Jumat, April 24, 2026
Beranda blog Halaman 11

Wakil Wali Kota Sukabumi Buka Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III

Gurilaps.com || Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, membuka secara resmi Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III yang digelar di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pelestarian seni bela diri tradisional yang terus dijaga eksistensinya di Kota Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang konsisten menyelenggarakan festival pencak silat sebagai bagian dari menjaga warisan budaya daerah.

“Pencak silat tidak hanya merupakan olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa yang sarat dengan nilai-nilai luhur, seperti kedisiplinan, sportivitas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ucap Bobby.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sukabumi memiliki komitmen kuat untuk mendukung kegiatan seni dan olahraga tradisional yang berkontribusi terhadap pembinaan sumber daya manusia, khususnya kalangan generasi muda.

Menurutnya, Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III juga menjadi momentum mempererat hubungan antarperguruan silat sekaligus sarana pembinaan atlet agar semakin mencintai budaya lokal.

“Festival ini dinilai mampu menjadi ruang silaturahmi antarperguruan pencak silat sekaligus ajang pembinaan atlet, khususnya bagi generasi muda agar semakin mencintai warisan budaya daerah,” lanjutnya.

Selain aspek pembinaan, Bobby berharap ajang ini mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, persatuan, dan kekompakan di antara para pelaku seni bela diri tradisional di Kota Sukabumi.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan, serta mempromosikan pencak silat sebagai kebanggaan daerah, baik di tingkat regional maupun nasional.

Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III diikuti oleh berbagai perguruan pencak silat yang menampilkan ragam seni tradisi silat khas Sukabumi.

Melalui kegiatan ini, pencak silat diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus berkembang sebagai sarana pembinaan karakter dan prestasi generasi muda di Kota Sukabumi. (Aji)***

Editor : M.Nabil

BPBD Turunkan Perahu Karet untuk Akses Penyeberangan Warga di Lewi Dinding Jampang Tengah Sukabumi

Gurilaps.com || Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menurunkan satu unit perahu karet sebagai sarana penyeberangan darurat bagi warga Kampung Lewi Dinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kamis (08/01/2026).

Langkah ini dilakukan menyusul terputusnya akses jembatan yang selama ini menjadi jalur vital masyarakat.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampang Tengah, Dadi Supardi, menjelaskan bahwa perahu karet tersebut digunakan untuk melancarkan aktivitas warga dari kedua sisi sungai, khususnya untuk keperluan pendidikan, pertanian, perdagangan, dan aktivitas harian lainnya.

“Hari ini kami menurunkan satu unit perahu karet sebagai sarana penyeberangan darurat. Setelah pemasangan selesai, kami akan memberikan arahan dan bimbingan teknis kepada karang taruna atau tokoh masyarakat yang ditunjuk untuk mengoperasikan perahu. Hal ini demi keselamatan warga,” ujarnya.

Menurutnya, lintasan penyeberangan yang disiapkan memiliki panjang sekitar 80 meter dengan menggunakan tali pengaman. Dalam kegiatan tersebut, BPBD menurunkan 8 personel, 1 unit perahu karet, serta kendaraan operasional KR4 Rescue untuk mendukung pelaksanaan di lokasi.

Dadi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian terkait pembangunan jembatan permanen. Oleh karena itu, BPBD masih fokus pada penanganan darurat guna memastikan akses masyarakat tetap berjalan.

“Untuk sementara, perahu karet ini digunakan sampai ada pembangunan jembatan darurat. Kami juga akan melakukan pemantauan secara berkala, baik dengan personel yang siaga di lokasi maupun melalui koordinasi dengan pemerintah desa,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan perahu sesuai fungsinya dan tidak menjadikannya sebagai sarana konten media sosial.

Warga diminta tetap mengutamakan keselamatan serta mengambil gambar atau video dari lokasi yang aman dan tidak terlalu dekat dengan sungai. Perahu tersebut hanya diperuntukkan bagi penyeberangan orang, bukan kendaraan.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Tanjungsari, Abdul Kohar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD atas bantuan perahu karet yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD atas bantuan perahu karet ini. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Namun tetap harus ada pemandu yang menguasai cara pengoperasiannya demi keselamatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak desa akan menugaskan warga yang stand by setiap hari untuk membantu operasional perahu, khususnya mereka yang telah mendapatkan arahan teknis.

