Sabtu, April 25, 2026
Beranda blog Halaman 7

Hamzah Gurnita Ketua Komisi II Serap Aspirasi Warga Cibungur, Rutilahu hingga PJU Jadi Sorotan

Gurilaps.com || Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, S.H., melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang Tahun 2026 di Kampung Cibungur, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat guna menyerap serta menindaklanjuti aspirasi warga di daerah pemilihannya.

Dalam reses tersebut, Hamzah Gurnita menyampaikan sejumlah poin penting terkait program pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan. Salah satunya adalah pemberian kuota Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga yang memenuhi kriteria, sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Hamzah juga melakukan evaluasi terhadap pembangunan jalan lingkungan yang telah direalisasikan pada tahun anggaran 2025. Ia menegaskan bahwa masukan dari warga sangat diperlukan untuk memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Tak kalah penting, penerangan jalan umum (PJU) yang telah dibangun pada tahun 2025 turut menjadi bahan pembahasan. Menurut Hamzah, PJU memiliki peran strategis dalam mendukung keamanan, kenyamanan, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga, sehingga perlu terus dipantau dan ditingkatkan kualitasnya.

“Reses ini adalah sarana untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Apa yang disampaikan warga akan menjadi bahan perjuangan kami di DPRD agar dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan pemerintah daerah,” ujar Hamzah Gurnita di hadapan warga.

Warga Kampung Cibungur menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Mereka berharap aspirasi yang telah disampaikan, khususnya terkait perbaikan infrastruktur dan bantuan perumahan, dapat segera direalisasikan demi menunjang kehidupan masyarakat yang lebih layak dan sejahtera. (Ujang S)***

Editor : Nabil

UMMI Gelar Tradisi Tahunan Pengajian Qobla Ramadan

0

Gurilaps.com ||  Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kembali menggelar Pengajian Qobla Ramadan 1447 H sebagai bagian dari tradisi tahunan dalam menyambut bulan suci Ramadan pada hari Rabu, (04/02/2026). Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium UMMI, Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Pengajian tersebut menghadirkan Dr. Anwar Abbas, M.Ag., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup, sebagai pemateri utama. Acara ini diikuti oleh civitas akademika UMMI serta persyarikatan Muhammadiyah Kota dan Kabupaten Sukabumi yang antusias menyimak tausiyah menjelang datangnya bulan penuh berkah.

Dalam keterangannya, Rektor UMMI, Dr. Reny Sukmawani, M.P., menegaskan bahwa pengajian qobla Ramadan merupakan agenda rutin kampus sebagai wujud kegembiraan dan rasa syukur atas datangnya bulan suci.

“Pengajian qobla Ramadan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud rasa syukur dan kegembiraan menyambut datangnya bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini, kami berharap sivitas akademika senantiasa mendapatkan arahan dan bimbingan, khususnya untuk kemajuan kampus kita tercinta,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UMMI berharap sivitas akademika semakin siap secara spiritual dan intelektual dalam menyambut Ramadan serta termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas keislaman dan kontribusi bagi kemajuan kampus.

“Kampus Kita sudah mulai besar, oleh karena itu kita sudah punya perencanaan untuk menyiapkan generasi intelektual dengan pengembangan kampus, baik secara sarana maupun prasarana. Seiring datangnya Ramadhan 1447 H, Kita berharap semua civitas akademika UMMI, satu frekwensi untuk membesarkan dan mengembangkan kampus,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup, Dr. Anwar Abbas, M.Ag., mengatakan bahwa UMMI sudah waktunya berbenah dalam mengembangkan kampus, terutama dalam menyambut mobilitas pergerakan pencari ilmu, khususnya yang dari luar Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Saya kira sudah waktunya ya, UMMI untuk mengembangkan kampusnya, baik memperbaiki fasilitas yang sudah ada disini maupun diluar ini. Sebentar lagi akan terasa, apabila akses tol Bocimi seksi III dan IV sudah dibuka. Saya yakini, mahasiswa yang akan belajar di UMMI ini, akan datang dari luar Sukabumi,” ucapnya.

Dr. Anwar Abbas, M.Ag., juga mengatakan, persaingan daya jual kampus juga akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat untuk belajar di kampus UMMI. Karena persaingan perguruan tinggi yang ada di Sukabumi semakin ketat dengan berdirinya beberapa perguruan tinggi, yang menawarkan program studi yang dibutuhkan.

