Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 8

Sosialisasikan Literasi Digital dan Anti Hoaks Digelar Bakesbangpol Jabar, Bijak Gunakan Medsos dan AI

Gurilaps.com || Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi literasi digital dan anti hoaks bertajuk “Ngabedakeun Kaler Jeung Kidul” di Gedung PGRI Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, tenaga pendidik, hingga unsur pemerintahan. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyaring informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Sebelum acara dimulai, kegiatan diawali penampilan angklung dari tim PGRI Cabang Bojongpicung yang terdiri dari para guru dan kepala sekolah. Sebanyak 38 pemain membawakan lagu Manuk Dadali dan Sisi Basisir Jayanti.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tom Maskun, mengapresiasi Kabupaten Cianjur yang menjadi lokasi sosialisasi. Ia menilai literasi digital penting agar masyarakat mampu menghadapi arus informasi di era global.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membuat masyarakat harus semakin cerdas dalam menyaring informasi. Literasi digital menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks.

Perwakilan Badan Kewaspadaan Daerah, Khoirul Naim, menyebut literasi digital sebagai isu fundamental bagi ketahanan sosial masyarakat. Ia menilai Jawa Barat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas informasi nasional.

Ia menjelaskan, jumlah penduduk Jawa Barat mencapai sekitar 20 persen dari total penduduk Indonesia. Selain itu, tingkat penggunaan media sosial di provinsi ini sangat tinggi.

Kepala Kesbangpol Cianjur Ahmad Mutawali menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, akademisi, media, dan masyarakat dalam menghadapi hoaks generatif di era kecerdasan buatan.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan AI telah memunculkan ancaman baru berupa manipulasi informasi yang semakin sulit dibedakan dari fakta.

Pemateri lainnya, Joko Ardi, menjelaskan teknologi deepfake mampu meniru wajah dan suara seseorang secara realistis melalui kecerdasan buatan, sehingga dapat memicu penipuan dan disinformasi.

Ia mengungkapkan lonjakan konten deepfake mencapai 968 persen dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan kerugian global akibat penipuan berbasis manipulasi identitas digital mencapai miliaran dolar.

Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Indah Pangestu Amaritasari mengingatkan masyarakat agar mampu membedakan fakta, opini, dan hoaks di dunia digital yang dipenuhi informasi.

Ia menekankan pentingnya literasi kritis dengan memeriksa sumber informasi, menyadari bias, serta membandingkan informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Sementara itu, pengamat dari Sinergi Media Digital Indonesia Aam Abdul Salam mengingatkan bahwa deepfake dan hoaks berbasis AI berpotensi mengganggu stabilitas informasi dan keamanan daerah.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi viral, melakukan verifikasi, serta meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh manipulasi informasi di media sosial, pungkasnya. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

HUT ke-23, FSPPB Gelar FGD “Perpu Migas Solusi Kontitusi Mengatasi Ketidakpastian Hukum Perkuat Ketahanan Energi”

0

GURILAPS.COM, JAKARTA || Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) memperingati hari jadi ke-23 dengan menggelar tasyakuran dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Reintegrasi Pertamina untuk Kedaulatan Energi Nasional” di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/03/2026).

Dalam forum tersebut, FSPPB secara resmi mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang Migas. Langkah ini dinilai sebagai solusi konstitusional untuk mengatasi ketidakpastian hukum dan memperkuat ketahanan energi di tengah memanasnya tensi geopolitik global.

Stagnasi Regulasi Mengancam Ketahanan Nasional

Presiden FSPPB, Arie Gumilar, menegaskan bahwa stagnasi regulasi migas saat ini bukan lagi sekadar persoalan administratif, melainkan sudah masuk ke ranah persoalan ketahanan nasional.

“FSPPB menilai Perpu merupakan instrumen konstitusional yang sah untuk memutus kebuntuan hukum, menata ulang tata kelola migas, dan memulihkan peran negara secara nyata dalam sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Arie.