Sebelum adanya perahu karet, warga harus menggunakan jalur alternatif yang dinilai kurang efektif dan memiliki banyak kendala. Dengan adanya sarana penyeberangan darurat ini, diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi mobilitas warga Kampung Lewi Dinding.

Abdul Kohar juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat perahu karet tersebut serta menyesuaikan penggunaannya dengan kondisi cuaca, terutama saat debit air sungai meningkat.

“Ini merupakan akses vital bagi warga Lewi Dinding yang terdiri dari 8 RT dengan jumlah sekitar 951 jiwa. Bahkan, jembatan ini juga biasa digunakan oleh warga dari desa lain seperti Desa Sukamaju dan Wangunreja. Jadi kami berharap semua pihak ikut menjaga demi keselamatan bersama,” pungkasnya.***

Editor : M.Nabil

Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Kendala Administratif Pemulangan TKW Sukabumi di China

0

Gurilaps.com || Proses pemulangan Lanti, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Sukabumi yang tengah menjalani perawatan akibat sakit parah di Shanghai, China, masih belum dapat direalisasikan. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin, menyebut hambatan utama terletak pada tidak adanya dokumen keimigrasian yang dimiliki korban.

Zainul memastikan bahwa laporan terkait kondisi Lanti telah diterimanya dan saat ini sedang ditindaklanjuti. Namun, ia menegaskan bahwa pemulangan tidak bisa dilakukan tanpa kelengkapan administrasi dasar.

“Saya sudah menerima laporannya dan sedang berupaya membantu. Tapi berdasarkan informasi yang kami terima, yang bersangkutan tidak memiliki dokumen imigrasi sama sekali. Itu yang menjadi kendala utama. Untuk tiket, kami bisa membantu, tapi dokumennya harus ada terlebih dahulu,” ujar Zainul, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, tanpa dokumen resmi, bantuan tiket tidak akan menyelesaikan persoalan. Karena itu, Zainul mengaku telah berkoordinasi dengan Komisi I DPR RI agar pengurusan dokumen keimigrasian dapat dipercepat.

“Saya sudah meminta bantuan Komisi I untuk membantu menyelesaikan dokumen imigrasinya. Kalau tiket diberikan sekarang pun, tanpa dokumen tetap tidak bisa berangkat,” katanya.

Di luar persoalan administratif, Zainul turut menanggapi informasi yang sebelumnya disampaikan keluarga korban mengenai dugaan permintaan uang sebesar Rp50 juta sebagai syarat pemulangan. Menurutnya, praktik tersebut bertentangan dengan tanggung jawab agen penyalur pekerja migran.

“Kalau benar ada permintaan tebusan, itu jelas tidak dibenarkan. Agen bertanggung jawab penuh dari proses pemberangkatan sampai pemulangan PMI,” tegasnya.

Zainul menilai, agen yang membebankan biaya pemulangan kepada korban atau keluarganya dapat dijerat pidana.

“Agen seperti itu tidak bertanggung jawab. Kalau ada unsur pemerasan, itu sudah masuk kategori tindak pidana perdagangan orang,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut, berdasarkan informasi yang berkembang, kasus yang menimpa Lanti patut diduga mengarah pada TPPO. “Kalau sudah ada tebusan segala macam, saya menduga ini TPPO,” tambahnya.

Kasus ini juga menjadi gambaran risiko besar yang dihadapi pekerja migran nonprosedural. Lanti diketahui berangkat ke China menggunakan visa wisata dan tidak tercatat sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) legal, sehingga menghadapi keterbatasan perlindungan hukum saat mengalami masalah di luar negeri.

Zainul berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar pengawasan dan edukasi mengenai prosedur kerja ke luar negeri dapat diperkuat, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang.***(RAF)

Editor : Yosep M

Sekjen Free Palestine Network : Kutuk Agresi AS ke Venezuela, AS adalah Induk Terorisme

0

Gurilaps.com || Sekjen Free Palestine Network (FPN) Furqan AMC mengutuk keras agresi militer yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.

“Free Palestine Network (FPN) mengutuk keras agresi Amerika Serikat pada Venezuela. Agresi Amerika Serikat ini adalah bukti yang kesekian kali dari brutalitas kebijakan AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat dan menjarah sumber dayanya, kata Furkon AMC Sekretaris Jenderal FPN, dalam rilis diterima redaksi Minggu (04/01/2026).

