwa isu seperti ini dapat beredar luas tanpa bantahan cepat dan komprehensif dari lembaga legislatif menunjukkan adanya “defisit transparansi institusional” yang semakin menggerogoti legitimasi politik.

Dalam perspektif teori politik modern, setiap wacana yang berkaitan dengan term extension merupakan “isu red-alert,” karena menyentuh inti kontrak sosial: “durasi kekuasaan hanya sah selama mandat rakyat”.

Begitu ada upaya memperpanjangnya—bahkan dalam bentuk wacana teknokratis—maka negara wajib memberikan justifikasi normatif, hukum, dan etis yang sangat ketat.

Tidak adanya komunikasi ini memperlihatkan apa yang oleh sejumlah ilmuwan politik disebut sebagai “soft authoritarian drift: kecenderungan kekuasaan yang bergerak perlahan menuju dominasi, bukan pelayanan.

Selain itu, membiarkan kabar perpanjangan jabatan bergulir tanpa klarifikasi tegas memperlihatkan karakter sistem politik yang reaktif, bukan proaktif. Sistem legislatif ideal—dalam kerangka “good governance”—mempraktikkan “akuntabilitas radikal”, yakni kemampuan menjelaskan, membantah, dan membuka informasi secara cepat untuk mencegah spekulasi publik. Ketika ruang klarifikasi dibiarkan kosong, ruang itu akan diisi oleh ketidakpercayaan.

Jika benar bahwa putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan pemilu nasional dan daerah menuntut rekonstruksi jadwal jabatan tertentu, maka secara akademik ada tiga prasyarat mutlak:

1. Kejelasan dasar hukum

2. Batas transisional yang ketat dan temporer

3. Pengawasan publik yang tidak dinegosiasikan

Namun, yang muncul justru keruhnya diskursus dan lambannya respons lembaga yang seharusnya menjadi penjaga konstitusionalisme. Dalam terminologi demokrasi kontemporer, ini adalah kegagalan deliberatif, yakni kegagalan negara menyediakan ruang diskusi yang jernih, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, isu ini tidak boleh dianggap sebagai sekadar “kesalahpahaman publik”. Ini adalah cermin dari “kemunduran kualitas komunikasi politik negara”, yang jika dibiarkan, menjadi jalan menuju normalisasi perpanjangan kekuasaan tanpa mandat rakyat. Demokrasi tidak runtuh secara tiba-tiba; ia runtuh perlahan melalui kelambanan institusi dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar yang menyangkut kedaulatan rakyat.

Jika DPR sungguh mewakili rakyat, maka langkah pertama yang harus dilakukan bukan membiarkan rumor berkembang, melainkan “menegakkan transparansi sebagai fondasi moral kekuasaan,” Tanpa itu, setiap wacana tentang masa jabatan, betapapun teknisnya, akan selalu terbaca sebagai upaya koersif untuk memodifikasi waktu kekuasaan demi kenyamanan elite, bukan kepentingan publik.***

Editor : Asep Sugih

Depan Kantor Dinas Pariwisata Sukabumi Ditemukan Puluhan Anak Ular Sanca di Gorong Gorong

0

Gurilaps.com || Sebuah gorong-gorong di depan Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Jalan Jajaway, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, mendadak menjadi perhatian setelah ditemukan puluhan anak ular sanca yang saling mengerumun di dalamnya.

Gorong-gorong yang kering namun lembap itu awalnya tak mencolok. Namun seorang wartawan yang melintas melihat keberadaan seekor anak ular di dalamnya. Curiga, ia kemudian mengecek lebih dekat dan menemukan jumlah yang jauh lebih banyak. Temuan itu segera dilaporkan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Dinas Damkar, Anita Mulyani, menjelaskan bahwa laporan diterima pada Selasa sore, 9 Desember 2025, sekitar pukul 17.35 WIB. Petugas yang dikerahkan bergerak cepat menuju lokasi.

