Jumat, April 24, 2026
Beranda blog Halaman 9

Pengangkatan Pegawai SPPG Jadi PPPK, Begini Tanggapan SPPG Limusnunggal Kota Sukabumi

Gurilaps.com, Sukabumi || Rencana pemerintah mengangkat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mendapat respons positif dari pelaksana program di lapangan.

PIC SPPG Limusnunggal, Elvi, menilai kebijakan yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung keberhasilan dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, pengangkatan pegawai inti SPPG menjadi PPPK akan memperkuat pengawasan dan pelaksanaan program sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Pengangkatan pegawai SPPG menjadi PPPK oleh BGN adalah salah satu strategi penting untuk mendukung program MBG. Staf SPPG, khususnya kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi, memiliki tugas yang sangat krusial,” ujar Elvi, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, ketiga jabatan tersebut berperan langsung dalam mengawasi standar mutu makanan, pengelolaan anggaran, serta operasional dapur agar pelaksanaan program berjalan optimal dan tepat sasaran.

Meski demikian, Elvi berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada pengangkatan status kepegawaian semata. Menurutnya, pegawai SPPG juga memerlukan perhatian lebih terkait kepastian jenjang karier dan status kepegawaian jangka panjang.

“Dengan tanggung jawab yang besar, mereka juga membutuhkan kepastian tentang jenjang karier dan status kepegawaiannya. Hal ini penting untuk menjaga profesionalisme serta keberlangsungan program MBG,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya menyatakan bahwa pegawai inti SPPG yang telah lama beroperasi akan resmi diangkat sebagai ASN PPPK mulai 1 Februari 2026. Jabatan yang diangkat meliputi kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.***

Editor : Ujang S

UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi Gelar MAKRAB Angkatan 2026 Pererat Tali Silaturahmi

Gurilaps.Com, Cimahi || Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan IKIP Siliwangi telah melaksanakan kegiatan Malam Keakraban (MAKRAB) Tahun 2026 yang bertempat di Villa Bata Merah CIC pada tanggal 20–21 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota UKM Kewirausahaan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kekompakan organisasi.

MAKRAB merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk membangun rasa kebersamaan, solidaritas, serta memperkuat hubungan antaranggota UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi.

Kegiatan MAKRAB ini juga merupakan salah satu syarat yang harus diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi yang ingin bergabung sebagai anggota UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti games kebersamaan, diskusi kewirausahaan, sharing antaranggota, serta malam keakraban yang berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme.

Ketua UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi, Nur Hasanah, menyampaikan bahwa kegiatan MAKRAB menjadi momentum penting bagi calon anggota maupun anggota aktif untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan komitmen berorganisasi.

Melalui MAKRAB ini, kami berharap seluruh peserta dapat saling mengenal lebih dekat, membangun kerja sama yang baik, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MAKRAB 2026, Falina, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. Ia berharap MAKRAB ini dapat memberikan pengalaman berharga serta menjadi langkah awal bagi para calon anggota untuk aktif dan berkontribusi dalam UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi.

Dengan terselenggaranya MAKRAB UKM Kewirausahaan IKIP Siliwangi Tahun 2026, diharapkan seluruh anggota dan calon anggota dapat membawa semangat baru, meningkatkan solidaritas, serta bersama-sama memajukan UKM Kewirausahaan di lingkungan IKIP Siliwangi maupun di luar lingkungan IKIP Siliwangi.

Jurnalis : M Nabil Luthfi

Editor : AS

Beasiswa Bupati Sukabumi 2026 Resmi Dibuka Kerjasama Dengan Nusa Putra, Dorong Peningkatan Kualitas SDM Daerah

Gurilaps.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Bupati Sukabumi Tahun 2026, Selasa (20/01/2026).

Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi putra-putri terbaik Kabupaten Sukabumi.

Program Beasiswa Bupati Sukabumi diselenggarakan melalui kerja sama berkelanjutan dengan Nusa Putra University, kampus unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi. Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah berupaya membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan berkualitas bagi generasi muda.

