Jumat, April 24, 2026
Beranda blog Halaman 12

Persib Bandung Sukses Memuncaki Klasemen Sementara Liga Super League Usai Taklukkan PSM Makassar 1-0

0

Gurilaps.com || Persib Bandung sukses memuncaki klasemen sementara Liga Super League setelah menaklukkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu, 27 Desember 2025. Laga tersebut dimulai dengan kick off pukul 19.00 WIB.

Gol kemenangan Maung Bandung tercipta pada menit ke-24 babak pertama. Gol tersebut lahir hanya berselang tiga menit setelah Persib mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-21. Penalti diberikan wasit setelah Berguinho dilanggar di dalam kotak penalti, dan tanpa ragu wasit menunjuk titik putih.

Andrew Jung yang maju sebagai eksekutor gagal memanfaatkan peluang emas tersebut setelah tendangannya berhasil ditepis oleh kiper PSM Makassar, Hilman Syah. Bola hasil tepisan kiper hanya menghasilkan tendangan pojok bagi Persib Bandung.

Dari situasi sepak pojok tersebut, Persib mampu memecah kebuntuan. Tendangan sudut yang dieksekusi oleh gelandang Persib, Thom Haye, berhasil dimaksimalkan Andrew Jung melalui sundulan keras yang kali ini tak mampu dibendung Hilman Syah. Gol tersebut sekaligus menjadi penebusan Andrew Jung atas kegagalannya mengeksekusi penalti.

PSM Makassar bukan tanpa perlawanan. Tim Juku Eja beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, namun solidnya lini pertahanan Persib serta penampilan gemilang penjaga gawang Teja Paku Alam membuat gawang tuan rumah tetap aman hingga pertandingan berakhir.

Berdasarkan statistik pertandingan, kedua tim bermain imbang dalam penguasaan bola dengan masing-masing mencatatkan 50 persen. Persib Bandung unggul dalam jumlah tembakan dengan 13 percobaan, enam di antaranya tepat sasaran. Sementara PSM Makassar melepaskan 10 tembakan dengan dua yang mengarah ke gawang.

Dalam hal distribusi bola, Persib mencatatkan 249 umpan sukses dari 315 percobaan dengan akurasi 79 persen, sedikit lebih unggul dibanding PSM Makassar yang membukukan 248 umpan sukses dari 325 percobaan dengan akurasi 76 persen. Persib juga unggul dalam jumlah tekel dan sapuan bola masing-masing 22 kali, sementara PSM lebih dominan dalam catatan intersep dengan 36 kali.

Kemenangan ini membawa Persib Bandung naik ke posisi pertama klasemen sementara dengan koleksi 34 poin, mengkudeta Borneo FC yang sebelumnya berada di puncak klasemen. Meski memiliki poin yang sama, Persib unggul dalam selisih gol. Sementara itu, Borneo FC masih berpeluang merebut kembali puncak klasemen karena akan melakoni laga tandang menghadapi Malut United pada Minggu, 28 Desember 2025, di Stadion Kie Raha, Ternate. (Yosep)***

Editor : AS

Kereta Wisata Jaka Lalana Jakarta Bogor Sukabumi, Dinilai Perlu Diiringi Kesiapan Daerah Hadapi Lonjakan Wisatawan

Gurilaps.com || Rencana pengoperasian Kereta Wisata Jaka Lalana yang akan melayani rute Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur dinilai membawa dampak signifikan bagi perkembangan pariwisata di wilayah yang dilintasinya. Moda transportasi berbasis rel ini diperkirakan mampu meningkatkan mobilitas wisatawan sekaligus memperluas akses menuju berbagai destinasi unggulan daerah.

Pakar ekowisata dari Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University, Rini Untari, menilai kehadiran kereta wisata tersebut menjadi alternatif transportasi liburan yang efisien, terutama untuk menghindari kemacetan yang kerap terjadi di jalur darat menuju Sukabumi dan Cianjur.

“Kereta wisata ini membuka kemudahan akses menuju destinasi di sekitar stasiun dan berpotensi meningkatkan arus kunjungan wisata. Selain nyaman, kereta api juga menjadi solusi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan,” ujar Rini, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, peralihan wisatawan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal akan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas buang. Kondisi tersebut sejalan dengan prinsip ekowisata yang menekankan keseimbangan antara aktivitas wisata dan kelestarian lingkungan.

