GO UP

Bird Watching Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

separator
Price Rp 667000 1 Hari
Scroll down

Bird Watching Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Rp 667000 per person

Melakukan pengamatan dan dokumentasi burung liar di habitatnya.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan satu dari lima taman nasional pertama di Indonesia yang diumumkan Menteri Pertanian tanggal 6 Maret 1980.  Luasnya 15.196 hektar. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 174/Kpts-II/2003 tanggal 10 Juni 2003 luasnya bertambah menjadi 21.975 hektar. Kawasan konservasi yang terletak di Provinsi Jawa Barat dan meliputi tiga kabupaten ini (Bogor, Cianjur, dan Sukabumi), merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis pegunungan Pulau Jawa. Tipe vegetasinya, berdasarkan ketinggian dan perbedaan tumbuhan, dibagi tiga zona: Sub-montana (1.000-1.500 m dpl), Montana (1.500-2.400 m dpl), dan Sub-Alpin (2.400-3.019 m dpl).

Data fauna TNGGP menunjukkan, di wilayah ini terdapat sekitar 300 jenis serangga, 260 jenis burung (dari 400 jenis burung di Pulau Jawa), 110 jenis mamalia, 75 jenis reptil, 20 jenis amphibi, serta 1.500 jenis tumbuhan berbunga. Khusus bagi pengamatan burung (Birdwatching) sekaligus wisata lainnya, TNGGP menyediakan jalur pengamatan burung yang mudah diakses dan berujung dekat dengan air terjun Ciberureum. Pengunjung bisa sekaligus menikmati keindahan air terjun.

TNGGP merupakan rumah bagi keberadaan burung raptor seperti elang hitam (Ictinaetus malayensis), elang-ular bido (Spilornis cheela), atau elang jawa (Nisaetus bartelsi) kerap terlihat, terutama saat hari cerah. Selain itu jenis-jenis burung semak seperti kacamata gunung (Zosterops montanus), sikatan ninon (Eumyias indigo), juga sikatan biru-putih (Cyanoptila cyanomelana), tepus gelagah (Timalia pileata), tepus pipi-perak (Stachyris melanothorax), cikrak mahkota (Phylloscopus coronatus), dan cikrak muda (Seicercus grammiceps). Dengan kondisi dimana masih cukup banyak species burung di ekosistem TNGGP tersebut maka melakukan pengamatan burung (Bird Watching) di lokasi ini menjadi salah satu pilihan terbaik dan tentunya sangat menarik serta menyenangkan. Pengunjung juga dapat melakukan pengamatan satwa lainnya selain burung. Beberapa jenisnya yang terhitung langka, endemik atau terancam kepunahan, di antaranya, adalah owa jawa (Hylobates moloch), lutung surili (Presbytis comata), bajing terbang (Hylopetes bartelsi), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung budeng (Trachypithecus auratus), teledu sigung (Mydaus javanensis), tupai akar (Tupaia glis), tupai kekes (T. javanica), bajing-tanah bergaris-tiga (Lariscus insignis) dan lain-lain.

 

Apa yang akan Anda lakukan?

Peserta didampingi fasilitator/pengamat burung, diajak mengunjungi spot bird watching di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Kegiatan ini sangat menarik dan menyenangkan dimana peserta akan mengenal berbagai jenis burung, kebiasaan atau cara hidup burung di tengah habitatnya, selain itu khusus bagi peserta yang menyiapkan gear photography kegiatan ini akan sangat berharga, karena tentunya dapat sekaligus mengabadikan keanekaragaman hayati dan fauna khususnya burung liar di habitat aslinya, di tengah rimbunnya hutan hujan tropis TNGGP.

 

Yang akan disediakan

  • Transportasi Van
  • Makan 1 x dan 2 x snack
  • Air Mineral selama trip
  • Fasilitator (Pengamat Burung)
  • Tour leader
  • Tiket Masuk TNGGP
  • Jalur dan Spot bird watching di TNGGP

Tentang host

Redkreasi merupakan sebuah trip organizer jasa wisata umum, yang pada perkembangannya terus berinovasi untuk mengemas dan mengembangkan paket program wisata yang mengkolaborasikan unsur rekreasi, edukasi dan kreasi menjadi suatu kesatuan sehingga konsep wisata menjadi unik tetap tidak lepas dari dasarnya kegiatan wisata yaitu rekreasi yang menyenangkan.

  • Departure
    Lobby Hotel Salak The Heritage Jl. Ir. Haji Djuanda No. 8, Kota Bogor, Jawa Barat 16121
  • Departure Time
    04:00 Am
  • Return Time
    14.30 Pm
  • Dress Code
    Bebas tapi sopan
1
Kegiatan
  • 04:00-04:30 - Meeting point Hotel Salak The Heritage
  • 04:30-05.30 - Menuju lokasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (by van)
  • 05:30-05.45 - Tiba di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
  • 05:45-07.15 - Berjalan kaki menuju spot Bird Watching
  • 07:15-11.00 - Melakukan kegiatan pengamatan burung, sambil menikmati keindahan alam.
  • 11:00-12.00 - Kembali ke spot parkir
  • 12:00-13.00 - Makan siang
  • 13:00-14.30 - Kembali ke meeting point awal Hotel Salak The Heritage-Bogor

Tour Location

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mempunyai peranan yang penting dalam sejarah konservasi di Indonesia. Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980. Dengan luas 22.851,03 hektar, kawasan Taman Nasional ini ditutupi oleh hutan hujan tropis pegunungan, hanya berjarak 2 jam (100 km) dari Jakarta. Di dalam kawasan hutan TNGGP, dapat ditemukan “si pohon raksasa” Rasamala, “si pemburu serangga” atau kantong semar (Nephentes spp); berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur yang bercahaya. Disamping keunikan tumbuhannya, kawasan TNGGP juga merupakan habitat dari berbagai jenis satwa liar, seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Macan tutul, Sigung, dll, serta 250 jenis burung. Kawasan ini juga merupakan habitat Owa Jawa, Surili dan Lutung dan Elang Jawa yang populasinya hampir mendekati punah. Ketika anda hiking di kawasan TNGGP, anda dapat menikmati keindahan ekologi hutan Indonesia. Sebagai kawasan wisata dan rekreasi, saat akhir minggu (Sabtu dan Minggu) dan hari libur, kawasan wisata Cibodas dan Kebun Raya Cibodas akan diramaikan oleh pengunjung yang membeli suvenir dan oleh-oleh berupa sayuran dan buah-buah segar dengan harga terjangkau dari pasar wisata di Cibodas Jawa Barat.

Leave a Reply

Accommodation
Meals
Overall
Transport
Value for Money