Rabu, Agustus 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dialog dengan Wamendikdasmen, Kadisdik Sukabumi Beberkan Capaian Revitalisasi Sekolah

GURILAPS.COM, SUKABUMI – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mendampingi langsung Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, dalam kegiatan audiensi dan dialog penguatan mutu pendidikan. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung SMPN 1 Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (5/8/2026).

Kehadiran Kadisdik bersama jajaran Dinas Pendidikan merupakan bentuk komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi terhadap program strategis kementerian. Selain Kadisdik, agenda penting ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Ketua Dewan Pendidikan, pengawas sekolah, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), kepala sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG), lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta sejumlah tokoh dan pengamat pendidikan se-Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Deden Sumpena memaparkan capaian serta tantangan riil yang dihadapi dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah peningkatan program revitalisasi sarana dan prasarana sekolah yang menjadi prioritas daerah.

“Pada tahun 2025, Kabupaten Sukabumi menerima program revitalisasi untuk 114 sekolah. Angka ini meningkat signifikan pada tahun 2026 menjadi 174 sekolah. Alokasi total anggaran yang diserap juga naik dari Rp108 miliar menjadi Rp154 miliar,” ujar Deden.

Deden merincikan bahwa bantuan tersebut mencakup 93 Sekolah Dasar (SD), 39 TK/PAUD, dan sisanya untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dinas Pendidikan memprioritaskan alokasi ini untuk sekolah-sekolah yang berada di daerah terdampak bencana serta wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Di hadapan Wamendikdasmen, Kadisdik juga menyoroti urgensi validitas data pendidikan sebagai kunci dalam merumuskan kebijakan, terutama guna menekan Angka Partisipasi Sekolah (APS) yang dinilai masih rendah.

Sebagai solusinya, Disdik terus mendorong penguatan jalur pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Langkah ini diambil agar anak-anak yang belum terakomodasi di sekolah formal tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Persoalan krusial lain yang diangkat adalah tingginya Angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tercatat masih ada sekitar 56 ribu anak yang masuk dalam kategori ATS di Kabupaten Sukabumi. Jumlah tersebut mencakup anak-anak yang sama sekali tidak pernah mengenyam bangku sekolah, anak putus sekolah, hingga anak yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Menyikapi data tersebut, Deden menegaskan komitmen jajarannya untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Pendampingan serta intervensi kebijakan akan dilakukan secara bertahap dan terukur demi menekan angka ATS. Tidak hanya fokus pada infrastruktur, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik melalui peningkatan kompetensi, kualifikasi, dan kejelasan status guru juga diakui menjadi faktor utama dalam mewujudkan mutu pendidikan.

Merespons pemaparan tersebut, Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq memberikan apresiasi atas gerak cepat jajaran Pemkab Sukabumi dalam merespons program-program pemerintah pusat. Namun, ia tetap mengingatkan pentingnya penguatan sinergi dan akurasi pelaporan data dari daerah.

“Yang kita butuhkan adalah data yang benar-benar akurat dari daerah. Dengan begitu, kebijakan dari pusat bisa tepat sasaran dan dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Fajar Riza.

Menutup dialog, Deden menyatakan siap menindaklanjuti seluruh arahan dari kementerian. Disdik Kabupaten Sukabumi akan terus mengintensifkan koordinasi dengan kementerian, Dewan Pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat terkait.

Melalui dialog strategis di SMPN 1 Cikembar ini, Pemkab Sukabumi menargetkan langkah nyata percepatan program pendidikan, termasuk penurunan angka ATS, peningkatan APS, serta pemerataan mutu pendidikan hingga ke pelosok daerah. (***)

EDITOR : M.NABIL

Popular Articles