Tak hanya berdampak pada aspek lingkungan, Rini juga menyoroti nilai tambah dari sisi sosial dan budaya. Kereta Jaka Lalana yang mengusung konsep heritage dinilai mampu memperkaya pengalaman perjalanan wisata, sekaligus memperkenalkan sejarah jalur kereta legendaris kepada masyarakat.

“Interaksi sosial di dalam kereta akan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan moda transportasi lainnya. Konsep heritage ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya,” jelasnya.

Sejumlah destinasi wisata di Sukabumi dan Cianjur diperkirakan akan merasakan efek langsung dari kehadiran kereta wisata tersebut, mulai dari kawasan pusat kota, museum, hingga objek wisata alam. Peningkatan kunjungan wisatawan ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Peluang ekonomi sangat terbuka, khususnya bagi pelaku UMKM, pengelola penginapan, jasa transportasi lanjutan, hingga usaha suvenir. Dampaknya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar destinasi wisata,” tambah Rini.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa lonjakan wisatawan juga membawa potensi risiko. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait perlu mengantisipasi dampak overtourism, seperti kepadatan lalu lintas, gangguan sosial, hingga tekanan terhadap lingkungan.

“Jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan wisatawan bisa memicu masalah sosial dan ekologis. Karena itu, perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting,” tegasnya.

Rini menekankan bahwa keberhasilan Kereta Wisata Jaka Lalana sebagai model pariwisata berbasis ekowisata di Jawa Barat sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak. Integrasi antara transportasi, pengelolaan destinasi, dan regulasi yang jelas menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Meski hingga kini kereta tersebut belum resmi beroperasi, ia berharap kehadiran Kereta Jaka Lalana kelak mampu memberikan dampak berganda bagi kesejahteraan masyarakat, tanpa mengorbankan lingkungan dan nilai-nilai sosial budaya setempat.***(RAF)

Editor : M.Nabil

Sekda Ade.Suryaman : Kolaborasi Luar Biasa Terobosan PMI Kab.Sukabumi Kembangkan Model Ketahanan Internet  Berbasis Komunitas

0

Gurilaps.com || Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi kembali mengembangkan model ketahanan internet berbasis komunitas yang berkelanjutan untuk penanggulangan bencana bersama Atma Connect di sejumlah desa. Hal itu setelah sebelumnya berhasil mengembangkan program tersebut di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung dan Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.

Program di fase ke dua ini, akan dilaksanakan di lima desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Hal itu seperti Desa Cimerang, Margaluyu, dan Citamiang di Kecamatan Purabaya, Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog, dan Desa Bojongtugu, Kecamatan Curugkembar.

Program yang luar biasa tersebut diapresiasi Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman. Bahkan menurutnya, kolaborasi luar biasa tersebut berdampak positif bagi masyarakat.

“Kolaborasi PMI bersama Atma Connect dalam penyediaan jaringan internet ini luar biasa. Apalagi dengan sejumlah program yang ada di dalamnya, selain penyediaan internet, ada juga pelatihan kesiapsiagaan berbasis komunitas,” ujarnya saat menghadiri penandatangan dimulainya Program Mengembangkan Model Ketahanan Internet Berbasis Komunitas yang berkelanjutan untuk Penanggulangan Bencana Fhase 2 di Aula PMI Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 27 Desember 2025.

Menurutnya, program tersebut sudah sangat berhasil di fase pertama. Seperti di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung dan Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung telah terbentuk komunitas terlatih mengenai kesiapsiagaan bencana.

“Bahkan ada yang merasakan dampak luar biasa dari keberadaan internet lewat program ini,” ucapnya.

Maka dari itu, Sekda berharap program tersebut pun akan berjalan di tahap dua ini. Sehingga, masyarakat di lima desa bisa merasakan dampak positif seperti yang dirasakan yang lainnya.

“Semoga kerjasama tahap dua ini bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar semuanya. Selanjutnya tinggal saling memonitor agar kegiatan ini berjalan lancar juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Alpan R Kasdar mengatakan, tahap pertama sudah sukses dilaksanakan dan berdampak besar bagi masyarakat. Atas dasar itu pula, kali ini dilaksanakan program tahap kedua dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

“Fase pertama dua desa di dua kecamatan, sekarang lima desa di tiga kecamatan. Di fase pertama sukses dengan tidak hanya sekadar memasang internet di desa yang potensi bencana, namun ada pelatihan relawan,” jelasnya.

