Gurilaps.com || Desa Citepus yang berada di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dikenal sebagai salah satu desa pesisir yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata, pertanian, serta ekonomi masyarakat. Letaknya yang berada di kawasan Teluk Palabuhanratu menjadikan desa ini memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas pariwisata di wilayah ibu kota Kabupaten Sukabumi.
Secara geografis, Desa Citepus memiliki luas wilayah yang cukup besar dengan bentang alam yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, permukiman, lahan pertanian hingga wilayah perbukitan. Berdasarkan data potensi wilayah, area pertanian di desa ini terdiri dari sekitar 122 hektare lahan persawahan, sekitar 606 hektare ladang atau tegalan, sekitar 222 hektare perkebunan negara, serta sekitar 39 hektare perkebunan swasta. Kondisi geografis tersebut menjadikan Citepus sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi berbasis pesisir sekaligus agraris.

Selain itu, posisi Desa Citepus juga berada di jalur utama kawasan wisata pesisir selatan Jawa Barat dan hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Palabuhanratu, sehingga relatif mudah diakses oleh wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.
Potensi Wisata Pesisir
Salah satu potensi unggulan Desa Citepus adalah sektor pariwisata pantai yang menjadi bagian dari kawasan wisata Palabuhanratu. Pantai Citepus telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun dari luar daerah yang datang ke Sukabumi.
Di wilayah desa ini terdapat beberapa titik pantai yang cukup populer di kalangan pengunjung, di antaranya Pantai Citepus Indah, RTH Citepus, Pantai Kebon Kalapa, serta Muara Citepus. Kawasan pantai tersebut dikenal memiliki hamparan pasir yang cukup luas dengan karakter ombak Samudera Hindia serta panorama matahari terbenam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Berbagai aktivitas wisata dapat dilakukan di kawasan ini, mulai dari bersantai di tepi pantai, menikmati pemandangan laut, hingga berburu spot foto di kawasan pesisir. Sejumlah warung kuliner, terutama yang menyajikan hidangan laut, juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pantai.
Selain wisata pantai, Desa Citepus juga memiliki fasilitas rekreasi keluarga berupa Waterpark Citepus atau Jajaway Waterpark yang turut menambah pilihan destinasi wisata bagi pengunjung. Keberadaan fasilitas tersebut semakin memperkuat potensi Citepus sebagai kawasan wisata keluarga di wilayah Palabuhanratu.
Akses menuju kawasan wisata di Desa Citepus juga relatif mudah karena berada di jalur lintas selatan Jawa Barat. Pengunjung dapat menikmati kawasan wisata dengan tarif masuk yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp10 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp30 ribu untuk kendaraan roda empat, dengan fasilitas pendukung seperti area parkir, mushola, toilet umum, gazebo, serta warung makan yang tersedia di sekitar lokasi wisata.
Potensi Pertanian dan Hasil Alam
Selain sektor pariwisata, Desa Citepus juga memiliki potensi pada sektor pertanian yang dikelola oleh masyarakat. Lahan pertanian yang tersebar di wilayah dataran maupun perbukitan dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan budidaya tanaman pangan dan perkebunan.
Beberapa komoditas yang cukup menonjol di wilayah ini antara lain padi, palawija, serta tanaman hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan. Di samping itu, masyarakat juga mengembangkan tanaman perkebunan seperti kelapa dan pisang yang menjadi komoditas unggulan di beberapa wilayah desa.
Komoditas kelapa, khususnya kelapa muda, menjadi salah satu produk yang banyak dipasarkan di kawasan wisata Pantai Citepus. Banyak warga yang menjalankan usaha penjualan kelapa muda untuk wisatawan yang berkunjung ke pantai.
Dalam kondisi ramai kunjungan wisata, pedagang kelapa muda di kawasan tersebut dapat memperoleh omzet berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta per hari, tergantung pada jumlah pengunjung dan musim liburan. Hasil kelapa tersebut juga dipasok ke berbagai warung makan, penginapan, serta usaha kuliner di sekitar kawasan wisata.
Pengembangan UMKM dan Ekonomi Lokal
Perkembangan sektor wisata di kawasan Citepus turut mendorong tumbuhnya berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijalankan masyarakat. Beragam usaha berbasis rumah tangga berkembang di desa ini, mulai dari usaha kuliner, perdagangan kecil, hingga penyediaan jasa bagi wisatawan.
Produk makanan olahan, kuliner khas daerah, hingga usaha perdagangan seperti warung makan dan kios oleh-oleh menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisata ke kawasan Palabuhanratu.
Selain itu, keberadaan sejumlah penginapan, homestay, serta fasilitas wisata juga memberikan peluang usaha bagi masyarakat setempat. Banyak warga yang memanfaatkan rumah atau lahan miliknya untuk kegiatan usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata.
Potensi Pengembangan Kawasan
Secara regional, wilayah Desa Citepus juga berada dalam kawasan yang berkaitan dengan Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, sehingga memiliki peluang besar dalam pengembangan konsep desa wisata berbasis ekowisata.
Keberadaan kawasan geopark tersebut mendorong berbagai program pengembangan wilayah, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan, penyediaan sarana air bersih, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi lokal.
Pemerintah daerah bersama pemerintah desa juga terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pelatihan, pengembangan usaha, serta penguatan sektor ekonomi kreatif yang berbasis potensi lokal.
Menuju Desa Berkembang dan Mandiri
Dengan kombinasi potensi wisata pesisir, lahan pertanian yang cukup luas, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang, Desa Citepus memiliki peluang besar untuk terus tumbuh sebagai salah satu desa yang maju di wilayah Kecamatan Palabuhanratu.
Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan potensi wilayah tersebut secara berkelanjutan.
Melalui pengelolaan potensi desa yang baik serta pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, Desa Citepus diharapkan mampu berkembang menjadi desa yang mandiri, berdaya saing, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakatnya sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Palabuhanratu sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi. (Fijar)***
Editor : M.Nabil