Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog Halaman 5

Perkuat Ukhuwah Alumni, Pimpinan Ponpes Al-Masthuriyah Lantik Pengurus Komisariat KALAM Se Kab.Sukabumi

Gurilaps.com || Pengurus Daerah Keluarga Alumni Al-Masthuriyah (KALAM) Sukabumi menggelar Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan pelantikan pimpinan komisariat se-Kabupaten Sukabumi di Aula Yayasan Al-Masturiyah, Tipar, Cisaat, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung lancar dan dihadiri ratusan alumni lintas generasi.

Pelantikan pimpinan komisariat dipimpin langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Abdul Azis Masthuro, serta dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat KALAM, Ismail, bersama jajaran pengurus daerah.

Mengusung tema “Menggali Potensi Alumni untuk Menguatkan Ukhuwah dan Khidmah”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran alumni dalam berbagai sektor.

Ketua Pengurus Daerah KALAM Sukabumi, Muhamad Jihad, menyampaikan apresiasi kepada para pendiri, guru, dan seluruh alumni yang hadir. Ia menuturkan bahwa alumni Al-Masthuriyah telah tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

“Dari 47 kecamatan, seluruhnya terdapat alumni Al-Masturiyah. Namun pada kesempatan ini, terdapat 19 pimpinan komisariat yang mengajukan untuk dilantik,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh alumni untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap almamater serta memperkuat kolaborasi lintas profesi. Menurutnya, sinergi antaralumni menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk kemaslahatan bersama.

Sementara itu, Abdul Azis Masthuro menekankan pentingnya kesiapan para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Ia mengingatkan agar kepemimpinan dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta berlandaskan nilai-nilai keislaman.

“Pengurus harus amanah serta merujuk pada Al-Qur’an dan Hadis dalam menjalankan organisasi,” katanya.

Ia juga mengimbau para alumni untuk terus menjaga kecintaan terhadap almamater dan para pendiri, sebagai bagian dari upaya merawat nilai-nilai tradisi serta keberkahan yang telah diwariskan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan peran Keluarga Alumni Al-Masturiyah Sukabumi sebagai wadah silaturahmi dan kolaborasi, sekaligus mendorong kontribusi nyata alumni bagi masyarakat di berbagai bidang. (M.NABIL)

EDITOR : DH

SMSI Sukabumi Raya Bersama KPP Pratama, Dorong Kepatuhan Pajak Perusahaan Pers

0

GURILAPS.COM, SUKABUMI || Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya menggelar sosialisasi perpajakan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sukabumi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PLUT Cikembar Sukabumi pada Rabu (29/4/2026), dan diikuti oleh pengurus serta anggota perusahaan pers di wilayah Sukabumi Raya.

Ketua SMSI Sukabumi Raya, Eman Sulaeman yang akrab disapa Kang Sule, mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif organisasi untuk meningkatkan literasi perpajakan di kalangan insan media.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan sosialisasi bersama KPP Pratama Sukabumi. Ini bagian dari komitmen kami untuk mendorong pengurus dan anggota agar lebih tertib administrasi. Perpajakan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga instrumen penting bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, SMSI Sukabumi Raya akan terus menjangkau seluruh anggota, termasuk perusahaan pers, agar mendapatkan edukasi perpajakan secara berkelanjutan. Selain itu, pihaknya juga siap membantu penguatan legalitas perusahaan pers sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami siap memfasilitasi perbaikan legalitas hukum dan juga membantu pelaporan pajak bagi perushaan pers yang berbasis di Sukabumi Raya. SMSI ini milik bersama, dan kami terbuka bagi perusahaan pers yang ingin bergabung,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sukabumi, Hendra Saputra, memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi wajib pajak.

Menurutnya, kendala utama terletak pada proses pendaftaran, baik untuk wajib pajak orang pribadi maupun badan usaha. Selain itu, perhitungan pajak juga kerap menjadi hambatan akibat keterbatasan literasi, akses informasi, serta rendahnya inisiatif untuk mencari pemahaman lebih lanjut.

Ia juga menjelaskan bahwa sistem perpajakan di Indonesia mulai berkembang sejak akhir 1990-an, yang pada awalnya masih berfokus pada administrasi individu. Saat ini, sistem perpajakan telah terintegrasi secara menyeluruh untuk memudahkan layanan kepada wajib pajak.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai klasifikasi wajib pajak yang terbagi menjadi dua, yakni orang pribadi dan badan usaha. Badan usaha meliputi berbagai bentuk seperti Perseroan Terbatas (PT), Commanditaire Vennootschap (CV), dan firma, dengan klasifikasi skala usaha mulai dari mikro, kecil, hingga menengah.