“Kita harus lihat juga persaingan antar kampus, maka UMMI jangan kalah dengan perguruan tinggi yang lain dalam membuka program studi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu kualitas lulusan juga harus ditingkatkan, sehingga tingkat  kepercayaan masyarakat ke kampus UMMI semakin meningkat,” tambahnya.

Ia berharap, dengan datangnya bulan suci Ramadhan kali ini, UMMI sebagai kampus yang berbasis intelektual ke-Islaman, bisa memberikan warna yang berbeda dalam membentuk generasi berkarakter.

“Ramadhan harus dijadikan ajang motivasi kampus dalam membentuk generasi yang beriman, bertaqwa, dan berilmu pengetahuan serta teknologi yang tinggi. Sehingga generasi yang di cetak disini adalah kader-kader yang memiliki karakter,” pungkasnya. ***

Editor: M.Nabil

Budi Azhar Mutawali, S.IP Ketua DPRD Kab.Sukabumi : Selamat Harlah Nahdatul Ulama ke 100 Tahun

0

Budi Azhar Mutawali, S.IP Ketua DPRD Kab.Sukabumi Mengucapkan Selamat Harlah Nahdatul Ulama ke 100 Tahun

BNN RI Kolaborasi Strategis Dengan Pemuda Patriot Nusantara, Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

0

Gurilaps.com || Organisasi Pemuda Patriot Nusantara (PPN) secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Peresmian kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Kerjasama (PKS) yang berlangsung di Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026

Penandatangan PKS oleh BNN dengan PEMUDA PATRIOT NUSANTARA adalah menjawab perintah Presiden Prabowo yang tertuang dalam Prinsip Asta Cita Indonesia.

PPN diharapkan menjadi mitra terdepan BNN dalam sosialisasi dikalangan kampus, organisasi kepemudaan, sekolah, pusat pelatihan kerja luar negeri hingga ke pelosok Desa di seluruh Indonesia.

Langkah ini juga diambil sebagai bentuk keprihatinan PPN terhadap ancaman narkoba yang kian menyasar usia produktif. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk menjalankan program pencegahan berbasis komunitas dan edukasi masif di seluruh jaringan wilayah Pemuda Patriot Nusantara.

Poin Utama Kerja Sama:
Sosialisasi Terpadu: Penyelenggaraan edukasi bahaya narkoba secara berkala kepada anggota PPN dan masyarakat umum.

Pembentukan Relawan Anti-Narkoba: Kader PPN akan dilatih oleh BNN untuk menjadi agen perubahan (influencer) di lingkungan masing-masing.

Deteksi Dini: Dukungan penuh PPN dalam mengajak seluruh masyarakat untuk berani melapor ke BNN agar direhabilitasi dan PPN siap memberikan pendampingan.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat yang terdampak untuk berani lapor rehabilitasi di semua pelayanan BNN. Kami siap melakukan pendampingan” ujar Andi.

Andi juga menekankan bahwa kerjasama ini merupakan tindakan nyata dalam rangka War On Drugs For Humanity.

“Negara ini tidak butuh pemuda yang sekadar gagah-gagahan, tapi pemuda yang sehat secara mental dan bersih dari narkoba. Kerja sama dengan BNN adalah komitmen nyata kami dalam agenda war on the drugs,” ujar Ketua Pemuda Patriot Nusantara Andi Kurniawan SH MH.

Selain itu Andi juga mengungkapkan akan terus mengkampanyekan program Pemuda Bersinar (Berkualitas, Bersih, Berprestasi dan Anti Narkoba).

Sementara itu, pihak BNN yang diwakili Drs. Yuki Ruchimat, M.Si selaku Pelaksana Tugas Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI menyambut baik inisiatif ini. Mereka menyatakan bahwa sinergi dengan organisasi kepemudaan seperti Pemuda Patriot Nusantara sangat krusial, mengingat pendekatan peer-to-peer (antarpemuda) jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan pencegahan.

“Kami ucapan terimakasih kepada Pemuda Patriot Nusantara. Penandatanganan ini tidak boleh hanya diatas kertas, hanya seremoni. Harus ada tindak lanjut bersama kedepannya,” ujar Drs.Yuki.

