Selasa, Maret 10, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ular Sanca 3 Meter Muncul di Permukiman Bojong Setra Cibadak Sukabumi 

Gurilaps.com || Warga Kampung Bojong Setra, RT 03/RW 001, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, digegerkan oleh kemunculan seekor ular sanca kembang berukuran besar. Ular tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 3 meter dan berat mencapai 15 kilogram.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/4/2025) siang, saat sejumlah warga tengah beraktivitas. Salah satu saksi mata, Hesti Juwita (35), mengaku terkejut saat melihat ular itu mencoba merayap ke halaman rumahnya.

“Waktu itu saya baru pulang jemput anak sekolah. Saat naik motor, anak saya tiba-tiba bilang, ‘Mamah, ada ular.’ Ternyata benar, ada ular besar banget mau masuk ke halaman lewat jalan samping,” ujarnya.

Menurut Hesti, ular tersebut kemudian masuk ke gorong-gorong di dekat rumahnya. Ia pun panik dan langsung meminta bantuan warga sekitar.

“Saya taruh motor dan lari ke rumah tetangga. Para pemuda langsung datang. Saya sampai sekarang masih gemetaran karena ularnya besar dan menakutkan,” ungkapnya.

Warga mengaku ini adalah kali pertama melihat ular sebesar itu di lingkungan mereka. Namun, beberapa orang pernah menemukan bekas kulit ular di dekat rumah kosong tak jauh dari lokasi kejadian.

“Diduga ular itu sudah lama berada di area tersebut sebelum akhirnya muncul ke permukaan,” ujar salah seorang warga.

Anggota Exalos Rescue Regional Sukabumi, Mohammad Nurdin, membenarkan bahwa kemunculan ular pertama kali diketahui oleh seorang anak kecil. Teriakan sang anak sontak membuat warga panik dan berkerumun.

“Biasanya jam segitu ular berjemur. Begitu mendengar teriakan warga, kami langsung menuju lokasi,” kata Nurdin.

Proses evakuasi ular sempat terkendala karena hewan tersebut bersembunyi di gorong-gorong yang cukup dalam. “Kami harus menggunakan alat seadanya dan evakuasi memakan waktu cukup lama. Tapi akhirnya berhasil kami amankan,” tambahnya.

Menurut Nurdin, kemunculan ular ini kemungkinan besar dipicu oleh perubahan musim.

“Sekarang masuk musim penetasan, ditambah musim hujan. Biasanya ular keluar dari sarangnya yang tergenang air, bisa dari kali atau lubang-lubang sekitar, dan masuk ke permukiman warga,” jelasnya.

Saat ini, ular sanca tersebut telah diamankan untuk pemeriksaan kesehatan dan perilaku. Jika kondisinya stabil, ular akan dilepasliarkan ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman.

“Kami pastikan dulu kondisinya. Jika sudah siap, akan kami lepasliarkan di tempat yang aman,” pungkas Nurdin.***(RAF)

Popular Articles