Senin, Oktober 19, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Disdik Sukabumi Tekankan Pendidikan Karakter, Sekolah Didorong Jadi Ruang Tumbuhnya Toleransi

Gurilaps.com — Penguatan karakter pelajar dinilai harus berjalan beriringan dengan pencapaian akademik. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mendorong sekolah menjadi ruang pembelajaran yang menanamkan toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai wujud nyata pengamalan Pancasila.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Disdik Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026). Ia menegaskan, nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan, bukan sekadar dihafalkan atau diperingati melalui kegiatan seremonial.

Menurut Herdiawan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, dan mampu hidup berdampingan di tengah perbedaan. Karena itu, pendidikan harus memberikan ruang bagi tumbuhnya sikap saling menghargai sekaligus memperkuat jati diri kebangsaan.

“Bagi Disdik Kabupaten Sukabumi, Hari Kesaktian Pancasila dimaknai bukan sekadar seremonial, tapi sebagai pengingat bahwa Pancasila adalah jiwa bangsa dan landasan pembentukan karakter pelajar,” kata Herdiawan.

Ia menjelaskan, penguatan nilai kebangsaan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan pendidikan, termasuk literasi digital berbasis karakter. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pelajar perlu dibekali kemampuan berpikir kritis sekaligus pemahaman moral agar tidak mudah terpengaruh informasi yang berpotensi memicu perpecahan.

Herdiawan menilai, literasi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi perlu diarahkan untuk membangun karakter, memperkuat kesadaran moral, serta menumbuhkan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur yang bersumber dari Pancasila dan kearifan lokal.

Disdik Kabupaten Sukabumi juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif dan adil, sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi tanpa dibatasi oleh perbedaan latar belakang.

Dalam lingkungan seperti itu, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun sikap disiplin, menghormati perbedaan, menyelesaikan persoalan secara bijaksana, dan mengedepankan semangat kebersamaan.

Menurut Herdiawan, pengamalan Pancasila harus dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Sikap menghargai teman, membantu sesama, menjaga kerukunan, dan bertanggung jawab merupakan bagian dari praktik nilai kebangsaan yang dapat dibangun sejak dini.

“Menghidupkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mengajak guru, siswa, dan masyarakat untuk mengamalkan Pancasila, bukan hanya menghafal. Jika Pancasila hidup dalam diri, generasi akan kuat dan harmonis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembentukan karakter tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Keluarga dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam membangun kebiasaan positif serta memberikan contoh perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

“Tidak hanya mengejar angka akademik, tapi menanamkan budi pekerti pancasilais sejak dini dari keluarga, sekolah, dan masyarakat,” tandasnya.

Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, Disdik Kabupaten Sukabumi berharap pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berintegritas, memiliki empati, menghargai keberagaman, dan berkomitmen menjaga persatuan bangsa.

Penguatan karakter tersebut diharapkan menjadi bagian dari budaya pendidikan yang diterapkan secara berkelanjutan, sehingga Pancasila benar-benar hadir dalam perilaku dan kehidupan warga sekolah. (Heri)***

Editor : M.Nabil

Popular Articles