Acara diakhiri dengan ikrar bersama seluruh anggota Pemuda Patriot Nusantara untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).***

Editor : Heri

R.M Saung Baskom, Rumah Makan Sunda Berikan Kenikmatan Perkuat Potensi Kuliner Desa Karangpapak

Gurilaps.com || Kampung Karang Papak, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan potensi ekonomi lokal di sektor kuliner dan pariwisata. Salah satu pelaku usaha yang turut mendorong geliat tersebut adalah R.M Saung Baskom Sunda Nikmat, rumah makan khas Sunda yang berlokasi di kawasan Karangpapak, Desa Karangpapak Cisolok.

Rumah makan bernuansa tradisional Sunda ini menjadi destinasi kuliner favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pesisir selatan Sukabumi. Letaknya yang strategis, tidak jauh dari jalur wisata Pantai Karanghawu dan spot surfing Cimaja, membuat Saung Baskom mudah dijangkau wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dengan konsep saung terbuka, pengunjung dapat menikmati sajian khas Sunda sambil merasakan suasana santai dan udara segar khas pesisir pantai. Beragam menu tradisional disajikan, di antaranya nasi liwet, ikan bakar, ikan goreng, karedok, serta aneka minuman seperti kopi, matcha, dan minuman segar lainnya.

Pengelola R.M Saung Baskom Sunda Nikmat, Esda, mengatakan bahwa cita rasa autentik menjadi kekuatan utama rumah makan tersebut.

“Bumbu khas Sunda kami jaga agar tetap meresap dan konsisten, sehingga pelanggan merasa puas dan ingin kembali,” ujarnya.
Dari sisi harga, Saung Baskom tergolong ramah di kantong. Menu makanan dibanderol mulai Rp25.000 hingga Rp55.000, sementara paket nasi liwet lengkap ditawarkan seharga Rp150.000 untuk 5 hingga 7 orang. Selain melayani makan di tempat, Saung Baskom juga menerima pesanan catering untuk berbagai kegiatan dan telah terdaftar di layanan GrabFood.

Esda mengungkapkan, jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.

“Di hari biasa omset sekitar Rp1,5 juta per hari. Saat akhir pekan bisa mencapai Rp5 juta, bahkan pernah menembus Rp7 juta,” katanya.

Popularitas Saung Baskom juga tercermin dari kunjungan sejumlah influencer dan artis nasional, seperti Saeful Jamil, Maxime, dan Arbani, serta liputan dari program televisi nasional. Hal ini semakin memperkuat citra Desa Cimaja sebagai kawasan wisata yang tidak hanya unggul di sektor pantai dan surfing, tetapi juga kuliner tradisional.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, keberadaan R.M Saung Baskom Sunda Nikmat dinilai turut berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Desa Cimaja. Usaha kuliner berbasis lokal ini menjadi contoh nyata potensi desa yang mampu berkembang seiring dengan sektor pariwisata.***

Editor : M.Nabil

Ketua DPRD Kab.Sukabumi Hadiri Rakornas Pusat-Daerah, Dukung Penuh Kebijakan Nasional

0

Gurilaps.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026).

Rakornas yang mengusung tema “Pusat Memandu, Daerah Melaju, Indonesia Berdikari” tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya dalam penyelarasan kebijakan serta pelaksanaan program-program prioritas nasional.

Kegiatan nasional ini secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia kini berada pada posisi yang semakin mandiri dan berdaulat sebagai sebuah bangsa.

“Kita sudah bisa mengatakan bahwa Indonesia sekarang berdiri di atas kaki kita sendiri. Apapun perbedaan kita—suku, ras, agama, maupun pandangan politik—kita tetap satu keluarga besar Indonesia. Saya dipilih untuk bekerja bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan bahwa kehadiran DPRD dalam Rakornas ini merupakan bentuk nyata komitmen untuk mendukung kebijakan nasional agar dapat diimplementasikan secara optimal di daerah.

Ia menekankan bahwa kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang efektif, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Rakornas ini, DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan kesiapan untuk bersinergi dan mendukung kebijakan nasional, agar pelaksanaannya di daerah berjalan searah dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, sekaligus menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi pembangunan nasional menuju Indonesia yang mandiri, maju, dan berdaulat.***

Editor : Yosep M

Kios Buah Nurbaing di Kawasan Wisata Cikakak Sukabumi, UMKM Tumbuh Lewat Pemberdayaan Petani

0

Gurilaps.com || Di tengah tantangan ekonomi paska pandemi Covid-19, sebuah UMKM lokal di Cikakak Cisolok.Kabupaten Sukabumi justru mampu bertahan dan terus berkembang.