Beasiswa tersebut secara resmi kembali dibuka mulai 19 Januari 2026. Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para calon mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan keinginan kuat untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Asep Japar dalam video penjelasan mengajak seluruh putra-putri terbaik daerah untuk tidak menyia-nyiakan peluang ini. Program beasiswa ini bukan hanya bertujuan mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga membentuk generasi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

“Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Nusa Putra University, diharapkan lahir generasi penerus yang mampu mewujudkan visi Sukabumi sebagai daerah yang sejahtera dan berdaya saing, menuju bumi mubarakah,” tuturnya.***

Editor : Ratu Dinar Nusantara

Hak Sekolah dan Hak Belajar Tidak Boleh Dikorbankan oleh Konflik Tanah YBHM Garut

0

Oleh : Salman Rizkatillah Abdussalam, S.M
(Peraih Penghargaan Bupati Garut Tahun 2025 sebagai Pemuda Pelopor Bidang Sosial dan Advokasi Masyarakat)

Wartanews.org || Permasalahan konflik hak tanah yang melibatkan YBHM di Kabupaten Garut hari ini bukan lagi sekadar persoalan administrasi kepemilikan, tetapi telah menyentuh ruang paling mendasar dalam kehidupan masyarakat, yaitu sekolah dan hak belajar anak-anak. Ketika konflik tanah mulai mengancam keberlangsungan pendidikan, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya sertifikat atau batas wilayah, melainkan masa depan generasi Garut. Sekolah, baik negeri maupun swasta, yang berada dalam lingkup kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kabupaten/Kota, harus ditempatkan sebagai kepentingan publik yang tidak boleh dikorbankan oleh konflik apa pun.

Hak belajar adalah hak konstitusional yang dijamin oleh UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran. Bahkan dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi negara, kepentingan terbaik anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan. Maka, setiap kondisi yang menyebabkan terganggunya aktivitas belajar mengajar sesungguhnya telah masuk ke wilayah pengabaian hak asasi manusia.

Anak-anak tidak pernah mengerti soal sengketa, mereka tidak paham tentang akta, sertifikat, atau batas tanah. Yang mereka tahu hanya datang ke sekolah untuk belajar, bermimpi, dan berharap masa depan lebih baik. Jika negara membiarkan sekolah terancam, maka negara sedang mengajarkan kepada anak-anak bahwa hak mereka bisa dikalahkan oleh konflik orang dewasa. Ini bukan hanya persoalan hukum, tapi persoalan nurani.

Sebagai warga Garut, saya menegaskan bahwa tanah bisa diperdebatkan, dokumen bisa diuji, namun hak belajar tidak boleh ditunda, apalagi dikorbankan. Garut tidak akan besar dari tanah yang diperebutkan, tetapi dari anak-anak yang dididik dengan aman, tenang, dan bermartabat. Pemerintah daerah tidak boleh berdiri netral dalam persoalan yang menyentuh masa depan generasi, melainkan harus hadir sebagai pelindung, mediator, dan penjamin keberlangsungan pendidikan.

Saya percaya, kepemimpinan yang kuat bukan diukur dari keberanian memenangkan konflik, tetapi dari keberanian melindungi anak-anak. Karena ketika sekolah dilindungi, sesungguhnya kita sedang melindungi masa depan Garut itu sendiri.***

Editor : AS

Potensi Beras Merah Desa Cibenda Kecamatan Ciemas, Kearifan Lokal yang Patut Dilestarikan

0

Gurilaps.com || Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu desa yang memiliki kekayaan potensi sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian. Salah satu komoditas unggulan yang masih terjaga hingga saat ini adalah padi huma, terutama beras merah. Pertanian huma bukan sekadar sistem bercocok tanam tradisional, tetapi juga bagian dari kearifan lokal masyarakat Desa Cibenda yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Deni, salah satu tokoh masyarakat setempat, pada musim panen huma Desa Cibenda mampu menghasilkan padi huma dalam jumlah yang melimpah. Beras merah yang dihasilkan dari padi huma ini memiliki kualitas yang baik, dari segi rasa, kandungan gizi, maupun nilai kesehatannya. Hal ini karena padi huma ditanam secara alami, minim penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis, sehingga lebih ramah lingkungan dan aman untuk dikonsumsi, ungkapnya.

