Jumat, April 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

WFH ASN Digulirkan, Sekolah di Sukabumi Justru Tegaskan Pentingnya Tatap Muka

Gurilaps.com, Sukabumi || Wacana penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digulirkan pemerintah pusat belum mengubah ritme dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Di tengah fleksibilitas kerja sektor birokrasi, sekolah justru menegaskan pentingnya pembelajaran tatap muka sebagai fondasi utama pendidikan.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal di seluruh satuan pendidikan. Tidak ada perubahan jadwal maupun metode pembelajaran, meski kebijakan WFH mulai menjadi perhatian publik.

Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada arahan resmi yang mengatur penerapan kebijakan tersebut di sektor pendidikan.

“Sekolah tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa. Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Berbeda dengan sektor perkantoran yang relatif adaptif terhadap sistem kerja jarak jauh, dunia pendidikan di Sukabumi dinilai memiliki karakteristik tersendiri. Kondisi geografis yang didominasi wilayah perdesaan menjadi salah satu faktor utama yang membuat pembelajaran tatap muka tetap relevan.

Akses terhadap jaringan internet yang belum merata serta keterbatasan perangkat pendukung di sejumlah wilayah menjadi tantangan tersendiri jika pembelajaran daring kembali diterapkan secara luas.

Di sisi lain, Disdik melihat momentum ini sebagai pengingat bahwa interaksi langsung antara guru dan siswa masih memiliki peran penting yang belum sepenuhnya tergantikan oleh teknologi. Proses pembelajaran di kelas tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan interaksi sosial.

Meski demikian, kesiapsiagaan tetap menjadi perhatian. Pengalaman selama pandemi COVID-19 dinilai telah membekali sekolah dengan kemampuan dasar dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh.

“Jika sewaktu-waktu ada kebijakan yang mengarah ke pembelajaran daring, kami siap beradaptasi. Pengalaman sebelumnya menjadi modal penting,” tambahnya.

Sejumlah praktisi pendidikan menilai, kebijakan WFH bagi ASN memang tidak serta-merta bisa diterapkan pada sektor pendidikan. Sekolah memiliki kebutuhan interaksi langsung yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan administratif.

Dengan demikian, di tengah perubahan pola kerja di sektor pemerintahan, sekolah di Kabupaten Sukabumi justru menegaskan konsistensinya: ruang kelas tetap menjadi pusat utama proses belajar, setidaknya hingga ada kebijakan yang mengatur sebaliknya.***

Editor : YM

Popular Articles