“Awalnya kami mendapat informasi hanya ada beberapa ekor. Tapi setelah tim turun, jumlahnya ternyata jauh lebih banyak dari perkiraan,” ujar Anita, Kamis (11/12/2025).

Setibanya di gorong-gorong, petugas dibuat tercengang ketika mendapati puluhan anak ular sanca berkelompok di satu titik. Proses evakuasi pun dilakukan secara hati-hati mengingat jumlah reptil yang cukup banyak.

“Kami lakukan evakuasi satu per satu. Dari hasil akhir, total ada 22 ekor anak ular sanca,” jelasnya.

Evakuasi berlangsung cepat dan tidak menemui hambatan berarti. Seluruh ular berhasil diamankan dan dibawa ke Mako Pos Damkar Palabuhanratu untuk penanganan lanjutan.

“Alhamdulillah seluruh proses selesai sekitar pukul 17.44 WIB,” tutup Anita.***(RAF)

Editor : Rd.Haraqi Siliwangi

PWI Matangkan Kick Off HPN 2026 Banten, Jalan Sehat Bersama Kapolri dan Gubernur Siapkan Hadiah Wah

0

Grilaps.com, Jakarta – Warga Serang dan sekitarnya diundang untuk meramaikan launching atau Kick Off Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan dipusatkan di Alun-alun Kota Serang pada Minggu pagi (30/11/2025).

Kepastian ini disampaikan menyusul rapat panitia di Kantor PWI Pusat, yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Zulmansyah Sekedang.

“Kami ingin Kick Off ini menjadi pesta rakyat yang meriah. Karena itu, kami mengundang seluruh masyarakat untuk ikut Senam Bersama dan Jalan Sehat pada Minggu pagi, pukul 06.00 WIB,” kata Zulmansyah, Jumat (28/11/2025).

Daya tarik utama acara ini adalah Jalan Sehat yang terbuka untuk umum dengan hadiah doorprize fantastis. Zulmansyah menjelaskan, panitia telah menyiapkan hadiah-hadiah utama, termasuk 3 unit motor, kulkas, sepeda lipat, serta puluhan barang elektronik menarik lainnya.

Acara ini sekaligus akan menjadi momen penting dengan kehadiran tokoh nasional dan daerah. Termasuk kehadiran Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Banten, Andra Soni. Kehadiran juga akan diisi oleh anggota Dewan Pers, Konstituen Dewan Pers serta jajaran Forkopimda Banten. Partisipasi mereka merupakan simbol sinergi yang baik antara komunitas pers dengan pemangku kepentingan.

Hadiah untuk Partisipasi Publik

Rangkaian Kick Off sendiri akan diawali dengan kedatangan rombongan PWI Pusat dari Jakarta pada hari Sabtu (29/11), dilanjutkan dengan check-in dan jamuan makan malam oleh Gubernur Banten Andra Soni.

Setelah itu besoknya puncak acara akan dilaksanakan pada Minggu (30/11) di Alun-alun Kota Serang, dimulai pukul 06.00 WIB dengan Senam Bersama dan Jalan Sehat yang terbuka bagi masyarakat umum. Seluruh kegiatan diperkirakan selesai pada pukul 09.30 WIB.

Kick off ini adalah pertanda dimulainya rangkaian peringatan HPN yang puncaknya pada 9 Februari 2026 di Serang, Banten. ****

Editor : Rd. Ratu Dinar

 

Saeful Usman Ketua JPMSS : Institusi Pendidikan Seharusnya Benteng Perlindungan, Bukannya Mengorbankan Anak Didik

0

Gurilaps.com || Akhir-akhir ini, kita disuguhkan dengan realitas tindakan amoral yang sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan, yang terjadi di lingkungan sekolah Kabupaten Sukabumi.

Salah satunya, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru atau kepala sekolah di SMPI, juga sebagai pelatih voli putri di salah satu sekolah menengah di bawah Kementerian Agama, di wilayah Surade.

