Selasa, Maret 10, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kios Buah Nurbaing di Kawasan Wisata Cikakak Sukabumi, UMKM Tumbuh Lewat Pemberdayaan Petani

Gurilaps.com || Di tengah tantangan ekonomi paska pandemi Covid-19, sebuah UMKM lokal di Cikakak Cisolok.Kabupaten Sukabumi justru mampu bertahan dan terus berkembang.

Kios Buah Nurbaing, yang berlokasi di Jalan Nasional Palabuhanratu–Cisolok, tepatnya di Kampung Bojonghaur RT 03 RW 08, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, kini menjadi salah satu contoh usaha mikro yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan petani lokal.

Kios Buah Nurbaing dirintis oleh Maspupah D. Fatimah (35) pada tahun 2020, saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Berawal dari usaha sederhana menjual kelapa muda dengan peralatan seadanya—bahkan hanya meletakkan buah di atas meja—usaha ini perlahan berkembang menjadi kios buah yang menyediakan berbagai hasil pertanian, seperti pisang, pepaya, sirsak, labu, durian, dan komoditas hasil tani lainnya.

Berbeda dengan kios buah pada umumnya, Kios Buah Nurbaing mengusung konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para petani di sekitar wilayah Cikakak. Maspupah secara aktif melakukan pembinaan terhadap petani binaannya, mulai dari pemberian modal usaha hingga berbagi pengetahuan terbaru di bidang pertanian.

“Pemberdayaan ekonomi bukan sekadar jual beli, tetapi bagaimana petani bisa mandiri, sejahtera, dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi penguatan usaha, Maspupah juga mengelola kebun milik pribadi yang terus dikembangkan. Kebun tersebut berfungsi tidak hanya sebagai penyangga stok buah agar tetap stabil, tetapi juga sebagai laboratorium lapangan untuk pengembangan pengetahuan dan praktik pertanian yang dapat diterapkan oleh para petani binaan.

Selain melayani penjualan langsung di kios, Kios Buah Nurbaing juga memasok buah-buahan ke luar daerah, seperti ke Kota Bogor. Bahkan, sejumlah tengkulak secara rutin mengambil hasil pertanian langsung dari kios. Namun demikian, sistem pembayaran yang belum sepenuhnya tunai masih menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan usaha.

“Pembayaran masih sering menunggu pengambilan berikutnya. Harapannya ke depan bisa cash, supaya perputaran keuangan lebih stabil dan pemberdayaan petani bisa diperluas,” jelas Maspupah.

Tantangan lain yang dihadapi adalah ketidakstabilan harga hasil pertanian. Harga yang kerap anjlok berdampak langsung pada kemampuan kios dalam menyerap hasil panen petani, terutama di tengah keterbatasan modal usaha.

Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Kios Buah Nurbaing tetap berkomitmen menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadirannya bukan hanya sebagai tempat jual beli buah, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara UMKM dan petani untuk membangun ekonomi desa yang berkelanjutan. (Ujang S)***

Editor : AS

Popular Articles