Arie menyoroti paradoks besar di sektor energi nasional: produksi minyak Indonesia merosot dari 1,6 juta barel per hari menjadi hanya kisaran 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan terus meningkat. Dampaknya, Indonesia sangat bergantung pada impor, sehingga ketahanan energi menjadi sangat rentan terhadap gejolak harga dan gangguan pasokan internasional.

Menurutnya, kondisi ini merupakan dampak dari desain UU Nomor 22 Tahun 2001 yang cenderung menempatkan Pertamina hanya sebagai salah satu pelaku pasar, bukan instrumen utama negara.

“Kajian akademik menegaskan bahwa pengelolaan migas harus berada dalam kendali penuh pemerintah melalui BUMN sebagai representasi penguasaan negara,” tambahnya.

Dukungan dari Komite Nasional Kedaulatan Energi

Dukungan senada datang dari Komite Nasional Kedaulatan Energi. Sekjen Komite, Aam Abdul Salam, menyatakan bahwa reintegrasi Pertamina adalah sebuah kemestian untuk mencapai kedaulatan energi.

“Perpu adalah solusi konstitusi atas tata kelola SDA migas yang tidak kunjung selesai melalui perubahan UU. Pertamina harus dimandatkan sebagai wakil negara dalam tata kelola migas demi kemandirian energi yang sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat,” ungkap Aam.

Sinergi Elemen Bangsa dan Media

Hadir pula dalam acara tersebut, Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat, Aat Surya Safaat. Ia menekankan bahwa kedaulatan energi hanya bisa dicapai melalui persatuan seluruh elemen bangsa, termasuk dukungan dari insan pers.

“Kuncinya adalah the capital of your soul. Kami siap menyokong perubahan ini karena sebaik apa pun ide, tanpa bantuan media, gaungnya tidak akan maksimal,” kata Aat. Ia pun mengusulkan agar FSPPB terus konsisten bergerak, salah satunya dengan menggelar seminar lanjutan untuk menjaga momentum perjuangan kedaulatan energi nasional.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari akademisi, pengamat energi, serikat pekerja, mahasiswa, hingga tokoh-tokoh nasional. (M.Rafi Asyam)***

Editor : M.Nabil

Di Ambang Badai Global: Mengapa Perpu Pertamina di Bawah Presiden Adalah Keharusan

Oleh: Aam Abdul Salam, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA98).

GURILAPS.COM || Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang menyeret Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah membawa planet ini ke bibir jurang Perang Dunia III. Bagi Indonesia, ini bukan sekadar berita mancanegara; ini adalah alarm bahaya bagi ketahanan nasional. Selat Hormuz yang terancam blokade adalah urat nadi pasokan minyak dunia. Jika nadi itu terputus, krisis energi bukan lagi ancaman, melainkan realitas yang akan menghantam dapur setiap rumah tangga di tanah air.

Refleksi di Tengah Krisis: Terjebak dalam Jerat Impor

Data menunjukkan betapa rapuhnya kedaulatan energi kita. Saat ini, Indonesia masih harus merogoh kocek hingga US$ 100 juta setiap hari atau setara Rp 1,5 triliun hanya untuk mengimpor minyak mentah dan BBM. Ketergantungan ini membuat harga BBM domestik selalu “tersandera” oleh fluktuasi harga minyak dunia dan konflik global.

Statistik terbaru mencatat:

Defisit Kapasitas : Kilang Pertamina kapasitas terpasang hanya 1jt barel. Dengan kapasitas produksi 90% atau sehari cuma 900 rb barel dari kebutuhan nasional 1.6jt barel.

500rb barel itu tidak semua diproduksi di dalam negeri crudenya sebagian dijual oleh SKK Migas. Lalu dari crude yang ada hanya 60% yang jadi minyak.

Import crude kita saat ini 1 tahun mencapai 340 jt barel, artinya rata rata sehari 940 jt barel crude import. 1.6 juta dikurang 0.9 % maka import product sekitar 600 sd 700 jt barel ekuivallent per hari

Beban Impor : Indonesia mengimpor sekitar 297 juta barel minyak per tahun, di mana 168 juta barel di antaranya sudah dalam bentuk BBM jadi. Ini adalah pemborosan devisa yang luar biasa karena kita membayar “biaya pengolahan” kepada kilang negara lain.

