Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 12

Truk Isuzu Giga Terguling di Padabeunghar Sukabumi Akibat Jalan Amblas 

0

Gueilaps.com || Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi lagi di Poponcol Desa Padabeunghar Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Sebuah truk Isuzu Giga bermuatan dimsum/batu giling terguling akibat kondisi jalan yang amblas.

Sebagai informasi sebelum kejadian ini truk bermuatan kardus rongsok beberapa pekan lalu juga oleng akibat jalan rusak di Poponcol ini.

Kepala Desa Padabeunghar Ence Rohendi menjelaskan bahwa kendaraan Isuzu Giga bernomor polisi F 9155 OTV dikemudikan oleh Toapik Rohman (41), warga Jalan Selabintana RT 09/RW 02, Kota Sukabumi.

Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mengambil jalur terlalu ke kanan sehingga bagian jalan tidak mampu menahan beban kendaraan dan menyebabkan truk terguling.

Akibat peristiwa tersebut, pengemudi mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan pertolongan. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materi akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp20 juta.

“Sekitar pukul 23.00 malam tadi terjadi lagi truk oleng karena jalannya memang rusak dan diduga supir mengambil terlalu kanan,” ujarnya.

“Semua supir diharap berhati hati jika melintas jalan Poponcol ini,” tambahnya.

Saat ini dilakukan proses evakuasi truk oleh Polsek Jampang Tengah dibantu para warga dan petugas lainnya.***

Editor : M.Nabil

Evaluasi Mendesak Program MBG : Antara Visi Strategis dan Tantangan Implementasi di Lapangan

Oleh : Dede Heri, Sekjen Rumah Literasi Merah Putih.

GURILAPS.COM, SUKABUMI || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto kini memasuki tahap krusial. Sebagai kebijakan strategis nasional yang dimulai masif pada 2025, program ini bertujuan menyediakan asupan gizi seimbang bagi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui guna menekan angka stunting dan memperkuat ekonomi lokal.

Berdasarkan Perpres No. 83 Tahun 2024, program ini dikelola langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pelaksanaannya di tingkat akar rumput bertumpu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

SPPG bermitra dengan berbagai entitas mulai dari BUMDes, koperasi, UMKM, hingga yayasan berbadan hukum sebagai mitra operasional dapur umum.

Secara struktural, operasional dapur dipimpin oleh Kepala SPPG yang mayoritas berasal dari personel Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Mereka bertanggung jawab penuh atas kendali mutu (Quality Control), distribusi, hingga edukasi keamanan pangan yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Meski sistem telah dirancang dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ketat, realita di lapangan menunjukkan celah yang fatal. Salah satu insiden menonjol terjadi di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada Rabu, 28 Januari 2026.

Sejumlah penerima manfaat dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG Anugrah Ratu Alam 1.

Berdasarkan laporan warga, tanda-tanda kegagalan operasional sebenarnya telah terdeteksi jauh sebelum insiden. Masyarakat mengeluhkan porsi yang tidak standar hingga kualitas bahan pangan yang dinilai kurang layak dikonsumsi.

Muncul dugaan kuat adanya praktik kolusi antara oknum pengelola dapur dengan mitra penyedia (yayasan/pihak ketiga) demi mengejar keuntungan pribadi dengan menekan biaya produksi. .

Idealnya, setiap unit dapur wajib didampingi oleh tenaga profesional yang terdiri dari Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan, dan Juru Masak terlatih. Namun, adanya oknum Kepala SPPG yang lebih patuh pada perintah mitra ketimbang regulasi negara menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi.

Badan Gizi Nasional dituntut melakukan evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola dapur di seluruh daerah. Tanpa pengawasan ketat dan sanksi tegas terhadap penyalahgunaan wewenang, visi besar Presiden Prabowo untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045 terancam terhambat oleh masalah teknis dan integritas di tingkat lokal.***

Editor : Yosep M

Gabungan Driver Online Bandung Raya, Priangan Timur, Kota Cimahi dan KBB Gelar Open Donasi untuk Korban Longsor Pasirlangu

0

Gurilaps.Com, Bandung || Gabungan Driver Online Bandung Raya dan Priangan Timur menggelar aksi kemanusiaan berupa open donasi untuk membantu para korban bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Aksi solidaritas ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian para pengemudi ojek dan taksi online terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Longsor yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak serta memaksa beberapa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bahwa kegiatan penggalangan dana dilakukan secara terbuka dan sukarela oleh para driver online di wilayah Bandung Raya ,Priangan Timur, Kota Cimahi Dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami bersama teman-teman sebagai driver online merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak longsor di Desa Pasirlangu. Donasi yang terkumpul nantinya akan kami salurkan langsung kepada para korban dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat.