Di akhir kegiatan, dilakukan aktivasi perusahaan anggota SMSI ke dalam sistem perpajakan secara daring melalui platform Coretax. Langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret untuk mendorong kepatuhan dan kemudahan administrasi perpajakan di kalangan perusahaan pers.

Melalui kegiatan ini, SMSI Sukabumi Raya berharap kesadaran dan kepatuhan perpajakan semakin meningkat, sekaligus memperkuat profesionalisme perusahaan pers sebagai bagian dari pembangunan yang taat regulasi. (Alpin R)***

Editor : M.Nabil

Fajar Baru Tata Kelola Haji: Harmoni Spiritual dan Komitmen Kuat Presiden Prabowo Layani Ummat

Oleh : Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98) dan Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98)

Gurilaps.com || Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Untuk pertama kalinya, prosesi suci ini dikelola langsung di bawah kedaulatan Kementerian Haji dan Umrah. Perubahan struktur ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan sebuah manifestasi dari pendekatan spiritual dan budaya yang lebih dalam. Keberhasilan ini tidak luput dari perhatian berbagai pihak yang mengawal jalannya pelayanan bagi para tamu Allah.

Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam pandangannya, penilaian positif dari Dasco mengenai kelancaran haji perdana di bawah kementerian baru ini merupakan bukti nyata bahwa sistem yang dibangun telah berjalan pada rel yang tepat. Pernyataan Dasco tersebut mencerminkan komitmen kuat dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik, tanpa kecuali.

Ketegasan dalam tata kelola haji yang ditunjukkan saat ini bukan sekadar soal manajemen logistik, melainkan sebuah bentuk pengabdian. Sekjen PPJNA 98, Aam Abdul Salam, yang juga sebagai Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari perhatian yang tulus. Menurutnya, ketegasan Presiden Prabowo dalam mengawal kebijakan haji merupakan bukti dukungan dari hati yang dalam untuk menjamin kekhusyukan ibadah para jemaah.

Ketika negara hadir dengan organisasi yang lebih fokus dan responsif, kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berada di tanah suci, tetapi juga meresap ke dalam hati keluarga yang menunggu di tanah air. Transformasi ini menjadi harapan baru bahwa ke depannya, pengelolaan haji Indonesia akan terus berlandaskan pada nilai-nilai agama yang luhur dan penghormatan terhadap martabat jemaah sebagai duta bangsa.***

Editor : M.Nabil

Sinergi Warga, PKL, dan Pemerintah Gotong Royong Bersihkan Alun-Alun Palabuhanratu Sukabumi

GURILAPS.COM || Warga dan pedagang kaki lima (PKL) serta instansi pemerintahan bergotong royong melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan Alun-alun Palabuhanratu pada Jum’at (24/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut juga warga serta pengurus RT/RW Kaum Raya ikut berpartisipasi untuk menciptakan lingkungan Alun-alun yang asri dan higienis.

Kegiatan bersih-bersih dikawasan Alun-Alun sebelumnya sudah diputuskan pada rapat kordinasi di Aula Kecamatan Palabuhanratu. Sehingga hasil dari rapat tersebut dapat terealisasi.

Kasi Trantib, Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah menyampaikan kehadiran pihak kecamatan dalam aksi bersih-bersih ini sebagai bukti dan penggerak sehingga hal ini dapat dilakukan secara konsisten.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu hadir sebagai penggerak agar kegiatan ini berjalan dan berkelanjutan,” kata Mahbubillah.

Pada kegiatan tersebut, warga dan PKL berhasil mengantongi 10 karung besar sampah dari berbagai jenis sampah. Dan dilakukan pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.

Selain pada kegiatan bersih-bersih, penataan lingkungan serta pemangkasan ranting pohon yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Untuk menjaga keamanan di alun-alun.

Salah satu PKL, Bambang, mengatakan, siap berpartisipasi untuk kegiatan yang positif, sehingga alun-alun terlihat lebih menarik dan nyaman.

“Kita para pedagang sangat antusias, ini juga kan buat kenyamanan kita semua. Apalagi saya mencari nafkah disini (alun-alun), kalau alun-alunnya indah pasti ramai para pengunjung,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan gotong royong ini, diharapkan kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan Alun-alun Palabuhanratu semakin meningkat.