Kejadian tersebut merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Sukabumi. Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, ini adalah pengkhianatan terhadap mandat moral sebagai pendidik dan pemimpin di lingkungan sekolah,” ungkap Ketua Jaringan Pergerakan Masyarakat Sukabumi Selatan (JPMSS) Saepul Usman, Minggu (16/11/2025).

“Kami mengutuk keras tindakan biadab oknum kepala sekolah tersebut. Sekolah seharusnya menjadi rumah kedua yang aman bagi anak-anak kita, tempat mereka tumbuh dan belajar tanpa rasa takut. Ketika figur kepala sekolah, yang seharusnya menjadi panutan dan pelindung, justru berubah menjadi predator, maka runtuhlah kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan kita.”

Lanjut Ketua JPMPS, kejadian ini mesti menjadi perhatian semua pihak, dan pelaku mesti diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Insiden ini menunjukkan adanya darurat kekerasan seksual di institusi pendidikan yang selama ini mungkin luput dari perhatian serius. Kami menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu, untuk memberikan efek jera. Tidak boleh ada kompromi atau upaya damai yang mengorbankan masa depan dan psikis korban.”

“Pemerintah daerah dan Kementerian Agama (Kemenag) harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap semua sekolah/madrasah di Sukabumi. Pastikan ada mekanisme pelaporan yang aman dan efektif bagi korban, serta pendampingan psikologis yang intensif. Cukup sudah retorika sekolah ramah anak, saatnya bertindak nyata,” tutupnya.

Editor : AS

Angkot Terbalik Dihantam Fortuner di Kota Sukabumi, Tiga Orang Korban Dilarikan ke Rumah Sakit 

0

Gurilaps.com || Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan RA Kosasih, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, tepatnya di dekat SPBU Ciaul, Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebuah angkot jurusan Goalpara bernomor polisi F 1904 VS terguling setelah ditabrak Toyota Fortuner hitam dengan nomor polisi F 1712 OY yang melaju dari arah pusat kota menuju Sukaraja.

Menurut keterangan sopir angkot, Maman, kecelakaan dipicu oleh Fortuner yang tiba-tiba mengambil jalurnya. Pengemudi SUV mewah itu disebut dalam kondisi mengantuk saat berkendara.

“Tiba-tiba Fortuner dari arah barat masuk ke jalur saya. Dia mengaku ngantuk. Saya sudah coba menghindar, sampai dua kali banting setir,” ujar Maman.

Angkot Terguling, Penumpang Terluka

Saat kejadian, angkot yang dikemudikan Maman mengangkut delapan penumpang. Dampak benturan membuat angkot terguling dan mengalami kerusakan parah pada bagian bodi dan sasis. Salah satu penumpang mengalami luka dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Tak hanya angkot, sebuah sepeda motor Yamaha Xride dengan nomor polisi F 6245 XP juga ikut tertabrak dan mengalami kerusakan.

Saksi: Fortuner Melaju dengan Kecepatan Tinggi

Muhammad Adrian, saksi yang berada tidak jauh dari lokasi, mengatakan Fortuner sudah tampak melaju dengan kecepatan tinggi sejak sebelum lokasi kejadian. Ia bahkan merasa laju kendaraan tersebut membahayakan pengguna jalan lain.

“Waktu saya mau nyebrang, Fortuner itu sudah kencang banget, seperti mau nyalip tapi tidak berhasil. Pas saya tanya, sopirnya bilang kurang tidur,” kata Adrian. “Saya bilang, kalau kurang tidur jangan memaksakan diri, bisa membahayakan nyawa orang.”

Tiga Korban Dilarikan ke RSUD

Akibat kecelakaan ini, tiga orang harus dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, yakni sopir dan penumpang angkot, serta pengendara sepeda motor.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum mengeluarkan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun penanganan lanjutan atas insiden tersebut.***(RAF)

Editor : Rd.Ratu Dinar

“Filosofi Parenting Try Sutrisno” Diluncurkan, Hadirkan Nilai Pengasuhan Sang Prajurit untuk Keluarga Indonesia

0

GURILAPS.COM, JAKARTA || Buku yang merangkum nilai-nilai pengasuhan keluarga mantan Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, resmi diluncurkan pada Sabtu (15/11) di The Ballroom Djakarta Theater XXI. Buku berjudul “Filosofi Parenting Try Sutrisno” ini menghadirkan refleksi tentang bagaimana seorang prajurit menyeimbangkan disiplin, ketegasan, kasih sayang, spiritualitas, dan nasionalisme dalam membesarkan keluarga.