Hal senada pun akan dilakukan di lima desa terpilih. Termasuk pembentukan relawan yang diberi pengetahuan internet berbasis komunitas.

“Dengan menyediakan internet berbasis satelit dan ditambah pengetahuan terkait penggunaannya ketika terjadi bencana. Hal itu dalam membantu warga mempercepat proses penanggulangan pasca bencana. Di sisi ini kami hadir,” ungkapnya.

Hal itu mengingat, banyak kondisi bencana yang menyebabkan komunikasi terputus hingga informasi terhambat.

“Kami hadir dengan menyediakan internet berbasis satelit. Sehingga, ketika terjadi bencana akses internet bisa tetap tetap jalan. Proses penanganan pasca bencana pun bisa lebih cepat. Akhirnya warga bisa mandiri menggunakan internet,” bebernya.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi dr. Hondo Suwito menambahkan, pasca penandatanganan kick off ini, program akan langsung dilaksanakan sampai 2026. Sehingga, sejumlah daerah yang telah dipilih akan mendapatkan jaringan internet dan pelatihan kesiapsiagaan bencana.

“Terima kasih semuanya, kami bisa dari PMI bersama Atma Connect bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. ***

Editor : M.Nabil

Play Club Coffee, Bukti Generasi Z Bisa Mandiri dan Jadi Entrepreneur Muda Ciptakan Usaha dan Lapangan Kerja 

0

Gurilaps.com, Sukabumi Kota || Dari generasi Z membuktikan bahwa anak muda mampu mandiri dan berjiwa wirausaha dengan mendirikan Play Club Coffee, sebuah usaha kedai kopi yang berlokasi di Gedung Capitol Plaza, Jalan Mayawati, Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Owner Coffee Shop tersebut adalah Dzakwan Ramadhan Danarpati (20) sebagai owner dan Muhammad Raply Juliansyah (19) yang juga bertindak sebagai owner sekaligus manajer operasional. Meski masih berstatus sebagai mahasiswa, keduanya berani mengambil langkah untuk terjun ke dunia usaha perkopian, saat ditemua tim jurnalis Gurilaps.com, Sabtu (27/12/2025).

Play Club Coffee hadir menyasar kalangan muda dengan menyajikan berbagai varian minuman kopi, baik hot maupun ice, yang dikemas dengan konsep clasic dan santai.

Sejak dibuka, kedai ini perlahan mulai mendapat perhatian dari penikmat kopi, khususnya generasi muda di Kota Sukabumi.
Dzakwan Ramadhan Danarpati mengungkapkan, ide membuka usaha kopi ini berawal dari rasa gabut yang kemudian berkembang menjadi keinginan untuk berwirausaha.

“Awalnya dari rasa gabut saja, lalu kami berpikir kenapa tidak dimanfaatkan untuk hal yang lebih produktif. Dari situ muncul ide membuka usaha coffee shop,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Raply Juliansyah menambahkan, proses persiapan pembukaan Play Club Coffee memakan waktu sekitar dua bulan, mulai dari konsep hingga kesiapan operasional.

“Persiapan kurang lebih dua bulan, dan alhamdulillah sekarang usaha ini sudah berjalan sekitar empat bulan,” katanya.

Keduanya berharap, keberadaan Play Club Coffee bisa menjadi motivasi bagi generasi Z lainnya untuk berani mandiri dan menjadi entrepreneur sejak usia muda.

“Kami ingin membuktikan bahwa anggapan gen Z itu pemalas dan tidak mau bekerja keras itu tidak benar. Justru kita harus bisa mandiri, kreatif, dan berani membuka peluang usaha sendiri,” tegas Dzakwan dan Raply.

Melalui Play Club Coffee ini ingin menunjukkan bahwa generasi Z tidak hanya mampu mengikuti zaman, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan menjawab tantangan masa depan dengan kerja keras dan inovasi. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil.

