Jumat, April 24, 2026
Beranda blog Halaman 10

PB HMI Gelar Dialog Nasional Kaji Masa Depan Penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia

0

Grilaps.com, Jakarta || Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui Bidang Lingkungan Hidup periode 2024–2026 menggelar Dialog Nasional bertema “Masa Depan Penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia”.

Kegiatan yang diprakarsai Forum GUNTUR (Forum Gerakan untuk Rakyat) ini berlangsung di Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung No. 25A, Guntur, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Dialog nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah yang dinilai memiliki peran strategis dalam penanganan konflik agraria di Tanah Air.

Mereka adalah Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Ditjen Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, Julmansyah serta Kepala Subdirektorat Penanganan Sengketa Batas Bidang Tanah, Deden Sudrajat.

Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Kemenhut RI, Julmansyah, menekankan pentingnya pengakuan hak masyarakat adat dan penguatan perhutanan sosial sebagai solusi jangka panjang konflik agraria di kawasan hutan.

“Sebagian besar konflik agraria di kawasan hutan bersumber dari persoalan tenurial yang belum tuntas. Pemerintah mendorong skema perhutanan sosial dan pengakuan hutan adat sebagai jalan keluar, agar masyarakat memperoleh kepastian hukum sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata Julmansyah.

Ia menambahkan, penyelesaian konflik tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga dialog intensif dengan masyarakat di lapangan.

“Pendekatan partisipatif menjadi kunci agar kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi pertanahan, Kepala Subdirektorat Penanganan Sengketa Batas Bidang Tanah, Deden Sudrajat menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem penyelesaian sengketa tanah agar lebih cepat, transparan, dan berkeadilan.

“Konflik agraria sering kali dipicu tumpang tindih hak atas tanah dan lemahnya administrasi pertanahan. Kementerian ATR/BPN berkomitmen memperkuat sistem pencegahan dan penyelesaian sengketa melalui digitalisasi data serta mediasi yang mengedepankan keadilan bagi semua pihak,” ujar Deden Sudrajat.

Ia juga menegaskan perlunya sinergi lintas kementerian dan lembaga agar penanganan konflik agraria tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup PB HMI, Andi Kurniawan, menyatakan dialog nasional ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk ikut mengawal isu konflik agraria yang berdampak langsung pada rakyat.

“PB HMI memandang konflik agraria sebagai persoalan serius yang menyangkut keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Dialog ini diharapkan melahirkan gagasan dan rekomendasi yang bisa mendorong perubahan kebijakan,” kata Andi.

Senada dengan itu, Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan menegaskan komitmen HMI untuk terus berada di garda depan perjuangan rakyat.

“HMI memiliki tanggung jawab historis untuk mengawal isu-isu kerakyatan, termasuk konflik agraria. Kami berharap dialog ini tidak berhenti pada wacana, tetapi berlanjut pada aksi nyata dan pengawalan kebijakan,” ujar Bagas.

Dialog nasional ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga selesai pada pukul 17.00 WIB, dan dihadiri oleh kader HMI, aktivis lingkungan, serta perwakilan masyarakat sipil yang menaruh perhatian besar terhadap masa depan penyelesaian konflik agraria di Indonesia.***

Editor : Yosep.M

Kebijakan Pemerataan MBG di Sukabumi, BGN Diminta Perkuat Koordinasi

Gurilaps.com || Penerapan kebijakan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) memicu dinamika di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sejumlah mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menilai kebijakan tersebut dijalankan terlalu cepat tanpa didahului koordinasi menyeluruh, sehingga berdampak pada kenyamanan pelaksanaan di lapangan.

Pengelola SPPG Warnasari, Kabupaten Sukabumi, Ricky Julius, menuturkan bahwa secara substansi kebijakan pemerataan bertujuan baik. Namun, dalam praktiknya, kebijakan tersebut dinilai kurang memperhatikan kemitraan yang selama ini telah berjalan stabil dan tanpa kendala.

“Pemerataan memang niatnya bagus, tapi penerapannya terlalu terburu-buru. Akhirnya situasi menjadi kurang kondusif. Padahal, kami sudah bekerja sama dengan SMKN 1 lebih dari tujuh bulan dan tidak pernah ada persoalan,” ujar Ricky saat ditemui di SMKN 1 Kota Sukabumi, Kamis (15/1/2026) malam.