Beras merah dikenal memiliki kandungan serat yang tinggi, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti membantu mengontrol kadar gula darah dan menjaga kesehatan pencernaan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, beras merah padi huma memiliki peluang pasar yang sangat menjanjikan, ujar Deni.

Namun, pengelolaan padi huma di Desa Cibenda masih perlu ditingkatkan. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan sarana produksi, pengolahan pascapanen yang masih sederhana, serta pemasaran yang belum terkelola secara optimal. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi besar ini dikhawatirkan tidak memberikan nilai tambah yang maksimal bagi kesejahteraan petani, kata Deni.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, perlu dilakukan upaya peningkatan kapasitas petani, penyediaan sarana produksi yang memadai, serta pengembangan pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, potensi beras merah padi huma Desa Cibenda dapat dioptimalkan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat, tegas Deni.

Selanjutnya Deni mengatakan “Pemerintah setempat telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung pengembangan padi huma di Desa Cibenda. Bantuan bibit padi huma yang unggul dan pelatihan tentang cara menanam padi huma yang baik dan benar telah diberikan kepada petani. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi huma di Desa Cibenda, ungkapnya.

Dengan upaya bersama, potensi beras merah padi huma Desa Cibenda dapat menjadi salah satu komoditas unggulan Sukabumi yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat dan meningkatkan perekonomian daerah, pungkas Deni.***

Editor : Ujang Sulaeman

 

Urun Rembuk Ika Sadaya Fakultas Ilmu Budaya/Sastra Unpad “Rembuk Ika Sadaya Unpad”

0

Gurilaps.com || Mengawali kegiatannya tahun 2026, senior alumni Sastra Unpad bersama Pengurus Ika Sadaya Unpad Periode 2025-2029 melakukan pertemuan di Sagoo Kitchen & Kopi Lay, Kota Bandung, 17/1/2026. Sederet para senior alumni Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran tampak hadir dalam acara yang bertajuk “Rembug Ika Sadaya Unpad” ini.

Ada Kang Himat Kurnia seorang entrepreuneur lulusan Ilmu Sejarah Unpad, pendiri dan pemilik perusahaan Kelompok Agromedia yang juga mantan Ketua Umum Ika Unpad Periode 2016-2022. Hikmat Kurnia berharap Ikatan Alumni Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya menjadi wadah bersilaturahmi sekaligus berkontribusi, dan juga sebagai tempat ngumpul heureuy (bergembira, Red.). Ia menginginkan setiap pengurus untuk mengutamakan kepentingan organisasi dan bukan kepentingan pribadi.

Hadir juga Kang Paskah Irianto alumni Sastra Rusia Unpad yang juga pendiri Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) dan juga salah satu pendiri Komite Independen Pemilih Indonesia (KIPP) Indonesia. Paskah Irianto berharap para alumni Sastra dan Ilmu Budaya mengaplikasikan keilmuannya bukan sekedar hiburan tetapi memperkuat identitas alumni sastra sebagai pendidik, penegak moral, berkarakter dan berjiwa sosial.

Ia menginginkan para alumni mampu menerobos isu-isu strategis yang tampil bermartabat dengan kekuatan pikiran.

Tampak hadir Kang Budi Hermansyah alumni Sastra Arab Unpad yang juga mantan anggota DPRD Jawa Barat Periode 2009-2014 dari Partai Hanura sekaligus aktivis eksponen ‘98. Kang Hikmat Gumelar penyair Indonesia yang juga alumni Sastra Unpad juga hadir.

Urun rembuk Ika Sadaya ini dimotori Kang Airiyanto Assa senior alumni Sastra Rusia seorang aktivis reforma agraria pada Serikat Petani Jawa Barat (SPJB).

Serikat ini diketahui didirikan pada 2 Maret 1991 dikenal sebagai serikat petani otonom pertama pasca 1965 di Indonesia. Serikat ini merupakan kolaborasi aktivis perkotaan dan pimpinan petani tingkat lokal tempat terjadinya konflik tanah di Jawa Barat.

