GURILAPS.COM, SUKABUMI || Kedaulatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik, tetapi oleh kemandirian energinya. Di atas tanah Jawa Barat bagian selatan—mencakup Sukabumi hingga Cianjur—sebuah ikhtiar besar sedang digelorakan. Melalui pendekatan ekonomi kerakyatan, semangat kebangsaan, dan fondasi spiritual, sebuah konsolidasi lintas elemen rakyat menyerukan satu pesan kuat: Wujudkan Jabar Caang melalui persatuan total rakyat bersama PLN.
Pertemuan strategis ini mempertemukan lima pilar gerakan: Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Rumah Literasi Merah Putih, Sinergi Media Merah Putih, Majelis Sholawat Cahaya Nusantara, dan Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (Gema PS). Kolaborasi ini melahirkan sebuah manifesto penting bagi masa depan Jabar Selatan, Waluran Sukabumi, Jumat (14/08/2026).
Energi untuk Rakyat: Tiga Pilar Kedaulatan
Membangun wilayah selatan Jawa Barat membutuhkan komitmen multidimensi.
- Ekonomi Kerakyatan: Listrik adalah urat nadi UMKM, petani, dan masyarakat perhutanan sosial. Tanpa listrik yang andal, potensi ekonomi lokal akan lumpuh.
- Kebangsaan: Pemerataan infrastruktur kelistrikan adalah bukti nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Spiritual: Menjaga bumi dan sumber daya energi adalah bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang diimplementasikan melalui kerja nyata demi maslahat umat.
Akselerasi pembangunan jaringan listrik di wilayah Jabar Selatan, Sukabumi Selatan, dan Cianjur Selatan bukan lagi sekadar program teknis. Ini adalah proyek kemanusiaan untuk mengangkat martabat dan kesejahteraan warga lokal.
Menjaga Jaringan Listrik: Tanggung Jawab Bersama
Infrastruktur yang telah dibangun dengan biaya besar tidak akan berdampak tanpa adanya kepedulian dari masyarakat. Tantangan geografis di Jabar Selatan sangat dinamis. Mulai dari potensi gangguan alam, bencana alam, hingga ancaman sabotase dan perusakan aset negara.
Oleh karena itu, konsolidasi ini menegaskan bahwa rakyat wajib berdiri di garda terdepan untuk menjaga:
- Keamanan tower pengantar energi.
- Kekokohan tiang-tiang listrik di pelosok desa.
- Keselamatan jaringan kabel listrik dari pohon tumbang atau tangan jahil.
Gangguan pada satu titik jaringan akan memadamkan lentera kehidupan di titik lainnya. Menjaga infrastruktur PLN berarti menjaga kelangsungan dapur, sekolah, dan tempat ibadah kita sendiri.
Sinergi Rakyat dan PLN: Kunci Utama
Persatuan rakyat bersama PT PLN (Persero) menjadi harga mati. PLN sebagai penyedia energi membutuhkan mata, telinga, dan tangan rakyat di lapangan untuk deteksi dini gangguan. Sebaliknya, rakyat membutuhkan profesionalisme PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap mengalir tanpa kedip.
Seruan bersama dan komitmen tertulis ini ditandatangani oleh para tokoh penggerak: Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98 / Presidium MD KAHMI Sukabumi / Penasehat SMSI Sukabumi Raya), Saeful Usman (Ketua Gema PS Sukabumi), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih), HM Fikrie & Kh Asep Sambas (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Aab Abdul Malik (Jurnalis / Forum UMKM Sukabumi)
Jabar Caang bukan sekadar mimpi tentang terangnya malam di Sukabumi dan Cianjur Selatan. Jabar Caang adalah simbol menyalanya harapan, bangkitnya ekonomi, dan kokohnya persatuan nasional dari beranda selatan Nusantara. Saatnya rakyat bergerak, menjaga, dan berdaulat !. (Rd. Ratu Dinar Nusantara)***
EDITOR : YOSEP M