Ia menjelaskan, imbas dari kebijakan tersebut, pihaknya diminta melepas sebagian penerima manfaat. Namun, pihak sekolah mitra justru menyampaikan penolakan karena menilai kerja sama yang terjalin selama ini berjalan aman dan efektif.
“Sekolah merasa tidak ada masalah. Kerja sama sudah berjalan baik dan kondusif, sehingga mereka menolak perubahan mendadak,” ungkapnya.

Menurut Ricky, kebijakan pemerataan terkesan memosisikan mitra lama seolah harus mengakhiri kerja sama secara sepihak, padahal tidak pernah ada forum konsolidasi yang melibatkan semua pihak terkait, baik pengelola dapur maupun institusi pendidikan.

Ia menilai, meskipun regulasi pemerataan yang diterbitkan BGN cukup ideal secara konsep, pelaksanaannya semestinya diawali dengan pengarahan dan koordinasi yang matang bersama para mitra.

“Membangun kepercayaan sekolah itu proses panjang. Ada evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan. Tidak bisa serta-merta dipindahkan ke dapur lain yang rekam jejaknya belum tentu dipahami pihak sekolah,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya aspek jarak dalam distribusi MBG. Saat ini, jarak dapur SPPG Warnasari ke sekolah penerima manfaat hanya sekitar 2,7 kilometer, sehingga kualitas dan ketepatan distribusi makanan lebih terjamin.

Apabila kebijakan pemerataan tetap diberlakukan tanpa kesepahaman bersama, Ricky menyebut SPPG Warnasari berpotensi kehilangan sekitar 2.000 penerima manfaat.

“Ini bukan sekadar soal bisnis. Melayani ribuan penerima manfaat membutuhkan kesiapan dan konsistensi. Sekolah juga sudah merasa nyaman dengan layanan kami,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan pihaknya tetap akan menyalurkan MBG selama belum ada keputusan resmi terkait perubahan kemitraan.

“Kami patuh pada aturan, tetapi berharap ada konsolidasi yang jelas dan adil. Jangan hanya menunjuk satu dapur, padahal di wilayah Cikole ada dapur lain yang jaraknya lebih dekat,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator BGN Wilayah Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, menyampaikan bahwa kebijakan pemerataan merupakan bagian dari proses penataan dan sinkronisasi data penerima manfaat MBG yang telah diatur dalam regulasi resmi.

Ia menjelaskan, BGN telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2025 tertanggal 11 Agustus 2025, serta Surat Keputusan Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026 yang ditandatangani pada 29 Desember 2025.

“Dalam petunjuk teknis sudah diatur bahwa lokasi satuan pendidikan harus berada dalam radius maksimal enam kilometer dari SPPG atau waktu tempuh distribusi tidak lebih dari 30 menit,” jelas Septo.

Ia menambahkan, distribusi MBG masih diperbolehkan melintasi batas administrasi kecamatan selama berada dalam wilayah kota atau kabupaten yang sama.

Septo mengakui, hingga kini masih ditemukan distribusi MBG lintas wilayah, termasuk di Kecamatan Cikole. Berdasarkan data sementara, terdapat 153 penerima manfaat yang tercatat, dan setelah dilakukan pemerataan jumlahnya disesuaikan menjadi 113 orang.

“Masih ada sekitar 40 penerima manfaat yang distribusinya lintas kota dan kabupaten. Ini kami benahi secara bertahap melalui sinkronisasi data,” ungkapnya.

Ia menegaskan, proses penataan dilakukan secara bertahap mengingat BGN masih merupakan lembaga yang relatif baru dan membutuhkan evaluasi berkelanjutan.

“Ini merupakan persoalan internal antar mitra dan kami upayakan penyelesaiannya tetap kondusif. Saat ini, jumlah SPPG di Kota Sukabumi mencapai 46,” pungkas Septo.***(RAF)

Editor : Rd Ratu Dinar

Pengelola Dapur SPPG Ciemas 02 Sukabumi Dukung Guru dan Tenaga Sekolah Dapat Makan Bergizi Gratis

Gurilaps.com || Pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciemas 02 menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menegaskan bahwa guru, tenaga tata usaha (TU), serta petugas kebersihan sekolah juga berhak mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya wakil ketua BGN, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan aturan soal guru dan pegawai di sekolah sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 terkait Perluasan Penerima MBG.