Turut hadir Kang Joe P. Project seorang aktor, komedian, sekaligus presenter ternama di Indonesia, alumni dari jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Unpad. Diketahui, Juhana Sutisna (nama asli Joe) bersama Denny Chandra dan kawan-kawannya membentuk kelompok seni panggung yang terkenal di tahun 1990 bernama Padhyangan Komedi Musikal Bandung (Padhyangan KMB) yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Padhyangan 6 dan P. Project.

Pasar Budaya Internasional Bandung
Kang Joe tampak aktif mengarahkan jalannya urun rembuk Ika Sadaya Unpad ini. Presenter ini kemudian meminta Ika Sadaya Unpad menggelar kegiatan kebudayaan internasional di Kota Bandung.

Kegiatan Pasar Budaya Internasional Bandung bertujuan agar Bandung sebagai Kota Budaya dapat mempertunjukkan kekayaan sastra budaya Indonesia dan Bangsa-Bangsa lainnya di Kota Bandung. Dari Indonesia yang terkenal seperti seni kriya dan kerajinan (misalnya kain batik/membatik dan sejenisnya), penampilan musik (misalnya angklung, dan sejenisnya); seni tari, karya sastra (puisi dan sejenisnya).

Kekayaan sastra dan budaya negara lainnya juga akan dipertunjukkan di acara ini melalui kerjasama dengan kedutaan besar negara-negara sahabat, seperti Jepang, Rusia, Perancis, Jerman, Arab, Cina, Korea Selatan, dan lain-lain. Keragaman budaya negara lain yang dapat ditampilkan di acara ini, antara lain tarian, musik, kuliner, dan kostum, serta karya sastra lainnya dari negara-negara sahabat.

Kegiatan Pasar Budaya Internasional Bandung (Bandung International Culture Festival) bermaksud memfasilitasi interaksi antar mahasiswa dan masyarakat dengan delegasi asing.

Diharapkan masyarakat pengunjung dapat mengenal dan mencintai budaya sendiri dan budaya negara lain, mampu membaca peluang usaha berbasis budaya, sekaligus membangun persahabatan dan meningkatkan wawasan global.

“Dalam acara ini akan diundang seluruh alumni Sastra dan Ilmu Budaya se-Indonesia untuk hadir di Kota Bandung,” papar Joe, Sabtu, 17/1/2026.

Program Kerja Ika Sadaya Unpad
Ketua Umum Ika Sadaya Unpad, Nuning Purwaningrum Hallet, S.S., M.Hum., Ph.D. menyambut baik usulan kegiatan yang dimunculkan pada acara Urun Rembuk Ika Sadaya Unpad.

“Terima kasih kepada para senior atas berlangsungnya acara “Rembug” Ika Sadaya ini, ”kata Nuning, Sabtu 17/1/2026.

Tampak hadir membersamai Nuning, Desmanjon Purba,S.S. Wakil Ketua Umum Ika Sadaya Unpad dan Andre Sudrajat, S.S. Sekretaris Jenderal Ika Sadaya Unpad. Hadir juga pengurus lainnya seperti Wenang Prakasa, S.S., Devy Karina, S.S., Rani Wulansari Ariana, S.S., M.Hum., Miranti Artarina, S.S., M.Hum., dan lain-lain.
Sebelum acara dimulai, laporan kegiatan Ika Sadaya Unpad 2025 sudah dibagikan kepada peserta.

Ika Sadaya Unpad di bawah kepemimpinan Nuning P. Hallet belum genap 1 (satu) tahun. Nuning terpilih sebagai Ketua Umum pada Mubes Ika Sadaya Unpad (14/2/2025), kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus lengkap yang dilaksanakan pada 12/5/2025. Walaupun terbilang masih baru, pengurus Ika Sadaya sudah mampu menorehkan banyak kegiatan baik secara internal alumni maupun eksternal.

Tercatat, Ika Sadaya Unpad telah melaksanakan misi membangun jejaring alumni melalui kegiatan Sadaya Go Hiking, Podcast, Panggung Ika Sadaya, Workshop Fotografi dan Optimalisasi Copy Writing untuk Media Sosial.