“Agresi ini mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri, biang kekacauan di seluruh dunia. Jejaknya bisa kita lihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah dan Palestina. AS telah membunuh lebih 20 juta rakyat di 37 negara di seluruh dunia pasca perang dunia kedua. AS terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sebuah negara sejak 1945,” tambah Furqan.

Lebih lanjut Furqan menjelaskan Agresi AS ini merupakan pelanggaran telanjang terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya pasal 1 dan 2 yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan sebuah bangsa.

“Free Palestine Network (FPN) menyatakan solidaritasnya untuk Venezuela dan presidenya Nicolas Maduro. Dalam waktu dekat FPN akan melakukan aksi solidaritas di berbagai kota di seluruh Indonesia. FPN menyerukan kepada seluruh komunitas internasional untuk mengambill langkah berani dan tegas menghentikan agresi AS dan mengakhiri unilateralisme AS,” seru Furqan.

Sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan pasukan Delta Force AS ke Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Tidak hanya dari militer, korban juga jatuh dari kalangan sipil, rakyat Venezuela.

Dalam konferensi pers hari Sabtu setelah pasukan AS berhasil menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump mengatakan pemerintah AS akan mengambil alih kendali negara tersebut dan cadangan minyaknya yang sangat besar.***

Editor : M.Nabil

Wali Kota Sukabumi Nilai Perizinan Ritel Modern Terlalu Longgar, Tekan Ruang Usaha UMKM

Gurilaps.com || Maraknya pertumbuhan gerai ritel modern di berbagai wilayah Kota Sukabumi mendapat sorotan serius dari Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Ia menilai keberadaan ritel modern yang kini menjangkau hampir seluruh kelurahan berpotensi menekan ruang usaha pelaku UMKM lokal.

Kondisi tersebut mendorong Wali Kota untuk menegur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi. Ayep Zaki menilai proses perizinan ritel modern selama ini terkesan terlalu longgar tanpa kajian mendalam terhadap kondisi lapangan.

“Terus terang kami sangat menyayangkan semakin merebaknya aktivitas ritel modern di Kota Sukabumi. Situasi ini semakin sulit dikendalikan,” ujar Ayep Zaki.

Ia menegaskan bahwa di tengah upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan dan penguatan UMKM, kebijakan perizinan seharusnya lebih selektif dan berpihak pada ekonomi kerakyatan. Menurutnya, setiap pengajuan izin ritel modern perlu melalui kajian komprehensif agar tidak mematikan usaha kecil yang sudah ada.

“Saya sudah menegur dinas perizinan yang terlalu mudah mengeluarkan izin tanpa mempelajari kondisi riil di lapangan,” tegasnya.

Ayep Zaki juga menekankan bahwa sebelum izin diterbitkan, para pelaku usaha ritel modern semestinya melakukan komunikasi dan pembahasan bersama pemerintah daerah. Hal tersebut penting agar kehadiran ritel modern dapat sejalan dengan visi pembangunan Kota Sukabumi.

“Para pengusaha harus ikut bersama pemerintah membangun Kota Sukabumi, bukan berjalan sendiri,” katanya.

Selain persoalan perizinan, Wali Kota turut menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Ia menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk pungutan liar di lingkungan pemerintahan.

“Pungutan liar sangat merugikan daerah. Potensi pendapatan bisa hilang hingga 75 persen. Jika praktik pungli diberantas, pendapatan daerah bisa meningkat hingga empat kali lipat,” pungkas Ayep Zaki.***(RAF)

Editor : AS

Sambut Tahun 2026, PWI Kabupaten Sukabumi Ajak Jaga Lingkungan dan Sinergi untuk Tingkatkan Investasi

0

Gurilaps.com || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengajak kepada semua pihak untuk meningkatkan kondusivitas investasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM, khususnya yang ada di Kabupaten Sukabumi.

‎Tujuannya adalah untuk bersama bersinergi dan bersolidaritas meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

‎Diantara strategi yang dilakukan adalah dengan menjaga lingkungan dan meningkatkan solidaritas dan rasa memiliki Sukabumi dalam seluruh lapisan masyarakat.

‎Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi atau yang akrab disapa Abah Anom menyatakan bahwa upaya menjaga lingkungan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menarik investor.

‎”Sebagai lembaga yang memiliki fungsi informasi, edukasi dan juga kontrol sosial, kami akan turut serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang merusak lingkungan. Tentu sesuai dengan cara dan fungsi kami sebagai organisasi Profesi Jurnalis,” ujarnya, Jumat (02/01/2026).