Kondisi Kilang : Meski proyek RDMP Balikpapan telah meningkatkan kapasitas menjadi 360.000 barel per hari, secara keseluruhan produksi kilang Pertamina baru memenuhi sekitar 70% kebutuhan BBM nasional.

Solusi Strategis: Perpu Pertamina Langsung di Bawah Presiden

Di tengah kondisi darurat global ini, birokrasi yang berbelit adalah musuh nyata. Penguatan kemandirian energi tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa (business as usual). Dibutuhkan langkah luar biasa melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang menempatkan Pertamina langsung di bawah komando Presiden.

Mengapa harus di bawah Presiden?

Pemangkasan Birokrasi : Pertamina membutuhkan kecepatan untuk melakukan pengeboran mandiri di titik-titik kaya sumber daya tanpa hambatan regulasi lintas kementerian yang memakan waktu bertahun-tahun.

Akselerasi Kilang Mandiri : Dengan mandat langsung dari Kepala Negara, pembangunan kilang di lokasi-lokasi strategis yang kaya minyak bumi dapat dilakukan secara masif. Kita tidak boleh lagi mengekspor minyak mentah hanya untuk membeli kembali hasil olahannya dari luar negeri.

Kedaulatan Penuh : Keputusan strategis terkait eksplorasi sumur-sumur baru dan distribusi energi nasional dapat diambil dalam hitungan hari, bukan bulan, demi menghadapi eskalasi perang global yang bisa memutus jalur logistik kapan saja.

Memutus Rantai Ketergantungan

Tingginya harga BBM yang selama ini dikeluhkan masyarakat berakar pada satu masalah: kita kehilangan kendali atas rantai pasok kita sendiri. Dengan pengeboran mandiri dan kilang yang memadai, “biaya pengolahan minyak impor” yang mahal dapat dihapus. Indonesia harus mampu memproduksi BBM-nya sendiri, dari bumi sendiri, dan dikelola oleh tangan-tangan anak bangsa sendiri.

Jika kita tidak bergerak sekarang untuk memperkuat swasembada energi, maka kedaulatan bangsa ini akan selalu rapuh di hadapan konflik kekuatan besar dunia. Perpu Pertamina adalah kunci untuk memastikan bahwa ketika dunia terbakar oleh perang, lampu di rumah rakyat Indonesia tetap menyala dan roda ekonomi tetap berputar secara mandiri. ***

EDITOR : NABLI LUTHFI

Muhibah Ramadan: Silaturahmi dan Mendengarkan Aspirasi Warga, Menuju Sukabumi Mubarakah

Oleh : Aam Abdul Salam, Presidium KAHMI Sukabumi, Penasehat PWI Kab.Sukabumi dan SMSI Sukabumi

GURILAPS.COM, SUKABUMI || Gema selawat dan suasana hangat menyelimuti kegiatan Muhibah Ramadan 1447 H (tahun 2026) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Lebih dari sekadar agenda tahunan, momen ini menjadi panggung refleksi dan evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati H. Asep Japar (Asjap) dan Wakil Bupati H. Andreas yang resmi dilantik pada 20 Februari 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di berbagai titik, seperti Pondok Pesantren Modern Assalam Warungkiara dan Masjid Besar Al-Misbahul Huda Simpenan, menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyapa langsung pemimpin mereka. Bupati Asjap menegaskan bahwa Muhibah Ramadan adalah instrumen penting untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung demi perbaikan pelayanan publik di masa depan.

Dalam setiap kunjungannya, pasangan pemimpin ini memaparkan progres nyata dari visi Sukabumi yang Mubarakah (Mandiri, Religius, Inovatif, dan Sejahtera). Beberapa pencapaian gemilang dalam satu tahun pertama meliputi:

Penurunan Angka Kemiskinan : Berhasil ditekan hingga mencapai angka 6,41 persen.

