GO UP

Ngopi Saraosna

separator
Price 2 Hari 1 Malam
Scroll down

Ngopi Saraosna

per person

Tentang Ngopi Saraosna

Pameran Kopi Sambil Icip-icip Kopi dari 60 Kebun Kopi di Jawa Barat. Setelah sukses denga gelaran “Ngopi Saraosna” volume I-III, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar acara serupa yang bertajuk Gelaran ”Ngopi Saraosna Vol. IV”. Acara ini merupakan persembahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan diselenggarakan dua hari, Jumat-Sabtu 8-9 Desember 2017 di Gedung Sate. Acara yang telah menjadi jambore para petani dan penikmat Kopi Jawa Barat ini akan menyajikan bazar kopi, icip-icip kopi gratis, lomba Manual Brew Competition, Latte Art Competition, Roasting Competition, Cupping and Scoring Coffee, Cerdas Cermat Petani Kopi, dan Foto Hunt ‘Ngopi Saraosna’.

Selain itu, berbagai jenis hiburan musik pun siap disajikan oleh Mocca, Java Jive, Mustache and Beard, Two Triple O, dan G-Pluck. Hiburan tradisi yang ditampilkan adalah wayang golek dengan dalang Ki Adhi Konthea Kosasih Sunarya Putu Giriharja 2.

Tentang Host

“Ngopi Saraosna Volume IV” merupakan kolaborasi Biro Humas Protokol, Biro Umum, Dekranasda Jabar, dan perkumpulan petani kopi Jawa Barat. Diramaikan dengan “Weekend Fair” bertema kerajinan dan produk olahan kopi binaan Dekranasda Jawa Barat, Biro Humas, Protokol dan Biro Umum Pemprov Jabar mengundang sedikitnya 60 kelompok petani kopi di Jawa Barat untuk meramaikan acara ini.

 

2 Hari 1 Malam
10+ Age
  • Departure
    Gedung Sate, Bandung
  • Departure Time
    01:00 Pm
  • Return Time
    22:00 Pm
  • Dress Code
    Bebas tapi sopan
1
Yang akan disediakan
Selain menikmati sajian hiburan yang disiapkan panitia, khusus tamu Gurilaps, telah disiapkan acara istimewa, seperti:
  1. “Ngopi Sareng Kang Aher”, Anda diajak minum kopi bersama Gubernur Jabar di ruang VIP.
  2. Photo Booth. Anda bias selfie atau foto-foto lalu upload kea kun twitter dan instagram dengan hastag #gurilaps #wisatajabar #ngopisaraosna. Foto otomatis akan dicetak di stand Gurilaps. Peserta yang beruntung akan mendapat cenderamata spesial dari Gurilaps.

Tour Location

Gedung Sate, Bandung
Gedung Sate, dengan ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota Bandung yang tidak saja dikenal masyarakat di Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia bahkan model bangunan itu dijadikan pertanda bagi beberapa bangunan dan tanda-tanda kota di Jawa Barat. Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun 1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat. Gedung Sate yang pada masa Hindia Belanda itu disebut Gouvernements Bedrijven (GB), peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherina Coops, puteri sulung Wali kota Bandung, B. Coops dan Petronella Roelofsen, mewakili Gubernur Jenderal di Batavia, J.P. Graaf van Limburg Stirumpada tanggal 27 Juli 1920, merupakan hasil perencanaan sebuah tim yang terdiri dari Ir.J.Gerber, arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, Ir. Eh. De Roo dan Ir. G. Hendriks serta pihak Gemeente van Bandoeng, diketuai Kol. Pur. VL. Slors dengan melibatkan 2000 pekerja, 150 orang di antaranya pemahat, atau ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu berkebangsaan Cina yang berasal dari Konghuatau Kanton, dibantu tukang batu, kuli aduk dan peladen yang berasal dari penduduk Kampung Sekeloa, Kampung Coblong Dago, Kampung Gandokdan Kampung Cibarengkok, yang sebelumnya mereka menggarap Gedong Sirap (Kampus ITB) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung).
Selama kurun waktu 4 tahun pada bulan September 1924 berhasil diselesaikan pembangunan induk bangunan utama Gouverments Bedrijven, termasuk kantor pusat PTT (Pos, Telepon dan Telegraf) dan Perpustakaan.
Arsitektur Gedung Sate merupakan hasil karya arsitek Ir. J.Gerber dan kelompoknya yang tidak terlepas dari masukan maestro arsitek BelandaDr.Hendrik Petrus Berlage, yang bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara. Banyak kalangan arsitek dan ahli bangunan menyatakan Gedung Sate adalah bangunan monumental yang anggun mempesona dengan gaya arsitektur unik mengarah kepada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa, (Indo Europeeschen architectuur stijl), sehingga tidak mustahil bila keanggunan Candi Borobudur ikut mewarnai Gedung Sate. Beberapa pendapat tentang megahnya Gedung Sate di antaranya Cor Pashier dan Jan Wittenberg dua arsitek Belanda, yang mengatakan "langgam arsitektur Gedung Sate adalah gaya hasil eksperimen sang arsitek yang mengarah pada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa". D. Ruhl dalam bukunya Bandoeng en haar Hoogvlakte 1952, "Gedung Sate adalah bangunan terindah di Indonesia". Ir. H.P.Berlage, sewaktu kunjungan ke Gedung Sate April 1923, menyatakan, "Gedung Sate adalah suatu karya arsitektur besar, yang berhasil memadukan langgam timur dan barat secara harmonis". Seperti halnya gaya arsitektur Italia pada masa renaiscance terutama pada bangunan sayap barat. Sedangkan menara bertingkat di tengah bangunan mirip atap meru atau pagoda. Masih banyak lagi pendapat arsitek Indonesia yang menyatakan kemegahan Gedung Sate misalnya Slamet Wirasonjaya, dan Ir. Harnyoto Kunto. Kuat dan utuhnya Gedung Sate hingga kini, tidak terlepas dari bahan dan teknis konstruksi yang dipakai. Dinding Gedung Sate terbuat dari kepingan batu ukuran besar (1 × 1 × 2 m) yang diambil dari kawasan perbukitan batu di Bandung timur sekitar Arcamanik dan Gunung Manglayang. Konstruksi bangunan Gedung Sate menggunakan cara konvensional yang profesional dengan memperhatikan standar teknik.

Leave a Reply

Accommodation
Meals
Overall
Transport
Value for Money