Acara peluncuran berlangsung hangat dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, sahabat dekat, dan keluarga besar. Momen ini sekaligus menjadi rangkaian perayaan usia ke-90 Try Sutrisno, yang hingga kini dihormati sebagai figur teladan dalam kepemimpinan dan kehidupan keluarga.

Dalam sambutannya, penyusun buku Adhyaksa Dault bersama Luqman Hakim Arifin, Mujib Rahman, dan Maria Dominique menegaskan bahwa filosofi pengasuhan Try Sutrisno merupakan warisan penting bagi keluarga Indonesia.

“Selama ini kita mengenal Pak Try sebagai prajurit dan pemimpin bangsa. Buku ini memperlihatkan sisi lainnya: seorang ayah yang sederhana, penuh nilai, dan konsisten menanamkan integritas, disiplin, iman, serta cinta tanah air di rumahnya,” ujar Adhyaksa.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut masih sangat relevan bagi keluarga Indonesia masa kini, terutama generasi orangtua muda. Adhyaksa juga menegaskan empat pilar pengasuhan Try Sutrisno: Islam, nilai Jawa, disiplin prajurit, dan nasionalisme yang kuat.

Salah satu putra, Dr. Taufik Dwicahyono (Cheppy), tampil mewakili keluarga dan mengungkapkan bahwa pola asuh kedua orang tuanya dibangun dari keteladanan sehari-hari.

“Papa tidak banyak bicara, tetapi kami belajar dari caranya hidup. Dari sepatu lungsuran, dari menolak privilese, dari keteguhan dan kejujuran beliau. Semua itu membentuk kami menjadi manusia yang berdiri dengan kaki sendiri,” ungkapnya.

Cheppy menambahkan bahwa nilai yang sama kini turut membentuk generasi cucu, meski mereka hidup di era digital.

“Parenting Papa tidak berhenti pada nasihat, tapi keteladanan,” ujarnya.

Momentum peluncuran buku juga diwarnai kesan mendalam dari para tamu, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengenang pertama kali melihat Try Sutrisno muda di Akademi Militer.

“A new star was born,” kata SBY, menggambarkan kekaguman generasinya atas integritas Try sejak muda.

Buku terbitan Renebook ini hadir dengan tampilan sederhana—soft cover dan kertas book paper – sejalan dengan karakter hidup keluarga Try Sutrisno.

“Buku ini tidak dibuat untuk gaya,” ujar Adhyaksa. “Tujuannya agar para orang tua di seluruh Indonesia mudah membacanya dan mengamalkannya.”

Dengan tebal 336 halaman, buku ini merangkum kisah dan pelajaran dari ketujuh putra-putri Try Sutrisno tentang pola asuh keluarga mereka. Nilai yang ditonjolkan antara lain kedisiplinan, keteladanan, kemandirian, kesederhanaan, spiritualitas, dan nasionalisme.

Di akhir acara, Try Sutrisno menyampaikan pesan yang menggetarkan para tamu:

“Bangsa ini tidak cukup dibangun dengan senjata, ekonomi, atau politik. Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat,” pungkasnya. ***

Editor : Rd Ratu Dinar

SPPG Ciemas 02 : Ayam Tepung Gizi Seimbang jadi Menu Favorit

0

Gurilaps.com || Dalam rangka penerapan prinsip Gizi Seimbang  SPPG Ciemas 02 dibawah naungan Yayasan Assalafiyyah Nurul Hikmah setiap hatinya menyalurkan menu bergizi untuk siswa.