Pendidikan & Kesejahteraan : Peluncura program Beasiswa Unggulan untuk menciptakan Generasi Emas serta penyelesaian ratusan unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Ketahanan Pangan : Capaian swasembada pangan yang terus didorong sebagai agenda strategis nasional.

Muhibah Ramadan kali ini mengusung misi besar untuk memperkuat spirit gotong royong. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh agama hingga pemuda—untuk menjaga persatuan yang telah menjadi modal utama keberhasilan pembangunan selama setahun terakhir.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tapi jalan silaturahmi dan ikhtiar kita bersama untuk membangun Sukabumi yang lebih baik ke depan,” ujar Bupati Asjap di sela kegiatannya. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan terus mengalir, seiring dengan berbagai program bantuan sosial seperti penyaluran sembako dan hadiah umrah yang juga mewarnai rangkaian acara.

Melalui Muhibah Ramadan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga dari eratnya hubungan antara pemimpin dan rakyatnya dalam balutan nilai-nilai religius dan nilai nilai kebangsaan. ***

Editor : M.Nabil

PGRI Palabuhanratu Gelar “Ramadan Berbagi”, Tebar Takjil hingga Santuni Anak Yatim

Gurilaps.com, Sukabumi || Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palabuhanratu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Palabuhanratu. Melalui kegiatan bertajuk “Ramadan Berbagi: Menyebar Kebaikan, Mempererat Silaturahmi”, mereka menggelar aksi sosial berupa pembagian takjil gratis serta santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran PGRI, Forkopimcam Palabuhanratu, mitra dapur SPPG se-Kecamatan Palabuhanratu, hingga dukungan dari Bank BJB.

Aksi sosial diawali dengan kegiatan “Takjil on the Road” yang dilaksanakan di kawasan Lampu Merah Jalan Cagak, Palabuhanratu. Dalam kegiatan ini, para pengurus dan anggota PGRI bersama unsur Forkopimcam turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Setelah kegiatan berbagi takjil, rangkaian acara dilanjutkan dengan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa yang digelar di Masjid Agung Palabuhanratu. Suasana kebersamaan dan kepedulian tampak terasa ketika para penerima santunan berkumpul bersama para pengurus PGRI dan tamu undangan.

Ketua PGRI Cabang Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, S.Pd, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian para guru terhadap masyarakat di bulan penuh berkah.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini kami Pengurus Cabang PGRI Palabuhanratu bersama Forkopimcam dan juga mitra SPPG dapat melaksanakan kegiatan berbagi takjil gratis on the road sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa,” ujar Febri Bayu Nugraha saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, seluruh bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut berasal dari donasi dan partisipasi aktif para anggota PGRI yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.

Menurutnya, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada seluruh anggota PGRI yang telah berpartisipasi, juga kepada mitra SPPG, Bank BJB, serta Forkopimcam yang telah ikut terlibat dan mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Bayu menambahkan, kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari komitmen PGRI Palabuhanratu untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi juga dalam aksi-aksi kemanusiaan.

“Melalui kegiatan Ramadan berbagi ini, kami berharap kehadiran PGRI Palabuhanratu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, serta mampu mempererat tali silaturahmi antara guru, pemerintah, dan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus menebar kebaikan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. (Asep S)***

Editor : M.Nabil

SMA Yaspin Palabuhanratu Gelar Buka Puasa dan Doa Bersama

Gurilaps.com, Sukabumi || Menjelang pelaksanaan Ujian Sekolah (US) tahun ajaran 2025/2026, keluarga besar SMA Yaspin menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus doa bersama yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 dan para guru, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat di area sekolah ini bertujuan untuk memberikan penguatan spiritual dan mental bagi para siswa sebelum menghadapi ujian yang dijadwalkan dimulai pada Senin, 9 Maret 2026 mendatang.

Kepala Sekolah SMA Yaspin, Japaruddin, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan tradisi tahunan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memotivasi siswa agar tetap tenang dan fokus.