Penggalangan donasi dilakukan di sejumlah titik strategis serta melalui donasi transfer bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi. Kegiatan ini mendapat respons positif dari para driver online dan masyarakat umum yang turut memberikan dukungan.

Kami berharap aksi kemanusiaan ini dapat meringankan beban para korban serta menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Berikut Data Nama komunitas , aliansi , panguyuban , dan club motor , Yang berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana ini.

1.Ciber 1ndonesia

2.Ciber Rescue 1ndonesia

3.BTMC

4.Turbo 1ndonesia

5.Rescue Turbo 1ndonesia

6.POB URC Rescue periangan timur

7.BBS Bandung selatan

8.Balad TKI

9.PJB Bandung

10.Brother Bandung

11.BBS Bandung

12.POB panguyuban driver online Periangan Timur Bersatu

14.BR0C

15.BBS Bandung sisi

16.Squad gading

17.Zomer

18.KCJB KBB

19.LOW-C

20.KOBAR KBB

21.Reborn KBB

22.Brother Mitra Ugag KBB

23.Bengkel Mobil Nusa Permay Cimahi

Jurnalis : M Nabil Luthfi

Editor : Yosep M

Misteri Pantai Karang Hawu Palabuhanratu Sebagai Tempat Wisata Religius

0

Gurilaps.com || Pantai Karang Hawu merupakan tempat wisata yang berlokasi di Jalan Bayan Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Pantai tersebut di namai Karang Hawu, karena terdapat karang yang menjorok ke laut dan memiliki lubang di beberapa bagiannya yang menyerupai tungku (atau Hawu dalam bahasa Sunda).

Pantai Karang Hawu selain dari pada menyuguhkan pantai yang indah juga memiliki nuansa mistik yang berhubungan dengan Nyi Ratu Kidul.

Bahkan tempat itu juga di percaya sebagai pertemuan pertama Ir. Soekarno dan Nyi Ratu Kidul tepatnya di karang kursi batu berukuran besar yang menghadap pantai Palabuhanratu.

Konon katanya batu tersebut, menjadi tempat bersemedi Ir. Soekarno dan bertemu dengan Nyi Ratu Kidul, termasuk lukisan pertama Nyi Ratu Kidul di lukiskan oleh pelukis sambil duduk di Karang Kursi.

Selain dari Karang Kursi ada juga tempat mistis yang di beri nama Sumur Tujuh, karena terdapat tujuh kolam alami di dekat pantai dan di percaya sebagai tempat mandi suci Nyi Ratu Kidul.

Kemudian ada juga Makam Keramat Karang Hawu, yang di dalam nya terdapat makam dan di percaya sebagai patilasaan Nyi Ratu Kidul.

Sehingga tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Pantai Karang Hawu, selain dari pada menikmati keindahan pantai yang di suguhkan juga melakukan ziarah dan ritual-ritual sesuai dengan kepercayaannya.***

Editor : Asep Sugianto

Program MBG Jadi Peluang Emas, BUMDes Cidadap Gerak Cepat Siapkan Diri Jadi Mitra Strategis

0

Gurilaps.com || Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kini memegang peranan krusial sebagai mesin penggerak ekonomi sekaligus instrumen utama peningkat Pendapatan Asli Desa (PADes).

Melalui pengelolaan potensi lokal yang tepat, BUMDes diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Hal inilah yang ditangkap oleh Direktur BUMDes Cidadap, Muhammad Aldi Nugraha. Di bawah kepemimpinannya, BUMDes Cidadap yang berlokasi di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengambil langkah strategis untuk menyambut dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah berjalan.

“Desa kami memiliki kekayaan alam luar biasa, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan. Kami melihat program MBG sebagai peluang besar untuk menghidupkan dan menyerap hasil potensi lokal tersebut secara langsung,” ujar Aldi, Minggu (25/1/2026)

Menurut Aldi, program MBG akan menciptakan ekosistem ekonomi baru di desa. Para petani dan pelaku UMKM kini berkesempatan menjadi mitra dapur MBG sebagai penyuplai bahan baku.