Catatan dr. Fety dari Pidie Jaya Dokter Asal Sukabumi : Menjadi Dokter di Antara Duka dan Harapan

0

Gurilaps.com || Tenda-tenda pengungsian berdiri di atas tanah yang masih menyisakan jejak bencana. Bau lumpur bercampur dengan suara langkah para penyintas yang berusaha melanjutkan hidup. Di tengah suasana itu, dr. Fety Lies Priyanti menjalani hari-harinya sebagai relawan medis, bukan hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendengar dan penguat bagi warga terdampak.

Dokter dari RSUD Al-Mulk Kota Sukabumi ini menjadi bagian dari Tim Medis Periode I yang diberangkatkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak 19 Desember 2025. Selama masa tugas hingga awal Januari, ia ditempatkan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kehilangan rumah, rasa aman, dan rutinitas hidup.

Hari-Hari Panjang di Posko Kesehatan

Setiap hari, dr. Fety melayani pengungsi dengan berbagai keluhan. Penyakit kulit, demam, batuk, hingga kelelahan menjadi masalah yang paling sering ditemui. Lingkungan pengungsian yang lembap dan padat membuat penyakit mudah menyebar, sementara keterbatasan fasilitas menuntut ketelitian dalam setiap tindakan medis.

Ia mencatat bahwa ketersediaan obat-obatan masih relatif aman, meski beberapa jenis mulai menipis. Kondisi tersebut menuntut kehati-hatian dalam penggunaan obat agar tetap bisa melayani sebanyak mungkin pasien.

“Di sini, kami belajar untuk tidak berlebihan, tetapi juga tidak mengabaikan kebutuhan pasien,” tuturnya.

Mendengar Lebih Banyak daripada Berbicara

Bagi dr. Fety, banyak pasien datang bukan hanya membawa keluhan fisik, tetapi juga beban emosional. Kehilangan rumah, barang berharga, bahkan anggota keluarga membuat sebagian warga lebih membutuhkan ruang untuk didengar.

Ia sering duduk lebih lama, mendengarkan cerita para penyintas, memberi penguatan, dan meyakinkan mereka bahwa rasa takut dan sedih adalah hal yang wajar. Pendekatan ini, menurutnya, sama pentingnya dengan pemberian obat.

“Kadang, yang mereka butuhkan hanya seseorang yang mau mendengarkan,” katanya.

Tantangan Berbahasa dan Luka Batin

Di lapangan, komunikasi tidak selalu mudah. Sebagian warga lebih nyaman menggunakan bahasa daerah, sementara trauma membuat mereka sulit menyampaikan keluhan secara utuh. Dalam situasi itu, ekspresi wajah, sentuhan empati, dan bantuan relawan lokal menjadi jembatan komunikasi.

Ia menyadari bahwa kesalahan kecil dalam penyampaian bisa berdampak besar pada kondisi psikologis korban. Karena itu, setiap interaksi dilakukan dengan kehati-hatian dan rasa hormat.

Anak-Anak dan Harapan yang Sederhana

Di antara semua pengalaman, pertemuan dengan anak-anak pengungsian meninggalkan kesan paling dalam. Meski hidup di tengah keterbatasan, mereka masih mampu tersenyum dan bertanya hal-hal sederhana.

Suatu ketika, seorang anak menyampaikan keinginannya dengan polos, “Saya ingin makan ayam pakai kecap.” Keinginan itu lahir dari hari-hari tanpa makanan yang cukup setelah bencana terjadi.

Namun, pertanyaan yang paling sering ia dengar justru tentang sekolah. Banyak anak bertanya kapan mereka bisa kembali belajar, sementara bangunan sekolah mereka masih tertutup lumpur.

“Dari mereka, saya belajar tentang ketabahan dan kesabaran,” ujar dr. Fety.
Menjaga Diri untuk Tetap Hadir

Di tengah tekanan fisik dan emosional, dr. Fety menyadari pentingnya menjaga kondisi diri. Ia mengatur waktu makan dan istirahat, mengenakan Alat Pelindung Diri, serta saling menguatkan dengan sesama relawan.

Secara mental, ia berusaha menenangkan diri dengan doa dan refleksi, mengingat kembali tujuan awalnya datang ke lokasi bencana: membantu semampunya, tanpa harus sempurna.