“Kegiatan hari ini bukan sekadar seremoni buka puasa, melainkan bentuk dukungan moral kami kepada para siswa. Kami ingin mereka melangkah ke ruang ujian dengan hati yang tenang dan kepercayaan diri yang tinggi setelah berusaha maksimal dalam belajar,” ujar Japaruddin saat memberikan sambutan.

Beliau juga menambahkan bahwa persiapan teknis sekolah sudah mencapai tahap final. Japaruddin berharap seluruh siswa kelas 12 dapat lulus dengan nilai yang memuaskan dan mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang dicita-citakan.

“Kami mendoakan agar di hari Senin nanti tidak ada kendala teknis maupun kesehatan. Fokus utama kami adalah memastikan anak-anak siap secara lahir dan batin untuk menjawab setiap soal ujian dengan jujur dan teliti,” tambahnya.

Acara ditutup dengan salat Magrib berjamaah dan ramah tamah antara guru dan murid. Dengan semangat kebersamaan ini, SMA Yaspin optimistis pelaksanaan Ujian Sekolah tahun ini akan berjalan lancar dan sukses. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

Perisai Semesta: Persatuan Nasional, Kemandirian dan Doa Hadapi Situasi di Ambang Badai Global

Oleh : Aam Abdul Salam*

GURILAPS.COM || Menyimak apa yang disampaikan Bapak Sufmi Dasco, Persatuan Nasional dengan kompak dan solidnya masyatakat sipil merupakan fondasi penting dalam mendukung keberhasilan program Presiden Prabowo Subianto. Apalagi dihadapkan pada situasi sekarang ditengah dunia sedang tidak baik baik saja.

Gemuruh konflik di Timur Tengah antara poros AS-Israel melawan Iran bukan sekadar berita mancanegara di layar kaca; ia adalah alarm peringatan bagi dapur dan lampu di rumah-rumah kita. Bayang-bayang Perang Dunia III membawa ancaman nyata: krisis pangan, energi, dan guncangan ekonomi yang siap menerjang batas negara.

Namun, bagi Indonesia, ancaman bukanlah alasan untuk menyerah. Justru di tengah ketidakpastian ini, kita perlu memperkuat Benteng Pertahanan Rakyat Semesta.

Tiga Pilar Antisipasi: Krisis Pangan, Krisis Energi dan Krisis Perekonomian

Menghadapi krisis global memerlukan langkah konkret yang dimulai dari unit terkecil: keluarga dan komunitas.

Kedaulatan Pangan: Saat rantai pasok global terputus, tanah kita adalah penyelamat. Memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam kebutuhan pokok bukan lagi hobi, melainkan strategi bertahan hidup.

Ketahanan Energi: Efisiensi menjadi kunci. Mengurangi ketergantungan pada sumber daya impor dan mulai melirik potensi energi lokal adalah langkah preventif agar roda ekonomi tetap berputar saat harga minyak dunia melambung.

Stabilitas Ekonomi: Memperkuat sirkulasi ekonomi domestik dengan mencintai produk lokal akan menjaga daya tahan pasar dalam negeri dari inflasi global yang gila-gilaan.

Persatuan: Senjata Terkuat Kita

Sejarah membuktikan bahwa Indonesia runtuh bukan karena serangan dari luar, melainkan saat fondasi persatuannya retak. Menghadapi ancaman serangan fisik maupun siber yang bertujuan menghancurkan kedaulatan, persatuan rakyat adalah benteng yang tak tertembus. Tak peduli seberapa canggih teknologi lawan, rakyat yang bersatu adalah kekuatan asimetris yang paling ditakuti.

Momentum Ramadan: Benteng Langit

Di atas segala upaya lahiriah, ada kekuatan yang melampaui logika militer dan ekonomi. Momentum Bulan Ramadan tahun ini hadir sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat “Benteng Langit”.