BUMDes Cidadap pun mengambil posisi strategis dengan memperkuat sektor peternakan ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan protein pada program tersebut.

“Kami telah menyusun rencana matang dan mulai membangun kandang ayam petelur sebagai unit usaha baru,” tambahnya.

Proses pembangunan kandang tersebut dimulai pada 15 Oktober 2025 dan resmi beroperasi pada 11 Desember 2025. Saat ini, unit peternakan BUMDes Cidadap mengelola 1.000 ekor ayam petelur dan sedang menunggu masa produksi atau panen perdana.

Guna memastikan rantai pasok berjalan lancar, pihak BUMDes juga telah menjalin komunikasi intensif dengan Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) Kecamatan Simpenan.

“Respons dari pihak koordinator sangat baik. Kami ingin memastikan BUMDes hadir sebagai bagian dari rantai pasok dapur MBG,” jelas Aldi.

Terbukanya peluang usaha melalui dapur MBG diharapkan tidak hanya menguntungkan sekelompok pihak, tetapi menyentuh seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan keterlibatan aktif BUMDes dan UMKM lokal, perputaran ekonomi di tingkat desa diharapkan meningkat signifikan sehingga manfaat program MBG dapat dirasakan secara merata.***

Editor : DH

Dapur Hidup: Solusi Pangan Mandiri dan Apotek Hidup di Pekarangan Rumah

0

Oleh : Dede Heri (Penggiat Literasi, Sekjen Rumah Literasi Merah Putih)

Gurilaps.com || Memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber bahan pangan mandiri kini semakin diminati masyarakat, terutama di perkotaan dengan lahan terbatas.

Konsep ini dikenal sebagai dapur hidup, sebuah inisiatif cerdas yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, tetapi juga berfungsi sebagai apotek berjalan keluarga.

Lahan sempit bukan lagi halangan. Beragam sayuran dan bumbu dapur yang sekaligus berfungsi sebagai obat tradisional dapat ditanam secara efektif menggunakan media tanam alternatif, seperti pot gantung, wall planter, rak vertikal, atau karung bekas.

Metode ini mengoptimalkan ruang dan mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal.

Berikut adalah ulasan dari mengenai beberapa komoditas unggulan yang cocok dibudidayakan di lahan terbatas, dirangkum pada Minggu (25/1/2026). Sayuran dan Bumbu yang Cocok di Lahan Sempit.

JAHE
Tanaman rimpang ini merupakan salah satu bumbu dapur esensial. Selain fungsi kuliner, jahe juga berkhasiat sebagai obat kesehatan. Menurut informasi dari Direktorat Jenderal Kesehatan Kementerian RI, jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan, efektif meredakan peradangan dan menangkal radikal bebas.

KUNYIT
Kunyit sangat mudah dikembangkan, bahkan dalam media tanam sederhana seperti karung bekas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin, senyawa yang diakui luas memiliki sifat anti-inflamasi kuat, antioksidan, serta antivirus.

KENCUR
Dikenal sebagai bumbu masakan dan bahan jamu tradisional, kencur juga menjadi bahan baku penting dalam industri kosmetik dan farmasi internasional. Berdasarkan informasi dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), kencur (Kaempferia galanga L) merupakan salah satu komoditas tanaman obat unggulan bernilai ekonomi tinggi.

CABE RAWIT
Tanaman hortikultura ini menghasilkan buah kecil pedas yang sangat dibutuhkan di dapur Indonesia. Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas strategis bernilai ekonomi tinggi. Menurut panduan teknis pertanian, tanaman ini tumbuh optimal di ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut (dpl) dengan tanah gembur, pH 6-7, dan kaya bahan organik.

TOMAT
Tomat (Lycopersicon esculentum Mill) adalah sayuran serbaguna yang kerap dibutuhkan untuk berbagai masakan. Berdasarkan informasi dari balai pertanian Kementan/Dinas Pertanian, tomat merupakan sumber penting vitamin A dan C, yang berperan vital dalam menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh.

Secara keseluruhan, inisiatif dapur hidup yang diuraikan ini menegaskan potensi besar pekarangan rumah sebagai sumber daya vital.