“Perpres Presiden nomor 115 keluar dari bulan Desember, itu ada tulisannya, guru dan tenaga guru dapat,” kata Nanik, saat meninjau MBG di SMK 1 Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Dari informasi tersebut PIC Dapur SPPG Ciemas 02, Rizal, menanggapi pemberitaan dan artikel yang beredar terkait kebijakan tersebut. Ia menilai bahwa pemberian makan bergizi gratis kepada seluruh unsur di lingkungan sekolah merupakan langkah yang sangat tepat dan layak untuk diterapkan.

“Kami selaku pengelola dapur SPPG sangat setuju, bahkan sangat setuju sekali. Selama ini, pada tahap awal biasanya yang mendapatkan jatah makan bergizi gratis hanya sebatas PIC atau perwakilan sekolah. Namun alangkah baiknya jika seluruh guru, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga petugas kebersihan di sekolah juga bisa menikmati program ini,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, masih banyak guru yang berstatus honorer dan belum memiliki sertifikasi maupun status ASN atau PNS. Dengan adanya makan bergizi gratis, setidaknya dapat membantu meringankan beban biaya makan siang para guru dan tenaga pendukung di sekolah.

“Tidak semua guru itu bersertifikat atau ASN. Masih banyak guru honorer di lingkungan kami yang tentu sangat terbantu dengan adanya makan bergizi gratis ini,” jelasnya.

Selain manfaat ekonomi, Ia menilai program ini juga memiliki dampak sosial yang positif. Makan siang bersama antara guru dan siswa dinilai mampu meningkatkan interaksi, komunikasi, serta kedekatan emosional di lingkungan sekolah.

“Dengan makan bersama, akan terbangun rasa kekeluargaan antara guru dan siswa. Ini menjadi nilai positif bagi dunia pendidikan, karena kedekatan tersebut dapat memperkuat hubungan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa masih banyak manfaat lain yang dapat dirasakan dari program MBG jika diberikan secara merata kepada seluruh elemen sekolah. Oleh karena itu, pihak pengelola dapur SPPG Ciemas 02 mendukung penuh kebijakan tersebut agar dapat direalisasikan secara menyeluruh.

“Menurut kami, program makan bergizi gratis bagi guru, tenaga pendidik, dan tenaga pendukung lainnya sangat layak untuk diterapkan,” pungkasnya. (IFU)***

Editor : M.Nabil

PT Kilang Pertamina Balikpapan Diresmikan Presiden Prabowo

Gurilaps.com || Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan.

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan proyek kilang minyak raksasa atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan senilai Rp 123 triliun pada Senin (12/1/2026). Hal tersebut terungkap dalam unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet atau @sekretariat.kabinet. (Dok. Kementerian ESDM)

“Rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026 (hari ini),” tulis @sekretariat.kabinet, Senin (12/1/2026). (Dok. Kementerian ESDM)

Sebagaimana diketahui, proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero). (Dok. Kementerian ESDM)

Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan operasional awal, seiring dimulainya rangkaian start-up unit utama pengolahan, yakni Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, yang merupakan hasil modernisasi Kilang Balikpapan melalui proyek RDMP. (Dok. Kementerian ESDM)

Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan. (CNBC Indonesia/Adiandono)

Dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp 123 triliun, proyek ini menjadi modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu proyek energi paling strategis di Asia Tenggara.***

Editor : Nabil L

Dampingi Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN, Bupati Sukabumi : Program MBG 3B Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

0

Gurilaps.com || Bupati Sukabumi H Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/Kepala BKKBN pada kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam rangka pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/1/2026).

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya stunting, di antaranya pernikahan dini, pemenuhan asupan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap terjadinya stunting.

Menteri Wihaji juga menyoroti masih adanya praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, pernikahan dini memiliki pengaruh besar terhadap tingginya risiko stunting.

Bupati Sukabumi H Asep Japar mengapresiasi kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI di tengah masyarakat yang membawa program antisipasi stunting.

