Minggu, Maret 29, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Idul Fitri 1447 H: Menjemput Energi Ilahi, Memperkokoh Perisai Pertiwi Melindungi Presiden Prabowo

Oleh : Aam Abdul Salam, Penasehat PWI Kab.Sukabumi dan SMSI Sukabumi, Presidium KAHMI Sukabumi, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 – PPJNA 98.

GURILAPS.COM || Gema takbir yang menggetarkan angkasa pada 1 Syawal 1447 H bukan sekadar penanda berakhirnya dahaga raga, melainkan sebuah simfoni eksistensial tentang kembalinya manusia ke titik nol (fitrah). Secara filosofis, Idul Fitri adalah momen re-birth, di mana jiwa membasuh debu egoisme untuk kembali pada kemurnian asal. Sebagaimana ungkapan Rumi, “Mari kita keluar dari lingkaran waktu dan masuk ke dalam lingkaran cinta,” Idul Fitri mengajak kita keluar dari sekat kepentingan pribadi menuju pengabdian yang lebih luas.

Kesucian yang kita raih hari ini adalah Energi Ilahi yang harus dikonversi menjadi kekuatan kolektif. Di tengah konflik global yang kian memanas, kesalehan spiritual harus mewujud dalam gotong royong nasional. Hal ini selaras dengan pesan langit dalam Surah Ali ‘Imran ayat 103 :

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…”

Di hari yang fitri ini, doa-doa 250 juta rakyat Indonesia membumbung, mengetuk pintu langit agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa dalam perlindungan Allah SWT. Kita memohonkan bagi beliau kekuatan fisik, kesehatan, dan ketajaman intuisi dalam memimpin bangsa. Sebagaimana filsuf Plato mendambakan pemimpin yang memiliki kebijakan dan keberanian, kita mendoakan agar kepemimpinan beliau menjadi kompas yang selamat di tengah badai geopolitik.

Namun, doa harus disertai ikhtiar. Mari seluruh lapisan masyarakat bersatu membangun Sistem Pertahanan Rakyat Semesta. Kedaulatan bukan hanya tugas militer, melainkan kesadaran semesta setiap warga negara. Kekuatan batin dari Idul Fitri inilah yang menjadi bahan bakar untuk menghadapi ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Mari jadikan Idul Fitri 1447 H sebagai momentum persatuan nasional. Ketika batin suci dan barisan rapat, Indonesia akan berdiri tegak sebagai bangsa yang tak tergoyahkan.

Selamat Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.***

Editor : M.Nabil

Popular Articles