Program kerjasama dengan kementerian luar negeri dan kementerian tenaga kerja juga telah dijajaki. Selain kedua kementerian tersebut, Ika Sadaya Unpad juga sudah menjajaki sekaligus membina komunikasi dengan Lembaga Kerjasama Jerman (GIZ) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) untuk penyiapan kelas bahasa asing calon penyelia halal di berbagai negara.

Pada tahun 2025, Ika Sadaya Unpad juga berhasil menyelenggarakan acara Ngobrol di Museum Kota Bandung “Jejak Mesin Tik Maestro Jakob Sumardjo” selama 3 (tiga) hari bekerjasama dengan Pemkot Bandung c.q Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, para seniman/budayawan Bandung, dan stakeholders lainnya.

Kegiatan yang diketuai Desmanjon ini berhasil memamerkan buku-buku karya Prof. Jakob Sumardjo yang sekaligus mengupas pemikiran dan karya Jakob Sumardjo melalui seminar dengan menghadirkan pelaku budaya dan kalangan akademisi. Kegiatan ini juga menampilkan pertunjukan seni tari, sastra, dan musik berlangsung pada 26-28 Agustus 2025.

Ika Sadaya Unpad juga telah bekerjasama dengan Yurinoki untuk beasiswa sekolah bahasa Jepang dan LAZ Graha Dhuafa Indonesia untuk program kelas bahasa Jepang gratis per Oktober 2025 hingga April 2026.

Selain itu, Ika Sadaya Unpad juga sukses menggelar Charity Event di akhir Desember 2025 untuk korban bencana alam di Arjasari Kab. Bandung dan Aceh Tamiang. Kegiatan ini diketuai Wenang Prakasa. Selanjutnya, Ika Sadaya Unpad sudah menyalurkan perlengkapan ibadah dan sembako ke Kec. Arjasari, Kab. Bandung, pada Minggu, 4 Januari 2026.

Sementara itu, di Aceh Tamiang Ika Sadaya Unpad membuka dapur umum selama 5 hari sejak 14 Januari 2026 yang dikelola oleh NGO Flower Aceh dan disalurkan ke tenda-tenda pengungsi oleh Lifeguard Aceh.***

Editor : Rd Haraqi Siliwangi

Pemkab Garut Berikan Penghargaan Pelopor Bidang Sosial dan Advokasi Masyarakat pada Salman Rizkatillah

0

Gurilaps.com, Garut || Salman Rizkatillah Abdussalam, S.M menerima Piagam Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut atas perannya sebagai Pelopor Bidang Sosial dan Advokasi Masyarakat di Kabupaten Garut. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut dalam upacara yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Minggu (19/01/2026).

Salman dinilai aktif dan konsisten dalam mengawal berbagai isu sosial, melakukan pendampingan masyarakat, serta mendorong advokasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik dan keadilan sosial. Peran tersebut dijalankannya melalui kerja-kerja lapangan bersama masyarakat, khususnya kelompok rentan dan warga yang kesulitan mengakses hak-haknya.

Menurut Salman, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat atas tanggung jawab moral dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kerja sosial dan advokasi harus terus berjalan selama ketimpangan sosial masih dirasakan oleh warga.

“Penghargaan ini bukan milik pribadi, tapi milik masyarakat yang selama ini berjuang bersama. Selama masih ada ketimpangan dan warga kesulitan mengakses hak-haknya, kerja sosial dan advokasi tidak boleh berhenti. Ini menjadi tanggung jawab moral untuk terus hadir bersama rakyat,” pungkas Salman.

Editor : AS

Kebun Binatang Bandung Dipadati Pengunjung, Destinasi Wisata Favorit 

0

Gurilaps.com || Kebun Binatang Bandung kembali menjadi destinasi wisata favorit warga Bandung dan sekitarnya, terutama setelah diterapkannya sistem tiket masuk seikhlasnya. Minggu (18/01/26), kebun binatang ini dipadati pengunjung sejak pagi hari, dengan antrean yang mengular di pintu masuk.