Kios Buah Nurbaing, yang berlokasi di Jalan Nasional Palabuhanratu–Cisolok, tepatnya di Kampung Bojonghaur RT 03 RW 08, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, kini menjadi salah satu contoh usaha mikro yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan petani lokal.

Kios Buah Nurbaing dirintis oleh Maspupah D. Fatimah (35) pada tahun 2020, saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Berawal dari usaha sederhana menjual kelapa muda dengan peralatan seadanya—bahkan hanya meletakkan buah di atas meja—usaha ini perlahan berkembang menjadi kios buah yang menyediakan berbagai hasil pertanian, seperti pisang, pepaya, sirsak, labu, durian, dan komoditas hasil tani lainnya.

Berbeda dengan kios buah pada umumnya, Kios Buah Nurbaing mengusung konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para petani di sekitar wilayah Cikakak. Maspupah secara aktif melakukan pembinaan terhadap petani binaannya, mulai dari pemberian modal usaha hingga berbagi pengetahuan terbaru di bidang pertanian.

“Pemberdayaan ekonomi bukan sekadar jual beli, tetapi bagaimana petani bisa mandiri, sejahtera, dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi penguatan usaha, Maspupah juga mengelola kebun milik pribadi yang terus dikembangkan. Kebun tersebut berfungsi tidak hanya sebagai penyangga stok buah agar tetap stabil, tetapi juga sebagai laboratorium lapangan untuk pengembangan pengetahuan dan praktik pertanian yang dapat diterapkan oleh para petani binaan.

Selain melayani penjualan langsung di kios, Kios Buah Nurbaing juga memasok buah-buahan ke luar daerah, seperti ke Kota Bogor. Bahkan, sejumlah tengkulak secara rutin mengambil hasil pertanian langsung dari kios. Namun demikian, sistem pembayaran yang belum sepenuhnya tunai masih menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan usaha.

“Pembayaran masih sering menunggu pengambilan berikutnya. Harapannya ke depan bisa cash, supaya perputaran keuangan lebih stabil dan pemberdayaan petani bisa diperluas,” jelas Maspupah.

Tantangan lain yang dihadapi adalah ketidakstabilan harga hasil pertanian. Harga yang kerap anjlok berdampak langsung pada kemampuan kios dalam menyerap hasil panen petani, terutama di tengah keterbatasan modal usaha.

Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Kios Buah Nurbaing tetap berkomitmen menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadirannya bukan hanya sebagai tempat jual beli buah, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara UMKM dan petani untuk membangun ekonomi desa yang berkelanjutan. (Ujang S)***

Editor : AS

Menjaga Keamanan Investasi Sektor Pariwisata, Kunci Masa Depan Ekonomi Kabupaten Sukabumi

0

Oleh: Dede Heri
Sekjen Rumah Literasi Merah Putih

Gurilaps.com || Kabupaten Sukabumi dianugerahi potensi pariwisata yang luar biasa. Bentang alam yang lengkap—dari pegunungan, air terjun, geopark, hingga garis pantai yang panjang—merupakan aset strategis yang tidak dimiliki semua daerah. Namun, potensi besar ini tidak akan bernilai maksimal tanpa satu prasyarat utama: keamanan investasi.

Keamanan investasi bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga mencakup kepastian hukum, kenyamanan berusaha, serta jaminan bahwa investasi yang ditanamkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Investor, khususnya di sektor pariwisata, sangat sensitif terhadap faktor-faktor tersebut. Tanpa rasa aman, seberapa pun besarnya potensi, investor akan berpikir dua kali untuk masuk.

Sektor pariwisata sejatinya dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat APBD Kabupaten Sukabumi. Ketika investasi pariwisata tumbuh, efek domino akan terjadi: lapangan kerja terbuka, UMKM lokal berkembang, infrastruktur meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak.

Namun, semua itu hanya bisa terwujud jika seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjaga iklim investasi. Pemerintah daerah perlu memastikan regulasi yang jelas dan konsisten, aparat keamanan menjaga stabilitas wilayah, sementara masyarakat turut berperan menciptakan lingkungan yang ramah terhadap investasi.