Ketika Profesi Menjadi Panggilan

Bagi dr. Fety, pengalaman ini menegaskan bahwa menjadi dokter bukan hanya tentang kemampuan klinis, tetapi juga keberanian untuk hadir di saat orang lain berada pada titik terendah.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan beratnya situasi, empati menjadi kekuatan utama. Setiap pasien yang pulang dengan wajah sedikit lebih tenang menjadi pengingat bahwa harapan masih bisa tumbuh, bahkan di tengah puing dan duka.

Di Pidie Jaya, dr. Fety menemukan kembali makna sederhana dari profesinya: melayani dengan hati, meski dalam keadaan yang paling sulit. (RAF)***

EDITOR : NABIL LUTHFI

Aksi Kejar-kejaran Berujung Pengeroyokan Kusir Delman di Kota Sukabumi

0

Gurilaps.com || Kericuhan terjadi di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (24/12/2025) petang. Seorang kusir delman dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan setelah dikejar oleh sejumlah pengendara sepeda motor. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB dan menarik perhatian warga sekitar.

Peristiwa tersebut terekam kamera warga dan videonya menyebar luas di media sosial. Dalam tayangan itu, terlihat seekor kuda delman tergeletak di pinggir jalan, sementara kondisi kusirnya tampak mengenaskan akibat luka di wajah.

Salah seorang saksi mata, AR (27), menuturkan bahwa sebelum kejadian, ia melihat delman melaju kencang dari arah pintu Hek menuju Selabintana, diikuti oleh sekitar empat sepeda motor. Situasi semakin tidak terkendali ketika delman berbalik arah dan hendak masuk ke Jalan Perana.

“Saya lihat kudanya lari dikejar motor. Pas sampai sini muter, mungkin mau belok, terus kudanya jatuh. Setelah itu kusirnya diserang,” kata AR, Kamis (25/12/2025).

Menurut AR, kusir delman sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke kawasan Asrama Secapa. Di lokasi, sejumlah orang terdengar berteriak “maling”, yang memicu kepanikan dan membuat kerumunan warga semakin banyak.

Dugaan sementara, aksi pengejaran tersebut dipicu oleh tudingan pencurian sepeda motor. Kusir delman disebut-sebut mengambil sepeda motor milik kerabatnya sendiri, dan anak dari pemilik motor tersebut ikut melakukan pengejaran.

“Ada yang teriak maling, lalu banyak yang ikut mengejar. Untungnya polisi cepat datang dari wilayah Secapa,” tambahnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan langsung diamankan ke Polsek Cikole oleh petugas kepolisian. Identitas kusir delman belum dipastikan, namun warga menyebut korban berasal dari wilayah Ciaul, Kota Sukabumi.

Saksi lain, Andri Umar (50), mengatakan bahwa pengejaran sudah berlangsung sejak dari kawasan Ciaul sebelum berakhir di Jalan Siliwangi.

“Dari Ciaul sudah dikejar. Begitu ketahuan sama anak pemilik motor, diteriaki maling dan terus dikejar sampai ketangkap di sini,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi kuda delman yang sempat roboh di jalan dilaporkan tidak mengalami cedera serius. Setelah mendapat penanganan dari dokter hewan, kondisi kuda dinyatakan aman.

“Kudanya sempat jatuh, tapi setelah ditangani dokter hewan kelihatannya sehat,” pungkas Andri.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki insiden tersebut untuk memastikan kronologi kejadian dan menindaklanjuti dugaan pengeroyokan yang terjadi.***(RAF)

Editor : Nabil

Wabup Sukabumi H.Andreas Apresiasi Peran Semua Pihak Dalam Peletakan Batu Pertama Hunian Sementara di Lengkong

0

Grilaps.Com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas melakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian sementara (huntara) di Kampung Cicau, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Selasa (23/12/2025).

Sebanyak 28 unit huntara akan dibangun melalui bantuan dari ID Humanity bekerja sama dengan Disaster Management Centre (DMC). Hunian tersebut diperuntukkan bagi 28 kepala keluarga korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Kampung Cicau, Desa Langkapjaya.

Wakil Bupati Sukabumi, H Andreas mengapresiasi peran ID Humanity dan seluruh pihak yang telah bersinergi serta berkolaborasi dalam merealisasikan pembangunan huntara pascabencana di Kecamatan Lengkong.

“Semoga kehadiran hunian sementara ini menjadi langkah awal dalam proses pemulihan pascabencana di Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong,” Wabup.