Kolaborasi antara warga, pedagang, dan pemerintah pun diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan, sehingga kawasan alun-alun tidak hanya bersih dan aman, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman serta membanggakan bagi masyarakat maupun para pengunjung. (UJENG)***

EDITOR : M.Nabil

PPJNA 98 : Pengesahan RUU PPRT Kado Terindah hari Kartini dan May Day, Bukti Nyata Keberpihakan Prabowo pada Wong Cilik

Gurilaps.com || Momentum Hari Kartini dan ambang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini menjadi saksi sejarah baru bagi kaum marjinal di Indonesia. Pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi titik balik yang memicu apresiasi luas dari berbagai lapisan masyarakat. Langkah politik ini bukan sekadar pemenuhan janji legislasi, melainkan sebuah pernyataan sikap yang tegas tentang ke mana arah keberpihakan negara saat ini.

Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98-PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menegaskan bahwa progres signifikan RUU PPRT ini merupakan bukti nyata keberpihakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib “wong cilik”. Selama belasan tahun, para pekerja rumah tangga—yang mayoritas adalah perempuan—berada dalam ruang gelap tanpa payung hukum yang memadai. Dengan dorongan kuat dari kepemimpinan DPR dan restu eksekutif, kegelapan itu kini mulai sirna.

Senada dengan hal tersebut, Sekjen PPJNA 98, Aam Abdul Salam, melihat kebijakan ini sebagai manifestasi konkret dari visi pemerintahan Prabowo-Gibran. Pengesahan ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya pandai beretorika, tetapi terus bekerja membuktikan komitmennya melalui kebijakan yang pro-rakyat kecil. Di tengah hiruk-pikuk politik nasional, perhatian terhadap aspek perlindungan buruh domestik menunjukkan bahwa keadilan sosial sedang diupayakan untuk menyentuh dapur-dapur rakyat, bukan hanya gedung-gedung bertingkat.

Pengesahan ini dengan semangat Kartini memberikan makna mendalam tentang emansipasi yang hakiki. Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk berdaya, dan RUU PPRT memberikan martabat serta perlindungan bagi jutaan perempuan yang menggantungkan hidupnya sebagai pahlawan domestik.

Sementara itu, menyongsong May Day, kebijakan ini menjadi kado bagi kelas pekerja yang selama ini sering terlupakan dalam struktur ketenagakerjaan formal.

Kita patut mengapresiasi keberanian politik para pemimpin yang berani mengambil langkah tidak populer demi kepentingan kemanusiaan. Kini, tantangan selanjutnya terletak pada implementasi di lapangan. Publik berharap agar semangat keberpihakan ini terus terjaga, memastikan bahwa setiap pekerja rumah tangga di pelosok negeri benar-benar merasakan kehadiran negara dalam setiap peluh keringat mereka.

Pengesahan RUU PPRT adalah kemenangan kecil bagi wong cilik, namun menjadi langkah besar bagi kemajuan peradaban hukum bangsa Indonesia.***

Editor : M.Nabil

Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

0

GURILAPS.COM, JAKARTA || Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Almarhum wafat akibat serangan jantung.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting, almarhum sempat menghadiri acara Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Jumat malam di Kampus LSPR, Jakarta.

Setelah kegiatan tersebut, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI lainnya melanjutkan makan malam di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Sekitar pukul 21.00 WIB, ia tiba-tiba mengalami anfal dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, hingga muntah-muntah. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Berdasarkan diagnosis dokter, almarhum mengalami serangan jantung, sejalan dengan riwayat penyakit jantung yang dimilikinya.

Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan. Namun, di tengah upaya medis tersebut, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB.

Sosok Aktivis Organisasi yang Tangguh

Kepergian Zulmansyah Sekedang merupakan kehilangan besar bagi PWI dan komunitas pers nasional. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, riang, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi.

Rekam jejak pengabdiannya di PWI terbilang panjang dan signifikan, antara lain:

Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027)

Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke-24 di Bandung tahun 2023

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat dalam masa transisi organisasi

Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB)

Sekretaris Jenderal PWI Pusat hasil Kongres Persatuan pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang, Jawa Barat

Dalam perjalanan organisasi, almarhum dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Pusat melalui Kongres Persatuan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan duka mendalam atas kepergian sahabatnya itu.

“Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,” ujarnya, Sabtu (18/04).

Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia memohon doa dari seluruh pengurus dan anggota, insan pers, serta masyarakat luas.***

EDITOR : M.NABIL

WFH ASN Digulirkan, Sekolah di Sukabumi Justru Tegaskan Pentingnya Tatap Muka

Gurilaps.com, Sukabumi || Wacana penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digulirkan pemerintah pusat belum mengubah ritme dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Di tengah fleksibilitas kerja sektor birokrasi, sekolah justru menegaskan pentingnya pembelajaran tatap muka sebagai fondasi utama pendidikan.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal di seluruh satuan pendidikan. Tidak ada perubahan jadwal maupun metode pembelajaran, meski kebijakan WFH mulai menjadi perhatian publik.

Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada arahan resmi yang mengatur penerapan kebijakan tersebut di sektor pendidikan.

“Sekolah tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa. Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Berbeda dengan sektor perkantoran yang relatif adaptif terhadap sistem kerja jarak jauh, dunia pendidikan di Sukabumi dinilai memiliki karakteristik tersendiri. Kondisi geografis yang didominasi wilayah perdesaan menjadi salah satu faktor utama yang membuat pembelajaran tatap muka tetap relevan.

Akses terhadap jaringan internet yang belum merata serta keterbatasan perangkat pendukung di sejumlah wilayah menjadi tantangan tersendiri jika pembelajaran daring kembali diterapkan secara luas.

Di sisi lain, Disdik melihat momentum ini sebagai pengingat bahwa interaksi langsung antara guru dan siswa masih memiliki peran penting yang belum sepenuhnya tergantikan oleh teknologi. Proses pembelajaran di kelas tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan interaksi sosial.

Meski demikian, kesiapsiagaan tetap menjadi perhatian. Pengalaman selama pandemi COVID-19 dinilai telah membekali sekolah dengan kemampuan dasar dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh.

“Jika sewaktu-waktu ada kebijakan yang mengarah ke pembelajaran daring, kami siap beradaptasi. Pengalaman sebelumnya menjadi modal penting,” tambahnya.

Sejumlah praktisi pendidikan menilai, kebijakan WFH bagi ASN memang tidak serta-merta bisa diterapkan pada sektor pendidikan. Sekolah memiliki kebutuhan interaksi langsung yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan administratif.

Dengan demikian, di tengah perubahan pola kerja di sektor pemerintahan, sekolah di Kabupaten Sukabumi justru menegaskan konsistensinya: ruang kelas tetap menjadi pusat utama proses belajar, setidaknya hingga ada kebijakan yang mengatur sebaliknya.***

Editor : YM

O2SN Warungkiara 2026: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Ruang Tumbuh Karakter Siswa

Gurilaps.com, Sukabumi || Di balik riuhnya sorak sorai dan semangat kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Warungkiara 2026, tersimpan makna yang lebih dalam dari sekadar perlombaan. Ajang yang digelar di SD Negeri Ubrug, Desa Ubrug, Rabu (15/4/2026), ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi ratusan siswa untuk membangun karakter sejak dini.

Sebanyak 503 siswa dari 29 Sekolah Dasar terlibat aktif dalam berbagai cabang olahraga. Namun, yang paling mencuri perhatian bukan hanya siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana para siswa belajar tentang disiplin, kerja keras, dan sportivitas di lapangan.

Di tengah keterbatasan fasilitas yang masih menjadi tantangan di sejumlah sekolah, semangat para peserta tetap membara. Mereka hadir membawa harapan, bukan hanya untuk meraih juara, tetapi juga untuk membuktikan kemampuan diri.

Ketua Panitia O2SN Kecamatan Warungkiara, Faisal Dwi Prana Putra, melihat kegiatan ini sebagai refleksi dari keseriusan sekolah dalam membina siswa secara menyeluruh.

“Partisipasi hampir seluruh sekolah menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga pengembangan bakat dan karakter siswa,” ujarnya.

Menurut Faisal, capaian tahun sebelumnya menjadi pemicu semangat baru. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan sejati tidak semata diukur dari medali, melainkan dari proses yang dilalui siswa.

“Yang terpenting adalah pengalaman mereka. Dari sini mereka belajar menghadapi tekanan, menghargai lawan, dan bangkit dari kekalahan,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua KKG PJOK Kabupaten Sukabumi, Asep Sukmara. Ia menilai O2SN sebagai instrumen penting dalam pendidikan karakter yang sering kali tidak didapat di ruang kelas.

“Olahraga mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Disiplin, kerja sama, dan kejujuran itu terbentuk dari kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Asep juga menyoroti peran guru sebagai pembimbing utama dalam proses tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak lepas dari keteladanan yang diberikan oleh para pendidik.

“Guru bukan hanya mengajar, tapi membentuk karakter. Apa yang dilakukan guru akan ditiru oleh siswa,” tegasnya.