Seperti halnya pada Rabu (12/11/2025) SPPG tersebut menyediakan menu makanan yang memenuhi kriteria gizi seimbang. Hal ini disampaikan langsung Ahli Gizi SPPG Ciemas 02 Polikarpus Salang, S.Gz.

Poli menjelaskan bahwa menu yang disiapkan terdiri dari berbagai komponen penting, yakni karbohidrat berupa nasi putih, protein hewani dari ayam goreng (fried-chicken), protein nabati dari kacang merah, sayur wortel, dan buah jeruk sebagai sumber vitamin serta serat.

“Kami memperhatikan dari segi rasa, tekstur, dan aroma agar siswa tertarik mengonsumsi menu bergizi ini. Semua unsur disusun sesuai dengan prinsip gizi Seimbang,” ujar Poli.

Dari hasil analisis kandungan gizi, untuk porsi besar tercatat energi sebesar 701,5 kalori, dengan karbohidrat 109,7 gram, protein 23,2 gram, lemak 17,4 gram, dan serat 3,9 gram.
Sedangkan untuk porsi kecil, energi yang dihasilkan sebesar 538,3 kalori, dengan karbohidrat 81,2 gram, protein 14,9 gram, lemak 10,7 gram, dan serat 3,5 gram.

Analisis ini menunjukkan bahwa komposisi menu telah mencukupi kebutuhan energi harian anak sekolah, sekaligus membantu dalam pembentukan kebiasaan makan sehat sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari agar tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.

Dengan penerapan prinsip gizi seimbang ini diharapkan setiap sekolah dapat menjadi lingkungan yang mendukung pola makan sehat dan bergizi bagi seluruh peserta didik.

Lebih lanjut Poli menjelaskan bahwa di SPPG tersebut ada beberapa menu lain diantaranya, ayam sambal, nugget sambal, telur rebus krispi, semur sapi dan lele krispi.

“Tentunya menu itupun memenuhi gizi seimbang yang diperlukan setiap siswa yang kami tangani dengan jumlah 3.175 siswa, dengan jangkauan 3 desa di 2 kecamatan”, kata Poli.

SPPG tersebut juga mendapatkan apresiasi penuh dari para siswa penerima manfaat, dan meminta ditambahkan menu ayam geprek. “Ada permintaan khusus dari siswa terkait penambahan menu yaitu ayam geprek,” pungkasnya.

Editor : Rd.Ratu Dinar

SPPG Cibeureum Limusnunggal Yayasan Tanah Pelangi Nusantara Mulai Salurkan Makan Bergizi Gratis

0

Gurilaps.com, Kota Sukabumi || Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Yayasan Tanah Pelangi Nusantara dan SPPG Cibeureum Limusnunggal resmi memulai penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke 1.118 penerima manfaat, Senin 03/11/2025.

Program MBG yang dikelola oleh Dapur SPPG Cibeureum Limusnunggal Kota Sukabumi melalui  Yayasan Tanah Pelangi Nusantara  Perdana mulai mendistribusikan (MBG) tahap awal dengan 1.118 penerima manfaat mulai dari tingkat PAUD sampai dengan tingkat SLTA, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita.

Program MBG ini dioperasikan oleh tenaga kerja lokal yang direkrut dari masyarakat sekitar lokasi dapur yang beralamat di Jalan Prahita Nugraha RT 003 RW 005, Lingkar Selatan, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Proses distribusi makanan menggunakan unit kendaraan roda empat sesuai ketentuan dari BGN, dengan pola distribusi selama 5 hari kerja, Senin hingga Jumat.

Menurut pengelola dapur SPPG Cibeureum Limusnunggal,  Kota Sukabumi Elvi Silvia mengatakan, selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan apa yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI. Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat. Menu makan siang bergizi akan berganti sesuai dengan jadwal yang telah disiapkan SPPG,” kata Elvi.

Masih menurut Elvi, SPPG ini bekerja sama dengan ahli gizi dalam rangka memastikan pengawasan ketat terhadap kualitas gizi dan kelancaran proses pendistribusian makanan bergizi.

