Gurilaps.com — Aktivitas belajar siswa SDN Pangantolan, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, untuk sementara berpindah lokasi. Langkah itu dilakukan seiring dimulainya Program Revitalisasi SD Tahun 2026 di sekolah tersebut.
Program revitalisasi ditandai dengan peletakan batu pertama pada Kamis (3/9/2026). Selama pekerjaan berlangsung, siswa kelas I hingga VI mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sebuah madrasah yang berada di sekitar sekolah.
Kepala SDN Pangantolan, Elih Nurjainah, S.Pd., mengatakan pemindahan sementara lokasi pembelajaran dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan meski pekerjaan fisik tengah berlangsung.
“Untuk sementara kegiatan belajar mengajar kami alihkan ke madrasah. Dari kelas I sampai kelas VI untuk sementara belajar di sana,” kata Elih.
Di sisi lain, revitalisasi tersebut mencakup perbaikan sejumlah fasilitas utama sekolah. Sebanyak delapan ruang kelas, satu ruang kantor, satu ruang perpustakaan, dan satu toilet masuk dalam pekerjaan rehabilitasi.
Program itu juga mencakup pembangunan empat kamar toilet baru untuk menambah fasilitas sanitasi bagi warga sekolah.
Elih menyambut baik dimulainya program tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah dan jajaran kedinasan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kondisi sarana pendidikan di SDN Pangantolan.
“Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pemerintah yang telah mendukung program revitalisasi ini. Alhamdulillah, pihak kedinasan maupun pemerintahan setempat juga mendukung program ini,” ujarnya.
Masih Ada Kebutuhan yang Perlu Didorong
Meski revitalisasi telah berjalan, pihak sekolah menyebut masih terdapat kebutuhan lain yang perlu mendapat perhatian pada tahap berikutnya.
Penataan lingkungan sekolah serta fasilitas pendukung, terutama ketersediaan air, menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui pengajuan selanjutnya.
“Untuk kebutuhan selanjutnya, kami berharap penataan lingkungan dan fasilitas air bisa kembali kami perjuangkan melalui pengajuan berikutnya,” kata Elih.
Kebutuhan air menjadi perhatian tersendiri selama pembangunan berlangsung. Pihak sekolah untuk sementara mendapat bantuan air dari masyarakat sekitar.
Dukungan warga juga terlihat dari bantuan lain selama proses revitalisasi, termasuk makanan bagi pihak yang terlibat dalam kegiatan di lapangan.
“Alhamdulillah, terima kasih juga kepada masyarakat yang telah membantu dan mendukung program ini dengan antusias dalam segala hal,” tuturnya.
Sekolah Jaga Pembelajaran Tetap Berjalan
Bagi SDN Pangantolan, keberadaan lokasi belajar sementara menjadi bagian penting agar pembangunan fasilitas tidak menghentikan kegiatan pendidikan.
Sekolah berharap proses revitalisasi dapat berjalan lancar hingga selesai. Setelah seluruh pekerjaan rampung, fasilitas yang diperbaiki diharapkan dapat kembali digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dengan kondisi yang lebih baik.
Elih juga berharap sinergi antara sekolah, pemerintah, jajaran kedinasan, dan masyarakat tetap terjaga, bukan hanya selama pembangunan berlangsung, tetapi juga dalam pengembangan sekolah setelah revitalisasi selesai.
“Harapannya tentu sinergi ini terus terjalin sampai proses revitalisasi selesai dan fasilitas yang diperbaiki bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pendidikan,” pungkasnya. (M.Nabil)***