“Kehadiran Pak Menteri di Kabupaten Sukabumi menjadi semangat baru dalam upaya pengentasan stunting di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Menurut Bupati, persoalan stunting dan pemenuhan gizi merupakan isu fundamental yang menentukan kualitas sumber daya manusia bangsa di masa mendatang. Program MBG 3B, atau Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, baduta (bayi di bawah dua tahun), dan balita, merupakan inisiatif nyata pemerintah pusat di bawah arahan Presiden untuk memastikan pemenuhan asupan gizi yang cukup sejak dini.

Program MBG 3B ini bukan sekadar pemberian bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Dengan tubuh yang sehat dan tumbuh kembang yang optimal, anak-anak diharapkan dapat lebih fokus belajar dan meraih cita-cita,” ucapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa peran para kader TPK sangat penting dalam rantai distribusi dan edukasi Program MBG 3B. Para kader bertugas mendistribusikan bantuan, memberikan edukasi gizi seimbang, serta mendampingi keluarga penerima manfaat secara langsung di lapangan.

Dedikasi para kader memastikan makanan yang diterima benar-benar aman, sehat, dan bergizi seimbang, serta tersalurkan kepada sasaran prioritas, yaitu ibu hamil dan anak-anak yang membutuhkan.

Melalui kegiatan temu kader ini, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga posyandu. Tantangan di lapangan diharapkan menjadi semangat untuk bekerja lebih optimal.

“Kami optimis, Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan keluarga-keluarga yang berkualitas.

Sementara itu, Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperkuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan kolaborasi yang solid, Kadis optimis pelaksanaan program SPPG di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Kecamatan Kabandungan, dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama para kader yang penuh dedikasi dalam mendampingi keluarga di lapangan.

Dalam kesempatan itu dilakukan Kunjungan keluarga rawan stanting (KRS) dan rutilahu kp cikubang RT 21 RW 09 desa kabandungan dan di lanjutkan kp Kaladi 1 RT 03 RW 05 desa tugu bandung. ****

Editor : Yosep M

Bupati Purwakarta Hadiri Kegiatan Jalan Santai Dalam Tangka HUT Partai Hanura ke-19 di Alun Alun Wanayasa

Gurilaps.com || Bupati Purwakarta menghadiri kegiatan jalan santai sekaligus penutupan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ke-19 yang digelar di Alun-Alun Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, pada Minggu, (11/1/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah dan diikuti oleh kader partai serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Acara jalan santai tersebut menjadi puncak dari rangkaian kegiatan HUT Partai Hanura ke-19 yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan, silaturahmi, serta meningkatkan partisipasi sosial antara partai politik dan masyarakat.

Bupati Purwakarta menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ke-19 di Kabupaten Purwakarta.

Ia berharap momentum peringatan HUT ini dapat menjadi ajang konsolidasi kader sekaligus memperkuat hubungan dan kedekatan Partai Hanura dengan masyarakat.

“Semoga di usia ke-19 ini, Partai Hanura semakin solid, terus berkontribusi positif bagi pembangunan daerah, serta mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat,” ujarnya singkat.

Melalui rangkaian kegiatan HUT Hanura tersebut, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat perjuangan partai dapat terus tumbuh dan terjaga.

Hal ini sejalan dengan peran politik partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat serta mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban, hiburan rakyat, serta pembagian doorprize, yang semakin menambah semarak perayaan HUT Partai Hanura ke-19 di Kabupaten Purwakarta.***

Editor : AS

Dihadapan Puluhan Ribu Penonton Persib Bandung Taklukkan Persija 1-0, Maung Bandung Puncaki Klasemen

0

Gurilaps.com || El Clasico Indonesia kembali menjadi milik Persib Bandung. Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh, Maung Bandung sukses menundukkan tamunya Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan BRI Super League, Minggu (11/1/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Gol semata wayang Persib dicetak oleh Beckham Putra Nugraha saat pertandingan baru berjalan lima menit. Memanfaatkan kesalahan lini belakang Persija, Beckham sukses menuntaskan peluang dan membawa Persib unggul cepat.

