
Gurilaps.com || Banjir seolah jadi bencana yang begitu karib dengan Kabupaten Sukabumi. Setiap musim penghujan, hampir seluruh Kecamatan bisa saja kebanjiran.
Contohnya saja di awal bulan suci Ramdhan 1446 H, masyarakat Kabupaten Sukabumi dikagetkan dengan adanya cuaca hujan ekstrim yang berlangsung lama pada Kamis malam, 06/03/2025.
Akibatnya, banjir limpasan, longsor, jembatan ambruk dan pergerakan tanah di 17 Kecamatan merusak hingga menyebabkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut menyisakan duka yang mendalam bagi mayoritas masyarakat Sukabumi Selatan (Pajampangan). Kenapa tidak, dampak bencana tersebut selain melumpuhkan aktifitas, karena akses jalan terhambat dengan material longsoran, banyak juga fasilitas lain yang rusak, seperti padamnya aliran listrik dan putusnya sambungan komunikasi katena tidak ada signal.
Kepada gurilaps.com, salah seorang warga Sukabumi Selatan, Saeful Usman mengungkapkan, peristiwa yang melanda wilayah Pajampangan tersebut diluar prediksi dan dugaan banyak orang.
“Saya sangat kaget, kenapa? Karena bencana akibat hujan ekstrim ini baru saja terjadi di akhir tahun 2024. Dampak bencana kemarin saja belum usai, sekarang ditimpa lagi,” ungkap Saeful Usman yang posisinya kebetulan lagi berada di Kota Sukabumi.
“Saya tidak menyangka akan terjadi hujan ekstrim yang mengakibatkan banjir dan longsor lagi. Kebetulan rencananya hari ini saya mau pulang ke rumah, tapi menurut informasi yang saya terima semua akses menuju rumah tertutup longsor, ya terpaksa saya tunda kepulangan,” tambah warga Kp. Bakan Baru, Desa Banyumurni, Kecamatan Cibitung ini.
Ditanya terkait kondisi kampung halamannya yang ada di Cibitung, Saeful Usman menjelaskan, kondisinya belum terdata secara pasti, dikarenakan tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga ataupun lembaga yang ada di wilayahnya.
“Secara pasti Saya belum dapat informasi kondisi terkini kampung dan desa tempat saya tinggal. Sampai sekarang Saya belum bisa komunikasi sama siapapun bahkan sama keluarga juga, mungkin listrik padam biasanya kalau seperti ini,” jelas Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Sukabumi Selatan (JPMSS) ini sambil berurai air mata.
Saeful Usman berharap, bencana yang melanda Wilayah Sukabumi Selatan segera berakhir. Apalagi di bulan suci Ramadhan seperti sekarang ini, tentunya mobilitas warga sangat tinggi, dan pasti banyak kegiatan yang berhenti karena mimnya akses.
“Saya harap bencana ini segera berkahir. Bupati Sukabumi melalui BPBD serta dinas terkait lainnya segera untuk menangani dengan cepat. Agar warga terdampak, khususnya wilayah Sukabumi Selatan yang paling banyak dilanda bencana, kondisinya segera pulih dan bisa beraktivitas kembali,” pungkas Saeful Usman.***
Foto : Aab
Editor : As
Reporter : Dul