Sementara itu, salah seorang penerima manfaat dari Yayasan Al-Istiqamah Nusantara, Ustadz Watsiq Muhammad, S.Pd menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas pendistribusian MBG yang sudah diterima oleh ratusan penerima manfaat yang ada di yayasannya.

“Kami mewakili yayasan dan seluruh penerima manfaat, mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas penerimaan program MBG dari dapur SPPG Cibeureum Limusnunggal ini, semoga bermanfaat bagi seluruh santri dan siswa yang ada disini,” ungkapnya kepada Gurilaps.com melalui sambungan telepon, Senin 03/11/2025.

Dirinya berharap, dari sekitar 450 siswa yang menerima program MBG, kedepan gizi santri dan siswanya terus terkontrol dengan asupan gizi yang seimbang, yang setiap hari dikonsumsi.

“Kami haturkan banyak terima kasih khususnya kepada Presiden Prabowo yang telah menggulirkan program MBG ini. Semoga program ini berjalan lancar dan terus dipertahankan, sehingga anak-anak Indonesia menjadi generasi yang memiliki gizi yang paripurna untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.***

Editor : Rd.Ratu Dinar

Launching SPPG Cibeureum Limusnunggal Kota Sukabumi, Layani Penerima Manfaat dan Gerakan Perekonomian UMKM

0

Gurilaps.com || Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibeureum Limusnunggal, di bawah naungan Yayasan Tanah Pelangi Nusantara resmi diluncurkan pada Sabtu (01/11/2025) sore, di Jl. Parahita Nugraha RT 003 RW 005, Jalur Lingkar Selatan, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi

Ketua umum Yayasan Tanah Pelangi Nusantara, Irwan Edwin Sodikin, S.IP mengungkapkan bahwa dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat, SPPG Cibeureum Limusnunggal berkomitmen untuk memberdayakan warga setempat sebagai relawan maupun pemasok kebutuhan bahan baku.

“Sebanyak 80 persen relawan berasal dari warga setempat, sedangkan pemasok kebutuhan 100 persen dari masyarakat Limusnunggal. Kalaupun ada yang dari luar, tetap harus melalui warga Limusnunggal,” ujarnya.

“Sementara untuk penerima manfaat ada dikisaran 1.118 orang, terdiri dari siswa PAUD sampai dengan tingkat SLTA, Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui,” tambahnya.

Menurut Irwan, pelibatan masyarakat lokal ini tidak hanya bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah yang juga merupakan warga Kelurahan Limusnungal.

“Kami memohon dukungan dari semua pihak untuk turut mengawasi dan memberikan masukan demi tercapainya visi utama kami, yakni pemenuhan gizi anak-anak di Limusnungal,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Dedi Supriadi, S.IP menyampaikan apresiasi dan selamat atas peluncuran SPPG Cibeureum Limusnunggal. Ia berharap program ini dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi siswa-siswi di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau semua pihak yang terlibat agar turut membantu menyukseskan visi dari program pemerintah pusat ini. Semoga pelaksanaannya berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Setelah seremoni pemotongan pita sebagai tanda dimulainya operasional SPPG Cibeureum Limusnunggal, para tamu undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, sejumlah kepala sekolah, Lurah Limusnunggal, Babinsa serta pengurus Yayasan, diajak meninjau langsung fasilitas dapur.

Mereka melihat berbagai ruang pendukung, mulai dari ruang sampel makanan, loker relawan, ruang penyiapan makanan, hingga area pencucian perlengkapan dapur.***

Editor : Rd.Ratu Dinar

(Heri)

Songsong HPN 2026, SMSI Gelar Dialog Nasional : “Media Baru vs UU ITE”

0

GURILAPS.COM, JAKARTA — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Dialog Nasional bertajuk “Media Baru vs UU ITE” di Kantor Pusat SMSI, Jalan Veteran II, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2026, dengan menghadirkan para pakar hukum, praktisi media, dan pelaku konten digital untuk membahas tuntas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 1 Tahun 2024.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini dibuka oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus, yang menekankan pentingnya pemahaman hukum di era media digital. “Teman-teman media baru jangan sampai terperosok dalam pasal UU ITE. Mari kita pahami bersama agar bisa terus berkarya secara bertanggung jawab,” ujarnya. Menurutnya, literasi hukum dan etika digital menjadi kunci agar kebebasan berekspresi tetap berjalan berdampingan dengan tanggung jawab sosial.