Lebih jauh, O2SN juga menjadi cermin kondisi pembinaan olahraga di tingkat akar rumput. Dari ajang inilah potensi-potensi muda dapat terdeteksi sejak dini untuk kemudian dibina secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang lebih menekankan proses dibanding hasil, O2SN Warungkiara 2026 tidak hanya melahirkan juara di atas podium, tetapi juga generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***

Editor : M.Nabil

Desa Cimanggu Palabuhanratu Berbenah: Dari Potensi Lokal Menuju Kemandirian Berkelanjutan

Gurilaps.com, Sukabumi || Di balik geliat pembangunan kawasan pesisir selatan Jawa Barat, Desa Cimanggu perlahan menegaskan diri sebagai desa yang terus berbenah. Terletak di wilayah Kecamatan Palabuhanratu, desa ini memadukan potensi sumber daya alam, kearifan lokal, serta semangat gotong royong masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai wilayah yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi, Cimanggu memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Aksesibilitas yang relatif baik menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat distribusi hasil pertanian, perikanan, hingga aktivitas perdagangan masyarakat.

Penguatan Infrastruktur dan Pelayanan Dasar

Pemerintah desa terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama kemajuan wilayah. Perbaikan jalan lingkungan, saluran irigasi, hingga fasilitas umum seperti posyandu dan sarana pendidikan menjadi bagian dari agenda pembangunan yang berjalan secara bertahap.

Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat kualitas hidup masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi warga menjadi lebih lancar dan efisien.

Selain itu, peningkatan pelayanan administrasi desa juga mulai diarahkan ke sistem yang lebih modern dan transparan. Aparatur desa berupaya memberikan pelayanan yang cepat, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Potensi Ekonomi Lokal yang Terus Tumbuh

Sebagian besar masyarakat Desa Cimanggu menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perdagangan kecil, serta jasa. Komoditas pertanian seperti padi, palawija, dan hasil kebun menjadi tulang punggung ekonomi desa.

Di sisi lain, geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perkembangan positif. Produk olahan rumahan, warung tradisional, hingga usaha jasa menjadi bagian dari dinamika ekonomi yang terus bergerak.

Kedekatan dengan kawasan wisata Pelabuhan Ratu juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama dalam sektor perdagangan dan jasa penunjang pariwisata.

Peran Masyarakat dan Gotong Royong

Keberhasilan pembangunan di Desa Cimanggu tidak lepas dari peran aktif masyarakat. Budaya gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan fisik hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Keterlibatan warga dalam musyawarah desa juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Hal ini mencerminkan praktik demokrasi lokal yang berjalan secara partisipatif dan inklusif.

Komitmen Menuju Desa Mandiri

Pemerintah Desa Cimanggu terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat, baik melalui pelatihan keterampilan, penguatan kapasitas aparatur, hingga pengembangan potensi lokal.

Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan desa yang berorientasi pada kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan memaksimalkan potensi yang ada, desa diharapkan mampu bersaing dan berkembang di tengah dinamika pembangunan daerah.

Ke depan, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.***

Editor : VJR

Aklamasi di Muscab HIPMI Sukabumi, Ferry Supriyadi Usung Agenda Ekosistem Wirausaha dan Digitalisasi

0

Gurilaps.com, Sukabumi || Musyawarah Cabang (Muscab) III BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sukabumi menetapkan arah baru organisasi, dengan terpilihnya Ferry Supriyadi sebagai Ketua Umum periode 2026–2029.

Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam forum yang digelar di Saung Geulis, Cisaat, Rabu (8/4/2026), setelah Ferry menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi persyaratan pencalonan.

Momentum ini tidak sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menandai dorongan baru bagi peran pengusaha muda dalam memperkuat ekonomi daerah.

Dalam pidatonya usai menerima bendera pataka, Ferry menegaskan komitmennya untuk memperluas peran HIPMI hingga ke tingkat daerah dan mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha muda.

“HIPMI harus hadir di tengah masyarakat, membuka peluang, dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan, terutama melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas anggota.

Menurut Ferry, tantangan ekonomi ke depan menuntut pengusaha muda untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga inovatif dalam menciptakan peluang usaha.

Selain itu, transformasi digital menjadi salah satu agenda utama kepemimpinannya. Ia menilai digitalisasi organisasi diperlukan agar program kerja HIPMI lebih efektif dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha muda.

“Digitalisasi bukan pilihan, tetapi kebutuhan agar organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar ini menilai sinergi antara dunia usaha dan kebijakan publik menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Panitia Muscab menyebut, proses aklamasi berlangsung setelah tahapan penjaringan yang dimulai sejak 12 Maret 2026. Hingga penutupan pendaftaran, hanya Ferry yang mendaftar dan dinyatakan lolos verifikasi administrasi maupun organisasi.

Dengan kepemimpinan baru ini, HIPMI Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu memperkuat peran sebagai wadah kaderisasi pengusaha muda sekaligus berkontribusi nyata dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.***

Editor : M.Nabil