Allahummahfadz bilaadanaa Induunisiyaa minal fitani wal mihan, waj’alhaa baldatan thayyibatan wa rabbun ghafuur) “Ya Allah, jagalah negeri kami Indonesia dari segala fitnah dan cobaan, dan jadikanlah ia negeri yang baik (aman sentosa) dengan Rabb Yang Maha Pengampun.”

Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momentum kolektif bagi jutaan rakyat Indonesia untuk bersimpuh. Di setiap sujud dan doa berbuka, terpanjat permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar negeri ini dijauhkan dari marabahaya. Doa adalah senjata orang beriman—sebuah energi spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah hiruk-pukuk ancaman dunia.

Penutup

Krisis mungkin tak terelakkan, namun kehancuran bisa dicegah. Dengan perpaduan antara persiapan fisik yang matang, persatuan nasional yang solid, dan Doa mengetuk pintu langit di bulan suci, Indonesia akan tetap tegak berdiri. Kita tidak hanya sedang bertahan, kita sedang membuktikan bahwa bangsa ini adalah bangsa pemenang, negeri Indonesia dibawah panji merah putih persatuan nasional akan selamat, kuat dan tampil memimpin ditengah konflik global, berperan mewujudkan perdamaian dunia.**

*Penulis : Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen PPJNA 98, Presidium Korp Alumni HMI (KAHMI) Sukabumi, Penasehat SMSI Sukabumi dan PWI Kab.Sukabumi

EDITOR . M.NABIL

PGRI Palabuhanratu Kawal Pembelajaran Karakter Selama Ramadan untuk Penguatan Akhlak

Gurilaps.com || Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, aktivitas belajar mengajar di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, resmi mengalami penyesuaian.

Berdasarkan instruksi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terkait pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan 1447 H/2026, kurikulum sekolah kini lebih dititikberatkan pada penguatan karakter religius dan pembinaan akhlak peserta didik.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut.

Ia menegaskan bahwa momentum Ramadan merupakan waktu krusial bagi para pendidik untuk membentuk pribadi siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.

“Ramadan adalah waktu terbaik bagi kita semua untuk melakukan spiritual recharge. Kami di PGRI Palabuhanratu berkomitmen memastikan setiap sekolah menjalankan program yang mengedepankan penanaman nilai-nilai akhlakul karimah,” ujar Bayu

Menurut Bayu, skema pembelajaran Ramadan tahun ini mencakup rangkaian kegiatan keagamaan yang terukur, mulai dari tadarus Al-Qur’an dan kajian literasi keagamaan, hingga pemantauan ibadah harian oleh para tenaga pendidik.

Langkah ini selaras dengan kalender pendidikan yang menetapkan masa pembelajaran tatap muka hingga pertengahan Maret 2026, sebelum memasuki masa libur Idul Fitri.

Lebih lanjut, Bayu mengimbau para orang tua untuk aktif melakukan pengawasan di rumah guna menjaga sinkronisasi antara pendidikan di sekolah dan lingkungan keluarga.

“Pendidikan karakter tidak bisa hanya mengandalkan peran guru di sekolah. Sinergi antara guru, siswa, dan orang tua adalah kunci utama keberhasilan penguatan akhlak ini,” tambahnya.

Melalui penyesuaian jam belajar yang lebih fleksibel, diharapkan para siswa tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang bermakna. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil

Menyalakan Harapan: Mengapa Listrik Adalah Kerja Bersama Gerakan Roda Ekonomi untuk Kemandirian Bangsa

0

Oleh : Aam Abdul Salam*

GURILAPS.COM || Bayangkan sebuah desa pesisir yang baru saja membuka diri untuk pariwisata. Di sana, deru mesin genset yang bising dan mahal perlahan digantikan oleh aliran listrik yang stabil. Tiba-tiba, penginapan bisa memasang pendingin ruangan, restoran dapat menyimpan bahan makanan beku, dan warga lokal bisa membuka bengkel las atau usaha konveksi di rumah mereka. Inilah wajah nyata dari pembangunan infrastruktur listrik: ia bukan sekadar kabel dan tiang, melainkan urat nadi kehidupan.