Pariwisata bukan sekadar sektor hiburan, tetapi mesin ekonomi daerah. Jika keamanan investasi di sektor ini benar-benar dijaga, Kabupaten Sukabumi tidak hanya akan dikenal sebagai daerah kaya potensi, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengelola potensi tersebut untuk kemajuan bersama.

Menjaga keamanan investasi pariwisata berarti menjaga masa depan ekonomi Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Nabil

Truk Isuzu Giga Terguling di Padabeunghar Sukabumi Akibat Jalan Amblas 

0

Gueilaps.com || Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi lagi di Poponcol Desa Padabeunghar Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Sebuah truk Isuzu Giga bermuatan dimsum/batu giling terguling akibat kondisi jalan yang amblas.

Sebagai informasi sebelum kejadian ini truk bermuatan kardus rongsok beberapa pekan lalu juga oleng akibat jalan rusak di Poponcol ini.

Kepala Desa Padabeunghar Ence Rohendi menjelaskan bahwa kendaraan Isuzu Giga bernomor polisi F 9155 OTV dikemudikan oleh Toapik Rohman (41), warga Jalan Selabintana RT 09/RW 02, Kota Sukabumi.

Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mengambil jalur terlalu ke kanan sehingga bagian jalan tidak mampu menahan beban kendaraan dan menyebabkan truk terguling.

Akibat peristiwa tersebut, pengemudi mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan pertolongan. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materi akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp20 juta.

“Sekitar pukul 23.00 malam tadi terjadi lagi truk oleng karena jalannya memang rusak dan diduga supir mengambil terlalu kanan,” ujarnya.

“Semua supir diharap berhati hati jika melintas jalan Poponcol ini,” tambahnya.

Saat ini dilakukan proses evakuasi truk oleh Polsek Jampang Tengah dibantu para warga dan petugas lainnya.***

Editor : M.Nabil

Evaluasi Mendesak Program MBG : Antara Visi Strategis dan Tantangan Implementasi di Lapangan

Oleh : Dede Heri, Sekjen Rumah Literasi Merah Putih.

GURILAPS.COM, SUKABUMI || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto kini memasuki tahap krusial. Sebagai kebijakan strategis nasional yang dimulai masif pada 2025, program ini bertujuan menyediakan asupan gizi seimbang bagi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui guna menekan angka stunting dan memperkuat ekonomi lokal.

Berdasarkan Perpres No. 83 Tahun 2024, program ini dikelola langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pelaksanaannya di tingkat akar rumput bertumpu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

SPPG bermitra dengan berbagai entitas mulai dari BUMDes, koperasi, UMKM, hingga yayasan berbadan hukum sebagai mitra operasional dapur umum.

Secara struktural, operasional dapur dipimpin oleh Kepala SPPG yang mayoritas berasal dari personel Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Mereka bertanggung jawab penuh atas kendali mutu (Quality Control), distribusi, hingga edukasi keamanan pangan yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Meski sistem telah dirancang dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ketat, realita di lapangan menunjukkan celah yang fatal. Salah satu insiden menonjol terjadi di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada Rabu, 28 Januari 2026.

Sejumlah penerima manfaat dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG Anugrah Ratu Alam 1.

Berdasarkan laporan warga, tanda-tanda kegagalan operasional sebenarnya telah terdeteksi jauh sebelum insiden. Masyarakat mengeluhkan porsi yang tidak standar hingga kualitas bahan pangan yang dinilai kurang layak dikonsumsi.

Muncul dugaan kuat adanya praktik kolusi antara oknum pengelola dapur dengan mitra penyedia (yayasan/pihak ketiga) demi mengejar keuntungan pribadi dengan menekan biaya produksi. .

Idealnya, setiap unit dapur wajib didampingi oleh tenaga profesional yang terdiri dari Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan, dan Juru Masak terlatih. Namun, adanya oknum Kepala SPPG yang lebih patuh pada perintah mitra ketimbang regulasi negara menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi.

Badan Gizi Nasional dituntut melakukan evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola dapur di seluruh daerah. Tanpa pengawasan ketat dan sanksi tegas terhadap penyalahgunaan wewenang, visi besar Presiden Prabowo untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045 terancam terhambat oleh masalah teknis dan integritas di tingkat lokal.***

Editor : Yosep M