Dari jahe hingga tomat, komoditas unggulan ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung kesehatan keluarga secara mandiri. Menerapkan konsep ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan dan kesehatan keluarga Indonesia.***

Editor : Nabil Luthfi

Sepanjang 2025 Tahun Prestasi, Kota Sukabumi Borong 131 Penghargaan

0

Gurilaps.com || Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Sukabumi menorehkan prestasi dengan meraih 131 penghargaan dari berbagai tingkatan, mulai dari internasional, nasional, hingga Provinsi Jawa Barat. Raihan tersebut dicapai di bawah kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

Ayep Zaki menyampaikan, capaian itu merupakan hasil sinergi seluruh perangkat daerah dan partisipasi masyarakat. Menurutnya, penghargaan menjadi indikator keberhasilan pembangunan sekaligus evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dari total tersebut, empat penghargaan berasal dari tingkat internasional yang sebagian besar diraih melalui prestasi olahraga. Sementara di level nasional, Kota Sukabumi mengantongi 21 penghargaan, termasuk predikat Kota Terinovatif, opini WTP dari BPK RI, Kota Tertoleran peringkat enam nasional, serta penghargaan Mal Pelayanan Publik.

Di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi mencatat dominasi dengan perolehan 106 penghargaan dari berbagai sektor, seperti sosial, pendidikan, hingga tata kelola aparatur sipil negara.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi penyemangat untuk terus memperbaiki kinerja dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Ayep Zaki. (RAF)***

Editor : M Rafi

Mesjid Sirojul Ummah Diresmikan, Wabup Sukabumi : Mesjid Garda Terdepan Pembinaan Akhlak dan Memberikan Pencerahan

Gurilaps.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas bersama Anggota DPR RI Komisi IX Zainul Munasichin meresmikan Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Sirojul Ummah yang berlokasi di Kampung Sunagar, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Sabtu (24/1/2025).

Peresmian masjid tersebut turut Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi III Dadang Hermawan.

Wabup Andreas menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik semata, melainkan menjadi simbol ketakwaan sekaligus pusat peradaban umat Islam.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan akhlak dan pengembangan ilmu pengetahuan, terlebih di lingkungan pondok pesantren,” kata Wabup.

Ia menilai keberadaan masjid di kawasan pesantren memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sarana ibadah mahdhah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter santri.

H Andreas mengingatkan bahwa membangun masjid harus diiringi dengan upaya memakmurkannya melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Rawat dan makmurkan masjid ini dengan kegiatan yang menyejukkan dan penuh syiar Islam, agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang dan pahalanya terus mengalir,” ujarnya.

Wabup berharap Masjid Ponpes Sirojul Ummah dapat menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan yang memperkuat keimanan serta solidaritas sosial antara santri dan warga sekitar.

Sementara itu, Ketua Ponpes Sirojul Ummah, Edi Sumarna, menyampaikan bahwa pembangunan masjid tersebut ditujukan sebagai pusat ibadah bagi para santri dan masyarakat sekitar pesantren.

“Mudah-mudahan masjid ini bisa memberikan manfaat, tidak hanya bagi santri, tetapi juga bagi masyarakat secara umum,” singkatnya.***

Editor : M.Nabil

Lapak Pedagang Porak-Poranda Diterjang Angin Kencang di Terminal Lama Kota Sukabumi

0

Gurilaps.com || Hembusan angin kencang menerjang kawasan Terminal Lama, Kota Sukabumi, Sabtu (24/1/2026), dan menyebabkan sejumlah lapak pedagang porak-poranda. Sedikitnya sembilan lapak usaha dilaporkan roboh akibat tak mampu menahan terpaan angin, termasuk lapak milik pedagang nasi kebuli.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Salah seorang pedagang, Ningsih (45), menuturkan saat kejadian dirinya tengah menjaga lapak dagangannya. Awalnya, ia mengira angin yang berembus tidak berbahaya, hingga akhirnya lapak-lapak mendadak ambruk secara bersamaan.

“Saya kira anginnya biasa saja. Tadi sempat dipegangin stand, tapi tiba-tiba semuanya roboh. Lapak saya kebalik, motor juga jatuh, perabotan pecah, gelas sama blender hancur,” kata Ningsih saat ditemui di lokasi kejadian.