Pengunjung datang dari berbagai daerah, mulai dari Cimahi, Garut, Subang, hingga Jakarta. Mereka datang bersama keluarga, pelajar, dan bahkan wisatawan luar kota yang ingin menikmati wisata edukasi dengan suasana yang masih asri. Salah satu pengunjung, Belinda, mengaku sengaja datang ke Bandung Zoo untuk mengisi waktu libur bersama anak-anaknya. “Saya sangat senang karena masuknya gratis, jadi bisa menghemat biaya. Anak-anak juga bisa belajar tentang satwa secara langsung,” ujarnya.

Sistem pembayaran tiket seikhlasnya ini dinilai memberikan kemudahan dan kesempatan bagi masyarakat untuk tetap berwisata tanpa terbebani biaya. Pengunjung bisa menikmati suasana kebun binatang yang masih asri, bersantai di bawah pohon-pohon rindang, dan mengenalkan satwa kepada anak-anak secara langsung.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat senang bisa melihat hewan-hewan di kebun binatang. Kami datang dari Cimahi, dan sangat puas dengan pengalaman ini,” kata salah satu pengunjung lainnya.

Kebun Binatang Bandung sendiri telah menjadi pilihan wisata yang edukatif dan menyenangkan bagi masyarakat. Dengan suasana yang masih asri dan harga tiket yang terjangkau, tidak heran jika kebun binatang ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Bandung.***

Jurnalis : M.Nabil

Editor : AS

Peresmian Baitul Nazzar Izudin dan Majelis Dzikir Merah Putih, Doa Sholawat untuk Keselamatan Bangsa

0

Gurilaps.com || Jamaah dan tamu undangan memadati area Baitul Nazzar Izzudin di Kp. Ciutara, Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi, Sabtu 17/01/2026. Kehadiran mereka dalam rangka peresmian dan gunting pita, Majelis Baitul Nazzar Izzudin, yang bekerja sama dengan Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih

Peresmian majelis yang dibawah naungan Yayasan Nazar Izzudin tersebut dihadiri langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Parungkuda, Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, MUI Kecamatan Parungkuda, Kepala Desa Pondokkasolandeuh, serta tamu undangan lainnya. Acara tersebut berlangsung khidmat dan sarat nilai religius, dengan kehadiran para pemangku kepentingan yang ada di Kecamatan Parungkuda dan Pemdes Pondokkasolandeuh.

Dalam sambutannya, perwakilan dari Yayasan Nazar Izzudin, Nazrul Izzudin mengatakan bahwa peresmian Majelis Baitul Nazzar Izzudin tersebut bukan hanya sekadar agenda seremonial saja. Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat pentingnya membangun peradaban yang berlandaskan iman, akhlak, dan persatuan.

“Majelis ini bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan rumah suci tempat sujud, pusat persaudaraan, serta mercusuar nilai-nilai keimanan dan peradaban. Dari masjid inilah diharapkan lahir doa-doa yang menguatkan dan langkah-langkah kebaikan bagi masyarakat,” ujar Nazrul Izzudin.

Dia menambahkan, keberadaan Majelis Baitul Izzudin, diharapkan mampu berperan sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat. Selain itu, majelis ini diharapkan dapat memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Desa Pondokkasolandeuh Parungkuda Sukabumi

“Mari kita makmurkan majelis ini bersama-sama. Semoga dari tempat ini tumbuh masyarakat yang berakhlak mulia, rukun, dan damai senantiasa diberkahi Allah SWT,” tambahnya.

Sementara itu, Dewan Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Aam Abdul Salam, S.Ag mengatakan, peresmian majelis Baitul Nazzar Izzudin merupakan bentuk komitmen dari Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, untuk selalu mengajak masyarakat dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Peresmian ini tonggak awal bagi kita sebagai anak bangsa dalam memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sebagai umat Islam, Majelis harus dijadikan penggerak dalam bentuk lantunan doa dan shalawat untuk keselamatan bangsa dan negara,” kata Aam.

Aam melanjutkan, lantunan doa dan shalawat tersebut juga merupakan bentuk support yang diberikan kepada Presiden Prabowo serta mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berdoa dalam rangka keselamatan negeri dan bangsa Indonesia, khususnya dalam mendukung peogram Asta Citanya Bapak Presiden.

“Banyak program yang bagus dalam Asta Citanya Bapak Prabowo. Maka, kita wajib mendukung semua programnya agar bisa tercapai sesuai harapan,” lanjut Aam.