Namun, membentang kabel melewati hutan, gunung, hingga pemukiman padat penduduk bukanlah perkara mudah. Di sinilah dukungan semua lapisan masyarakat menjadi kunci utama.

Energi untuk Roda Ekonomi

Bagi sektor industri, ketersediaan listrik yang andal adalah syarat mati. Tanpa daya yang stabil, mesin pabrik berhenti, produksi terhambat, dan daya saing nasional melemah. Di sisi lain, sektor pariwisata modern kini sangat bergantung pada digitalisasi dan kenyamanan fasilitas yang semuanya membutuhkan energi. Dukungan masyarakat dalam mempermudah proses perizinan lahan atau sekadar menjaga keamanan aset infrastruktur di lingkungan sekitar, secara tidak langsung membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

Dari Rumah Tangga ke Kemandirian Bangsa

Untuk kebutuhan rumah tangga, listrik adalah jendela dunia. Anak-anak bisa belajar di malam hari dengan terang, dan ibu rumah tangga bisa meningkatkan produktivitas melalui usaha mikro berbasis listrik. Ketika masyarakat memahami bahwa pembangunan gardu induk atau jaringan transmisi adalah untuk kepentingan bersama, hambatan sosial yang sering muncul dalam proyek strategis dapat diminimalisir.

Sinergi Adalah Kekuatan

Pemerintah dan penyedia layanan energi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap tiang listrik yang tertanam adalah investasi untuk masa depan. Sikap kooperatif warga dalam proses pembebasan lahan, menjaga kebersihan jaringan dari pohon yang rimbun, hingga kedisiplinan dalam penggunaan energi, merupakan kontribusi nyata yang tak ternilai.

Pembangunan infrastruktur listrik adalah estafet kebaikan. Saat semua lapisan masyarakat memberikan dukungan penuh, kita tidak hanya sedang menerangi bangunan, tetapi juga sedang menerangi jalan menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing global.***

*Penulis : Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen PPJNA 98, Penasehat SMSI/PWI Kab.Sukabumi dan Presidium KAHMI Sukabumi

Editor : M.Nabil

Tanamkan Karakter Dermawan, SDIT Mutiara Bagikan Takjil Gratis di Masjid Agung Palabuhanratu

Gurilaps.com || Semangat berbagi di bulan suci terpancar dari wajah siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara. Sekolah yang beralamatkan di Jl. Bhayangkara, Kecamatan Palabuhanratu ini, tengah menyelenggarakan aksi sosial bertajuk “MUTIARA Berbagi Takjil Gratis” yang berlokasi tepat di area depan Masjid Agung Palabuhanratu.

Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, mulai dari tanggal 4 hingga 11 Maret 2026 ini, melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa secara bergantian. Pada hari Kamis (5/3/2026), giliran siswa kelas dua didampingi para guru bersiaga di depan masjid untuk menyambut warga yang hendak berbuka.

Sistem pembagian takjil ini dibuat berjenjang setiap harinya. Dimulai dari siswa kelas 1 pada hari pertama hingga kelas 6 pada hari terakhir. Dengan pendampingan intensif dari guru, para siswa belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat di lingkungan rumah ibadah terbesar di Palabuhanratu tersebut.

Hudan Jaelani, salah satu guru pendamping dari SDIT Mutiara, menekankan bahwa kegiatan ini adalah laboratorium karakter bagi para siswa.

“Kami ingin menanamkan betapa pentingnya belajar berbagi sejak dini. Dengan memanfaatkan momentum Ramadan, kami mendidik karakter anak untuk membiasakan berbagi satu sama lain. Melalui aksi di depan masjid ini, mereka belajar empati secara nyata,” ujar Hudan, Kamis (5/3/2026).

Aksi ini mendapat respon positif dari warga sekitar. Kehadiran anak-anak sekolah dasar yang antusias membagikan paket takjil memberikan suasana hangat dan inspiratif di tengah aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. (Yosep M)***

Editor : M.Nabil