‎Anom juga menambahkan, sinergi seluruh lapisan masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan kondusivitas investasi tersebut.

‎”Kami siap mendukung upaya pemerintah dalam upaya menciptakan kondusifitas dan meningkatkan investasi di Sukabumi,” imbuhnya.

‎Disampaikannya, dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan sinergi dan solidaritas, diharapkan investasi di Kabupaten Sukabumi dapat meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎”Iklim investasi yang aman dan kondusif sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukabumi, termasuk bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif,” harapnya.

‎Abah Anom menyebut, peningkatan potensi pariwisata di Kabupaten Sukabumi dan pertanian tak luput dari dampak kelestarian lingkungan.

‎”Pariwisata di Sukabumi untuk maju tak harus seperti model pariwisata di tempat lain, misalnya Bali. Sukabumi bisa lebih bagus dengan pilihan varian destinasi unggulan yg jauh lebih banyak. Formatnya bagaimana? Yah itulah pentingnya seluruh komponen Pentahelix diajak bersama bersinergi merumuskan. Hal ini termasuk peran media massa,” tandasnya.

‎Dalam pernyataan akhirnya, Anom mengungkap beberapa faktor yang dapat mempengaruhi iklim investasi antara lain:

‎* Keamanan dan stabilitas politik
‎* Regulasi yang jelas dan transparan
‎* Infrastruktur yang memadai
‎* Sumber daya manusia yang terampil
‎* Akses ke pasar dan jaringan bisnis

‎Senada, penasehat PWI Kabupaten Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag  mengatakan, dengan iklim investasi yang aman, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

‎”Investor itu sejatinya mau berinvestasi di wilayah kita, apabila iklim investasinya aman dan nyaman. Dengan sendirinya, mereka para pengusaha mau menanamkan modalnya,” kata Aam.

‎”Apabila situasinya aman, kepercayaan investor untuk datang akan mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai bidang dan potensi yang ada di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

‎Aam melanjutkan, selain kemanan iklim investasi, hal lainnya adalah menjaga lingkungan. Hal ini sangat penting untuk mencegah bencana alam dan mengurangi risiko kerusakan. Beberapa cara untuk menjaga lingkungan antara lain:

‎* Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
‎* Melakukan penghijauan dan reboisasi
‎* Menghemat air dan energi
‎* Mengelola sampah dengan baik
‎* Mengurangi polusi udara dan air

‎”Dengan menjaga lingkungan, kita dapat mengurangi risiko bencana alam seperti banjir, longsor, dan kekeringan,” lanjut Aam.

‎Sementara untuk warga yang terdampak bencana, kami ingin menyampaikan pesan bahwa korban tidak sendirian. PWI berduka atas apa yang dialami dan ingin membantu semoga keluarga dan keluarga tetap kuat dan tabah.

‎”Tetaplah berpegang pada harapan dan jangan ragu untuk meminta bantuan, jika korban membutuhkannya. Kami semua ada di sini untuk mendukung semua korban terdampak bencana,” ujar Aam

‎”Semoga semua korban dan keluarga, dapat segera kembali berdiri dan menjalani hidup dengan normal kembali,” pungkasnya.***

Editor : M.Nabil


PT.PLN Dukung Percepatan Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang

Gurilaps.com || PT PLN (Persero) terus mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang melalui kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik seluruh unit yang telah terbangun. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengapresiasi progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur pendukung yang sedang dikebut. Dirinya menilai sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, dan Pemerintah Daerah (Pemda) mampu menghasilkan kemajuan signifikan dalam waktu singkat. Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada Pemda pada 8 Januari 2026, untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana.

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden Prabowo, Jumat 02/01/2026.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, pembangunan Huntara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit yang tersebar di 3 provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.

Rosan juga menekankan bahwa pembangunan Huntara bagi warga terdampak bencana bukan sekadar solusi jangka pendek, namun merupakan tahapan pemulihan yang lebih besar di berbagai sektor.

“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, tidak hanya fokus terhadap konstruksi bangunan saja, melainkan juga kebutuhan dasar seperti listrik. Ketersediaan listrik juga menjadi prioritas Pemerintah melalui Danantara Indonesia dalam membangun Huntara, selain akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh pembangunan Huntara melalui penyediaan listrik yang aman dan andal untuk seluruh unit hunian.

“PLN siap melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan Huntara. Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.

Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik, dan kWh meter seluruh hunian yang telah terbangun. Bahkan jaringan listrik telah tersambung sepenuhnya dan cukup untuk melayani kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria didampingi Darmawan turun langsung mengawal proges pembangunan Huntara Aceh Tamiang dan infrastruktur kelistrikannya. Darmawan menegaskan, kehadiran listrik yang andal di Huntara merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami memahami bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, namun juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN berupaya menghadirkan listrik yang prima di kawasan Huntara. Sehingga, masyarakat dapat segera tinggal, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman, dan keluarga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak. Ini adalah komitmen kami untuk terus mendampingi masyarakat bangkit dari bencana,” pungkas Darmawan.***

Editor : M.Nabil

Harapan SMSI Tahun 2026 Dengan Anggota 3000 Perusahaan Pers : Podcast Menjadi Institusi Pers

0

Oleh: Mohammad Nasir, Wartawan Harian Kompas (1989- 2018), Penguji Kompetensi Wartawan, dan Wakil Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat

Gurilaps.com || Ada harapan baru Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang beranggotakan sekitar 3000 perusahaan pers siber. Salah satu harapannya yang diperjuangkan selama Oktober- Desember 2025 adalah menjadikan Podcast sebagai media institusi pers.

Apa keuntungan Podcast menjadi pers? Podcast selama ini bekerja pada ruang yang gelap, tidak ada regulasi yang mengaturnya. Tidak ada perlindungan hukum. Selalu dihantui pasal Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE).

Mari kita lihat Pasal 1 ayat (2) UU ITE: Transaksi Elektronik
adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

Apa yang dilarang dalam UU ITE itu? Larangannya adalah secara sengaja melakukan hasutan kebencian.

Selanjutnya Pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) UU ITE, berbunyi:
“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan
dan/atau mentransmisikan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang sifatnya menghasut, mengajak, atau mempengaruhi
orang lain sehingga menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan
terhadap individu dan/atau kelompok masyarakat berdasarkan ras, kebangsaan, etnis, warna kulit, agama, kepercayaan, jenis kelamin, disabilitas mental, atau disabilitas fisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara selama 6 tahun atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Karena Podcast merupakan media non-pers berbasis elektronik, maka kesalahan yang dibuat dikenakan hukuman yang berasal dari pasal UU ITE yang menakutkan. Telah terjadi kriminalisasi orang-orang yang bersuara kritis lewat podcastnya.

“Podcast Rudi S. Kamri dikriminalisasi karena mengangkat kasus Korupsi 16,5 triliun. Kasus korupsinya dibiarkan, pengritiknya dijerat pidana ITE. Fenomena Pembungkaman dan kriminalisasi pada orang-orang kritis yang menyuarakan kritikannya lewat media baru harus dilindungi secara hukum,” kata Prof Henri Subiakto, guru besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Surabaya yang menjadi narasumber dalam rangkaian dialog nasional SMSI di Jakarta, Desember 2025.

Konten podcast memang rawan dipidanakan dengan pasal-pasal UU ITE. Kanal Podcast dapat disita sebagai barang bukti.

Hingga kini, Podcast belum diatur secara jelas. Belum ada mekanisme koreksi dan hak jawab yang harus dilakukan di dalam Podcast.

Sementara itu Podcast juga rawan disalah-gunakan antara lain untuk propaganda, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus beberapa kali dalam dialog mengatakan, Podcast muncul dan berkembang sebagai salah satu media baru yang paling dinamis.

Podcast menawarkan kemudahan akses, fleksibilitas waktu, biaya produksi yang relatif rendah, serta format komunikasi yang personal, dialogis, serta mendalam.

“Podcast sekarang menjadi medium yang diminati masyarakat, narasumber, dan pakar dari berbagai bidang. SMSI sebagai organisasi perusahaan pers siber,
memandang penting untuk merespons perkembangan ini secara strategis, terukur, dan
bertanggung jawab demi menjaga kualitas demokrasi, kebebasan pers, serta kepastian hukum bagi pelaku media baru,” kata Firdaus dalam suratnya tertanggal 20 Desember 2025 yang disampaikan kepada Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat.

Surat yang ditandatangani Firdaus dan dan Makali Kumar (Sekretaris Jenderal SMSI) ditembuskan kepada Prof. Dr. (H.C) K.H. Ma’ruf Amin, mantan Wakil Presiden RI, selaku Ketua Dewan Penasehat SMSI Pusat, dan Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH., MH. CREL, Ketua Dewan Pembina SMSI Pusat.