Tak hanya merusak lapak dan perlengkapan berdagang, angin kencang itu juga mengakibatkan aliran listrik di sekitar Terminal Lama terputus. Ningsih menyebut, total ada sembilan lapak yang terdampak dan sebagian besar mengalami kerusakan cukup parah.

“Listrik langsung padam semua. Ada sembilan lapak yang kebawa angin, termasuk punya saya,” ujarnya.

Menurut Ningsih, kawasan tersebut memang kerap diterpa angin kencang. Namun, kejadian kali ini menjadi yang terparah selama dirinya berjualan di lokasi tersebut.

“Angin kencang sering, tapi sampai merusak lapak seperti ini baru sekarang,” tuturnya.

Meski mengalami kerugian materi, Ningsih bersyukur tidak ada korban jiwa dan aktivitas berdagang masih bisa dilanjutkan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat pihak pengelola kawasan yang segera melakukan perbaikan.

“Alhamdulillah masih bisa jualan. Pihak perusahaan juga cepat tanggap dan langsung memperbaiki lapak saya,” ucapnya.

Diketahui, Ningsih telah berjualan di kawasan Terminal Lama hampir dua tahun terakhir. Hingga Sabtu sore, angin kencang masih terpantau melanda sejumlah wilayah di Kota Sukabumi. Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.***(RAF)

Editor : AS

Akibat Jembatan Gantung Tanjungsasi Leuwidinding.Sukabumi Rusak, Akses Pendidikan Terganggu

Gueilaps.com || Putusnya jembatan gantung di Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menghambat aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah. Jembatan tersebut rusak setelah diterjang luapan Sungai Cimandiri pada 28 Desember 2025.

Sejak kejadian itu, para pelajar yang biasa melintasi jembatan terpaksa menyeberang sungai menggunakan perahu karet milik BPBD Kabupaten Sukabumi. Pilihan lainnya adalah menggunakan jalur darat alternatif dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang.

Jembatan sepanjang kurang lebih 40 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter tersebut sebelumnya menjadi jalur penghubung utama antara Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari, dan Kampung Kebonjati, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh. Saat ini, kondisi jembatan tidak dapat dilalui karena rusak total.

Kepala Desa Tanjungsari, Dilah Habillah, menyampaikan bahwa kerusakan jembatan berdampak pada mobilitas warga di sejumlah wilayah. Selain masyarakat Desa Tanjungsari, warga dari kecamatan lain juga ikut terdampak.

“Jembatan ini akses tercepat menuju sekolah di Desa Sirnaresmi dan Parakanlima. Warga dari Kecamatan Gunungguruh, Cikembar, bahkan Nyalindung juga memanfaatkan jalur ini,” ujar Dilah, Kamis (22/01/2026).

Di sekitar lokasi terdapat dua sekolah dasar, yaitu SDN Kadupugur dan SDN Leuwidinding. Sebagian besar siswa berasal dari wilayah seberang Sungai Cimandiri. Di Kampung Leuwidinding, delapan RT terdampak langsung akibat rusaknya jembatan tersebut.

Untuk sementara, BPBD Kabupaten Sukabumi menyiagakan perahu karet sebagai sarana penyeberangan. Namun, kondisi ini dinilai belum aman, terutama saat hujan deras yang dapat menyebabkan debit Sungai Cimandiri meningkat secara cepat.

“Ketika hujan turun di wilayah hulu, arus sungai bisa naik mendadak dan berisiko bagi warga yang menyeberang,” kata Dilah.

Pemerintah Desa Tanjungsari berharap adanya percepatan penanganan dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk membangun kembali jembatan permanen agar aktivitas warga dapat kembali normal.

Salah seorang warga, Popi (35), mengaku harus rutin mengantar anaknya menyeberang sungai. Jika perahu tidak dapat beroperasi, ia terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui kawasan PT Siam Cement Group (SCG) dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

“Kalau lewat jalur itu jaraknya jauh sekali, hampir tiga kali lipat. Suami saya yang berangkat kerja naik motor juga harus memutar,” ujarnya.

Hingga saat ini, warga masih bergantung pada bantuan BPBD untuk menyeberang sungai. Di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, keselamatan warga dan pelajar menjadi perhatian utama.***(RAF)

Editor : M.Nabil