Dialog menghadirkan narasumber lintas bidang, antara lain Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M. (Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan RI dan Dewan Pembina SMSI) yang diwakili oleh Anang Supriatna, Dahlan Dahi (Anggota Dewan Pers dan CEO Tribun Network), Prof. Dr. Henri Subiakto, S.H., M.Si. (Guru Besar Universitas Airlangga dan pakar komunikasi politik), serta Rudi S. Kamri (konten kreator dan CEO Kanal Anak Bangsa TV). Diskusi dipandu oleh Mohammad Nasir, Dewan Pakar SMSI sekaligus mantan wartawan senior Harian Kompas.

Mewakili Jamintel Kejaksaan RI, Anang Supriatna menjelaskan bahwa revisi UU ITE tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan berekspresi, melainkan menata ruang digital agar lebih sehat dan beretika. Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya penyebaran konten negatif, tetapi juga maraknya berita bohong dan ujaran kebencian melalui media sosial. “Berita hoaks dan ujaran kebencian bisa memicu konflik sosial dan merusak persatuan bangsa. Karena itu, literasi digital menjadi senjata utama bagi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi,” ujarnya. Anang menambahkan, penegakan hukum terhadap pelaku penyebar hoaks dilakukan secara selektif dan proporsional dengan memperhatikan konteks, motif, serta dampak sosial yang ditimbulkan.

Sementara itu, Dahlan Dahi mengingatkan pentingnya menjaga etika jurnalistik di tengah ledakan media baru. Menurutnya, siapa pun yang memproduksi berita, baik lewat portal maupun YouTube, wajib memegang prinsip verifikasi dan akurasi. “Jangan lupakan kode etik. Semua produk informasi publik harus berlandaskan tanggung jawab, bukan sekadar mengejar viral,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Henri Subiakto menjelaskan bahwa pasal-pasal dalam UU ITE yang direvisi menekankan unsur kesengajaan dalam penyebaran informasi yang menyerang kehormatan seseorang. Ia memaparkan bahwa Pasal 27 ayat (3) dan 27A merupakan pasal yang paling sering digunakan dalam kasus pencemaran nama baik di ruang digital. “Unsur ‘dengan sengaja’ kini menjadi dasar utama. Seseorang baru dapat dipidana jika terbukti memiliki niat jahat untuk menyerang kehormatan orang lain melalui media elektronik,” terangnya. Henri menambahkan bahwa revisi UU ITE tahun 2024 merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara perlindungan terhadap nama baik dan kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi.
Adapun Rudi S. Kamri menilai UU ITE tidak perlu ditakuti oleh pelaku media maupun kreator konten selama memahami batas hukum dan memiliki niat baik dalam berkarya. “Kalau kita tidak menyebarkan fitnah dan menghormati fakta, UU ITE bukan ancaman. Justru ini menjadi pedoman agar ruang digital kita lebih sehat,” ucapnya.

Diskusi yang berlangsung dinamis ini diikuti oleh pengurus SMSI dari seluruh Indonesia, baik secara daring maupun luring. Para peserta aktif berdialog mengenai praktik jurnalisme digital, tanggung jawab hukum, hingga strategi menjaga kebebasan berekspresi di tengah berkembangnya platform media baru. Acara ditutup dengan ajakan bersama untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, penegak hukum, dan pelaku media digital dalam menciptakan ekosistem informasi yang profesional, beretika, dan berpihak kepada kepentingan publik.(***)

Editor : Rd Ratu Dinar