Gurilaps.com || Pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciemas 02 menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menegaskan bahwa guru, tenaga tata usaha (TU), serta petugas kebersihan sekolah juga berhak mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya wakil ketua BGN, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan aturan soal guru dan pegawai di sekolah sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 terkait Perluasan Penerima MBG.
“Perpres Presiden nomor 115 keluar dari bulan Desember, itu ada tulisannya, guru dan tenaga guru dapat,” kata Nanik, saat meninjau MBG di SMK 1 Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Dari informasi tersebut PIC Dapur SPPG Ciemas 02, Rizal, menanggapi pemberitaan dan artikel yang beredar terkait kebijakan tersebut. Ia menilai bahwa pemberian makan bergizi gratis kepada seluruh unsur di lingkungan sekolah merupakan langkah yang sangat tepat dan layak untuk diterapkan.
“Kami selaku pengelola dapur SPPG sangat setuju, bahkan sangat setuju sekali. Selama ini, pada tahap awal biasanya yang mendapatkan jatah makan bergizi gratis hanya sebatas PIC atau perwakilan sekolah. Namun alangkah baiknya jika seluruh guru, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga petugas kebersihan di sekolah juga bisa menikmati program ini,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, masih banyak guru yang berstatus honorer dan belum memiliki sertifikasi maupun status ASN atau PNS. Dengan adanya makan bergizi gratis, setidaknya dapat membantu meringankan beban biaya makan siang para guru dan tenaga pendukung di sekolah.
“Tidak semua guru itu bersertifikat atau ASN. Masih banyak guru honorer di lingkungan kami yang tentu sangat terbantu dengan adanya makan bergizi gratis ini,” jelasnya.
Selain manfaat ekonomi, Ia menilai program ini juga memiliki dampak sosial yang positif. Makan siang bersama antara guru dan siswa dinilai mampu meningkatkan interaksi, komunikasi, serta kedekatan emosional di lingkungan sekolah.
“Dengan makan bersama, akan terbangun rasa kekeluargaan antara guru dan siswa. Ini menjadi nilai positif bagi dunia pendidikan, karena kedekatan tersebut dapat memperkuat hubungan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa masih banyak manfaat lain yang dapat dirasakan dari program MBG jika diberikan secara merata kepada seluruh elemen sekolah. Oleh karena itu, pihak pengelola dapur SPPG Ciemas 02 mendukung penuh kebijakan tersebut agar dapat direalisasikan secara menyeluruh.
“Menurut kami, program makan bergizi gratis bagi guru, tenaga pendidik, dan tenaga pendukung lainnya sangat layak untuk diterapkan,” pungkasnya. (IFU)***
Editor : M.Nabil