Firdaus sangat berharap Podcast menjadi media pers platform baru yang diakui oleh Dewan Pers. Ia meyakini pengakuan dan pengaturan Podcast sebagai media pers merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas demokrasi, kebebasan pers, dan tanggung jawab jurnalistik di era digital.

Podcast kalau ditetapkan menjadi media pers, diharapkan ada regulasi khusus untuk Podcast, termasuk kode etiknya, dan peraturan lainnya. Seperti halnya media pers siber, cetak, televisi, dan radio.

Semua media pers dalam menjalankan operasional mengikuti aturan main yang berlaku, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, dan semua peraturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers.

Karena itu Dewan Pers diharapkan menetapkan Podcast sebagai media pers dan selanjutnya membuatkan regulasinya, serta aturan mainnya.

Dengan demikian, siapa pun yang bekerja di Podcast bisa memedomaninya, mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang ada. Mereka bisa bekerja dengan aman, dan tenang.

Tidak seperti sekarang, tidak ada aturan main, dibiarkan berjalan semaunya. Tetapi undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) terus menghantui para awak Podcast.

Tetapi kalau sudah resmi dikategorikan sebagai media pers, maka apabila ada perselisihan pemberitaan, akan dimediasi oleh Dewan Pers dalam upaya penyelesaikan. Tidak langsung kasus perselisihannya dilaporkan kepada polisi.

Kami menyebut ada media pers dan media non-pers. Media pers dalam operasionalnya mengacu pada Undang-undang No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, Kode Etik Junalistik, dan peraturan Dewan Pers lainnya.

Sedang media non-pers tidak terikat undang-undang pers dan peraturan Dewan Pers. Tidak mengenal verifikasi kebenaran informasi, dan metode jurnalistik sehingga rawan terkena pasal UU ITE.

Karena itu lah Henri Subiakto yang mendampingi Firdaus dalam rangkaian diskusi tentang media baru mengusulkan Podcast menjadi institusi pers.

“Pentingnya menjadi institusi pers, UU ITE tidak memblokir institusi Pers. Bagi pers berlaku UU Nomor 40 tahun 1999, berazas Lex Spesialis, yaitu UU Pers, jika ada berita yang salah atau bermasalah, diselesaikan dengan mekanisme Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai pasal 6 UU Pers,” tutur Henri.

Setiap perusahaan media menyebut lembaganya sebagai institusi pers, syarat utamanya
harus berbentuk Badan Hukum Indonesia (pasal 9 UU Pers).
Badan hukum tersebut harus resmi terdaftar di Direktorat Jenderal
AHU, Kementerian Hukum dan HAM, sebagai badan hukum di
bidang pers atau jurnalistik.

Badan hukum yang dimaksud perusahaan secara khusus menyelenggarakan kegiatan menyiarkan, atau menyalurkan informasi. Tidak boleh sekedar PT atau badan hukum bidang lain. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Dewan Pers No.01/SEDP/1/2014 Tentang Pelaksanaan UU
Pers dan Standar Perusahaan Pers.

“Di sini jelas, begitu menyebut pers, media institusi pers, harus mengikuti cara kerja pers, terikat undang-undang tentang pers dan peraturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers,” kata anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, yang juga Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network, ketika menjadi narasumber diskusi nasional yang membahas kebebasan bermedia.

Secara khusus, Henri Subiakto berpendapat Podcast adalah salah satu bentuk jurnalisme baru di era digital. Alasannya Podcast memungkinkan untuk fungsi jurnalisme, penyampaian informasi tentang fakta, data, dan analisis, berdasar wawancara, dan narasi mendalam secara langsung bersama narasumber yang kredible, dengan format fleksibel dan personal.

Henri memberi contoh, podcast, seperti The Daily dari The New
York Times, This American Life (oleh Ira Glass), Reveal (oleh The Center for Investigative Reporting), The Rest is Politics (oleh Alastair
Campbell and Rory Steward). Semuanya menawarkan pelaporan mendalam, investigasi, dan storytelling yang berkualitas, sehingga menjadi ciri khas jurnalisme baru yang disukai khalayak di era digital.

Meyakini Podcast sebagai media baru, SMSI sepanjang Oktober- Desember 2025 melakukan serangkaian dialog yang melibatkan banyak pihak. Mulai kalangan wartawan, pengusaha pers, praktisi media Podcast, akademisi hingga Dewan Pers dan pejabat negara.