Ia menambahkan, peletakan batu pertama tersebut menjadi penanda semangat baru bagi masyarakat terdampak bencana untuk bangkit.

Wabup mengajak seluruh pihak menjadikan momentum ini sebagai wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang tangguh, aman, dan sejahtera.

“Semoga proses pembangunan ini berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga yang terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan ID Humanity, Ahmad Jueani menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam penyaluran bantuan bagi para penyintas bencana.

Ia mengapresiasi peran kepala desa, camat, hingga pemerintah daerah yang telah membantu kelancaran program pembangunan huntara tersebut. Menurutnya, hunian yang dibangun diharapkan dapat bertahan selama dua tahun atau bahkan lebih.

“Kami berharap hunian ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh warga penyintas bencana,” katanya.

Ahmad menuturkan, proses pembangunan akan terus dipercepat agar huntara segera dapat digunakan.

Dirinya berharap kerja sama antara ID Humanity dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat terus berlanjut dalam berbagai program kemanusiaan lainnya.***

Editor : Nabil.Luthfi

Asep Japar Bupati Sukabumi : KB FKPPI Terus Bersinergi dan Berdedikasi untuk Masyarakat

0

Gurilaps.com || Bupati Sukabumi H.Asep Japar Menghadiri Rapat Kerja Cabang dan Pelantikan Pengurus Rayon serta Organisasi Pendukung (Generasi Muda, HIPWI dan Wanita FKPPI) KB FKPPI Kabupaten Sukabumi. Acara berlangsung di Aula PKK Pendopo Sukabumi,Minggu, (21/12/25).

Ketua KB FKPPI Kab Sukabumi Heri Mulyana mengatakan Rakercab ini bertujuan untuk menguatkan sinergitas FKPPI serta bisa berkolaborasi dengan Pemerintah dalam membangun daerah

” seluruh Program program kedepan FKPPI akan di baktikan untuk kesejahtraan masyarakat Kabupaten Sukabumi Semoga FKPPI Kabupaten Sukabumi menjadi lebih maju” ungkapnya

Bupati dalam Sambutanya mengatakan KB FKPPI sebagai Organisasi yang lahir dari semangat Kebangsaan dan nilai nilai kejuangan,memiliki peran Strategis dalam menjaga Persatuan, memperkuat wawasan kebangsaan,serta menjadi mitra Pemerintah dalam Pembangunan daerah. Oleh karena itu, menurut Bupati, kesatuan Visi dan Misi menjadi kunci utama agar Organisasi ini tetap Solid,Adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ditegaskan oleh Bupati, Melalui Rapat Kerja Cabang ini, seluruh Program kerja dapat disusun secara terarah,realistik,dan berdampak,tidak hanya bagi internal organisasi tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi secara luas.

” Kepada para pengurus Rayon serta pengurus generasi muda FKPPI,HIPWI dan Wanita FKPPI yang baru saja dilantik saya mengucapkan Selamat Dan Sukses, amanah yang saudara emban adalah bentuk kepercayaan dan tanggung jawab besar, jalankanlah tugas dengan penuh dedikasi, serta menjunjung tinggi nilai integritas, disiplin dan Semangat Pengabdian” ucapnya

Masih dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mengharapkan Konstribusi nyata KB FKPPI untuk terus bersinergi dalam membangun daerah, menjaga stabilitas sosial, serta menanamkan nilai nilai kebangsaan kepada masyarakat.

” Saya meyakini dengan semangat kebersamaan, Kepemimpinan yang kuat,serta Komitmen terhadap nilai Integritas,KB FKPPI Kab Sukabumi akan semakin tangguh berdaya saing dan bermartabat, serta menjadi teladan organisasi kemasrakatan yang solid dan Konstruktif” tegasnya.***

Editor : M.Nabil

Fashion and Culinary Nite Festival 2025, Bupati Sukabumi Asep Japar : Langkah Strategis Pemkab Kuatkan UMKM

Gurilaps.com ||Kabupaten Sukabumi Fashion and Culinary Nite Festival 2025 kembali hadir di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri. Kegiatan yang menghadirkan puluhan UMKM di bidang fesyen dan kuliner unggulan Sukabumi ini, merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Koperasi, Usaha, Kecil, dan Menengah (DKUKM) bersama Dewan Kerajian Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan data yang dihimpun terdapat sekitar 45 stand UMKM yang mengikuti agenda tahun tersebut. Dari semua stand tersebut, sebanyak 40 diantaranya merupakan produk kuliner dan sisanya fesyen.