Jalannya pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Persija mencoba keluar dari tekanan dan lebih dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 57 persen, sementara Persib mengandalkan serangan balik cepat dan disiplin bertahan. Sejumlah pelanggaran terjadi di tengah lapangan, tercermin dari 4 kartu kuning untuk Persib dan 2 kartu kuning serta 1 kartu merah untuk Persija, yang semakin mempersulit tim tamu di sisa laga.

Pada babak kedua, Persija meningkatkan intensitas serangan. Namun, solidnya lini pertahanan Persib membuat berbagai upaya tim Macan Kemayoran gagal berbuah gol. Berdasarkan statistik, Persib melepaskan 9 tembakan dengan 5 tepat sasaran, sedangkan Persija mencatat 4 tembakan dan 2 mengarah ke gawang. Dalam situasi bola mati, Persija unggul jumlah tendangan sudut 6 berbanding 4, tetapi belum mampu menyamakan kedudukan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Persib Bandung.

Hasil ini membawa Persib Bandung naik ke puncak klasemen sementara BRI Super League, sekaligus mempertegas dominasi Maung Bandung di laga sarat gengsi El Clasico Indonesia musim ini. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

Telepon Prabowo dan Disetujui TKD Aceh Tak Kena Efisiensi Tahun Ini, PPJNA 98: Dasco Jalankan Amanat Pancasila dan UUD 45

0

Gurilaps.Com || Anto Kusumayuda (IST)
Keputusan pemerintah untuk tidak memberlakukan kebijakan efisiensi terhadap Transfer ke Daerah (TKD) bagi Provinsi Aceh tahun ini dinilai sebagai langkah konstitusional dan berkeadilan. Keputusan tersebut diambil setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto, menyikapi kondisi Aceh yang tengah menghadapi dampak bencana dan membutuhkan pemulihan cepat.

Ketua Umum Persatuan Pergerakan Jaringan Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, menyatakan bahwa langkah Dasco bukan sekadar manuver politik, melainkan bentuk nyata menjalankan amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Ini bukan soal lobi elite, tapi soal keberpihakan negara. Dasco menjalankan amanat Pancasila, terutama sila keadilan sosial, dan UUD 1945 yang mewajibkan negara melindungi seluruh rakyatnya, khususnya daerah yang sedang tertimpa musibah,” ujar Anto dalam keterangannya, Ahad (11/1/2026).

Aceh dalam beberapa waktu terakhir menghadapi berbagai bencana alam, mulai dari banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur di sejumlah kabupaten/kota. Kondisi tersebut membuat daerah membutuhkan dukungan fiskal penuh, terutama melalui TKD yang selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan layanan publik dan pemulihan pascabencana.

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat pada tahun anggaran berjalan sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran di daerah, termasuk Aceh. Pemangkasan TKD dikhawatirkan akan berdampak langsung pada sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, dan bantuan sosial bagi korban bencana.

Namun, melalui komunikasi politik tingkat tinggi antara DPR dan Presiden, Aceh akhirnya dikecualikan dari kebijakan efisiensi TKD tahun ini.

Anto Kusumayuda menilai peran Sufmi Dasco Ahmad sebagai pimpinan DPR RI sangat strategis dalam memastikan kebijakan fiskal nasional tidak abai terhadap kondisi objektif daerah.

“Dasco menunjukkan fungsi DPR sebagai wakil rakyat yang sesungguhnya. Beliau tidak hanya bicara soal anggaran di atas kertas, tetapi membaca realitas di lapangan,” kata Anto.

Menurutnya, keberanian Dasco menghubungi langsung Presiden Prabowo mencerminkan kepemimpinan politik yang komunikatif dan solutif, sekaligus memperlihatkan hubungan eksekutif–legislatif yang sehat dalam kerangka demokrasi konstitusional.

PPJNA 98 juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai cepat merespons aspirasi daerah. Persetujuan Presiden agar TKD Aceh tidak terkena efisiensi disebut sebagai bukti bahwa pemerintah pusat membuka ruang dialog dan mendahulukan kepentingan rakyat.

“Presiden Prabowo menunjukkan bahwa negara hadir. Dalam situasi darurat, efisiensi tidak boleh mengorbankan keselamatan dan pemulihan rakyat,” tegas Anto.