Mereka yang hadir langsung sebagai narasumber antara lain:
⁃ Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Kabinet Kerja tahun 2014- 2016, dan Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat)
⁃ Totok Suryanto, (Wakil Ketua Dewan Pers),
⁃ Prof. Dr. Drs. H. Henri Subiakto, SH, MSi (Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga),
⁃ Hersubeno Arief (Praktisi Media Podcast),
⁃ Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum SMSI),
⁃ Anang Supriatna (Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI),
⁃ Dahlan Dahi (Anggota Dewan Pers),
⁃ Rudi S. Kamri (Praktisi Media Podcast),
⁃ Dr. Agus Sudibyo (Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI),
⁃ Alexander Suban (komisioner Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas),
⁃ Prof. Komaruddin Hidayat (Ketua Dewan Pers),
⁃ Aiman Witjaksono (Wartawan),
⁃ Yunes Herawati (Perencanaan Ahli Madya Direktorat IKPD Bappenas),
⁃ Wahyu Dhyatmika (Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia/AMSI),
⁃ Dr. Ariawan (Koordinator Wartawan Parlemen).

Dalam serangkaian dialog nasional dipandu tiga moderator secara bergantian. Ketiga moderator itu adalah Prof. Dr. Taufiqurochman (penasehat SMSI), Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum SMSI), dan Mohammad Nasir (Wartawan Senior, Kolumnis, dan Wakil Ketua Dewan Pakar SMSI).

SMSI, menurut Firdaus siap menjadi wadah pembinaan, advokasi, dan verifikasi media Podcast yang
menerapkan prinsip kerja jurnalistik. SMSI siap mendorong Podcast tunduk pada etika pers, prinsip keberimbangan, dan tanggung jawab publik.

“Podcast adalah keniscayaan perkembangan teknologi media dan telah menjadi bagian penting dalam ekosistem komunikasi publik di Indonesia. Podcast tidak boleh dibiarkan berada di wilayah abu-abu hukum, karena berpotensi merugikan demokrasi, kebebasan
berekspresi, serta hak publik atas informasi,” kata Firdaus.

Menurut We Are Social Februari 2025, seperti dikutip Henri Subiakto, Indonesia menempati posisi terdepan secara global dalam
konsumsi podcast.

Sebanyak 80,6% dari populasi Indonesia adalah pengguna internet.
Dari jumlah tersebut, 42,6% di antara mereka yang berusia 16 tahun ke atas secara rutin mendengarkan Podcast setiap minggu, melebihi rata-rata global 22, 1%.
Ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan konsumen
Podcast terbanyak di dunia. Oktober 2024, proporsi ini mencapai 40,6%, ada tren peningkatan yang konsisten.

Konsumen Podcast Indonesia 70% didominasi Gen Z (usia 12- 27 tahun) dan Milenial (28-43 tahun). Mereka mendengarkan secara multitasking sambil melakukan kegiatan lain, seperti bekerja dan ketika dalam perjalanan.

Sebanyak 53% mengikuti Podcast 2-3 kali seminggu, dengan
durasi rata-rata 1 jam 4 menit per hari (peringkat ke-9 tertinggi
global), naik dari 54 menit pada 2023. (***)

(SRM)

Sambut 2026, Rumah Literasi Merah Putih Ajak Masyarakat Doa Bershalawat untuk Keselamatan Bangsa dan Sukseskan Astacita

0

Gurilaps.com || Rumah Literasi Merah Putih mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya umat Muslim, untuk merapatkan barisan dalam kegiatan spiritual menyambut tahun baru 2026.

Kegiatan bertajuk “Doa dan Shalawat Untuk Keselamatan Bangsa dan Kesuksesan Program Astacita” ini diserukan untuk dilaksanakan secara serentak di seluruh pelosok tanah air, mulai 28 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Masyarakat diimbau untuk mengamalkan pembacaan Shalawat Fatih secara mandiri dari lokasi masing-masing, dengan target kolektif mencapai 2.026 kali. Angka ini melambangkan harapan untuk tahun yang akan datang.

Sekretaris Rumah Literasi Merah Putih, Dede Heri, menyerukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam agenda penting ini, tanpa terikat lokasi tertentu.