“Maka, sangat penting dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk suksesi Asta Cita. Oleh karena itu Kami menyerukan dan mengajak kepada ratusan juta rakyat Indonesia untuk mendoakan Bapak Presiden Prabowo, agar sukses menuntaskan semua programnya,, salahsatunya lewat doa dan dzikir di setiap masjid dan majelis ini, ” seru Aam.

Aam menjelaskan, bentuk doa yang dipanjatkan tersebut bisa dilakukan secara personal maupun secara berjamaah di majlis-majlis. Sebagaimana yang rutin dilaksanakan oleh Majelis Dzikir Merah Putih merupakan Majlis Dzikir dan Shalawat RI 1 Prabowo Subianto”.

“Kalau berdoa nya bebas ya, bisa secara personal maupun berjamaah. Nah, Kami sendiri sudah membentuk majelis khusus yaitu majelis dzikir merah putih,” jelas Aam.

Aam menegaskan, kehadiran masjid dan majelis Baitul Izzudin tersebut merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan energi positif kepada Bapak Presiden sebagai Kepala Negara Sekaligus Kepala Pemerintahan.

“Majelis ini harus menjadi bagian penting untuk menyalurkan energi positif kepada Presiden Prabowo. Dimana beliau sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan harus memiliki energi positif menjadi kekuatan dalam mengolah negara ini,” tegas Aam.

“Banyak program-program unggulan yang telah dicetuskan oleh Presiden dalam asta citanya. Semua nya harus didukung untuk mewujudkan dan membawa masyarakat yang sejahtera. Caranya banyak, salahsatunya mwmberikan dukungan dengan Dzikir dan Shalawat ini,” pungkas Aam.***

Editor : Asep SG

Bupati Sukabumi Bersama Forkopimda Hadiri Lailatul Ijtima, ” Momentum Introspeksi dan Ikatan Kebersamaan”

Gurilaps.Com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar berkumpul bersama Forkopimda, ulama, hingga masyarakat di Pendopo Sukabumi, Kamis malam, 15 Januari 2026. Kegiatan dalam rangka silaturahmi tersebut, dikemas dengan istilah Lailatul Ijtima.

Kegiatan untuk berbagi ilmu, berdzikir, hingga doa bersama ini, dihadiri pula para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

“Lailatul Ijtima ini bukan sekadar rutinitas, namun momentum penting untuk intropeksi diri dan memperkuat ikatan kebersamaan di antara kita,” ujar Bupati Sukabumi H. Asep Japar.

Bahkan melalui Lailatul Ijtima ini, dapat memperkokoh ukhuwah islamiyah. Terutama demi terciptanya kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarakah.

“Ukhuwah islamiyah ini merupakan fondasi moral yang kokoh bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan solid. Terutama di tengah dinamika kehidupan sosial saat ini,kita dituntut untuk menjaga persatuan,” ucapnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak bisa melaksanakan pembangunan secara parsial. Sebab, diperlukan kolaborasi dan sinergi yang erat antara ulama, umaro, dan seluruh elemen masyarakat.

“Semua ini diperlukan untuk memastikan program pembangunan berjalan optimal dan berorientasi pada kepentingan publik,” ungkapnya.

Berkaca dari hal tersebut, bupati mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen dan menjaga kerukunan umat beragama. Selain itu, dapat meningkatkan koordinasi antara pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat dalam menjalankan program keagamaan dan sosial.

“Mari kita jadikan nilai religius sebagai landasan dalam setiap kebijakan dan aktivitas pembangunan. Selain itu,mari manfaatkan malam Lailatul Ijtima ini sebagai ajang bertafakur, bersyukur, dan menyatukan langkah demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sukabumi H. Andi Rahman menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pikiran hingga menyelaraskan visi misi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah. Apalagi dengan kehadiran forkopimda, tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya.

“Semoga melalui kegiatan ini, kerukunan dan keharmonisan dapat terus terjaga,” pungkasnya.

Dalam kegiatan yang penuh makna ini, diakhiri lewat tausyiah oleh Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH. E.S Mubarok.***

Editor : Nabil