Ia menambahkan, keputusan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pemerintahan Prabowo tidak anti-kritik dan terbuka terhadap masukan dari DPR maupun elemen masyarakat sipil.

Dalam perspektif PPJNA 98, TKD bukan sekadar mekanisme distribusi anggaran, tetapi merupakan instrumen keadilan sosial dan pemerataan pembangunan. Karena itu, kebijakan fiskal harus mempertimbangkan kondisi geografis, sosial, dan situasional tiap daerah.

Aceh, dengan status kekhususan dan sejarah panjang konflik serta bencana, menurut Anto, memang layak mendapatkan perlakuan khusus dalam kondisi tertentu.

“Kalau daerah yang sedang luka justru dipotong anggarannya, itu bertentangan dengan semangat negara kesejahteraan,” ujarnya.

Meski mengapresiasi keputusan tersebut, PPJNA 98 juga mengingatkan pentingnya pengawasan agar TKD Aceh benar-benar digunakan untuk pemulihan rakyat, bukan disalahgunakan.

Anto meminta pemerintah daerah, DPRD, dan aparat penegak hukum memastikan dana tersebut dialokasikan secara transparan dan akuntabel, khususnya untuk:

-Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
-Pemulihan ekonomi masyarakat
-Perbaikan infrastruktur dasar
-Layanan kesehatan dan pendidikan

“Keputusan negara sudah tepat, sekarang tanggung jawab daerah untuk membuktikan bahwa dana ini benar-benar untuk rakyat,” pungkasnya.

Dengan tidak dikenakannya efisiensi TKD tahun ini, Aceh diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam proses pemulihan dan kembali menata kehidupan sosial-ekonomi masyarakatnya. Keputusan ini sekaligus menjadi preseden penting bahwa kebijakan fiskal nasional harus selalu berpihak pada kemanusiaan dan keadilan sosial, sebagaimana diamanatkan Pancasila dan UUD 1945.***

Editor : AS

Bupati Sukabumi Buka Kejurda Karate, Bangun Sportivitas dan Persaudaraan 

Gurilaps.com || Bupati Sukabumi H Asep Japar membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Tournament dan Festival Karate Piala Bupati Sukabumi III Se-Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di GOR Venue Tinju, Palabuhanratu, Sabtu (10/1/2026).

Acara pembukaan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, jajaran Pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi. Kejuaraan yang diselenggarakan Forki Kabupaten Sukabumi ini diikuti ratusan atlet karate dari beberapa Kabupaten/kota.

Bupati Sukabumi H Asep Japar menyebut Kejurda Karate Piala Bupati Sukabumi III menjadi agenda penting dalam pembinaan dan pengembangan atlet, khususnya cabang olahraga karate di daerah. Menurutnya, ajang ini bukan hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar karateka di Jawa Barat.

“Kejuaraan ini tidak semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, dan persaudaraan di antara para atlet,” kata Bupati.

Bupati berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik, bertanding secara optimal, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play. Menurutnya, kemenangan harus diraih secara terhormat, sementara kekalahan harus diterima dengan lapang dada.

“Persaingan hanya ada di arena pertandingan. Di luar arena, kita semua adalah saudara, yakni bagian dari keluarga besar karate Indonesia,” ujarnya.

Tak lupa, Bupati juga mengingatkan para wasit dan juri agar memimpin pertandingan secara profesional, objektif, dan adil sesuai aturan yang berlaku.

“Semoga kejuaraan ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional,” harapnya.

Sementara itu, Ketua FORKI Kabupaten Sukabumi, H. M Kamaludin Zen menilai para atlet karate di Sukabumi memiliki potensi besar untuk berkembang. Ia optimis, Forki Kabupaten Sukabumi untuk terus membenahi manajemen pembinaan atlet, termasuk dukungan pembiayaan bagi perguruan dan dojo.

“Saat ini terdapat delapan dojo aktif di Kabupaten Sukabumi. Pada 2026, kami fokus mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dengan target meraih medali emas, perak, maupun perunggu,” tegasnya.