“Kami mengetuk hati seluruh warga negara Indonesia, terutama umat Muslim, untuk hadir secara spiritual dan menyatukan hati. Mari kita bersama-sama mengetuk pintu langit demi keselamatan bangsa, di manapun kita berpijak, di waktu yang telah ditentukan,” ajak Dede Heri

Dede menegaskan bahwa kehadiran spiritual, doa, dan shalawat ini sangat berarti, terutama untuk memohon kekuatan bagi saudara-saudara yang tertimpa bencana alam, serta mendoakan kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa dikaruniai kesehatan dan keberkahan dalam memimpin negeri.

Senada dengan ajakan tersebut, Presidium KAHMI Sukabumi sekaligus Pendiri Majelis Dzikir Merah Putih, Aam Abdul Salam, menekankan bahwa partisipasi masyarakat dalam doa bersama ini adalah bentuk dukungan nyata bagi keberlanjutan visi pemerintah.

“Di lokasi Anda masing-masing, mari kita doakan agar program Astacita yang dicanangkan Presiden Prabowo berjalan sukses tanpa hambatan. Inilah komitmen besar kita bersama untuk membawa Indonesia menjadi negeri yang adil, makmur, aman, dan sejahtera,” tegas Aam.

Melalui momentum pergantian tahun ini, Rumah Literasi Merah Putih mengajak masyarakat untuk menutup tahun dengan zikir dan shalawat, serta membuka tahun baru dengan harapan besar agar Indonesia menjadi Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghafur, negeri yang baik, subur, dan aman di bawah ampunan Tuhan Yang Maha Esa. ***

Editor : Ujang S

Wujud Peduli Bencana, Alumni FIB Unpad Bersama Joe P Project Gelar Konser Amal Peduli Bencana Aceh Tamiang

0

Gurilaps.com || Ikatan Alumni Sastra dan Budaya (Ika Sadaya) Universitas Padjadjaran (Unpad) sukses menyelenggarakan malam kemanusiaan bertajuk “Charity Night: Konser Amal & Lelang” pada Sabtu (27/12/2025). Bertempat di Roemah Kentang 1908, Jalan Banda No. 18, Bandung, acara ini didedikasikan sepenuhnya untuk meringankan beban korban bencana alam di Aceh Tamiang.

Ketua Ika Sadaya, Nuning Hallet, menegaskan bahwa inisiatif ini murni lahir dari rasa empati dan solidaritas, bukan sekadar mengikuti tren. Menurutnya, pesan moral dari acara ini adalah memberikan suntikan semangat bagi para korban di Aceh.

Ketua Ika, Sadaya Hallet Nuning Unpad
“Kegiatan ini bukan sekedar FOMO , tapi kami ingin memberikan semangat kepada rekan-rekan di Aceh. Kami ingin mereka tahu bahwa saudara-saudara di Jawa peduli. Sekecil apa pun aksi yang dilakukan, termasuk penyebaran informasi acara ini, diharapkan mampu memperbesar hati mereka,” ujar Nuning dalam Berbagainya.

Nuning juga mengapresiasi kolaborasi lintas fakultas dan dukungan dari pengurus Ika Pusat Unpad yang membuat acara ini terwujud. Selain itu, pihak manajemen Roemah Kentang juga berkontribusi dengan mendonasikan 10% dari setiap hasil penjualan makanan dan minuman selama acara berlangsung.

Suasana malam amal semakin meriah dengan kehadiran komedian kawakan Joe P. Project . Dengan gaya khasnya yang jenaka, Joe berhasil menghidupkan suasana saat memandu sesi lelang barang-barang donasi.

​Ketua Panitia Pelaksana, Wenang, menyebutkan bahwa antusiasme yang hadirin sangat luar biasa. Berbagai item bernilai seperti jam tangan, sarung tangan, tas, hingga produk kosmetik berhasil dilelang dengan harga terbaik.

​”Acara lelangnya benar-benar ‘pecah’ dan interaktif,” ungkap Wenang. Ia juga menyampaikan penghargaan mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut, sekaligus memohon maaf atas segala keterbatasan teknis yang mungkin terjadi selama penyelenggaraan.

Hingga akhir acara, panitia mengumumkan bahwa dana yang terkumpul telah mencapai Rp25 juta . Namun, jumlah ini dipastikan akan terus bertambah karena pintu donasi masih dibuka untuk masyarakat umum hingga 31 Desember 2025 .

​Melalui aksi ini, alumni FIB Unpad berharap bantuan yang terkumpul dapat segera disalurkan untuk membantu proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar alumni melalui kegiatan yang bermanfaat secara sosial. ***

Editor : Nabil