Di mana, kegiatan tersebut akan berlangsung dari 20-21 Desember 2025.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar yang membuka acara Kabupaten Sukabumi Fashion and Culinary Nite Festival 2025 mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam penguatan UMKM. Terutama di sektor kuliner dan fesyen.

“UMKM ini punya potensi besar dalam mendorong perekonomian. Makanya kami hadir melalui kegiatan ini sebagai upaya mempromosikan produk UMKM akan semakin dikenal luas,” ujarnya, Sabtu Malam, 20 Desember 2025.

Namun tak hanya itu saja, bupati pun mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam memajukan UMKM di Kabupaten Sukabumi. Baik dari sisi promosi maupun pembinaan dan pendidikan bagi para pelaku UMKM.

“Saya pun bersyukur di momen ini ada penutupan program UMKM naik kelas tahun 2025. Program ini mendorong UMKM agar lebih siap, percaya diri, dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi,” ucapnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dapat berdampak besar bagi para pelaku UMKM. Sehingga tujuan akhirnya, masyarakat Kabupaten Sukabumi bisa lebih sejahtera.

“Semoga pasar produk UMKM kita bisa semakin luas lagi,” harapnya

Hal senada pun disampaikan Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi Hj. Rina Rosmaniar. Menurutnya, kolaborasi yang apik menjadi hal paling utama dalam memajukan UMKM di Kabupaten Sukabumi.

“Mari kita terus meningkatkan kolaborasi untuk mewujudkan UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi Sri Hastuty Harahap menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, diisi berbagai perlombaan. Baik itu lomba mewarnai fashion show dan lainnya.

“Jadi, kami tidak sekadar menyediakan stand UMKM saja, namun diisi berbagai perlombaan,” bebernya.

Tak sampai di situ saja, sebagian keutungan para pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini, akan disumbangkan untuk membantu korban terdampak bencana. Hal itu sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi.

“Kita doakan semoga bencana di Kabupaten Sukabumi cepat berlalu dan tidak ada lagi bencana. Semoga yang terkena musibah diberikan ketabahan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyerahkan berbagai penghargaan. Selain itu, Bupati bersama Forkopimda meninjau sejumlah stand yang mengikuti acara tersebut.

Editor : AS

Komunitas Masyarakat Sukabumi (KAMI) Gelar Peduli Sukabumi di Palabuhanratu, Hadirkan Maharaja 48 Band

Gurilaps.com, Sukabumi || Komunitas Masyarakat Sukabumi (KAMI) menggelar kegiatan Peduli Sukabumi dengan menghadirkan hiburan konser amal dari band Maharaja 48, Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan Peduli Sukabumi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, komunitas, pelaku UMKM, hingga mahasiswa. Salah satunya BEM STKIP Bina Mutiara Sukabumi yang turut memeriahkan acara dengan membuka stand bazar.

Rangkaian kegiatan dalam acara tersebut meliputi bakti sosial, bazar UMKM, kreasi seni anak bangsa, serta konser amal yang menjadi puncak acara. Melalui kegiatan ini, KAMI ingin menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memberikan ruang hiburan dan ekonomi kreatif bagi masyarakat Sukabumi.

BEM STKIP Bina Mutiara Sukabumi berpartisipasi aktif dengan menyajikan berbagai makanan dan minuman di stand bazar, seperti cilok aci, es teler, serta aneka snack yang menarik perhatian pengunjung.

Ketua panitia kegiatan Nandang. S.Ag menyampaikan bahwa acara Peduli Sukabumi bertujuan untuk membangun solidaritas sosial, membantu sesama melalui kegiatan bakti sosial, serta mendorong pertumbuhan UMKM lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.

Acara yang berlangsung meriah tersebut disambut antusias oleh warga Palabuhanratu dan sekitarnya. Selain menikmati hiburan musik, masyarakat juga dapat berbelanja produk UMKM serta menyaksikan berbagai kreasi seni anak bangsa yang ditampilkan sepanjang kegiatan berlangsung.

Editor : Yosep Maulana