Kamaludin pun memberikan motivasi kepada para atlet agar bertanding dengan penuh semangat dan tidak mudah menyerah selama kompetisi berlangsung.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara, Budiarkah, menjelaskan kejuaraan ini diikuti delapan perguruan karate yang ada di Sukabumi, yakni BKC, Budokai, Gabdika, Gokasi, Inkai, Inkanas, Shokaido, dan Wadokai. Dojo-dojo tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Secara keseluruhan, kejuaraan ini diikuti 608 atlet yang bertanding di 704 kelas. Panitia juga menyiapkan total hadiah pembinaan sebesar Rp29 juta. Rinciannya, Juara Umum I berhak atas Piala Bupati Sukabumi dan uang pembinaan Rp10 juta, Juara Umum II memperoleh Piala Kadispora dan uang pembinaan Rp7 juta, serta Juara Umum III mendapatkan Piala Ketua Forki Kabupaten Sukabumi dan uang pembinaan Rp5 juta.

Selain itu, penghargaan Best of the Best Kumite Under 21 Putra disertai uang pembinaan Rp1 juta. Panitia juga memberikan uang pembinaan masing-masing Rp2,5 juta untuk dojo asal Kabupaten Sukabumi dan luar dari Kabupaten Sukabumi.

Pada kesempatan itu, Bupati Sukabumi bersama jajaran menyerahkan medali secara simbolis kepada para atlet di sejumlah kategori, di antaranya Pra Usia Dini Kata Perorangan Putra dan Putri serta Usia Dini Kata Perorangan Putra dan Putri.***

Editor : AS

Wabup Sukabumi dan SPPI, Diskusi Strategis Dukung Terwujudnya Sukabumi Mubarakah

Gurilaps.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menghadiri kegiatan Malam Keakraban Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Sukabumi yang digelar di Pondok Alief, Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan agenda perdana SPPI Kabupaten Sukabumi sejak terbentuk. Dari total 221 anggota SPPI, sekitar 70 orang hadir dalam kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi strategis terkait program prioritas nasional serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah).

Panitia penyelenggara, Hidayatullah, mengatakan Malam Keakraban digelar sebagai wadah konsolidasi para sarjana penggerak agar memiliki kesamaan visi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.

“Saya yakin Kabupaten Sukabumi punya orang-orang hebat seperti kita yang mampu mendukung terwujudnya visi Sukabumi yang mubarakah,” kata Hidayatullah.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Abdul Aziz, menegaskan bahwa SPPI memikul tanggung jawab besar dalam mengawal program-program strategis pemerintah pusat, salah satunya Program Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Sandi, keterlibatan SPPI dalam Program BGN bukan hanya soal pelaksanaan teknis, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter bagi para relawan agar lebih matang dan siap menghadapi dinamika di lapangan.

“Program BGN ini harus dijadikan momentum pembentukan karakter. Jangan ragu dalam melangkah, karena yang dijalankan adalah perintah negara,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menilai Program BGN sebagai program yang sangat mulia karena menjadi bagian dari upaya besar menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak sekarang melalui pemenuhan gizi dan pendidikan yang berkualitas.

“Ini bukan soal anggaran atau bisnis, tetapi tentang bagaimana Presiden menyiapkan Indonesia Emas 2045. Pondasinya adalah gizi dan pendidikan yang baik,” ujar Wabup.

Wabup menambahkan, pencapaian Indonesia Emas tidak mudah dan membutuhkan kerja keras serta komitmen semua pihak. Ia menyebut para relawan SPPI telah menjadi bagian penting dari sejarah pembangunan bangsa.

“Bapak dan ibu semua sudah mencetak sejarah. Di tahun 2045 nanti, ada kerja keras Anda semua di dalamnya,” katanya..

Wabup berpesan agar para relawan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Sebab, sebaik apa pun sebuah program tidak akan berjalan optimal jika tidak diiringi dengan integritas para pelaksananya.

Sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan Stunting Kabupaten Sukabumi, Wabup berharap Program BGN dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka stunting.

Kendati demikian, pentingnya menjaga kualitas layanan, termasuk pengelolaan dapur layanan gizi agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Program ini menjadi pemicu dengan dampak yang sangat besar. Ke depan, selain pemberian makanan bergizi, anak-anak juga perlu dibekali edukasi tentang cara memilih, mengolah, dan menyajikan makanan sehat,” bebernya***

Editor : Yosep.M